Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater

Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater
1.53 - Meninggalkan.


__ADS_3

+++


Arc 1 : The Births of The Ender.


Bab 53 : Meninggalkan.


+++


Golden Stars selalu mengadakan pertemuan rutin antara para petingginya dengan para petinggi Kekaisaran Orum, yang merupakan para penguasa daerah mereka aktif. Pertemuan rutin ini diadakan setiap satu tahun sekali dalam hitungan dunia virtual Ardanium’s Tale Online ini. Yang berarti hanya sekitar satu bulan dalam hitungan dunia nyata.


Dan saat ini, di markas besar atau markas utama Golden Stars. Pertemuan tersebut sedang berlangsung.


“Tuan Kronoz, saya ingin meminta penjelasan tentang beberapa isu yang cukup meresahkan bagi telinga saya ini. Boleh, kah?” tanya seorang petinggi Kekaisaran Orum.


“Silakan, Tuan Perdana Menteri.” Jawab Kronoz dengan sopan, pada petinggi Kekaisaran Orum yang ternyata adalah perdana menterinya.


“Ada angin kecil yang berbisik pada telingaku, membawa kabar tentang Golden Stars yang sedang mengejar seorang avatar yang baru muncul. Sampai-sampai memaksa Tuan Fitz untuk turun tangan langsung. Namun pada akhirnya, tetap gagal juga. Apakah isu itu benar?”


‘Cih! Tajam juga telinganya!’ gumam Kronoz dalam hatinya sebelum ia menjawab.


“Saya rasa itu bukan angin kecil yang berbisik pada Anda. Dan meski bisa dikatakan ini aib, saya tak akan menutupinya. Bahwa memang semua itu benar adanya.”


Kronoz telah berusaha menjaga misi tentang Erra ditutup serapat mungkin. Bahkan hingga petinggi Golden Stars yang lain pun tak begitu paham akan misi tersebut. Namun, sang perdana menteri dari Kekaisaran Orum menyadari hal tersebut. Kronoz pun memilih untuk mengatakan yang sebenarnya.


“Bisa Anda jelaskan kenapa hal seperti itu bisa terjadi? Sejujurnya, saya tak begitu memikirkannya. Kenapa hal semacam itu bisa sampai terjadi. Akan tetapi, mengingat perjanjian antara Golden Stars dan Kekaisaran Orum. Saya rasa hal semacam ini cepat atau lambat bisa membuat dampak pada Kekaisaran Orum. Dan hal tersebut lah, yang memaksa saya untuk menaruh perhatian.”


Kronoz pun mulai menjelaskan dengan tingkat kehati-hatian yang paling tinggi. Ia berusaha sebisa mungkin untuk tak berbohong. Namun di saat yang sama, ia juga tak berbicara dengan sepenuhnya jujur.


.


.


.


Mundur beberapa waktu ke belakang, di saat penginapan itu baru runtuh akibat ledakan dari peledak yang Erra siapkan.


Jadi, sebenarnya Erra memang sudah menyiapkan hal ini sejak lama. Ia bukan hanya menyiapkan bahan peledak yang cukup untuk mengubur gua itu saja. Tapi juga untuk meruntuhkan bangunan dari penginapan yang ada di atasnya secara utuh. Semua itu ia lakukan memang untuk melakukan antisipasi jika sampai terjadi hal buruk seperti saat ini.


Fitz terjebak di bawah tanah, tertimpa semua material bangunan penginapan.


“Ck! Sialan! Orang itu! Aku tidak bisa bergerak sedikit pun! Oy!!! Apa masih ada yang hidup?! Katakan apa saja! Oy!”


Tak ada yang memberi jawaban pada Fitz. Menandakan sudah tak ada yang bertahan hidup selain dirinya.

__ADS_1


“Sialan! Semuanya mati! AAAAHHHH!!!! Bagaimana caranya keluar, kalau begini?!”


Seluruh tubuh Fitz terjepit dan ia tak mampu bergerak sama sekali. Sebagai seorang yang memiliki Job dasar Scouts, wajar sekali bagi Fitz untuk memiliki kekuatan fisik yang kecil. Sehingga saat tertimpa bangunan runtuh seperti ini, lalu tak bisa bergerak, itu menjadi hal yang wajar.


Bahkan Fitz bisa bertahan hidup murni karena levelnya yang sudah mencapai Level 52. Sebuah level yang cukup tinggi untuk seorang Scouts tidak mudah mati. Karena hanya memiliki Hit Point yang kecil.


“Kalau aku Log Out sekarang, tubuhku akan tetap terjebak di sini. Mati juga bukan pilihan yang baik!”


Fitz berpikir sebentar....


“Cih! Mau bagaimana lagi?”


