
Hari terus berganti hari,
Kehidupan anak manusia itu terus berjalan sesuai dengan yang semestinya.
Tiga hari sudah berlalu, skorsing yang di jalani baik oleh Galaksi maupun Angkasa pun masih terus berlanjut. Keduanya tak lagi pernah bertemu pasca keributan yang terjadi di antara mereka di kantin kampus. Keduanya sibuk dengan kegiatan masing masing. Angkasa lebih banyak menghabiskan waktunya bersama keluarga, sedangkan Gala, ah, sudahlah. Ia bahkan tak pulang sejak kejadian tiga hari yang lalu itu. Tidur dimana dan makan apa? entahlah, laki laki itu sudah terbiasa hidup di jalanan dan dunia malam meskipun ia adalah anak seorang yang berada.
Tiga hari berlalu, nama kedua pemuda itu pun juga masih menjadi perbincangan hangat di berbagai situs pemberitaan. Baik itu media sosial, televisi maupun media cetak.
Nama keduanya terus di sebut sebut. Namun baik dari Gala maupun Angkasa tak ada satupun yang mau menanggapi perihal kasus perkelahian itu.
Hal itupun membuat berbagai spekulasi berkembang di masyarakat. Gala dan Angkasa bungkam, namun tidak dengan Hendrawan. Nama baiknya di pertaruhkan. Ia tak mau nama besar keluarga Ardhanata yang dikenal sebagai orang terpandang itu tercoreng karena ulah Gala yang tak pantas untuk di tiru.
Pria itu selalu menyempatkan diri untuk menghadapi wartawan. Membela sang putra seolah ia adalah ayah yang baik yang begitu menyayangi anaknya. Rangkaian kata kata manis nan bijak ia ucapkan di depan kamera, namun seketika berubah menjadi umpatan kasar dan sumpah serapah untuk sang putra jika sudah tak ada awak media.
Benar benar bermuka dua...!
Lain Hendrawan lain juga dengan Adrian. Laki laki itu tak pernah mengeluarkan sepatah katapun untuk menanggapi perihal masalah yang menimpa putra nya. Sama hal nya dengan Angkasa yang memilih bungkam, Adrian pun juga melajukan hal sama. Ia menghargai keputusan sang putra. Jika memang Angkasa tak mau memberikan penjelasan tentang masalah yang kini di hadapinya pada media, maka ia pun juga tak akan memberikan tanggapan nya. Semua ia serahkan pada Angkasa. Biarkan pemuda itu belajar menyelesaikan masalahnya sendiri. Toh ia juga bukan anak kecil lagi. Ia sudah dewasa, ia juga seorang laki laki. Biarkan ia menyelesaikan apa yang sudah menjadi resiko atas perbuatannya sendiri.
......................
Siang ini di sebuah taman kanak kanak,
Pemuda berparas nyaris sempurna itu nampak menghentikan mobil sport merah yang di kendarai nya. Dengan kacamata hitam yang membingkai mata teduhnya, pemuda dengan jaket jeans membalut tubuh itu nampak berjalan memasuki area TK, mendekati seorang bocah cantik dengan rambut di ikat dua. Gadis kecil menggemaskan putri Zack Andreas itu nampak duduk sendirian di salah satu bangku di teras kelasnya.
Suasana TK sudah sepi, lantaran para orang tua yang menjemput anak anak mereka banyak yang sudah pulang. Angkasa memang sengaja menjemput dua bocah itu agak siangan, menghindari para ibu ibu bar bar yang sudah pasti mengenalinya sebagai publik figur. Untungnya, Pelangi, sang guru begitu baik hati, bersedia menemani dua bocah itu sampai wali nya menjemput Tiger dan Aliya.
"mas uncle....!!" ucap Aliya sambil mengunyah sepotong kue bolu di tangannya.
Angkasa tersenyum. Pemuda itu berdiri di depan sang bocah sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah.
"Maung mana?" tanya Angkasa.
"Tiger?" tanya Aliya.
"iye.." ucap Angkasa.
__ADS_1
"lagi potong kuku, tuh, sama bu gulu Penani. Tigel sih, nggak bisa di bilangin, di suluh potong kuku sama bunda nggak mau. Kuku nya padahal udah panjang panjang loh mas uncle. Masih aja nggak mau di potong. Mana banyak kotolannya semua lagi, kan jijik" ucap Aliya.
Angkasa terkekeh. Ia lantas duduk di samping bocah cantik itu lalu mengeluarkan ponselnya dan mulai memainkan nya sambil menunggu Tiger selesai potong kuku di dalam kelas.
"mas uncle, tau nggak, Tiger tadi ngambek nggak mau belajal.." ucap Aliya mengadu sambil mengunyah kue bolunya.
"emang kenapa?" tanya Angkasa.
"buku gambalnya Tigel di lobek ama temen aku. Tau nggak mas uncle, Tigel hampil mukul temen aku itu loh. Ih, Tigel mah, olang nya nggak sabalan ya, mas uncle. Nggak bisa menahan emosi. Tem..tel..ten...telemen...tem....ehh....apa sih, susah ngomong nya..! tem...telempe....." ucap Aliya mencoba mengucap sebuah kosakata yang cukup sulit baginya.
