
Hari terus berganti. Kehidupan anak manusia di bumi pun terus berjalan seperti yang seharusnya.
Beberapa hari berselang, baik Angkasa maupun Galaksi kini masih berkutat dengan skorsing yang harus mereka jalani. Berbeda dengan Gala yang masih harus menunggu kurang lebih dua minggu lagi untuk kembali menikmati masa masa perkuliahan, kini Angkasa sudah mulai masuk kampus lagi.
Masa skorsing nya sudah selesai. Hukuman sudah di jalani, kini ia akan kembali menjelma sebagai seorang mahasiswa di sebuah universitas terkemuka di negara ini.
Dua minggu berselang, pemberitaan tentang perkelahian nya dan Galaksi perlahan pun mulai hilang. Publik seolah mulai melupakan kasus itu tanpa Galaksi maupun Angkasa memberikan klarifikasi mereka.
Dua minggu berlalu kedua pemuda itupun juga belum pernah bertemu sama sekali. Mereka sibuk dengan kegiatan masing masing.
Angkasa sibuk menghabiskan waktu nya bersama keluarga, sedangkan Galaksi, jangan kan menghabiskan waktu bersama keluarga, pulang pun ia tak pernah. Entah tidur dimana dan makan apa, tak ada yang tahu.
Dua minggu berlalu, hubungan Pelangi dan Angkasa juga makin akrab saja. Sebagai seorang yang kini sudah dianggap teman, baik Angkasa dan Pelangi kini kian dekat. Angkasa yang sudah mulai masuk kuliah lagi kini sudah jarang menjemput Tiger dan Aliya, namun itu tak mengurangi intensitas komunikasi di antara keduanya. Mereka sering berbalas pesan melalui aplikasi WhatsApp. Sebuah kedekatan selayaknya sepasang teman berhasil membuat Pelangi yang memang hidupnya kesepian kini seolah punya teman dan keluarga baru. Lumayan lah, setidaknya ia tak sendiri sendiri amat.
Berbeda dengan Angkasa, berbeda pula dengan Galaksi. Si pria berandalan itu hidupnya makin tak karuan. Skorsing belum selesai dijalankan, pulang ke rumah tak pernah, di jauhi Pelangi pasca pertengkaran mereka beberapa hari yang lalu. Kini Galaksi seolah hidup menggelandang. Dua minggu ia tak pernah menginjakkan kaki di istananya. Tak memberi kabar pada orang tuanya, pun tak juga mencari tahu tentang bagaimana kabar si ayah kandung kini. Tiap hari ia tidur tak tentu tempat. Kadang di markas Black Moon, kadang di rumah teman, dimana saja. Ya g penting ia bisa tidur.
Ia juga sama sekali belum pernah menemui Pelangi pasca pertengkaran yang terjadi di antara mereka beberapa hari yang lalu. Namun nyatanya saling menjauh justru membuat Galaksi semakin tersiksa. Sepertinya wanita itu benar benar mulai menguasai hati dan pikirannya. Ia yang merendahkan Pelangi malam itu, mengungkit ungkit masa lalu si wanita namun kini nyatanya ia sendiri jugalah yang terpuruk.
Galaksi terus memikirkan wanita yang kini seolah mencoba kembali menata hatinya itu.
Galaksi merindukan wanita yang sudah kembali ia jatuhkan mentalnya itu. Sesekali ia pernah diam diam memperhatikan Pelangi dari kejauhan, namun ia tak pernah mendekat dan menemui wanita itu.
Ia menyesal atas apa yang dilakukan nya malam itu pada Pelangi, namun ia tak punya keberanian, atau lebih tepatnya terlalu gengsi untuk minta maaf.
Ia lebih sering memperhatikan wanita itu dari kejauhan. Ia seolah tak berani untuk sekedar mendekati wanita itu dan meminta maaf.
Sedangkan Pelangi,
pasca pertengkaran nya dengan Galaksi ia mencoba untuk kembali menata hati. Ucapan ucapan menyakitkan dari Gala yang menyinggung tentang masa lalu nya kini selalu ia coba untuk tak terlalu memikirkan nya.
Ia harus tetap kuat, harus tetap semangat, menjalani hidup sebagai Pelangi baru, wanita mandiri yang bertahan hidup setidaknya agar tetap bisa mendoakan ayah ibunya yang sudah tenang di alam sana.
__ADS_1
Ia tak pernah lagi berjumpa dengan Gala. Sekali dua kali pernah juga terlintas dalam pikirannya. Kemana laki laki itu sekarang? dimana ia tinggal? baik baik sajakah ia? dimana ia tidur? dimana ia makan? dan sebagainya.
Kasihan juga laki laki itu. Ia hanya anak korban salah didikan dan kurangnya kasih sayang. Namun sayang, ia terlalu egois dan angkuh untuk di berikan belas kasihan.
Siang ini,
Di sebuah pusat perbelanjaan di kota besar itu...
Wanita cantik berambut panjang itu nampak berjalan jalan mengitari mall besar itu. Pikiran nya hari ini suntuk, Pelangi memutuskan untuk berjalan jalan sejenak hari ini guna menghilangkan penatnya. Memanjakan dirinya sendiri dengan sedikit berbelanja dan jajan sembari cuci mata.
Wanita itu berjalan menuju sebuah toko baju. Memilih dan memilah deretan pakaian yang terpajang di sana, mencari yang sekiranya cocok untuk dirinya.
Cukup lama ia memilih, saking banyaknya model baju membuat wanita itu jadi sedikit bingung di buatnya.
Pelangi masih sibuk dengan aksi pilih pilihnya, hingga,
"Pelangi......"
"Dodo...!" ucap Pelangi.
Ya, itu Dodo alias Muhammad Ridho, sahabat Angkasa yang ia kenal.
Dodo tersenyum sumringah. Ia mendekati wanita cantik tersebut.
"lo disini?" tanya Dodo.
"iya, lagi pengen jalan jalan aja..." ucap Pelangi sambil tersenyum.
"shopping nih ceritanya?" tanya Dodo yang memang sejak awal pertemuan sudah memiliki kekaguman pada sosok guru cantik itu.
Pelangi tersenyum,
__ADS_1
"iya, biar nggak stress di rumah terus..." ucap Pelangi.
Dodo mengangguk.
"kamu sendiri?" tanya Pelangi.
"sama, biar nggak stress juga. Sekalian tadi nemenin Angkasa, dia kan manggung di mall ini. Tuh, dibawah udah rame..!" ucap Dodo.
"oh ya?" tanya Pelangi.
"iya, mau nonton? yuk, gue temenin kalau lo mau" ucap Dodo.
"boleh deh..! dari pada pulang..!" ucap Pelangi sambil tersenyum.
"iya, jangan cari duit mulu...! ntar kalo cepet kaya di kira miyara tuyul loh...!" ucap Dodo meledek membuat Pelangi terkekeh.
"bisa aja kamu...! ya udah, tunggu bentar ya, aku bayar ini kasir dulu.." ucap Pelangi.
"oke...!" jawab Dodo.
Wanita itupun segera bergegas menuju kasir. Membayar barang barang belanjaan nya sebelum pergi bersama Dodo untuk menyaksikan pertunjukan Angkasa di lantai bawah mall besar itu.
...----------------...
Selamat pagi,
up 04:17
yuk, dukungan dulu....
maap alurnya agak berantakan. Saking banyaknya tokoh ampe bingung mau yang mana dulu yang dibahas🙈
__ADS_1