Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater

Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater
1.8 - Pelatihan Scouts II


__ADS_3

+++


Arc 1 : The Births of The Ender.


Bab 8 : Pelatihan Scouts II.


+++


Scouts kalau diartikan itu pengintai. Jadi, kemampuan utama seorang Scouts adalah untuk melakukan pengintaian. Yang pada dasarnya, Scouts adalah Job yang kemampuannya diperuntukan bagi para pengumpul informasi. Dan hanya memiliki sedikit kemampuan untuk bertarung.


Akan tetapi, kini Scouts populer sebagai Job awal atau dasar bukan karena kemampuan untuk mengumpulkan informasinya. Melainkan kemampuannya untuk melakukan penyelinapan. Yang kemudian bisa dikembangkan menjadi beragam hal lainnya.


Assassin adalah salah satu Job yang populer, setelah Warrior dan Mage. Banyak yang menganggap Assassin adalah Job yang keren hanya karena penampilannya. Tapi banyak juga mereka yang menjadi Assassin memang karena menyukai dan merasa cocok dengan kemampuan Assassin.


Setelah beberapa lama Ardanium’s Tale Online berjalan. Beberapa pemain profesional yang mengambil Assassin sebagai Job dasarnya lalu mengambil Job lanjutan Scouts. Karena kemampuan Scouts untuk menyelinap akan sangat membantu seorang Assassin. Di kemudian hari, bermunculan pendata kalau mau jadi Assassin maka akan lebih baik jika mengambil Scouts sebagai Job dasar dan Assassin sebagai Job lanjutannya.


Dan ini lah rencana yang Putra atau Erra ingin ambil.


Putra adalah salah satu orang yang memilih jalur ini hanya karena terlihat keren. Karena kalau memang ia serius untuk bermain Ardanium’s Tale Online. Maka ia akan menjadi Mage karena itu yang paling cocok dengan atribut yang dimilikinya.


.


.


.


“Pertama-tama, sebelum kita mulai ke bagian utama. Aku ingin tahu apa alasanmu memilih untuk menjadi Scouts. Bahkan ini adalah Job pertama yang kau pilih.”


“Karena aku bisa jadi keren.”


“.......” Igor terpaku mendengar jawaban Erra.


“Buahahaha!!! Jawaban yang bagus!” instruktur yang tak punya rambut di kepalanya itu pun tertawa terbahak-bahak.


“Lalu, satu lagi pertanyaan untukmu hey avatar pendatang baru! Kenapa rambutmu putih dan matamu merah? Itu adalah dua warna yang sangat mencolok. Dan seharusnya avatar sepertimu bebas memilih warna, kan? Apa itu juga karena terlihat keren?”


“Oh? Kalau yang itu bukan karena keren. Tapi karena ini warna pasaran.”


“Lalu, kenapa kau memilih warna pasaran itu? Padahal ada risiko itu akan membuatmu mudah ketahuan saat mengintai.”


“Maaf, apa kau instruktur amatir?”


“Heh?! Apa maksudmu?!”


Igor sedikit tersentak mendengar pertanyaan Erra. Dan dengan tenang, pemain baru itu menjelaskan.

__ADS_1


“Penyelinapan bukan hanya dilakukan di dalam gelap, kan? Scouts, Assassin, atau penyelinap jenis apa pun yang hanya bisa menyelinap di dalam kegelapan, dan tak bisa menyelinap di bawah terangnya cahaya matahari itu... menurutku tidak keren.


Kalau aku mau menyelinap ke tempat gelap dan warna rambut serta mataku tak ingin terlihat. Aku tinggal memakai penutup. Seperti tudung dan topeng. Itu mudah, kan?


Lagi pula, kalau sampai ketahuan pun ini akan menguntungkanku. Karena kalau sampai ada yang melihat ciri-ciriku yang adalah rambut putih dan mata merah. Itu tak akan terlalu berguna untuk melacakku. Karena sangat banyak orang yang memiliki warna rambut dan mata seperti ini.”


Igor terdiam sambil mendengarkan Erra. Matanya sedikit terbuka lebar karena perkataan Erra itu. Dan setelah Erra selesai berbicara, Igor pun berkata...


“Buahahaha!!! Kau hebat sekali, ya?! Baiklah, sekarang tak perlu basa-basi lagi! Ayo, kita mulai!”


“Itu yang dari tadi kutunggu!”


Mereka pun memulai latihan pertama Erra.


.


.


.


Hal yang paling pertama dilakukan oleh Erra dalam pelatihannya adalah melakukan peregangan. Suatu hal yang Erra anggap tak akan berguna di dunia virtual ini. Karena tubuh virtualnya ini bukan terbuat dari otot, melainkan hanya untaian data saja.


Namun, berdasarkan penjelasan dari Igor. Tubuh virtual yang ada di dunia ini memiliki prinsip yang sama dengan tubuh di dunia nyata. Meski Igor tak menjelaskannya seperti itu, Erra bisa menarik kesimpulan seperti itu.


Prinsip sama yang dimaksud adalah masalah otot yang bisa keram. Di dalam dunia virtual ini, saat seseorang keram maka ia akan mendapatkan status negatif Paralyze atau bahkan Stun. Yang mana kedua efek negatif ini bisa mengakibatkan hilangnya kemampuan bergerak seseorang.