"tempramental....!!" ucap Angkasa sedikit ngegas membenarkan ucapan Aliya.
"iya, itu maksudnya..!!" ucap Aliya lagi sambil kembali mengunyah rotinya.
"ah elah, Minnie mouse...! ngomong aja belum bener lu...!" ucap Angkasa sambil mengacak acak pelan rambut ikat dua Aliya.
Tak lama kedua anak manusia itu menunggu, bocah tampan putra sang serigala jantan itu keluar dari ruang kelasnya bersama seorang wanita cantik, Pelangi, gurunya.
"uncle...!!!" ucap Tiger saat menyadari keberadaan Angkasa.
"dah selesai potong kukunya? pulang yuk..!" ucap Angkasa sembari bangkit dari posisi duduknya. Hal yang sama pun Aliya lakukan. Namun tiba tiba...
"nggak mauk...!!!" ucap Tiger begitu kesal sambil menghentakkan satu kakinya dengan keras ke lantai keramik. Tangannya di tekuk di depan dada. Wajahnya nampak kesal dengan bibir mengerucut dan mata mendelik. Membuat Angkasa, Pelangi dan Aliya pun menoleh ke arah bocah kecil itu.
"lu kenape?!" tanya Angkasa tak habis pikir.
"aku nggak mau pulang. Aku beli buku gambal, sama pewalna balu..! aku mau ke mall...!!!" ucap Tiger.
"ah elah, anak ayam...! ribet beud jemput lu ye..! ntar kita mampir warung, beli pewarna ama buku gambar baru..! sekalian gue beliin gorengan...! ayok..!!" ucap Angkasa.
"nggak mau..! aku maunya ke mall...!! aku mau jalan jalan ke mall...!!! hwaaaaaaahahahahaa....." ucap Tiger sambil menghentak hentakkan kakinya lagi. Bocah itu kini bahkan nampak menangis meraung raung membuat Pelangi pun kini berjongkok mencoba menenangkan sang murid.
"lu kenape sih?!!" tanya Angkasa kesal pada Tiger. Bocah itu tak menjawab. Ia masih sibuk meraung raung sambil menutupi wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya.
"dia tadi berantem sama temennya. Katanya nggak pernah ke mall. Makanya Tiger ngambek.." ucap Pelangi.
"waaaaduuuh....anak siape tuh yang ngomong kayak gitu?! minta di rujak tuh bocah...!!" ucap Angkasa.
__ADS_1
Pelangi tersenyum, dengan wajah tenang ia mengusap pundak sang murid lalu mulai mengeluarkan kata kata penenang nya.
"nak, sekarang pulang dulu, ya, sama uncle. Nanti ke mall nya sama mommy atau daddy. Ya, sayang..." ucap Pelangi.
"nggak mauk....!! aku mau ke mall sekalang...!!" ucap Tiger ngotot.
"aduh, Maung, nggak usah ribet deh. Lu pulang aja yuk, ntar lu ngadu ama bapak lu. Kalau perlu minta tuh ama bapak lu buat beli mall yang paling gede di kota ini....!!!" ucap Angkasa.
Alih alih tangisnya mereda, bocah itu justru makin meraung raung keras sambil melompat lompat minta di ajak ke mall. Aliya yang berdiri di samping Angkasa pun bahkan sampai menutup telinganya saking berisiknya bocah laki laki itu.
"buset lu berisik banget...!! iya, iya,..! kita ke mall..! ayok buruan..!!" ucap Angkasa jengkel.
Mendengar ucapan itu Tiger pun menghentikan tangisnya. Di usapnya pipi basahnya itu dengan bibir yang masih mengerucut.
"gitu dong dali tadi. Bial aku nggak pelu capek capek nangis..!" ucap Tiger lalu dengan cepat meraih lengan sang bu guru Penani dan menariknya.
"lho..lho..lho....." ucap Pelangi kaget saat di tarik Tiger.
"eh lu ngapain narik narik tangan bu guru?" tanya Angkasa.
"aku mau ke mall sama bu gulu Penani...! bu gulu halus jadi saksi kalau aku tuh pelnah ke mall..." ucap Tiger.
"ngapain?! kan ada uncle...! uncle saksinya..!" ucap Angkasa mulai kesal.
"temen aku nggak kenal sama uncle..! uncle kan nggak telkenal..! ayo, bu gulu...!" ucap Tiger ngotot sambil menarik kembali lengan Pelangi.
Angkasa dibuat melongo oleh ucapan bocah itu. Bisa bisanya tuh bocah bilang ia tak terkenal..? padahal di luar sana ribuan orang tengah menggunjingkan namanya..!
Untung bocil, untung keponakan, kalau nggak, udah di ulek tuh bocah🙈
...----------------...
Selamat sore,
maaf, baru up, hari ini agak repot. Mungkin cuma bisa up ini ya...
yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰🥰
__ADS_1