
"Aliya..!! Aliya...!!" ucap bocah tampan itu memanggil sang kawan baik sambil bersusah payah membawa kantong kresek berisi aneka macam snack itu.
Tiger berjalan dengan terburu buru sambil terus memanggil manggil nama sang kawan. Seolah tak sabar untuk bertemu gadis manis imut yang sejak kemarin tak ia jumpai itu dan menyantap snack di tangan nya itu bersama sama.
Tiger sampai di dalam rumah belakang yang pintunya tak tertutup tersebut.
"Aliya..!!" ucap Tiger lagi.
Dilihatnya disana, Aliya kecil yang nampak cantik itu tengah menikmati santap siangnya, di suapi sang bunda, Azizah. Sedangkan di samping mereka, nampak Zack, ayahnya yang juga tengah makan di dengan satu kaki di tekuk. Dengan menggunakan tangan tanpa sendok, pria itu nampak menikmati makan siang sederhananya di atas karpet di depan televisi dalam posisi bertelanjang dada memperlihatkan tubuh tegap nya yang dipenuhi tato. Sedangkan rambut gondrongnya yang setengah basah lantaran baru selesai mandi itu ia biarkan tergerai.
Hari ini hari libur, Zev lebih banyak di rumah menghabiskan waktu bersama Nabila. Sehingga Zack sang bodyguard pun juga agak santai hari ini. Tak ada aktifitas yang berarti yang ia lakukan sepanjang hari ini.
"hei boy...! sini..!" ucap Zack sambil melambaikan tangannya pada Tiger.
Tiger pun setengah berlari mendekati keluarga sederhana itu. Ia nampak menyeret kresek belanjaan nya dan membawanya mendekat ke arah keluarga Aliya.
"kamu baru pulang, sayang?" tanya Zizah yang nampak sibuk menyuapi sang putri kecil.
"iya, bunda. Aku tadi di antel uncle, telus di beliin ini, banyak...! buat aku makan sama Aliya" ucap Tiger sambil mengusap dahinya yang mulai berkeringat. Berlari membawa kresek penuh makanan dari rumah utama ke rumah belakang cukup membuat bocah itu kelelahan.
Azizah tersenyum.
"kamu baik sekali, sayang? makasih ya..." ucap Azizah.
"sama sama, bunda" ucap Tiger.
Aliya masih sibuk melanjutkan makannya. Tiger kemudian membongkar isi dalam kreseknya. Semua makanan yang ia beli jumlahnya sepasang sepasang, memang sengaja ia beli untuk ia nikmati bersama Aliya.
Tiger mulai mengeluarkan snack snack nya satu persatu. Lalu membaginya menjadi dua untuk dirinya dan Aliya.
"Nak, nggak usah semua di bagi sama Aliya. Aliya beberapa aja. Yang lain kamu simpen aja di rumah, buat di makan nanti" ucap Zack. Ia sering sampai tak enak dengan kebaikan hati bocah ini. Tiger begitu sayang pada putri kecilnya. Setiap ia beli apapun selalu Aliya kecipratan. Hal itu justru membuat Zack jadi tak enak sendiri di buatnya.
"Tiger, udah, Aliya dua aja. Yang lain buat Tiger, di simpen aja ya, nak" ucap Azizah lembut.
"nggak apa apa, bunda. Aku kan mau makan ini sama Aliya. Udah aku beliin satu satu tadi kok" ucap Tiger ngeyel. Zizah dan Zack hanya bisa menghela nafas panjang olehnya.
...****************...
__ADS_1
Sementara di rumah utama,
Nabila nampak bersandar manja di dada bidang suami tersayang, tercinta, dan terkasihnya. Wanita hamil dengan perut yang sudah nampak membuncit itu terlihat begitu manja sambil sesekali melahap snack dalam toples yang di pangkunya.
Sedangkan Zev sang suami nampak tenang sambil mengusap usap lembut pucuk kepala wanita cantik kelinci kecilnya itu. Sedangkan mata serigala nya sejak tadi tak lepas dari layar televisi yang kini tengah menyala itu.
Di samping mereka, di bawah sofa, duduk di atas karpet yang terbentang di depan televisi, seorang pemuda nampak sesekali berdecak kesal sambil mengotak atik ponselnya. Wajahnya terlihat tak bersahabat.
Sejak kemarin Bintang Kejora nya tak ada kabar. Wanita itu mengacuhkan pesan yang ia kirimkan. Hanya membaca tanpa mau membalasnya.
Ada apa memangnya?
Yah, mungkin Bintang marah. Pasalnya kemarin Bintang berkali kali mencoba menghubungi Angkasa. Namun karena kesibukan yang memang sejak pagi hingga malam seolah tak ada habisnya, pesan dari sang kekasih pun sedikit terabaikan.
Mungkin hal itu yang membuat Bintang kini sepertinya ngambek pada Angkasa. Ia balik mengacuhkan pesan dan panggilan pemuda berparas nyaris sempurna itu. Membuat Angkasa kini harus berusaha keras untuk mendapatkan maaf dari sang Bintang.
