
Tuan Hendrawan turun dari mobilnya. Disusul Galaksi di belakang nya. Pemuda dua puluh satu tahun itu lantas mendekati sang ayah yang kini nampak menatap iba ke arah wanita yang terlihat menyedihkan di seberang jalan sana.
"pa, papa mau ngapain?" tanya Galaksi dengan raut wajah mulai terlihat tidak suka.
Tuan Hendrawan masih diam.
"pa, Gala nggak mau ya kalau sampai papa mungut dia lagi...!" ucap laki laki itu lagi dengan mimik wajah mulai berubah tegang.
Hendrawan menoleh ke arah sang putra.
"udah cukup hubungan kita renggabg gara-gara wanita itu dulu..! Sekarang kita udah kembali lagi menjadi satu keluarga. Gala nggak mau papa berubah lagi kalau dekat-dekat dengan wanita itu. Papa bahkan sampai sekarang belum sembuh seratus persen dari ketergantungan obat akibat ulah wanita itu...! Gala nggak mau papa terjerumus lagi...!" ucap Gala seolah meminta sang ayah untuk tidak lagi pedulikan wanita di seberang jalan sana.
Tuan Hendrawan nampak diam.
Pria paruh baya itu kembali menatap ke arah Rachel. Wanita itu nampak linglung. Seorang laki-laki yang sepertinya adalah petugas kebersihan nampak mendekati wanita yang dulu begitu anggun dengan penampilan glamour nya itu. Laki laki berseragam oren itu terlihat membentak ke arah wanita tersebut. Rachel yang sepertinya kini tengah mengalami goncangan pada mental dan jiwanya itu pun ketakutan. Dengan sepotong roti di tangan, wanita itu berlari tunggang langgang menjauh dari tempat tersebut.
Hendrawan menghela nafas panjang.
"apa yang terjadi pada wanita itu?" ucap Hendrawan seolah bertanya pada dirinya dirinya sendiri.
* dia sudah mendapatkan balasan yang setimpal atas apa yang sudah dia lakukan selama ini, pa. Biar itu menjadi pelajaran bagi dia" ucap Galaksi.
Tuan Hendrawan menoleh ke arah sang putra lalu tersenyum.
"kamu lebih dewasa sekarang. Kamu jangan khawatir. Papa lebih memilih kamu daripada dia, nak" ucap tuan Hendrawan sambil tersenyum.
" kita pulang" ucap pria paruh baya itu lagi.
" iya, Pa" jawab Gala kemudian.
Sepasang ayah dan anak itupun lantas berjalan menuju mobil mereka, untuk melanjutkan kembali perjalanan menuju rumah yang sempat terhenti itu.
...****************...
__ADS_1
Sementara di tempat terpisah,
di sebuah cafe yang yang terletak di tengah kota besar itu. Seorang pemuda berparas tampan perpaduan Adrian dan Dinda nampak menyanyikan sebuah lagu di atas panggung rendah itu diiringi dengan petikan gitar di tangannya. Pemuda berparas nyaris sempurna itu terlihat begitu menghayati isi dari bait demi bait lagu yang kini dinyanyikannya itu. Disaksikan banyak pasang mata para pengunjung cafe yang rata-rata adalah anak muda, Angkasa Wildan Tama kembali menjelma menjadi seorang idola yang digandrungi banyak kaum muda.
Satu dari ratusan pengunjung yang memadati cafe itu, ada seorang wanita cantik berparas manis dengan mata sipit yang indah nampak menatap bangga ke arah laki-laki itu. Senyuman sejak tadi tak henti ia tampilkan. Seolah menandakan betapa ia sangat bangga kepada laki-laki yang kini berdiri di atas panggung itu. Ya, itu adalah Bintang Kejora.
Gadis cantik pujaan hati Angkasa Wildan Tama yang keluarganya tengah dilindung duka itu hari ini diajak oleh sang Angkasa untuk menemaninya manggung di tempat tersebut. Salah satunya adalah untuk menghibur sang Bintang agar tak terus-menerus larut dalam kesedihan pasca ditinggal pergi sang ayah sambung.
