Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater

Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater
2.15 - Green Hut.


__ADS_3

+++


Arc 2 : The Angels and The Dragons.


Bab 15 : Green Hut.


+++


Tak terasa satu tahun hitungan dunia virtual atau satu bulan dunia nyata berlalu sejak Erra pertama kali datang ke desa kecil di Great Southern Jungle ini. Dalam satu tahun ini, banyak sekali hal yang berubah di desa penghasil Healing Potion ini. Dan salah satu perubahan besarnya adalah mengenai nama. Kini, desa ini telah memiliki nama.


Nama desa ini adalah Desa Green Hut.


Rumah warga desa yang sebelumnya hanya berupa tenda dari dedauan, terutama daun palem. Kini meningkat menjadi sesuatu yang lebih pantas untuk disebut dengan bangunan.


Bangunan di desa ini sekarang memiliki dinding dan atap yang terpisah, meski hampir semua komponennya masih terbuat dari dedaunan. Bentuk bangunannya bundar, dengan atap berbentuk kubah. Total tinggi bangunannya sekitar dua setengah sampai tiga meter, dan panjang garis tengah bangunannya sekitar lima sampai sepuluh meter. Bangunan ini dibuat dengan kerangka kayu lalu dibalut dengan dedaunan yang dijalin memakai tambang yang terbuat dari akar.


Selain bentuk bangunannya yang berubah, desa ini juga jadi lebih luas karena pertambahan jumlah penduduk. Bukan pertambahan yang alami karena angka kelahiran yang tinggi. Melainkan disebabkan oleh pindahnya warga desa lain ke desa ini.


Desa Green Hut ini juga sekarang sudah punya bentuk pertahanan. Meski masih sangat sederhana, tapi ini cukup untuk membantu jika desa mengalami penyerangan. Bentuk pertahanannya adalah pembuatan parit yang mengelilingi desa. Paritnya punya lebar sampai lima meter dan kedalaman sekitar tiga meter.


Tanah hasil menggali untuk pembuatan parit, mereka tumpuk dan jadikan dinding tanah setelah parit. Tanahnya dipadatkan dan menghasilkan dinding yang punya tinggi satu setengah meter, dengan ketebalan sekitar dua meter. Di atas dinding tanah ini ada pagar dari kayu.


.


.


.

__ADS_1


Mundurnya desa ini dari Desa Gezar, tentu saja membuat banyak perhatian tertuju pada mereka. Karena mereka adalah desa yang menjadi pusat pembuatan Healing Potion di daerah ini. Sebuah ramuan yang bisa dikatakan paling penting. Meski desa lain juga bisa membuatnya, tapi tak ada yang bisa membuat dengan jumlah sebanyak desa ini dan kualitasnya juga tidak setara.


Setelah satu bulan desa ini tak pernah muncul di Desa Gezar, ada orang-orang dari Desa Gezar yang mengunjungi desa ini. Mereka menanyakan tentang absennya desa ini pada empat pekan terakhir. Mereka juga meminta agar desa ini segera ikut bertransaksi kembali. Sayang sekali, desa ini saat itu sudah mulai kehilangan ketertarikan untuk kembali ke Desa Gezar.


Desa Gezar sampai tiga kali mengutus pembawa pesan agar desa ini kembali ke Desa Gezar, karena mulai terjadi kekacauan di sana karena absennya desa ini. Dan pada kedatangan mereka yang ketiga, mereka sedikit memberi ancaman. Namun mereka tak beruntung karena tak ada yang merasa takut sama sekali dengan ancaman tersebut. Bahkan hampir tak ada yang peduli.


Desa Gezar akhirnya menyewa beberapa petarung bayaran untuk memberi ancaman keras pada desa ini. Mereka datang dan langsung membuat onar. Tapi sayang sekali, para petarung bayaran yang semuanya Lander itu harus merasakan kehilangan seratus persen Hit Point mereka dan mati. Itu karena warga desa dibantu Erra melawan dengan racun buatan mereka.


