Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater

Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater
2.35.1 - Asap.


__ADS_3

+++


Arc 2 : The Angels and The Dragons.


Bab 35 : Asap.


+++


“Apa kau tak merasa dirimu itu terlalu sombong?”


“Hm... kalau kau bilang aku terlalu sombong, aku akan menolaknya. Aku sama sekali tidak terlalu sombong. Aku hanya sombong saja.”


Fitz hanya bisa menatap Erra dalam diam. Karena ia merasa marah, kesal, juga bingung dengan lawan bicaranya ini.


“Baiklah, kalalu begitu. Tuan Sombong, bagaimana caramu untuk bisa pergi dari sini? Kau sendiri tahu kalau dirimu terkepung, kan? Dan kau juga sendirian, karena kau telah memulangkan para anak buahmu itu. Omong-omong, kau ini sebenarnya sombong atau bodoh, ya?”


“Ya... aku memang bukan orang yang pintar apalagi jenius. Tapi aku juga bukan orang bodoh. Kalau berbicara masalah tingkat kebodohan, bukankah kau lebih unggul dariku? Buktinya, setelah sekian lama aku tinggal di bawah atap yang sama denganmu, kau baru sadar sekarang.”


Fitz baru saja membuka mulutnya dan mau menjawab perkataan Erra. Tapi, Erra langsung memotongnya dengan lanjut berkata...


“Tak perlu berbohong dan berlagak hebat. Kau pasti mau bela diri kalau kau tahu tapi menunggu saat yang tepat atau semacanya, kan? Mengaku saja kalau kau tidak tahu aku ada di sini. Atau kalau memang kau tahu aku ada di sini dan baru sekarang bergerak. Mengaku saja kalau kau terlalu ketakutan untuk menghadapiku saat para anak buahku masih ada di sini.”


Sekilas tampak wajah Fitz biasa saja, terlihat datar. Tapi kalau diperhatikan lebih jelas, terlihat kalau Fitz sangat kesal dengan perkataan Erra itu.


Kini, keduanya saling tatap. Fitz menunjukkan mata yang tajam, seperti seekor hewan buas yang sedang mengincar mangsanya. Sementara itu Erra menunjukkan tatapan sayu, seperti seekor kucing yang mengantuk. Ditambah dengan seringai tipis yang tampak jelas meremehkan. Dan dengan sikapnya yang seperti ini, Erra berhasil membuat Fitz semakin emosi dan kesal pada dirinya.


Suasana seketika menjadi hening. Semua orang yang ada di area kedai ini menatap ke arah dua orang itu. Terlihat kalau semuanya siap bergerak untuk menyergap Erra. Menyadari keadaan ini, Erra berkata....


“Hahaha! Aku tak pernah menyangka, kalau kalian sampai ketakutan seperti ini. Padahal aku hanya seorang avatar yang belum lama meningggalkan level sepuluh.”


Erra menjeda kalimatnya sebentar, lalu lanjut bicara.


“Terima kasih, sungguh aku sangat berterima kasih. Karena ini tanda kalian memuji kemampuanku. Terima kasih banyak untuk semua itu.”


Setelah Erra menyelesaikan kalimatnya itu, keheningan kembali terjadi sampai...

__ADS_1


BRAK!!!


.


.


.


Setelah mengumpulkan anak buah dalam jumlah yang tak sedikit. Ezzza mulai melatih mereka. Setidaknya untuk memegang satu jenis senjata dengan benar. Dan Ezzza mengalami sedikit kesulitan dikarenakan jumlah mereka yang sangat banyak dan semuanya belum pernah ada yang memegang senjata.


Selain melatih para anak buahnya untuk memegang senjata. Ezzza juga melatih mereka untuk bisa memasang tampang bengis. Untuk bisa memasang ekspresi yang mengintimidasi target perampokan mereka. Sampai mereka bisa berhasil merampok hanya dengan menakuti saja. Tak perlu sampai bertarung.


Semua anak buah baru Ezzza ini adalah NPC atau Lander. Yang mana adalah penghuni asli dunia ini. Mereka menganggap dunia ini nyata, begitu juga kehidupannya. Tentu saja mereka akan merasa berat kalau mereka langsung diharuskan bisa membunuh target perampokannya. Jadi Ezzza, sangat ingin melakukan perampokan yang hanya perlu menakuti targetnya saja.


