
+++
Arc 1 : The Births of The Ender.
Bab 26 : Topeng.
+++
SMA tempat Putra bersekolah mewajibkan setiap peserta didiknya untuk mengambil satu sampai dua ekstrakurikuler. Dan karena mereka mewajibkannya, maka mereka berani mengadakan sangat banyak jenis ekstrakuriler yang bahkan sangat jarang ada di sekolah lain. Tapi meski sudah seperti itu sekali pun, masih ada saja peserta didik yang enggan mengambil ekstrakurikuler.
Sekolah tak bisa menyebutnya sebagai hukuman. Karena pada dasarnya, aturan pendidikan di zaman ini tak mewajibkan murid untuk mengikuti ekstrakurikuler dan dilarang memberi hukuman bagi murid yang tak mengikuti ekstrakurikuler.
Karena hal ini lah, SMA Bintang Nusa memberi ‘konsekuensi’ untuk mereka yang enggan ikut serta dalam ekstrakurikuler apa pun. Konsekuensi ini adalah mereka harus bergabung dengan dengan Satuan Kebersihan Siswa, yang bergerak di bawah Osis.
Tentu banyak yang menganggap ini tetap saja sebagai hukuman, meski sekolah memberi judul berbeda. Dan SMA Bintang Nusa pun pernah terkena tuntutan akan hal ini. Namun tentu saja sekolah sudah menyiapkan cara untuk menanggulangi masalah ini.
Salah satu solusi adalah masalah keanggotaan Satuan Kebersihan Siswa yang sebenarnya dibuka untuk umum. Jadi, bukan hanya murid yang enggan mengikuti ekstrkurikuler yang menjadi anggota satuan ini. Ada juga beberapa murid yang memang secara suka rela. Dan salah satunya adalah siswa terkenal yang bernama Erlangga Saputra.
Ya, Putra bergabung dengan Satuan Kebersihan Siswa karena kemauannya sendiri. Padahal, saat itu masih jarang sekali yang mau mendaftarkan diri. Karena kegiatan yang dilakukan oleh satuan ini, dianggap rendah dan kotor. Karena biar bagaimana pun juga, mereka berurusan dengan sampah dan toilet sekolah.
Sekolah sangat berterima kasih pada Putra yang bergabung dengan satuan tersebut. Karena tindakannya itu, kini tak sedikit pelajar lain yang mau bergabung dengan suka rela. Sekolah pun semakin kuat untuk menghindari tuntutan. Dan juga lingkungan pun kini semakin bersih.
Di sisi lain, Putra bergabung dengan satuan ini hanya karena ia malas mengikuti kegiatan ekstrakurikuler lainnya. Lagipula, kegiatan Satuan Kebersihan Siswa secara keseluruhan lebih sedikit dan lebih santai dibandingkan kegiatan ekstrakurikuler lainnya.
Di antara hari senin sampai jumat, para anggota Satuan Kebersihan Siswa akan mendapatkan giliran untuk membersihkan toilet sekolah. Semua perlengkapan kebersihan disediakan sekolah, dan mereka hanya perlu melakukannya. Kini, karena jumlah anggotanya yang banyak. Membersihkan toilet pun menjadi lebih mudah dan cepat. Dan bahkan, toiletnya jadi sangat bersih sampai seakan tak perlu lagi dibersihkan.
Pada hari sabtu, di saat murid lain mengikuti kegiatan ekstrakurikulernya masing-masing. Anggota satuan ini membersihkan halaman sekolah, dan berbagai tempat lain yang jarang dibersihkan.
Pada hari minggu, kebanyakan ekstrakurikuler mengadakan kegiatan. Tapi tidak dengan Satuan Kebersihan Siswa. Selain itu, tidak ada kegiatan lain sama sekali di luar kegiatan utama mereka. Jadi, mereka memang memiliki kegiatan yang lebih sedikit dibandingkan ekstrakurikuler lainnya.
.
.
.
__ADS_1
Sabtu, ini adalah hari di mana jadwal kegiatan para peserta didik di SMA Bintang Nusa berbeda dari hari lainnya. Mereka masuk ke kelas masing-masing seperti biasa di pagi hari, namun hanya akan ada satu mata pelajaran. Dan setelah itu, yang ada hanya lah kegiatan ekstra kurikuler.
Sabtu ini, seperti biasanya. Menjadi jadwal bagi para anggota Satuan Kebersihan Siswa untuk membersihkan halaman sekolah. Bukan hanya halaman depan sekolah, tapi juga halaman belakang. Selain halaman, mereka juga akan membersihkan lapangan parkir dan gudang sekolah.
Satuan Kebersihan Siswa berada di bawah naungan osis. Lebih tepatnya berada di bawah naungan Seksi Kebersihan. Satuan ini memiliki ketuanya sendiri, tapi ketua ini masih di bawah ketua dari seksi kebersihan osis. Seksi kebersihan osis sendiri bertanggung jawab memantau kebersihan sekolah lebih luas lagi dari satuan kebersihan siswa.
Untuk membuat hasil pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. Tentu saja Satuan Kebersihan Siswa akan membagi pekerjaan mereka. Dengan kondisi jumlah anggota yang saat ini cukup banyak. Maka mereka bisa dengan lebih leluasa membagi tugas.
