Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 112


__ADS_3

Sore menjelang di sebuah rumah mewah kediaman seorang perwira polisi di kota itu....


Seorang wanita paruh baya nampak sibuk dengan kegiatannya di sebuah taman kecil di area halaman luas rumah megahnya.


Sembari mengusir berbagai prasangka buruk yang hingga kini masih menggelayut dalam dirinya lantaran tak ada kabar dari sang suami hingga saat ini, wanita paruh baya yang sudah dua kali menikah itu nampak menyibukkan diri dengan menyirami bunga-bunga yang berada di taman kecil depan rumahnya.


Ya, itu Grace..! wanita masih terlihat berduka itu tak mau terus-terusan larut dalam masalah yang menimpanya saat ini. Wanita itu lebih memilih menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan setelah sebelumnya terus menerus menangis dan mengurung diri dalam kamarnya.


Ia tahu betul, sebagai seorang wanita, ia adalah jantung dalam sebuah rumah tangga. Kesedihannya akan berdampak pada kedua anak-anaknya. Ia tak mau terus-terusan larut dalam kesedihan.


Hal semacam ini bukan yang pertama kali ia alami. Dulu saat ia menikah dengan Moreno, ia juga pernah mengalami hal demikian. Moreno tiba-tiba lenyap, raib bak ditelan bumi. Dan setelahnya, polisi mengabarkan bahwa Moreno telah ditangkap atas kasus pembunuhan.


Ia kira hal seperti itu hanya akan terjadi sekali pada dirinya. Hanya saat dengan Moreno saja. Namun ternyata tidak..!


Kini ia kembali mengalami hal serupa tapi dengan orang yang berbeda. Suami keduanya tiba-tiba hilang tak ada kabar sama sekali. Di tengah maraknya berita yang beredar jagat raya tentang segala kejahatan yang laki-laki itu lakukan. Alih alih ia mendapat penjelasan dari sang suami. Pria itu justru pergi meninggalkannya tanpa kabar berita.


Sedih, pasti...!


Hancur, jangan di tanya lagi...!


Tapi mau bagaimana lagi? terus dalam kesedihan yang bertubi tubi juga tidak akan menyelesaikan masalah. Sebagai seorang wanita dewasa, ibu dari dua orang anak, ia dituntut untuk kuat. Ia tak boleh lemah. Jika memang sudah begini kehendak Tuhan, mau di apakan lagi??


Grace selesai dengan aksi siram-siram tanamannya. Wanita itu lantas menoleh ke arah teras manakala suara pintu terbuka terdengar dari sana.


"Bintang..." ucap Grace saat melihat sang putri keluar dari dalam rumah membawa bungkusan kresek hitam di tangannya.


"mam..." jawab Bintang.


"kamu mau ke mana?" tanya Grace.


"mau buang sampah ini" jawab Bintang sambil mengangkat keresek di tangannya.


Grace tersenyum lalu mendekat.


"biar mami buangin aja..!" ucap wanita itu.


Bintang pun tersenyum lalu menyerahkan keresek hitam tersebut pada sang ibunda.


"makasih ya, mam" jawab gadis cantik itu.


Grace hanya tersenyum. Wanita itu lantas pergi membawa kresek tersebut keluar dari rumah dengan pagar besi tinggi itu dan melemparkannya ke tong sampah yang berada di depan rumah megah miliknya tersebut.


Wanita itu lantas berbalik badan hendak kembali ke dalam rumah. Namun tiba-tiba........

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


buuuuuggghhhh


Seorang pria berdiri di belakangnya entah sejak kapan. Grace mendongak...! Ia nampak terbelalak menatap pria yang postur tubuhnya jauh lebih besar dan tinggi dari dirinya itu.


"kau...!!!" ucap Grace sambil memundurkan tubuhnya.


Pria berkemeja hitam itu menyeringai.


"Selamat sore, sayang" ucap pria berjambang lebat itu.


"Moreno...?!!" ucap Grace bergetar hebat. Ia menggerakkan tangannya. Menggunakan satu telapak tangannya menutup mulutnya yang terbuka.


Bukankah laki-laki itu sudah meninggal beberapa tahun lalu? kenapa dia bisa ada di sini sekarang?


Grace menggelengkan kepalanya samar. Ia mundur. Dan dengan gerakan cepat ia hendak masuk ke dalam rumahnya. Namun sayang, Moreno lebih cepat. Ia menarik lengan Grace dengan sangat kasar dan mendorong wanita itu dan membenturkan tubuhnya ke dinding pagar rumah megah itu.