Meski pun seperti itu, Ezzza tetap memberi pelatihan untuk bertarung. Setidaknya agar mereka bisa bertahan dan tidak terbunuh oleh targetnya.


Beberapa waktu berlalu, dan akhirnya Ezzza memutuskan untuk melakukan perampokan perdananya di Great Southern Jungle ini.


“Semuanya! Dengarkan aku! Ini akan mejadi hari pertama kalian untuk latihan praktek merampok. Yang akan kalian lakukan sangat lah sederhana. Kalian hanya perlu muncul saat kuberi tanda, dan memasang wajah bengis kalian.


.


.


.


BRAK!!!


Suara nyaring itu berasal dari hentakan yang dilakukan Erra dan Fitz secara bersamaan. Keduanya berdiri dan melancarkan serangan di saat yang bersamaan.


“Sial!” keluh Fitz.


Fitz membuka serangannya dengan berniat menikam Erra segera dengan pedang pendeknya. Di sisi lain, Erra membuka serangannya dengan melemparkan dua buah bom asap. Yang satu ia bantingkan ke lantai, sedangkan satunya lagi ke wajah Fitz langsung.


Erra dan Fitz dengan segera terbungkus asap putih tebal. Semua orang yang ada di area kedai ini beranjak dari tempat duduknya masing-masing dan memasang sikap siap bertarung. Di saat yang bersamaan, dari balik kepulan asap Erra melompat sambil melemparkan lebih banyak lagi bom asap.

__ADS_1


“Tahan napas atau minum penawar! Ini asap beracun!” Terdengar teriakan Fitz dari balik kepulan asap yang tebal.


Yang dikatakan Fitz adalah benar. Bom asap yang Erra gunakan bukan lah bom asap biasa, melainkan bom asap yang mengandung racun pelumpuh total atau Stun Poison. Fitz menyadarinya saat melihat tanda dirinya terkena racun, dan tubuhnya menjadi sulit digerakan. Untuk pemain selevel Fitz, racun ini tak bisa membuatnya lumpuh total. Akan tetapi tetap saja memberikan efek yang mengganggu pergerakannya.


Teriakan peringatan dari Fitz sedikit telat. Karena para anak buahnya di ruangan ini kebanyakan sudah menghirup asap beracun itu. Satu per satu mereka mulai berjatuhan ke lantai.


Fitz memaksakan diri berjalan ke arah pintu, karena yakin itu arah yang Erra tuju.


PPYYUUUUUUUUIIIIIIIIIIIIIIIIIIITTT!!!!!!!!!!!!!


Suara peluit yang sangat nyaring terdengar dari kepulan asap. Suara yang begitu nyaring ini dihasilkan oleh sebuah peluit khusus, yang memang memiliki fungsi untuk menyerang. Terutama menyerang pendengaran seperti yang terjadi saat ini.


Fitz dan semua anggotanya mengalami efek tuli untuk sementara waktu. Efek tuli ini bukan hanya mempengaruhi pendendarannya yang mana membuat mereka tak bisa mendengar sama sekali. Akan tetapi juga sedikit mempengaruhi keseimbangan tubuh mereka untuk bergerak.


Karena ini peluit khusus, dan ini adalah dunia permainan. Maka si peniup tak terkena efeknya, dan ia kini berlari keluar dari penginapan dengan cukup leluasa. Dan siapa lagi peniupnya kalau bukan Erra.


Kepulan asap yang dengan mendadak keluar dari lantai satu penginapan ini segera menyita perhatian orang di sekitar yang melihatnya. Ditambah suara peluit yang begitu nyaring itu, menarik perhatian lebih banyak lagi orang. Sampai mereka yang jauh pun mendengarnya.


WUUSH!!


Seseorang terlihat keluar menembus kepulan asap itu, dan ia adalah Erra yang langsung berlari menjauhi penginapan.


WUUSH!!


Satu orang lagi keluar dan ia adalah Fitz. Begitu keluar, Fitz langsung menengok ke segala arah untuk menemukan keberadaan Erra. Dan begitu melihatnya ia langsung mengejar Erra.


BOSH!!! BOSH!!! BOSH!!! BOSH!!! BOSH!!! BOSH!!!


Sambil berlari menjauhi Fitz, Erra terus melemparkan bom asap beracun ke arah belakangnya. Melihat hal tersebut, Fitz pun langsung...


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2