Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 40


__ADS_3

Malam mulai menjelang, disebuah toko aksesoris milik Pelangi,


Lampu lampu di lantai bawah bangunan berlantai dua itu sebagian sudah padam. Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, pertanda bangunan tempat menjual aneka aksesoris itu sudah waktunya untuk tutup. Hal itu dapat di lihat dari tulisan 'close' yang tergantung di pintu kaca bangunan tersebut.


Wanita cantik berambut panjang tergerai itu baru saja selesai mengecek dagangannya. Menghitung penghasilnya sepanjang hari ini sembari menikmati secangkir kopi guna menyingkirkan hawa dingin yang perlahan mulai menusuk tulang.


Si cantik berkulit putih itu nampak sibuk mengotak atik laptopnya sebentar. Suasananya cukup sepi lantaran memang ia hanya sendiri di bangunan tempat tinggalnya itu.


Selesai dengan buku buku nya, ia pun mengambil uang di laci kasirnya. Menatanya rapi lalu memasukkannya ke dalam sebuah dompet kemudian memasukkan nya ke dalam tas pribadi miliknya.


Selesai,


wanita itupun kemudian bangkit, merapikan meja kasirnya, mematikan laptop, memasukkan beberapa buku ke dalam laci meja dan bergegas untuk segera tidur dan mengistirahatkan tubuh nya.


Meja sudah bersih. Pelangi menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri guna meregangkan otot-otot lehernya.


Selesai, saatnya istirahat. Bantal guling dan kawan kawannya sudah menantikan kedatangan wanita cantik itu dikamar pribadinya.


Gadis yatim piatu itupun lantas berbalik badan. Namun..


buuuuuggghhhh.....


"aaaww...!!" pekik wanita itu.


Ia mendongak,



seorang pria tampan berdiri di belakang nya entah sejak kapan.


"Gala?" ucap wanita itu. Pemuda yang akhir akhir ini sering menginap di tokonya itu tak bereaksi. Ia hanya menatap diam ke arah Pelangi dengan sorot mata yang tak biasa.


"kamu...sejak kapan disitu?" tanya Pelangi sambil celingukan menatap ke kanan dan kiri. Sejak kapan Gala berdiri di belakangnya? Ia bahkan tak melihat Galaksi masuk ke dalam tokonya.


Gala tak menjawab.


"Gal? kamu kenapa?" tanya Pelangi.


Gala masih diam. Satu sudut bibirnya terangkat ke atas. Ditatapnya wanita di hadapannya itu dengan sorot mata angkuh sang putra mahkota tuan Hendrawan Ardhanata.


"Gal ..." ucap Pelangi lagi.


Gala tersenyum,


"selamat malam.." ucapnya sambil berjalan mendekati wanita cantik itu.


Pelangi mengernyitkan dahinya.


"udah selesai ngitung duitnya?" tanya Galaksi.


Pelangi mengangguk samar. Ia sedikit bingung. Galaksi tidak seperti biasanya.


"keluar yuk..." ucapnya sambil menyandarkan tubuhnya di meja kasir. Dilipatnya kedua lengan kekar itu di depan dada. Sorot matanya menatap tajam ke arah Pelangi, namun dapat wanita itu rasakan, ada secercah naffsu yang Gala tunjukkan disana.


Pelangi bukan lah wanita polos. Bertemu dengan laki laki semacam ini bukanlah hal baru baginya. Ia hafal gerak gerak pria semacam ini.


Pelangi menunduk. Tangannya reflek meremas piyama hello Kitty nya tepat di bagian dada, membuat Galaksi kembali tersenyum sinis menyaksikan pergerakan tersebut. Bayang bayang vidio yang sore tadi ia saksikan dengan Joe menari nari dalam pikirannya.


"aku capek, Gal. Mau istirahat aja..." ucap wanita itu.


Gala tak bereaksi. Ia masih sibuk menikmati pemandangan indah di hadapannya.

__ADS_1


"kamu mau nginep di sini lagi?" tanya Pelangi awas.


Gala tersenyum lagi.


"of course..! siapa yang jagain lo kalau gue nggak ada di sini?" tanya Gala sambil mengangkat tangannya hendak membelai rambut Pelangi namun wanita itu dengan cepat mundur, menjauh dari laki laki itu. Satu tangannya masih sibuk meremas piyamanya, sedangkan satu tangannya lagi kini reflek meraih cangkir kopi di atas meja kasir dan menggenggam nya erat.