Setelah melakukan peregangan, Erra dilatih untuk berjalan sambil jongkok. Ia tak hanya harus bisa berjalan dengan pelan, namun juga dengan cepat. Bukan hanya posisinya yang harus benar, tapi juga harus tak mengeluarkan suara sama sekali. Latihan bagian ini adalah untuk kemudian dilatih menjadi teknik mengendap-endap. Yang mana merupakan kemampuan paling dasar dalam menyelinap.


Setelah jalan jongkok, Erra dilatih untuk berguling. Berguling ke depan, belakang, kanan, dan kiri. Juga berguling ke arah yang menyerong, baik itu ke depan atau pun ke belakang. Dan setelah latihan berguling, Erra latihan untuk merayap dengan cepat di tanah.


Setelah latihan merayap selesai, Erra mendapatkan waktu istirahat sejenak. Ia mendapatkan makanan dan minuman untuk menemani istirahatnya. Dan setelah selesai istirahat, ia dilatih untuk memanjat. Diawali dengan memanjat pohon dengan cepat, dilanjut dengan memanjat dinding.


Di saat Erra baru memasuki ruangan latihan ini, sebelum latihannya dimulai. Ruangan ini terang benderang. Akan tetapi, begitu latihan dimulai, cahaya sedikit demi sedikit terus meredup. Hingga pada akhirnya cukup gelap bagi mata normal untuk melihat. Akan tetapi, karena Erra terus berada di ruangan ini. Matanya sanggup mengikuti pencahayaan yang ada. Jadi, ia tak begitu kesulitan melihat.


Setelah selesai dengan latihan memanjat, Erra masih belum bisa keluar dari tempat pelatihan ini. Karena ada satu lagi pelatihan yang harus ia lewati untuk hari ini. Dan itu adalah latihan mencari jejak.


Untuk latihan mencari jejak ini, Erra dihadapkan dengan beragam kondisi pencahayaan. Ada kondisi terang benderang seperti sedang tengah hari. Ada kondisi yang gelap gulita bagai malam kelam. Ada juga kondisi dengan pencahayaan seperti saat dini hari, dan juga senja.


Dan setelah itu selesai, akhirnya latiha Erra untuk hari ini pun selesai.


.


.


.

__ADS_1


“Jadi, bagaimana pendapatmu tentang latihan hari ini?” tanya Igor.


“Sebelum aku menjawabnya, bisa aku tahu berapa hari aku harus latihan di sini?” Erra bertanya balik.


Dari pola latihan yang ia terima hari ini, Erra merasa kalau latihannya belum selesai. Ia sedikit heran, karena yang ia tahu, pelatihan di dalam dunia permainan seperti ini hanya dilakukan satu kali dalam waktu singkat.


“Tiga hari.” Jawab Igor atas pertanyaan Erra.


“Hm, begitu rupanya. Baiklah, pendapatku tentang latihan hari ini cukup menyenangkan.”


“Bahaha!!! Bagus-bagus... Besok kau akan melakukan pola latihan yang sama persis dengan hari ini. Akan tetapi kesulitannya akan ditambah. Ditambah seperti apa, tunggu saja besok.”


“Oh? Apa aku akan dapat latihan untuk bertarung?”


“Tentu saja, itu akan kau dapatkan di hari ketiga. Apa kau tak sabar untuk latihan bertarung?”


“Ya.”


“Haha! Kau sedikit berbeda dengan yang lain, tapi ternyata pada bagian ini kau sama saja, ya? Hahaha! Tugas utama Scouts bukan lah bertarung, melainkan mengumpulkan informasi. Dan...”


Belum selesai Igor bicara Erra memotong, karena ia sudah mulai bosan berada di tempat ini.


“Aku tahu itu. Kemampuan utama Scouts bertitik berat pada kemampuan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dan seakurat mungkin dalam waktu sesingkat mungkin. Lalu setelah itu, Scouts bisa bertarung dengan efektifitas tinggi dengan informasi yang dimilikinya.


Aku tahu semua teori itu dan teori lainnya. Dan itu juga menjadi unsur lain yang mendorongku memilih Job ini, selain karena keren. Tapi tetap saja pada akhirnya aku harus bertarung. Menurutmu apa tak akan jadi percuma, kalau aku punya informasi banyak tapi tak bisa menggunakannya demi keuntungan dalam pertarungan karena aku tak tahu cara bertarung?”


“Buahahaha!!!! Kau lagi-lagi membuatku terkesima! Aku tak bisa melawan aturan yang ada. Jadi kau akan tetap mendapat latihan bertarung di hari ketiga. Tapi, aku janji akan memberimu pelatihan yang lebih baik. Dan tentunya berbeda dengan yang lain. Karena kelihatannya kau punya pola pikir yang cukup berbeda! Bagaimana kalau begitu?”


“Baiklah.”


.


.


.


Bersambung...


Terima kasih sudah mampir....


Tolong jangan lupa Like dan Komentarnya, ya...


Sekalian juga masukan kisah ini ke daftar Favorite-mu!


Dan, kalau ada boleh lah bersedekah Vote...

__ADS_1


Sampai jumpa di bab berikutnya...


__ADS_2