Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater

Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater
2.5 - Niatan.


__ADS_3

+++


Jangan lupa Like dan Comment..!!!


Selamat membaca..!!!


+++


Arc 2 : The Angels and The Dragons.


Bab 5 : Niatan.


+++


“Sial! Para NPC itu memang tidak berguna!”


Brak!


Ezzza melampiaskan rasa kesalnya dengan menendang sebuah pohon.


“Cih! Kalau beraksi sendiri, aku bisa bahaya. Kalau mengajak pemain, kemungkinan berkhianat tinggi. Sedangkan mengajak NPC selalu saja berujung mati semua!”


Ezzza adalah seorang pemain yang memilih Job bernama Brawler sebagai Job dasarnya. Dengan Job itu, Ezzza bisa bertarung dengan gaya bebas. Dan tanpa memakai senjata apa pun, karena tendangan dan pukulannya lah yang menjadi senjata.


Selain mengambil Brawler, Ezzza juga sudah mengambil Job kedua. Dan yang ia pilih adalah Warrior. Sebuah Job tipe petarung jarak dekat yang mana pimilik Job ini bisa bertarung tanpa ada batasan senjata. Bahkan bisa bertarung tanpa senjata sama sekali layaknya Brawler.


Ezzza mengambil Brawler karena di dunia nyata ia adalah seorang pesilat, yang juga bisa beberapa ilmu bela diri lainnya. Memilih Brawler menjadi pilihan yang sangat tepat bagi orang seperti dirinya. Akan tetapi, Brawler memiliki kekurangan di mana tidak bisa memakai zirah berat seperti Warrior. Karena itu lah, Ezzza menambah Job Warrior.


Di dunia Ardanium’s Tale Online ini, kebebasan pemain bisa dikatakan sangat lah tinggi. Salah satunya adalah pemain tak ada keharusan menjadi ‘pahlawan’. Mereka bebas kalau pun mau menjadi penjahat di dunia ini.


Di permainan lain yang satu genre, jika seorang pemain membunuh karakter manusia. Mau itu sesama pemain atau pun NPC, biasanya akan mendapatkan konsekuensi. Ada yang mendapatkan hukuman yang tegas, ada juga yang ringan. Tapi itu semua tak ada di Ardanium’s Tale Online.


Berapa banyak pun karakter manusia yang dibunuh oleh seorang pemain dalam dunia virtual ini. Maka tak akan ada konsekuensi apa pun yang dijatuhkan oleh sistem. Jika pun ada, itu berasal dari otoritas daerah di dalam dunia virtual ini seperti kerajaan.


Karena semua kebebasan ini, banyak pemain yang menjadi perampok atau perompak. Seperti yang dilakukan oleh Ezzza yang menjadi perampok.


Awalnya Ezzza tidak bermain sebagai perampok. Tapi, lama kelamaan ia bosan untuk selalu berpihak pada kebaikan, mau itu di dunia nyata atau pun dunia virtual. Akhirnya ia pun memilih untuk menjadi perampok. Dan memilih Kork Forest sebagai ladang operasinya.

__ADS_1


Dahulu, di saat pertama kali mencoba merampok. Ezzza melakukannya sendirian. Dan ia pun berhasil dengan mulus, kemudian jadi ketagihan. Sampai suatu hari ia salah memiliih target, dan ia gagal merampok. Bukan hanya gagal dalam merampok. Ia justru rugi besar saat itu.


Ezzza pun kemudian terpikirkan untuk membentuk kelompok. Sayangnya, ia bingung bagaimana cara mencari anggota. Hingga akhirnya ia bergabung dengan kelompok perampok yang sudah ada dan beroperasi di Aezmeralda Forest.


Kelompok perampok itu jumlah anggotanya sangat banyak. Terdiri dari avatar dan Lander, yang dipimpin oleh seorang avatar.


Suatu hari, sebagai penguasa Aezmeralda Forest, Kekaisaran Orum memberikan misi untuk memburu kelompok perampok ini dengan serius. Awalnya misi ini bebas diambil siapa saja, namun selalu tak berhasil untuk menghapus keberadaan kelompok perampok itu. Hingga akhirnya Golden Stars turun tangan dan kelompok ini dihabisi.


Anggota kelompok perampok yang merupakan NPC dibasmi habis, dibunuh semuanya. Sedangkan yang pemain diburu berkali-kali. Sampai mereka akhirnya menyerah dan melarikan diri, bersembunyi dari Golden Stars.