"mau ke mana kau?" tanya Marino dingin


"Lepaskan aku...!" ucapkan sambil mencoba mendorong tubuh tetap itu dengan satu lengannya yang bebas. Sedangkan lengan lain yang kini dicengkeram oleh Moreno kini nampak ia gerakkan seolah meronta ronta tak mau disentuh laki laki itu. Moreno hanya tersenyum merasakan pukulan dari tangan mungil yang tak seberapa tenaganya itu. Menghantam di bidang berbulu miliknya yang kokoh bak patung beton.


"kau pikir kau bisa mengalahkan ku, perempuan bodoh?" tanya Moreno.


"apa maumu? untuk apa kau datang ke sini..? bukankah kau sudah mati...?!! jangan ganggu keluargaku lagi..!! lepaskan aku, Moreno....!!!" ucap Grace setengah teriak.


"ssssstttt.....!! berisik sekali kau, perempuan...!! aku kesini karena aku merindukan mu..! dan juga anak kita...!!" ucap Moreno sembari menggerak kan jari jarinya mengusap pipi mulus wanita itu. Grace pun dengan sigap menampik tangan kekar tersebut.


"jangan lancang kau, Moreno..! aku sudah bersuami...!!" ucap Grace tak suka.


"hahahhahaha......!!" Moreno tertawa lebar. Tawanya menggelegar membuat wanita itu bergidik ngeri mendengarnya.


"oh iya, aku lupa....! kau sudah bersuami sekarang...! suami yang kau bangga banggakan...! yang kau anggap dewa penolong bagimu...! Tapi ternyata tak jauh lebih baik dari ku...! sama sama busuk...!!" ucap Moreno mengerikan.

__ADS_1


Grace menatap benci ke arah pria itu.


"kemana dia sekarang?! mati? membusuk dipenjara? atau... dia lari dengan jal*ng nya??" tanya Moreno meremehkan.


"tapi ya sudahlah, itu tidak penting..! aku tidak peduli denganmu ataupun suamimu itu..! aku datang kemari hanya ingin bertemu dengan putriku...!" ucap Moreno.


"dia tidak ada..!" ucap Grace lantang.


"jangan coba coba menghalangi ku bertemu dengan Bintang..! dia adalah putriku..!" ucap Moreno mulai menatap tajam ke arah Grace.


"putrimu?!!" ucap Grace tak suka.


"kau saja tidak pernah peduli dengannya..! kau bahkan hampir mencelakainya...! masih bisa kau menyebutnya putri..?!!!" tanya Grace keras dan lantang. Hal itupun membuat Bintang yang kebetulan berada di teras dengan cepat mendekati gerbang. Mencari tahu apa yang terjadi.


"Itu semua terjadi karena kau menutup menutupi keberadaan Bintang di rahim mu...!!!" ucap Moreno murka dengan sorot mata yang mengerikan.


"apakah aku harus mengatakan yang sebenarnya kepadamu? tentang kehamilanku?! apakah aku harus jujur padamu ketika aku tengah mengandung Bintang? sedangkan aku berkali-kali hampir meregang nyawa di tanganmu...! sedangkan aku sudah dua kali mengalami keguguran semasa aku menjadi istrimu...!!! apa kau pikir aku sudi mengatakan yang sebenarnya padamu..?!! setelah semua yang terjadi padaku atas ulahmu...!! Aku tidak mau aku dan anakku mati konyol di tangan iblis seperti mu, Moreno...!!! lebih baik aku pergi, dari pada aku harus terus menderita di sampingmu..!!" ucap Grace lantang.


Moreno mengepalkan tangannya. Sorot matanya tajam menatap ke arah Grace. Amarah terlihat jelas dalam dirinya. Laki laki itu menggerak kan tangannya. Mencekik wanita paruh baya itu dan menekan kepalanya ke dinding pagar rumah itu. Membuat Grace pun kini kelimpungan kehabisan pasokan udara.


Moreno mengangkat satu lengan kekarnya. Mengayunkan nya, hendak menghantam kan tinjuan itu ke wajah Grace. Namun saat tangan itu sudah berada di udara. Tiba tiba...


..


..


..


"mami... !!!!"


....


Bersambung dulu🤭😁


...----------------...


Yuk, dukungan dulu.....


Aku punya novel baru loh...pada mau baca nggak?🤭😁😁😁


nanti author kasih pengumuman ya....😁😁😁


yang ini di dukung dulu🥰🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2