
+++
Arc 1 : The Births of The Ender.
Bab 50 : Bahan Baru.
+++
Ini adalah sebuah ruangan yang gelap. Namun meski gelap, masih ada sedikit penerangan yang berasal dari sebatang lilin. Dan api lilin yang hampir tak bergoyang itu menunjukkan kalau sedikit sekali angin yang ada di ruangan ini.
Dengan samar, tak jauh dari lilin itu berada. Terdapat sebuah tiang kayu dengan tinggi yang hanya sekitar satu setengah meter saja. Pada tiang kayu itu terlihat sebuah sosok manusia yang terikat padanya. Sosok manusia tanpa lengah dan kaki.
“Apa kau pikir aku akan menjawab pertanyaanmu, hah?!” teriak pria itu dengan tatapan yang begitu tajam.
Tatapan yang begitu tajam itu, diarahkannya pada sosok lain di hadapannya. Sosok seorang pemuda dengan rambut putihnya yang terlihat dengan jelas di dalam kegelapan ini. Dan mata merahnya seakan menyala, menciptakan kesan horor.
“Ya, aku melakukan ini karena menyangka kau akan menjawabku. Tapi, kalau ternyata tidak. Ya, sudah... Aku akan meninggalkanmu di sini dalam keadaan ini.”
“Lakukan saja! Memangnya kau pikir aku takut?!”
“Ya, kupikir kau akan takut.”
Erra bangkit dari duduknya dan menghampiri orang yang diikat itu. Orang ini adalah salah satu anggota pengintai dari Golden Stars yang Erra culik dari jalan setapak tempo hari. Sejak hari penculikan itu, sudah dua hari yang berlalu. Erra coba mengorek informasi dari orang ini, namun tak kunjung berhasil.
“Baiklah, aku pergi sekarang. Aku akan bawakan teman untukmu. Jadi, nanti kau tidak kesepian.”
Erra berbalik meninggalkan orang itu. Sedangkan orang itu masih meracau, melontarkan beragam umpatan pada Erra. Yang mana tak dihiraukan sama sekali oleh si mata merah itu.
.
.
.
“Apa yang sebenarnya terjadi?! jangan bilang kalau aku harus turun langsung ke sana untuk menyelesaikan ini!”
Fitz terlihat begitu emosi ketika ia mendapat laporan tentang keadaan di Avalan City. Lebih tepatnya lagi tentang operasinya melakukan pengintaian terhadap Erra.
__ADS_1
Si pembawa laporan yang masih berlutut itu, bergetar tubuhnya karena takut. Tak pernah ia melihat kepala intelejen Golden Stars itu sampai emosi begitu. Ia pun berusaha untuk menyiapkan diri jika sampai terkena imbasnya. Karena ia sadar ini adalah kesalahannya juga membuat Fitz marah.
Siapa yang tidak akan merasa marah?
Golden Stars adalah satu di antara beberapa kekuatan di dunia virtual Ardanium’s Tale Online yang disegani. Mereka memiliki jumlah anggota yang banyak, kekuatan yang besar, dan kekayaan yang melimpah. Kelompok sebesar ini sampai dibuat merasa jengkel karena dipermainkan oleh seorang pemain baru.
Seorang pemain baru, yang belum memiliki kekuatan besar. Ia bahkan belum bisa mencapai level 10. Dan ia juga tak memiliki jaringan kekuatan yang luas.
Pertama, Erra mampu melihat pergerakan mereka dan secara terang-terangan memberi ancaman bagi kelompok yang besar itu. Kedua, ia tiba-tiba saja menghilang tanpa jejak dan sangat sulit untuk ditemukan. Padahal para pengintai Golden Stars ini sangat terlatih, dan memiliki sumber daya yang besar untuk melakukan operasi.
Dan sekarang, masalah terbaru datang. Mereka berhasil melacak pergerakan Erra. Yang mana ternyata selama ini bergerak di bawah hidung mereka. Baru saja mereka mulai bergerak untuk menyudahi permasalahan Erra ini. Kini ternyata para pengintai itu malah menghilang satu per satu. Dan sekarang, dari sekian banyak pengintai yang mengikuti Erra. Hanya ada tiga orang yang tersisa.
