
+++
Arc 1 : The Births of The Ender.
Bab 11 : Sesi Akhir Pelatihan Scouts.
+++
“Seperti yang kukatakan sebelumnya. Pada hari terakhir ini, kau akan berlatih untuk bertarung!” ucap Igor dengan semangat.
“Baiklah, ayo segera dimulai. Terlalu banyak basa-basi akan membuang waktuku.” Balas Erra dengan wajah datar yang cukup dingin.
“Buahaha!! Kau benar-benar tidak sabar, ya?!”
“Ya.”
“A-eh... itu tak perlu kau jawab.”
“...” tanpa suara, Erra menatap Igor dengan tatapan yang semakin dingin.
“Hm... Ekhem! Baiklah, mari kita mulai sesi terakhirnya. Pertama-tama!”
Igor mulai dengan beberapa penjelasan singkat.
Igor mengatakan bahwa bertarung bagi Scouts hanya lah bentuk pertahanan diri. Jadi, teknik bertarung yang akan diajarkan adalah teknik yang digunakan untuk melarikan diri dari musuh jika tertangkap saat sedang mengumpulkan informasi. Dan Igor mengatakan kalau kali ini, Erra akan berlatih dengan sebilah belati biasa.
Kini, Erra telah menggenggam belatinya.
“Hm, belati tumpul, ya?” komentar Erra melihat belatinya yang jelas sekali tumpul.
Ia pun melihat informasi atribut belatinya.
+++
Dull Iron Dagger (Common)
Attack : 3
Durability : 300
Special Effect : -
About : Belati untuk latihan.
+++
“Hah? Namanya juga sudah ‘tumpul’?” komentar Erra setelah melihat atribut belati di tangannya itu.
__ADS_1
“Kau bilang tak mau buang waktu tapi terus emmandangi belatimu!” ucap Igor.
“Maaf, mari kita mulai.” Balas Erra.
“Baiklah, sekarang yang harus kau lakukan adalah...”
Igor mulai mengajari Erra cara memegang belati dengan benar. Baik dalam posisi memegan normal atau pun terbalik. Lalu setelah itu, Igor melatih Erra untuk melakukan gerakan ayunan dan juga gerakan menusuk atau menikam. Erra melakukan sedikit kesalahan beberapa kali namun langsung bisa memperbaikinya.
Setelah menghabiskan waktu yang tak sebentar untuk latihan gerakan dasar itu. Akhirnya Igor mulia melatiha Erra untuk melakukan gerakan bertarung. Diawali dengan gerakan untuk menahan serangan lawan, diikuti gerakan untuk menghalau serangan lawan. Dan terakhir, adalah gerakan untuk melancarkan serangan balik. Igor dan melatih Erra untuk membuka serangan terlebih dahulu sama sekali.
Meski pun memakai belati, semua gerakan yang Igor ajarkan tak mengandalkan belati itu sendiri secara penuh. Setiap gerakan yang diajarinya, menuntut kedua tangan dan kakinya sama-sama aktif. Gerakan-gerakan yang diajarkan Igor ini, juga termasuk gerakan memukul, meninju, menendang, dan melakukan bantingan pada lawan.
Jika pelatihan macam ini dilakukan di dunia nyata, bisa dikatakan ini adalah sebuah pelatihan yang sangat buruk. Karena kalau ini adalah pelatihan bela diri di dunia nyata, pasti hanya diajarkan satu gerakan terlebih dahulu. Satu gerakan ini akan dilatih dalam waktu yang tak singkat, sampai akhirnya baru mulai belajar gerakan lain lagi.
Tapi di dalam dunia virtual, hal ini adalah merupakan sebuah hal yang wajar saja. Karena ada sistem yang membantu seorang pemain untuk bisa melakukan sebuah gerakan hanya dengan sedikit berlatih. Sistem akan ‘memperbaiki’ gerakan pemain yang kurang sempurna, jika pemain itu bisa mengingat dengan benar gerakan apa yang harus dibuatnya.
Misal, si pemain ingin melakukan gerakan membanting lawan. Secara teori si pemain sudah paham, dan sudah bisa dengan jelas membayangkan cara melakukannya dengan benar. Akan tetapi, ternyata si pemain belum bisa melakukan gerakan tersebut dengan benar. Maka sistem akan membantunya melakukannya dengan benar sesuai dengan pengertian yang dimiliki si pemain.
Jadi, tetap saja ini bergantung pada kemampuan si pemain sendiri. Dan karena hal ini juga, kebanyakan orang yang memang memiliki kemampuan bela diri di dunia nyata akan lebih cepat saat berlatih di dunia virtual.
Sistem yang dimaksud ini pada umumnya bisa memberikan koreksi sampai pada angka 50%. Namun beda cerita kalau di Ardanium’s Tale Online. Karena keberadaan STE, yang membantu sistem tersebut. Maka, koreksi yang dapat diberikan adalah mencapai angka 97,79%.
.
.
.
Begitu lah komentar Igor setelah sekitar sepertiga waktu latihan berlalu. Dan saat ini Erra sedang beristirahat sejenak.
“Oh...” tanggap Erra yang tak begitu peduli pada perkataan Igor.