Fitz akhirnya membuka panel menu dan mengirim pesan pada rekan terdekatnya untuk segera berusaha membebaskan dirinya. Ia sebenarnya enggan melakukannya, karena ini sama dengan menyatakan kalau dirinya kalah dari Erra si pemain baru. Tapi, karena tak punya pilihan lain. Fitz mengesampingkan egonya, demi menyelesaikan misinya.


Beberapa saat kemudian, di permukaan. Warga yang masih mengerumuni bangunan runtuh itu terbelah oleh beberapa orang. Yang dengan segera melakukan penggalian terhadap reruntuhan tersebut.


Berpikir kalau orang-orang ini ingin mencari harta terpendam. Warga yang sebelumnya hanya menonton pun ikut menggali. Padahal mereka ini sebenarnya adalah anggota Golden Stars yang berniat menolong Fitz.


.


.


.


Erra memilih pergi ke arah selatan atas beberapa pertimbangan.


Pertama, paling mustahil bagi Erra untuk pergi ke barat. Karena, setelah melewati Kork Forest. Akan masuk ke daerah yang hampir sepenuhnya di bawah pengawasan Golden Stars. Erra juga tak bisa pergi ke utara untuk saat ini. Karena monster di daerah utara memiliki level yang jauh lebih tinggi. Selain itu, beragam sumber daya mineral yang tinggi di arah itu membuat banyak kelompok berkonflik di sana.


Erra hanya punya pilihan pergi ke timur atau selatan. Karena pada kedua arah itu, bisa dibilang lebih aman. Dan akhirnya Erra memilih ke selatan karena beberapa hal.


Salah satu alasan dan yang paling utama adalah, Erra menemukan informasi yang menyatakan kalau di daerah selatan dari Avalan City masih ada banyak hutan yang lebat. Dan di sana terdapat banyak tumbuhan herbal yang tumbuh liar dan bisa dipetik dengan gratis.


Akan tetapi, meski ada tempat semacam itu. Tempat itu jarang dikunjungi para pengguna tumbuhan herbal seperti Herbalist atau Chemist. Karena sebenarnya tumbuhan herbalnya mudah ditemukan dengan harga yang rendah di pasaran karena memang sudah banyak dibudidayakan.


Tapi tentu saja gratis itu lebih murah. Jika dibandingkan dengan serendah apa pun harga yang ada di pasaran.


“Hah... akhirnya aku pergi juga dari kota ini.”


Setelah meninggalkan Avalan City sampai jarak sekitar dua ratus meter, Erra berbalik. Ia memandangi kota besar itu, dan berkata begitu.


“Entah kapan aku akan kembali, mungkin tak akan pernah.”


Setelah berkata begitu, Erra berbalik.

__ADS_1


“Yang penting sekarang aku harus memperkuat diri dulu. Nanti baru buat masalah lagi dengan mereka!”


Tap!


Wuuushhh!!!!


Erra pun berlari ke arah selatan dengan kecepatan paling tinggi yang bisa ia capai. Berusaha meninggalkan Avalan City secepatnya. Karena ia masih merasa waspada, kalau sampai ternyata Fitz selamat dari jebakannya dan segera mengejarnya lagi.


Selama berlari, terbesit di benaknya semua kenangan di Avalan City. Mulai dari awal ia bermain, kejadian dengan Sincro, sampai menjadi target Golden Stars.


‘Apa ini?’


Pertanyaan itu muncul di benak Erra, saat merasakan sesuatu di dadanya. Sesuatu yang merupakan sebuah perasaan. Sebuah perasaan yang asing bagi pemuda yang satu ini.


Enggan memikirkannya lebih jauh, Erra pun mengabaikan perasaan itu. Dan mempercepat langkah kakinya. Menuju ke sebuah petualangan baru.


.


.


.


Bersambung...


Yo!


Author di sini!


Bab ini menandakan berakhirnya Arc pertama, The Births of The Ender...


Yang mau tahu makna dari judul Arc-nya, silakan ikuti terus petualangan Erra ke depannya...


Pada Arc berikutnya, kisah tak akan terfokus pada Erra seorang. Ada banyak karakter yang belum muncul atau hanya dapat porsi sedikit di Arc kali ini...


Saya ingin berterima kasih kepada semua teman-teman pembaca setia Ardanium’s Tale Online (Revised) : The Soul Eater...


Terima kasih banyak telah meluangkan waktunya yang berharga untuk membaca karya saya ini yang masih jauh dari kesempurnaan...


Terima kasih atas dukungannya baik berupa Like, Comment, Vote, atau pun Rate...


Saya harap teman-teman sekalian masih mau mengikuti petualangan Erra di Arc selanjutnya yang berjudul...


The Angels & The Dragons...

__ADS_1


__ADS_2