
+++
Arc 2 : The Angels and The Dragons.
Bab 36 : Pengejaran Berlanjut.
+++
Karena kepulan asap beracun di hadapannya, Fitz sedikit terhenti disebabkan oleh efek penangkal racun yang sebelumnya ia minum telah hilang. Saat ia akan meminum lagi sebotol penangkal racun, ia melihat para anak buahnya yang tiba di gerbang desa dari dua arah yang berbeda.
“Cepat kejar mereka! Mereka pasti belum jauh! Jangan sampai mereka mencapai Green Hut!”
Tak ada satu pun anak buahnya yang membalas perkataan Fitz dengan kata-kata. Mereka menjawabnya dengan tindakan.
Di sisi lain, pihak Erra dan para anak buahnya telah melarikan diri keluar Desa Gezar. Mereka tak lagi melempar gas beracun dan berlari bersamaan menuju ke Green Hut. Sebenarnya, kalau mau secepat mungkin sampai. Erra bisa saja melakukannya dengan memakai kecepatan maksimalnya. Akan tetapi, itu berarti ia akan meninggalkan para anak buahnya yang kini bersamanya.
Erra tak ingin kalau sampai para anak buahnya ini mengorbankan diri untuk dirinya. Alasannya bukan lah karena perasaan dari hatinya yang kasihan atau semacamnya. Ia hanya tidak ingin para ‘prajurit’ yang dilatihnya dengan susah payah hingga jadi hebat mati saat belum ada penggantinya.
“Tetap waspada akan serangan dari belakang! Mereka pasti akan mengejar kita!” seru Erra.
“SIAP!!!” jawab para anak buahnya dengan serentak dan tegas.
Mereka terus berlari melewati pepohonan dan semak belukar di hutan lebat ini dengan begitu lancar. Seakan mereka sudah sangat hafal dengan medan yang mereka lewati saat ini. Padahal, mereka jarang melewati jalur ini. Karena memang mereka sedikit menghindari pergerakan yang terlalu dekat dengan Desa Gezar.
Erra dan semua anggota kelompoknya bisa melakukan hal ini seperti itu karena hasil latihan mereka. Selama ini, mereka selalu berlatih untuk bisa berlari dengan tingkat efisiensi dan efektifitas paling tinggi. Karena melarikan diri adalah salah satu tugas dari seorang Scouts.
“Tuan Erra! Mereka datang!!!” ucap salah satu anak buah Erra yang paling belakang berlarinya.
“Bersiap lah!!!” seru Erra.
Mendengar perintah Erra itu, mereka langsung sedikit berubah pergerakannya. Yang sebelumnya bergerak berdekatan, jadi saling menjauh. Lalu kemudian...
__ADS_1
BOSH!!! BOSH!!! BOSH!!! BOSH!!! BOSH!!! BOSH!!!
Mereka lagi-lagi melemparkan bom asap. Kali ini satu orang melempar tiga buah. Membuat pemandangan di sekitar menjadi putih, dan tak terlihat apa pun selain kepulan asap yang tebal itu.
“Cih! Minum penangkal racun kalian!” ucap Fitz.
Dari awal anak buah Fitz memang membawa penangkal racun. Tapi sebelumnya mereka tak memakainya karena penghematan.
Fitz dan semua rekannya sudah tahu kalau Green Hut cukup mengandalkan racun. Karena itu lah mereka memilikinya. Dan karena itu juga lah mereka sadar betul kalau mereka akan membutuhkan penangkal racun dalam jumlah yang tak sedikit. Namun sayang sekali, mereka tak bisa memilikinya dalam jumlah yang besar beberapa waktu ini.
Itu disebabkan ketersediaan penawar racun yang sedang cukup langka di pasar. Disebabkan perang di utara dan timur dunia ini yang kembali pecah setelah damai beberapa saat.
Kembali ke situasi saat ini.
Para anak buah Fitz langsung melakukan perintah dari Fitz itu. Diri Fitz sendiri juga melakukan hal yang sama, yakni meminum penangkal racun. Dan dengan bersamaan mereka memasuki kepulan asap putih di depan mereka. Di saat itu lah...