Di antara mereka ada yang memilih jalan lain, dan berhenti menjadi perampok. Ada juga yang menjadi perampok lagi tapi di tempat lain. Dan hanya Ezzza seorang yang masih merampok di Aezmeralda Forest.


Ezzza memutuskan untuk membentuk kelompok perampok baru berukuran kecil. Ia pun mulai mengumpulkan anggota dari golongan pemain. Karena kelompoknya masih kecil, dan hasil rampokan pun sedikit. Terus terjadi perebutan hasil rampokan yang akhirnya menuntun pada pengkhianatan demi pengkhianatan.


Ezzza pun memutuskan mencari anggota dari golongan NPC. Dan bisa dibilang para NPC lebih setia. Akan tetapi, kebanyakan dari mereka lemah dan sebenarnya tak bisa bertarung. Jadi saat ada calon korban yang melawan, sering kali mereka malah mati. Dan karena mereka NPC, maka kematian mereka pun permanen.


Setelah merenung selama beberapa saat, Ezzza akhirnya memutuskan untuk mencari anggota baru lagi. Dan dari golongan NPC lagi. Kali ini, ia berniat untuk memberi mereka pelatihan terlebih dahulu sebelum mengajak mereka beroperasi.


.


.


.


“Baiklah, ini bayaran kalian. Terima kasih telah mengantarku sampai ke tempat tujuan.”


Kalimat itu terlontar dari salah seorang dari tiga orang itu, dan ia adalah Neo si pedagang.


“Kami terima bayarannnya. Dan tak perlu terlalu sungkan. Kami juga senang bisa bekerja sama denganmu.” Ucap Lunariaa.


“Baiklah, kalau begitu. Boleh kutahu, apa rencana kalian ke kota ini?”


“Kami hanya ingin berkeliling. Melihat-lihat kota terkenal ini. Belum ada rencana pasti lainnya.”


“Kalau begitu, kurang lebih pertengahan pekan depan. Apa kalian bisa mengawalku lagi?”


“Hm... bagaimana menurutmu, Arini?”

__ADS_1


“Tidak masalah.”


“Baiklah, kalau begitu kami setuju. Tapi, ke mana tempat tujuanmu kali ini?”


“Kita akan kembali ke sisi timur Mountains of The Dragons. Lalu menuju ke Great Southern Jungle.”


“Wah? Ke daerah itu? Bukan kah di sana hanya ada hutan belantara? Kalau pun ada yang tinggal di sana, apa menjanjikan untuk berdagang?”


“Aku sendiri belum pernah ke sana, jadi tidak bisa memberi jawaban pasti. Dan belum ada juga berita tentang perdagangan rutin ke daerah itu. Tapi, karena itu lah aku ingin coba ke sana. Lagi pula kudengar di daerah itu sebenarnya banyak pemukiman sekelas pedesaan.”


Obrolan mereka pun berlanjut untuk beberapa saat sampai mereka akhirnya berpisah.


Sesuai rencana masing-masing. Neo berdagang di kota ini, sedangkan Lunariaa dan Arini berkeliling kota. Kedua gadis ini juga mengambil beberapa misi kecil yang bisa diselesaikan dalam waktu sehari saja.


Dan tak terasa, pertengah pekan berikutnya telah tiba. Neo, Arini, dan Lunariaa pun berkumpul kembali sesuai dengan janji mereka. Dan bersama, mereka menuju ke Great Southern Jungle.


.


.


.


“Hm.. kalian yakin ini sebuah desa?”


“Eh? Yakin, tentu saja yakin. Ini desa tempat kami tinggal.”


“Oh... terserah lah. Sekarang di mana tempat kalian tinggal?”


Erra telah tiba di desa tempat tinggal dua bersaudara yang ditolongnya dari seekor Direwolf. Suatu hal yang wajar jika Erra meragukan kalau tempat ini memang lah sebuah desa.


Pertama, rumah-rumah yang ada di desa ini bahkan tidak bisa disebut sebagai gubuk. Lebih tepat jika disebut sebagai tenda. Tapi, tenda yang dibuat dari tumpukan daun palem. Jumlah bangunan di tempat ini pun sangat sedikit. Hanya ada sekitar tiga puluhan bangunan tenda daun itu.


Saat memasuki desa, Erra segera menjadi pusat perhatian. Dan tak lama kemudian, ada seorang wanita parubaya yang menghampiri kedua bersaudara itu. Yang ternyata adalah ibu mereka. Erra pun mengikuti mereka ke rumah mereka.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2