Satu lagu selesai dinyanyikan. Riuh tepuk tangan menggema, seolah memberikan apresiasi kepada pemuda dua puluh satu tahun yang kini nampak bangkit dari duduknya itu. Angkasa nampak meraih sebotol air putih lalu menenggaknya guna membasahi kerongkongan nya yang kering. Setelah selesai, pemuda itu kembali ke kursi yang sejak tadi duduki nya sembari memangku gitar akustik di sana. Angkasa kembali meraih microphone-nya
"lagu kedua ini adalah lagu favorit dari seseorang. Dia adalah seorang perempuan cantik. Seorang perempuan yang saya temui bertahun-tahun yang lalu di sebuah sekolah SMA yang letaknya bersebelahan dengan sekolah saya. Di mana dulu saya masih duduk di bangku SMP" ucap Angkasa yang sukses mencuri perhatian para pengunjung cafe.
"wanita itu adalah wanita yang berhasil mencuri perhatian saya. Wanita cantik dan manis dengan segala kelebihan dan tanpa kekurangan. Wanita yang berhasil membuat saya jatuh cinta untuk pertama kali, dan mungkin juga untuk yang terakhir kali dalam hidup saya. Wanita yang berhasil membuat saya rela menunggu selama 5 tahun tanpa bertemu. Karena dia harus meneruskan pendidikannya di luar negeri"
"bukan sesuatu yang mudah bagi saya dan dia menjalin sebuah hubungan bermodalkan cinta, ketulusan dan kesetiaan, namun terhalang oleh jarak dan waktu yang cukup lama. Banyak hal yang sudah kami lalui bersama. Membuat saya semakin yakin bahwa selama ini saya tidak pernah salah pilih. Saya yakin wanita itu adalah wanita yang saya cari. Wanita yang saya rasa tepat untuk menjadi satu-satunya pemilik hati saya. Wanita manis. Wanita lucu, cerewet, cemburuan, kadang suka berpikiran negatif. Tapi dia adalah orang yang ikhlas dan tulus. Dia adalah seorang anak yang berbakti pada kedua orang tuanya. Dia adalah seorang wanita yang selalu bisa membuat saya merasa beruntung" ucap Angkasa di saksikan banyak orang. Bintang nampak berdebar sekaligus tersanjung mendengar ucapan pria itu.
Angkasa yang kini duduk di sebuah kursi di atas panggung rendah itu lantas menatap ke arah wanita tersayang nya itu,
"Bintang Kejora, sekarang aku berdiri di sini. Aku ingin semua orang mendengar pengakuanku. Betapa aku sangat bersyukur menemukan wanita seperti kamu. Aku tidak peduli kata orang. Aku tidak peduli penilaian orang terhadapmu. Anak kecil ini mencintaimu. Anak kecil ini hanya mau sama kamu. Bermodalkan cinta yang kuat yang bisa ku pertanggung jawabkan, yang bisa kujamin tidak akan pernah luntur sampai maut menjemputku, disaksikan banyak orang di ruangan ini, aku ingin mengatakan sesuatu padamu" ucap pria itu lagi.
Bintang menutup mulutnya yang terbuka karena kaget. Ia tak menyangka dengan apa yang akan Angkasa lakukan hari ini.
"Bintang, maukah kamu untuk terikat denganku..? Aku ingin memastikan bahwa selama nya kau akan jadi milikku. Tunggu aku, aku akan segera datang pada ibumu, aku akan memintamu untuk menjadi ibu dari anak anakku. Jika kamu bersedia terikat denganku dan menunggu ku, maka naiklah ke atas panggung ini sekarang.." ucap Angkasa.