Desa Gezar yang merasa geram, mengutus lebih banyak lagi petarung bayaran. Tapi, hasilnya terus saja sama. Semua petarung bayaran itu dibantai habis oleh warga desa ini bersama Erra.


Pada kali kelima Desa Gezar mengutus petarung bayaran, mereka sampai mengutus seratus orang. Mereka juga tak asal berangkat, mereka memilih waktu yang tepat. Dan waktu yang tepat adalah di saat Erra tak hadir di desa. Itu karena Erra dianggap sebagai ancaman utama.


Para petarung bayaran itu berhasil mendesak warga desa. Desa ini pun hampir takluk, karena para lelaki petarung desa mulai menyerah ketika para perempuan menjadi sandera. Tapi di saat itu juga Erra keluar dari tenda pribadinya. Perlawanan terjadi lagi dan desa ini selamat.


Warga desa sudah benar-benar marah dengan kejadian ini, dan berkeinginan untuk menyerang balik Desa Gezar. Tapi, Erra menahan mereka dan memberikan saran lain untuk memberi serangan yang lebih efektif pada Desa Gezar. Saran yang Erra berikan butuh waktu lama dan juga cukup merepotkan, jika dibandingkan dengan menyerang langsung Desa Gezar. Tapi, jika berhasil efeknya akan lebih menyakitkan bagi Desa Gezar.


Isi rencananya adalah dengan mulai mengajak desa di dekitar bertransaksi dengan desa ini. Singkatnya, Erra ingin menjadikan desa ini sebagai pesaing Desa Gezar. Warga desa lain yang melihat kemajuan pesat di desa ini pun dengan mudahnya tergiur dan mau bertransaksi dengan desa ini.


Desa Gezar yang dibuat semakin kesal kembali menyewa petarung bayaran. Tapi tergetnya bukan lagi desa ini, melainkan desa lain yang bertransaksi dengan desa ini. Karena mereka tak ada yang memiliki kemampuan pertahanan seperti desa ini.


Kemampuan Scouts warga desa ini terus meningkat, dan mereka pun semakin lihai dalam menyelinap dan mengumpulkan informasi. Jadi, rencana Desa Gezar itu bisa mereka ketahui sebelum dilaksanakan. Dan akhirnya, mereka memberi tahu pada desa-desa yang diincar Desa Gezar.


Warga desa yang menjadi incaran pun dengan segera pindah ke desa ini. Mengakibatkan para petarung bayaran dari Desa Gezar hanya mendatangi pemukiman kosong yang tak tertinggal harta apa pun.


Akibat kejadian ini, warga desa ini bertambah dengan instan dan membesar. Lalu, orang-orang mulia menemui kesulitan karena desa ini masih belum punya nama. Setelah menganadakan rapat antara para petinggi desa, akhirnya mereka memutuskan untuk meminta Erra sebagai orang paling dihormati di desa untuk memberi nama.


Saat itu Erra sedang malas berpikir. Dan akhirnya, karena bangunan desa yang kini menyerupai gubuk-gubuk hijau. Erra pun memberi nama Green Hut.

__ADS_1


Erra pikir warga desa akan memberi sedikit penolakan. Tapi ternyata mereka malah terkagum dan sangat berbahagia mendapatkan nama itu.


.


.


.


Sebuah kedai di Desa Gezar.


Tiga orang baru saja memasuki kedai kecil ini. Mereka segera menghampiri sebuah meja kosong. Seorang gadis Lander pelayan pun segera menghampiri mereka.


“Selamat datang! Mau pesan apa?”


“Berikan ini pada pemilik kedai.” Jawab salah seorang dari tiga orang itu.


Si gadis pelayan sedikit tertegun, tapi tak banyak tanya. Ia pun mengambil sepucuk surat itu dan memberikannya pada bosnya, si pemilik toko. Tak lama kemudian, pemilik toko itu pun mendatangi ketiga orang itu.


“Selamat datang, Tuan Fitz dan yang lainnya. Semua yang dibutuhkan sudah saya siapkan. Mungkin akan lebih nyaman kalau kita berbicara di ruangan saya.”


“Baiklah.”


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2