Putra sebagai senior, memiliki tanggung jawab untuk memantau para junior di satuan ini. sembari ia juga melakukan tugas membersihkan. Untuk hari ini, Putra mendapatkan tugas untuk membersihkan gudang sekolah sekaligus mengawasi para juniornya.
Putra bersama rekan-rekannya baru saja selesai membereskan gudang. Dan Putra pergi paling terakhir dari gudang karena ia yang mengunci pintu gudangnya. Saat ia selesai mengunci gudang...
“Hm... ada orang, ya?”
Putra merasa ada orang yang berdiam di belakang gudang tua ini. Bangunan gudang ini terpisah dari bangunan utama. Dan bangunannya juga tak begitu besar. Putra pun mengitari gudang dan...
“Oy! Sedang apa kalian?”
Putra mendapati seorang lelaki dengan pakaian bebas dan seorang perempuan dengan seragam sekolah yang sedang saling rangkul, bersama menatap layar ponsel. Dan meski hanya sekilas, Putra bisa melihat mereka sedang menonton video yang tak layak tonton. Apalagi untuk usia anak sekolah.
“B-bukan urusanmu!” ucap si lelaki dengan gugup pada Putra.
“S-sudah kukatakan bukan urusanmu! Cepat pergi dari sini!”
“Kalau aku tidak mau?”
“Kau mau kuhajar, hah?!”
“Kalau kau bisa silakan coba.”
“Hik!” suara ini tak terkendali keluar dari lelaki itu.
Suara Putra tiba-tiba berubah. Suaranya menjadi dalam, dan terdengar sangat dingin. Bukan hanya suaranya, tapi tatapan matanya juga sangat dingin. Saking dinginnya, cukup untuk membuat lelaki itu merinding bahkan sampai mundur satu langkah.
Dari balik tubuh si lelaki, si perempuan bisa melihat Putra. Saat ini, ia benar-benar dibuat ketakutan oleh sosok Putra. Ia bahkan sampai mengompol.
__ADS_1
Tapi, sebenarnya bukan hanya penampilan Putra yang menyeramkan ini yang membuat gadis itu sampai ‘bocor’. Gadis ini mengenal Putra, dan termasuk yang mengagumi Putra. Putra yang selama ini dikenal lembut dan hangat. Kini menjelma menjadi dingin dan tajam. Hal ini membuatnya benar-benar terkejut.
“Oy, kau yang di belakang. Apa dia pacarmu?” tanya Putra pada si gadis.
Gadis itu tak bisa menjawab dengan perkataan, jadi ia hanya mengangguk.
“Aku sebenarnya tidak begitu peduli pada kalian mau berbuat mesum atau apa pun. Tapi, kalian memilih tempat yang salah. Ini tempat mencari ilmu, bukan tempat untuk bermesum.
Lagipula sebagai seorang gadis yang hidup di kota besar di zaman ini, dan menjadi siswi sekolah ini. Kenapa pula kau mau melakukan hal semacam itu? Apa kau bolos saat ada pelajaran edukasi ****? Itu seharusnya materi diawal tahun pertama.”
Baik si lelaki atau pun si gadis tak ada yang bisa berbicara membalas Putra. Mereka tertekan oleh aura Putra yang sangat mengintimidasi.
“Hah... sebaiknya kalian segera pergi dari sini. Kalau aku masih melihat kalian berada di dalam gerbang sekolah ini dalam satu menit. Aku akan melaporkan kalian.”
Sembari berkata begitu, Putra menunjukkan layar ponselnya sendiri. Yang ternyata ia telah mengambil gambar pasangan itu sebelum menegur mereka.
“Kau!”
Si lelaki ingin maju merebut ponsel Putra tapi ditahan si gadis. Si gadis menggeleng dan berkata,
“Lebih baik kita pergi!”
Perdebatan kecil di antara mereka terjadi. Si lelaki ingin merebut ponsel Putra sedangkan si gadis ingin segera meninggalkan tempat. Kini kesadarannya telah kembali, dan ia mengingat satu rumor yang pernah ia dengar. Di dalam benaknya ia berkata,
‘Apa ternyata rumor itu benar? Rumor yang mengatakan kalau Putra itu sebenarnya sangat menakutkan? Seorang monster yang bersembunyi di balik kedok senyumannya?’
Rumor itu, adalah rumor yang dengan sangat hati-hati Esa sebarkan. Karena ia masih berusaha menjatuhkan citra Putra. Karena tak bisa melakukannya secara terang-terangan. Ia pun melakukannya secara sembunyi-sembunyi.
“Waktu kalian kurang dari tiga puluh detik lagi.” Ucap Putra.
Si gadis tak peduli lagi pada si lelaki dan segera berlari. Bukan berlari ke arah luar sekolah tapi ke arah Putra. Ia sadar tak akan sempat keluar dari sekolah sekarang. Karena itu lah ia memilih untuk bersimpuh di hadapan Putra.
“K-kumohon! Jangan laporkan aku! Aku akan melakukan yang kau mau! Selama aku bisa, aku akan melakukannya! Kalau itu sampai dilaporkan, aku akan....”
.
__ADS_1
.
.