Ruangan itu terdengar bergemuruh. Para fans nampak histeris melihat apa yang sang idola lakukan pada wanita pujaan hatinya. Banyak pasang mata kini menatap ke arah Bintang, seolah berharap wanita itu untuk segera bangkit dari duduknya dan mendekati sang Angkasa.
Anak tersenyum manis. Ditatapnya wanita itu dengan sorot mata penuh harap. Bintang merasa begitu terharu. Angkasa berhasil memberi kejutan sekaligus membuat hatinya berbunga-bunga ditengah tengah badai masalah yang kini menimpa keluarganya.
Mata sang Bintang mengembun menatap penuh cinta ke arah laki-laki yang kini berdiri di atas panggung sana.
"naik, naik, naik..." suara itu menggema di seluruh ruangan. Diserukan oleh para fans sang Angkasa yang mengharap niatan baik pria itu disambut hangat oleh sang wanita idaman.
Bintang pun bangkit. Dengan langkah perlahan dan sedikit malu-malu wanita itu mengayunkan kakinya mendekat ke arah tempat dimana Angkasa sudah menunggu disana dengan sebuah kotak beludru di tangannya.
__ADS_1
angka sedang bintang ini saling berhadapan para fans tanpa menatap penuh cinta dan kekaguman kepada Mukti di atas panggung itu
"Bintang.." ucap Angkasa.
"maaf, nggak ngasih tahu kamu dulu soal ini."
" Aku ingin kasih surprise buat kamu. Aku ingin melamar kamu. Aku ingin mengikat kamu dengan cincin di tangan aku ini. Untuk memastikan bahwa kamu akan selamanya jadi milikku. Untuk memastikan bahwa kamu mau menungguku untuk datang ke ibu kamu dan meminang kamu sebagai calon pendamping hidup ku.
"Bintang, di saksikan banyak pasang mata disini, aku minta jawaban dari kamu. Apa kamu mau menerima niatan baikku?" tanya pria itu
Ruangan itu kembali bergemuruh. Para fans kembali histeris menyaksikan adegan di atas panggung itu. Angkasa menatap dalam wanita di hadapannya. Seolah menanti jawaban dari wanita yang sangat ia sayangi itu.
Bintang makin mengembun. Ditatapnya sendu pria tampan di hadapannya. Bintang tidak mungkin ragu akan Angkasa. Rasa cinta diantara mereka sudah sangat kuat terjalin sejak bertahun-tahun lamanya hingga kini.
Wanita itu memejamkan matanya dengan setetes air mata yang menetes di pipi. Ia lantas mengangguk pertanda menerima niatan baik sang laki-laki mengikat dirinya untuk sementara. Sebelum nanti akhirnya Angkasa akan datang pada Grace untuk memintanya sebagai istri.
Ya, minimal menunggu sampai angka6sa lebih dewasa dalam segi usia. Mengingat kini pemuda itu masih berusia dua puluh satu tahun. Masih sangat muda untuk seorang pria membina hubungan rumah tangga.
Angkasa berbinar. Dibukanya kotak merah bludr6 itu, lalu mengambil sebuah cincin berlian dari dalamnya. Dengan wajah yang berbunga-bunga penuh kebahagiaan, pria itu pun memasangkan benda melingkar itu di jari manis sang Bintang. Bintang makin haru, Angkasa berbahagia, para fans makin histeris.
" i love you" ucap pemuda itu.
Bintang kembali meneteskan air mata nya.
"love you more..." jawab wanita itu.
Angkasa tersenyum lebar. Diraihnya tubuh ramping itu. Keduanya berpelukan di atas panggung membuat para penggemar kini makin heboh dibuatnya.
Angkasa bersungguh sungguh atas niatannya. Seumur hidupnya ia hanya mengenal satu cinta yaitu Bintang Kejora. Ia tak pernah ragu akan pilihannya. Ia yakin, wanita itu adalah wanita yang paling tepat untuk dirinya.
...----------------...
Selamat siang
__ADS_1
up 12:29
yuk, dukungan dulu 🥰😘🥰