Gala tersenyum smirk.


"oke, tidur gih..." ucap Gala menggantung, lalu mendekat kan wajahnya ke wajah wanita itu dan berbisik.


"gue jagain lo dari sini.." ucapnya tepat di telinga Pelangi dengan suara lirih.


Wanita itu diam. Ia menoleh ke arah pemuda tampan yang kini posisinya begitu dekat dengannya itu.


"Gal..." ucapnya.


"yap..." jawab pria itu pelan sambil tersenyum tanpa merubah posisinya.


"aku tahu malam ini kamu beda. Aku nggak tahu apa yang ada di pikiran kamu, tapi aku mohon, kamu menghargai niat baik aku untuk sekedar memberikan tumpangan buat kamu tidur malam. Biar kamu nggak kedinginan dan nggak kehujanan diluar sana." ucap Pelangi.


Gala diam.


"tolong, kita nggak terikat hubungan apapun. Niatku cuma pengen bantuin kamu. Aku harap kamu ngerti, dan nggak membuat aku menyesal pernah baik sama kamu.." ucap Pelangi.


Gala tak bergerak. Pelangi pun berlalu meninggalkan Galaksi yang diam dengan posisinya yang masih sedikit membungkuk.


Ya, ucapan Joe mengenai kemiripan wajah antara Pelangi dan Rebecca membuat Gala makin penasaran.


Jika boleh jujur, sepertinya ia mulai tertarik untuk terus berdekatan dengan Pelangi. Wanita cantik berparas ayu yang terlihat istimewa dengan sikap diamnya namun bukan diamnya seorang wanita polos yang bodoh. Diamnya adalah diam yang tenang. Diam yang berani dan bukan diam yang lemah.


Galaksi suka itu.


Tapi setelah melihat vidio Rebecca sore tadi, membuat Gala jadi berfikir, apa mungkin selama ini Pelangi yang ia kenal bukanlah Pelangi seperti yang ia pikirkan?


Jika iya, mungkin Gala akan sedikit kecewa.


Percaya atau tidak, disadari atau tidak, pasca mendapatkan skorsing, hingga kemudian menginap di toko Pelangi pada malam harinya, sejak saat itu Gala belum pernah masuk ke klub malam lagi. Bukan artinya ia sudah tobat, tapi sebenarnya lebih karena ia ingin menghabiskan malamnya di rumah Pelangi. Ia ingin menyaksikan wanita itu bangun pagi bahkan sebelum ayam berkokok. Setiap jam sembilan malam ia sudah berada di toko Pelangi. Bersiap di sofa tunggu bangunan dua lantai itu yang menjadi ranjang tidurnya selama kurang lebih satu minggu ini. Jika tidak di toko maka ia akan tidur di markas Black Moon (bengkel milik salah satu anggota Black Moon).


Galaksi menghela nafas panjang. Entahlah, ia masih penasaran dengan sosok Pelangi dan Rebecca. Apakah mereka adalah dua orang yang sama??



...****************...


Sementara di tempat terpisah,


Di sebuah kamar tak terlalu luas.


Pemuda itu nampak asyik melakukan panggilan vidio dengan si cantik manis pujaan hatinya yang kini tengah berada di luar negeri, Bintang Kejora.


Di atas ranjang, dalam posisi tubuh tengkurap, wajahnya nampak menatap layar ponsel miliknya yang memperlihatkan wajah cantik sang wanita pujaan hati. Sedangkan di sampingnya, seorang bocah kecil nampak sudah larut dalam buaian mimpi mimpi indah nya. Tidur terlentang tanpa bantal dan selimut, dengan mulut sedikit terbuka dan mata yang tak sepenuhnya terpejam namun terlihat begitu pulas, terlihat dari dengkuran halus yang terdengar jelas dari mulut mungilnya.


Ya, seperti dugaan Angkasa, bocah kecil anak Nabila dan Zev itu kembali meminta tidur dikamar nya. Menguasai ranjang nya yang tak terlalu luas dan menyingkirkan dirinya sebagai pemilik kamar yang sah.


Tiger mendengkur, Angkasa sibuk dengan ponselnya.