“Apa?! Jangan-jangan!”
“Sial! Aku tertipu!!!” umpat Fitz dengan sangat kesal.
Bom asap yang baru saja Erra lepaskan bersama para anak buahnya itu adalah bom asap biasa. Hanya menghasilkan asap untuk menghalangi pandangan semata, tak ada efek tambahan lainnya.
Akan tetapi, karena sedari tadi Erra terus memakai bom asap beracun. Fitz menjadi punya prasangka kalau Erra akan terus melakukannya. Dan begitu menyadari kalau Erra mempermainkannya, ia pun semakin marah pada lawannya itu. Karena selain merasa dibodohi, ia juga membuat penangkal racun yang ia dan anak buahnya minum menjadi percuma dan terbuang dengan sia-sia.
Fitz dan para anak buahnya masih berlari mengejar kelompok Erra. Mereka berlari dengan penuh percaya diri bukan karena mereka bisa melihat dengan jelas target mereka. Melainkan karena mereka yakin targetnya akan lari ke arah Desa Green Hut.
Mereka tak menyingkirkan kepulan asapnya karena mereka tak bisa melakukannya. Padahal, kepulan asap ini bisa dihilangkan dengan sihir tipe angin, bahkan yang paling rendah.
Lalu kenapa Fitz tak melakukannya bahkan sejak awal bentrokan ini terjadi?
Padahal Erra dengan terus menerus memakai asap.
__ADS_1
Alasannya sederhana. Itu karena tak ada satu pun anggota kelompok Fitz saat ini yang memiliki kemampuan untuk memakai sihir angin. Sebuah kesalahan besar yang dilakukan oleh orang dengan nama setenar Fitz.
Sebenarnya Fitz bukannya tak sadar harus membawa setidaknya satu orang pemakai sihir angin. Akan tetapi, keadaan membuatnya tak bisa melakukannya. Dan akhirnya, ia menipu dirinya sendiri dengan menyatakan kalau semua akan baik-baik saja meski seperti ini.
Setelah beberapa saat, Fitz dan kelompoknya berhasil melewati kepulan asap. Mereka pun telah mampu kembali melihat target pengejaran mereka yang kini berhasil membuat jarak yang cukup jauh.
Melihat kelompok Erra yang berlari dengan menyebar, Fitz baru saja mau memberikan sebuah perintah pada para anak buahnya. Dan isi perintahnya adalah untuk mengabaikan orang lain selain Erra. Akan tetapi ia batal mengucapkan perintah itu.
Alasannya tak jadi mengucapkan perintahnya adalah karena ia sendiri tak bisa melihat yang mana Erra untuk saat ini. Itu dikarenakan semua anggota kelompok Erra memakai pakai yang seragam, alias sama persis.
“Yang bisa menyerang jarak jauh, serang sekarang!!!”
Akhirnya itu lah perintah yang Fitz keluarkan.
Dirinya sendiri kembali mengeluarkan busurnya. Dan mulai memanahi kelompok Erra. Beberapa anak buahnya yang bisa memanah pun melakukan hal yang sama.
Syut! Syut! Syut!
Terjangan anak panah dari arah belakang hampir mengenai beberapa anggota kelompok Erra. Dan meski tak ada yang benar-benar kena, kecepatan berlari mereka menjadi berkurang karena konsentrasinya terbagi.
Karena kecepatan berlari kelompok Erra yang menurun. Kelompok Fitz akhirnya bisa mulai memperpendek jarak. Dan terlihat di antara mereka yang mulai menyiapkan pisau lempar. Lalu mulai menyerang dengan pisau mereka.
Para pemakai pisau lempar ini tak sedari tadi menyerang karena jarak jangkauan serangannya yang jelas lebih pendek. Jika dibandingkan dengan jarak serangan dari busur dan anak panah.
“Fokus lari dan menghindar. Sebentar lagi, bertahan lah!” seru Erra pada anggota kelompoknya.
“Siap!”
.
.
__ADS_1
.