Erra memang terus menyergap dan menculik para pengintainya. Satu per satu setiap malamnya. Ia menyekap mereka semua di satu tempat. Dan berusaha mengorek informasi dari mereka.
Semua yang Erra culik, adalah mereka para Lander. Erra sudah melakukan penyelidikan ringan tentang siapa saja dari pengintainya yang merupakan Lander dan yang mana yang merupakan avatar. Ia hanya menculik Lander karena mereka lebih mudah dikendalikan.
“Cukup sudah! Kalian bertiga kuberhentikan dari operasi ini! Aku sendiri yang akan turun!” ucap Fitz sambil berdiri dari kursinya.
.
.
.
Ruangan gelap tempat Erra menyekap para pengintainya.
Sekarang, ruangan ini lebih terang dari sebelumnya. Karena sumber cahayanya tak terbatas hanya dari sebuah lilin. Tapi kini terdapat delapan buah obor yang mengelilingi ruangan ini. Dengan cahaya sebanyak ini, cukup untuk menunjukkan sosok sebenarnya ruangan ini. Yang adalah sebuah gua yang ada di bawah tanah.
Ini adalah sebuah gua kecil yang tak sengaja Erra temukan. Dan lokasinya masih berada di dalam Avalan City. Pintu masuk dan keluar gua ini ada di saluran air bawah tanah Avalan City. Pintu masuk itu awalnya sangat kecil, tapi cukup untuk seorang dewasa masuk dengan merangkak. Kemudian Erra memperbesarnya agar ia lebih mudah bergerak. Dan tak lupa ia menutup pintu ini setelah ia melewatinya.
Mereka yang disekap di sini, dikumpulkan di tengah ruangan. Semuanya memiliki kondisi yang sama. Yakni tak memiliki tangan dan kaki. Karena sudah dipotong oleh Erra.
“Halo, teman-teman! Apa kabar kalian semua? Kuharap kalian semua buruk-buruk saja!”
Erra selalu masuk dengan riang seperti itu ke ruangan ini.
Semua mata tertuju padanya, mata yang memancarkan tatapan tajam. Seperti para predator yang telah mengunci targetnya.
__ADS_1
Pok!
Erra menepuk tangannya sendiri.
“Aku mau menyampaikan sebuah kabar gembira bagi kalian semua di sini. Kalian di sini tak ada yang mau menjawab pertanyaanku, dan itu membuatku sedikit jengkel. Tapi karena aku ini orang baik, aku akan tetap memberi kalian hadiah. Mau tahu apa hadiahnya?”
Tak ada yang memberi jawaban pada pertanyaan Erra itu. Mereka dipenuhi oleh rasa kesal dan jengkel.
“Hadiahnya, adalah menjadi bahan percobaanku! Aku melakukan percobaan pada avatar, dan sekarang aku mau melakukan percobaan pada Lander. Kalian harus senang, karena kalian akan berjasa!”
Tanggapan yang Erra terima hanya lah tatapan penuh kebencian dari para tawanannya. Tapi ia tak peduli sama sekali.
Dan dengan begitu, semua tawanan di sini pun akhirnya menjadi bahan percobaan Erra.
.
.
.
ZLAB!!!
[Kamu telah membunuh : 1 Plague Pig!]
“Baiklah, cukup di sini. Aku akan pergi ke dalam lagi.”
Erra kembali mengumpulkan bahan ramuan di hutan, yang salah satunya adalah para Plague Pig.
Hari ini, Erra juga sudah bersiap untuk mencoba lagi memburu Hell Hog. Semangatnya ini muncul ketika ia membaca sebuah artikel di Ardanium’s Forum. Di dalam artikel itu, dikatakan kalau Hell Hog juga bisa dipakai untuk menjadi bahan ramuan. Yang mana bisa diolah oleh Herbalist seperti dirinya.
Dan kini, Erra tengah bergegas menuju ke bagian dalam Kork Forest untuk sekali lagi.
“Baiklah, kali ini aku akan memburu beberapa!”
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...