Igor sedikit menunjukkan rasa kecewa di wajahnya meski hanya sekilas. Rasa kecewa itu adalah rasa kecewa yang timbul karena harapannya setelah mengatakan hal barusan, Erra akan bertanya tentang alasan kenapa dirinya merasa gembira seperti itu. Dan nyatanya, Erra tak menanyakannya bahkan terlihat tak begitu peduli.
“Akhem! Selama sepuluh tahun aku menjadi instruktur, kau adalah yang paling unik. Orang yang bersikap dingin sepertimu ada banyak, banyak sekali. Tapi kebanyakan sikap mereka itu sangat terlihat dibuat-buat, bukan sikap yang alami. Hanya sedikit yang sikap alaminya dingin sepertimu.
Yang mampu belajar dengan cepat juga ada banyak, tapi kau tetap lebih cepat dari mereka semua. Biasanya aku harus memberi contoh setidaknya lima kali agar mereka bisa paham, bahkan kadang sampai sepuluh kali. Lalu ketika mereka mencoba suatu gerakan, biasanya butuh belasan kali mencpba sampai gerakannya mendekati sempurna. Sekali lagi, mendekati sempurna bukan sempurna. Dan yang paling cepat pun butuh sampai sepuluh kali mengulang.
Tapi kau, aku hanya perlu menunjukkan satu gerakan sampai tiga kali. Dan kau langsung bisa paham. Selanjutnya, kau juga hanya perlu mencoba gerakan itu sekitar dua sampai tiga kali dan langsung sempurna! Langsung sempurna, bukan hanya mendekati sempurna!”
Meski Erra tak bertanya, Igor memutuskan untuk menceritakannya saja. Igor bercerita dengan penuh semangat, sementara Erra yang sedang berbaring di tanah terlihat tak begitu peduli pada ocehan Igor. Ia hanya memberi satu komentar agar Igor berhenti berbicara. Dan komentarnya adalah...
“Tentu saja, karena aku jenius. Sekarang, kita lanjut lagi latihannya!”
Setelah mengatakan itu, Erra sedikit melompat dan sudah berdiri tegak lagi di hadapan Igor. Igor yang sedikit terhentak karena komentar Erra, kini mulai tertawa.
“Huahahaha!!! Kau ini! Rasa percaya dirimu itu memang luar biasa, ya?”
__ADS_1
“Tentu saja aku luar biasa. Cepat! Sekarang latihan apa?!”
“Hahahahaha!!! Jujur saja menu latihanmu sebenarnya sudah habis!”
“Hah? Kalau begitu untuk apa aku masih diam di sini?”
“Aku akan menawarkanmu dua hal. Apa kau mau dengar?”
Erra berpikir sejenak sebelum menjawab...
“Katakan dulu tawaranmu.”
“Yang pertama adalah kau langsung lulus sekarang. Aku akan langsung menyatakan kau lulus, dan kau resmi menjadi Scouts. Dan bisa dengan segera meninggalkan tempat ini untuk memulai petualanganmu. Dan tawaran yang kedua adalah, kau tinggal di sini untuk menu latihan tambahan. Akan tetapi, karena kebijakan sistem yang ada. Aku tak bisa memberimu latihan gratis.
Tapi tenang saja, meski kau harus membayar lagi. Kau akan mendapatkan menu latihan yang melebihi jumlah uang yang akan kau bayar. Lalu, jika kau berhasil melewati latihan bonus ini dengan sempurna. Aku akan menjanjikanmu jumlah poin yang cukup untuk naik ke level 2 dengan segera.
Bagaimana?”
Tanpa berpikir panjang, Erra langsung bertanya.
“Berapa biaya yang harus kubayar? Lalu, memangnya kalau aku memilih pilihan pertama dan lulus dengan menu latihan normal aku tak akan naik level?”
Erra sedikit penasaran. Karena sejauh ini yang ia tahu, jika berhsil menyelesaikan tutorial sebuah permainan. Maka pemain akan langsung naik level. Bahkan ada yang bisa naik beberapa level sekaligus.
Setelah menyebutkan nominal uang yang harus Erra gelontorkan untuk pelatihan bonus ini, Igor lanjut menjelaskan...
“Tentu tidak! Kau beruntung karena kau seorang avatar. Biasanya, avatar sepertimu butuh waktu sekitar tiga sampai empat pekan untuk kenaikan level pertamanya. Kalau Lander sepertiku, ceritanya berbeda. Kami butuh usaha empat kali lipat kalian avatar untuk naik level.”
‘Hm... berarti naik level di dalam gim ini bukan hal sederhana, ya?’ gumam Erra dalam benaknya.
Setelah memeriksa ia punya uang yang cukup, Erra berkata...
“Baiklah kalau begitu, aku akan mengambil latihan bonusnya.”
.
.
.
Bersambung...
Terima kasih sudah mampir....
Tolong jangan lupa Like dan Komentarnya, ya...
Sekalian juga masukan kisah ini ke daftar Favorite-mu!
__ADS_1
Dan, kalau ada boleh lah bersedekah Vote...
Sampai jumpa di bab berikutnya...