Ini bukan kali pertama terjadi. Hal hal semacam ini sudah sangat biasa keduanya hadapi. Cemburu, merasa di abaikan, merasa di acuhkan, posesif, curiga, adalah makanan sehari hari bagi kedua anak manusia yang sudah menjalin asmara sejak kurang lebih tujuh tahun yang lalu itu. Ingatkan, kala itu kedua nya menjalin asmara saat Angkasa masih duduk di bangku SMP sedangkan Bintang di kelas dua SMA. Dan hubungan itu tetap awet hingga kini saat Bintang hampir menyelesaikan pendidikan nya di luar negeri selama lima tahun lamanya.
Bukan waktu yang singkat. Bukan hal yang mudah untuk di lalui dua insan ini. Sejak usia remaja hingga kini beranjak dewasa. Nyatanya rasa itu masih sangat terjaga meskipun jarak dan waktu memisahkan keduanya.
"Bintang, kamu kemana sih..?! angkat dong..!!" ucap Angkasa setengah kesal sambil berkali kali mencoba menghubungi Bintang nya. Namun lagi lagi, Bintang tak menggubrisnya.
"ck...! ah....!" ucap Angkasa berdecak kesal. Pemuda itu kembali menuliskan pesan untuk sang Bintang. Entah untuk yang ke berapa kali.
"Ngetiknya nggak usah pake emosi, Sa..! daripada gitu mending banting aja hp nya sekalian...!" ucap Nabila santai tanpa merubah posisi duduknya.
"ck...! berisik lu..!!" ucap Angkasa kesal. Sungguh, ia malas berdebat saat ini.
Nabila kembali meraih cemilannya.
"lagian kalian kenapa lagi sih? berantem mulu kerjaan nya.." ucap Nabila.
Angkasa tak menjawab.
"kalau dia nggak bales pesan lo, ya udah, biarin aja dulu. Dia butuh waktu buat meredam emosinya, Sa. Ntar kalo capek juga bakal hubungin lo..." ucap Zev tenang tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi.
"Cewek kalau lagi ngambek jangan di bales pakai emosi. Diem aja, mundur, minta maaf walaupun lu nggak salah. Biarin dia menuntaskan emosinya dulu. Kalau di ajak ngomong ya dijawab yang lembut, kalau enggak, ya udah. Yang penting jangan mengurangi perhatian lo ke dia. Biarin aja dia menyelesaikan misi ngambeknya. Ntar kalau capek juga dateng sendiri. Paling sehari dua hari dia pasti bakal hubungin lo lagi. Dengan malu malu nya dan muka muka kangen tapi di tahan... " ucap Zev lagi seolah begitu paham dengan sikap para wanita pasca marahan dengan pasangannya.
__ADS_1
Nabila mendongak ke arah sang suami.
"anda hafal sekali, tuan?" tanya Nabila.
"kan situ sering ngambek. Abis ngambek dateng malu malu, mana suka colak colek lagi..." ucap Zev membuat Nabila seketika itu juga menjauh dari pelukan Zev.
"apaan? kapan aku kayak gitu?!" ucap Nabila mengelak.
"kapan ya? lupa..!" ucap Zev seolah berusaha mengingat ingat.
Nabila hanya menatap sinis ke arah suaminya yang nampak begitu santai menyaksikan acara televisi. Wanita hamil itu lantas mendengus kesal. Ia kembali menyandarkan tubuhnya di dada Zev dengan manja sambil menikmati snack nya, sedangkan Zev kini kembali mengusap usap lembut pucuk kepala sang wanita.
Angkasa bangkit,
"mau kemana lo?" tanya Nabila.
"mau ke kamar nenek..!" ucap pemuda itu kemudian berjalan menaiki tangga rumah sang kakak dan segera menuju ke dalam salah satu kamar yang di huni oleh Bu Lastri, nenek mereka.
Rumah itu memang sudah seperti rumah sendiri bagi Angkasa. Pemuda itu juga sering mengunjungi sang nenek jika tengah berkunjung ke rumah itu. Angkasa memang sangat dekat dengan neneknya. Bukan hanya neneknya, tapi juga anggota keluarga yang lain. Mengingat dia adalah anak bungsu, membuatnya begitu disayang anggota keluarga yang lain. Meskipun sekarang kasih sayang itu sedikit banyak mulai di kuasai Tiger.
ceklek.....
pintu kamar sang nenek terbuka,
Wanita tua yang nampak duduk di tepian ranjang sambil menjahit sebuah kain jarik itu nampak mendongak saat menyadari seseorang datang masuk ke kamarnya.
"sopo a iku?" tanya bu Lastri sambil membenarkan posisi kacamata nya.
(siapa sih itu)
Angkasa menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang tepat di samping bu Lastri. Tangannya tergerak memeluk pinggang wanita tua itu. Membenamkan wajahnya di belakang tubuh sang nenek.
"putumu..!" ucap Angkasa.
(cucumu..!)
"ooalah..! koen a le..? lapo koen mrene?" tanya si nenek lagi.
(oaalah, kamu to le?ngapain kamu kesini?)
Angkasa tak menjawab. Ia justru memejamkan matanya. Memilih untuk beristirahat sambil memeluk neneknya. Ngambeknya sang Bintang dan tak adanya kabar dari wanita itu sukses membuat mood Angkasa kacau di hari Minggu yang harus nya ceria ini.
__ADS_1
...----------------...