"Tiger tidur disitu lagi, By?" tanya Bintang.


"iya, seneng banget dia gangguin aku...! ampe tidur pun minta ama aku..!" ucap Angkasa sambil menikmati pemandangan wajah cantik sang Bintang Kejora.

__ADS_1


Bintang terkekeh.


"itu artinya dia nyaman sama kamu, By..Mungkin kamu punya sisi kebapakan yang bikin dia betah deket deket ama kamu.." ucap Bintang.


Angkasa terkekeh.


"mungkin iya kali ya...makanya dia nempel terus ama aku. Jadi nggak sabar pen jadi bapak buat anak anak kita....ciiiiiaaaaahhhhh...!" ucap Angkasa sambil cengengesan dan menepuk pahanya sendiri di akhir kalimat nya membuat Bintang pun ikut terkekeh.


"jangan senyum senyum ah, aku kan jadi nggak sabar pengen cepet-cepet ketemu kamu" ucap Angkasa.


"heeemmmh...gombal...!"


"loh, beneran..! aku nggak sabar pengen buru buru bawa roti buaya ke rumah kamu..! nih buayanya, lagi ngorok..!" ucap Angkasa sambil mengangkat ponselnya dan mengarahkan nya pada Tiger yang terlelap.


"apasih kamu...! anak kecil itu...!!" ucap Bintang tergelak.


"kamu bisa aja bikin aku ketawa...!" imbuh wanita itu lagi sambil mengusap air matanya yang meleleh karena tertawa.


Angkasa cekikikan. Ia kembali meletakkan ponselnya di atas ranjang, disandarkan pada sebuah guling. Ia kemudian tidur miring menghadap layar benda pipih itu.


"dua bulan itu tinggal berapa jam lagi sih? kok lama banget nunggu kamu pulang tinggal dua bulan aja..." ucap Angkasa seolah begitu jengkel dengan waktu yang terasa berjalan lambat bagi dirinya yang sudah di hantam rindu tak tertahankan.


"iya yah, padahal aku udah kangen pengen pulang. Pengen ketemu mami sama papi..." ucap Bintang.


"oh, jadi cuma mami ama papi aja nih yang dikangenin...! hubby nya enggak?!!" tanya Angkasa dengan mimik wajah yang dibuat kesal.


"kalo hubby udah bukan kangen lagi....kangen banget malahan..." ucap Bintang sambil tersenyum lebar.


"iiissshh.....pinter banget sekarang gombalnya..." ucap Angkasa sambil tersenyum bahagia.


Bintang pun terkekeh di seberang sana


"eemmm, honey..." ucap Angkasa.


"apa?" tanya Bintang.


"mami kamu gimana? udah sembuh?" tanya Angkasa yang menanyakan kondisi terkini ibunda Bintang yang katanya baru saja keluar dari rumah sakit beberapa hari yang lalu.


"udah kok, Alhamdulillah. Tadi aku juga udah vidio call an sama mami" jawab Bintang.


"honey, sorry ya...aku nggak jenguk mami kamu. Aku takut papi kamu nggak suka sama kedatangan aku.." ucap Angkasa.


Bintang tersenyum lembut.


"aku ngerti kok. Aku juga minta maaf ya, sampai saat ini papi masih belum bisa menerima kamu" ucap Bintang.


Angkasa tersenyum lembut.


"nanti kalau aku pulang, kita ke rumah sama sama ya. Kita temuin papi sama mami aku. Biar papi bisa mengenal kamu lebih deket. Dia pasti akan menerima kamu kok kalau tahu kamu itu kayak gimana baiknya..! papi judes sama kamu itu, cuma karena belum terlalu kenal kamu aja, By..." ucap Bintang.


Angkasa tersenyum manis.


"oke...aku tunggu kamu pulang. Jadi nggak sabar buat ketemu papi mertua..." ucap Angkasa.


Keduanya pun kembali terlibat perbincangan hangat. Mereka kembali larut dalam obrolan santai yang sesekali diselingi candaan ringan itu hingga malam makin larut, dan Tiger makin keras mendengkur seolah begitu menikmati tidur malam nya di ranjang sang uncle.



...----------------...


Selamat malam,

__ADS_1


up 20:45


yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰😘


__ADS_2