Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater

Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater
1.42 - Mengalahkan Hell Hog


__ADS_3

+++


Arc 1 : The Births of The Ender.


Bab 42 : Mengalahkan Hell Hog.


+++


Hell Hog itu meninggalkan tepian sungai dan mulai mengarah ke hutan lagi.


“Sial!”


Erra merasa itu masalah karena Hell Hog itu menjauhi dirinya. Ia pun terus menembaki si monster agar si monster berhenti bergerak, namun hasilnya belum bisa terlihat dengan cepat. Akhirnya Erra pun memutuskan untuk turun dari pohon tempatnya berdiam.


Setelah turun, Erra terus mengejar sambil terus menembaki si Hell Hog. Sementara itu, si Hell Hog akhirnya berhenti berlari.


Awalnya monster b4bi membara itu mau melarikan diri saja, karena tak tahu arah penyerangnya. Tapi, karena serangan Erra yang kini hanya mendarat dari belakang. Monster ini tahu kalau musuhnya ada di belakang. Karena itu lah ia berhenti berlari, lalu berbalik dan menatap ke arah Erra.


“Ah, sial...” gumam Erra.


Hell Hog itu kemudian mulai bersiap berlari untuk menerjang Erra. Sementara itu, meski merasa ini hal yang berbahaya, Erra tak bersiap kabur sama sekali. Ia malah memantapkan kuda-kuda memanahnya. Dan membidik si Hell Hog dengan tenang.


“NGOOORRRKKK!!!”


Si Hel Hog pun mulai berlari untuk menerjang Erra.


Dengan kecepatan yang dimiliki Hell Hog ini. Memperpendek jarak lima belas meter dengan Erra bisa dilakukan dengan singkat.


Erra masih berdiri tegak bagai patung tanpa menunjukkan niat untuk menghindar sama sekali. Padahal jelas ia akan terluka parah jika sampai terkena serangan itu. Dan setelah jarak yang memisahkannya dengan si Hell Hog hanya lima meter, baru lah Erra membuat gerakan.


Syut! Jleb!


Dan gerakan Erra adalah melepaskan anak panah yang sudah ditahannya sedari tadi. Lalu kemudian, ia segera melompat keluar dari jalur lari si Hell Hog.


“NGOOORRKK!!”


Anak panah yang Erra lesatkan berhasil tertanam dalam di mata kiri si Hell Hog. Dari sisa panjang anak panahnya yang tak masuk ke mata Hell Hog itu. Bisa diperkirakan kalau anak panah Erra bahkan mungkin sedikit menyentuh otak monster membara itu.


Erra memang melepas anak panahnya saat jarak antara dirinya dan si Hell Hog adalah lima meter. Tapi, karena Hell Hog itu juga bergerak ke arah Erra. Maka anak panahnya lebih cepat sampai ke target. Dan alhasil, anak panah itu menusuk mata kiri Hell Hog itu pada jarak sekitar tiga meter saja.


Dari jarak itu, wajar kalau anak panah Erra tertanam dalam. Apalagi Erra memakai salah satu Skill dari panahan, yaitu Power Shot.


Secara singkat, Power Shot adalah Skill yang membuat tembakan seorang pemanah menjadi lebih kuat dan cepat. Syaratnya adalah menahan busur dalam tarikan maksimal selama minimal lima detik. Lalu, semakin lama busur ditahan maka akan semakin besar pula peningkatan kekuatannya.

__ADS_1


Tapi pemakaian Skill ini bisa terbatalkan jika tarikan terhadap busur mengendur, meski hanya sedikit sekali. Karena itu lah, Erra yang belum terlalu terbiasa memakai Skill ini. Perlu memasang kuda-kuda yang stabil.


Setelah melompat menghindari terjangan Hell Hog itu. Erra segera menyiapkan anak panah berikutnya.


Syut! Jleb!


Syut! Jleb!


Syut! Jleb!


Erra segera menghujani paha kiri belakang monster yang menjadi lawannya saat ini. Itu karena memang sudah terdapat banyak tembakannya yang mendarat di sana. Dan Erra berharap kalau ini bisa membuat kaki kiri belakang Hell Hog itu melemah, lalu gerakannya terhambat.


Sementara itu, si Hell Hog terlihat semakin murka. Tubuhnya yang sebelumnya terlihat hitam dengan corak merah berpijar seperti arang yang terbakar. Kini semuanya menjadi merah pijar api. Asap yang terlihat dari tubuh Hell Hog itu seperti menipis. Tapi, tekanannya terlihat semakin kuat. Selain itu, terdengar suara..


Chzzz! Chzzz! Chzzz!


Dari tubuh si Hell Hog yang cukup nyaring.


Hell Hog itu menatap Erra dengan mata kanannya yang tersisa. Dan mulai menerjang lagi ke arah Erra. Di sisi lain, si avatar bermata merah telah menyiapkan Power Shot lainnya


“Cih! Dia lebih cepat!”


Erra seperti sebelumnya, melepaskan tembakannya pada jarak sekitar lima meter, dan melompat menghindari terjangan si monster.


“Sial!”


Si Hell Hog ternyata sadar kalau mata kanannya yang diincar Erra. Monster itu pun sempat menolehkan kepalanya, hingga mata kanannya terhindar dari serangan yang membutakan itu. Namun meski begitu, serangan Erra mennyerempet pelipis mata kanan si monster. Dan membuat luka goresan yang panjang serta dalam di kepala monster b4bi itu.


Erra baru mau mencabut anak panah lainnya dari quivernya sebelum ia membatalkannya, lalu memasukan busurnya ke inventori. Dan mencabut belatinya.


Kemudian, saat Hell Hog itu mulai menerjang lagi. Erra juga sama-sama menerjang.


Saat mereka berdua hampir bertabrakan, Erra melompat ke arah kanan yang berarti sisi kiri si Hell Hog. Dan kemudian...


Jleb! Sreet!


Ia menikam paha kiri belakang si monster dan sedikit menggoresnya sebelum bergerak menjauh.


Hal ini terjadi berulang terus sampai beberapa kali. Mereka saling menerjang, Erra menghindar dan kemudian menikam juga menggores tubuh si monster.


Erra mengambil pelajaran saat ia menembakkan Power Shot-nya yang kedua. Kalau monster ini bisa belajar. Enggan mengulangi kesalahan yang sama. Kini Erra selalu menargetkan titik yang berbeda.


“Ah, sialan... bisa sampai begini, ya?”

__ADS_1


Belati Erra sebelumnya dalam keadaan maksimal, bahkan belum pernah dipakai sekali pun. Tapi kini, setelah mendaratkan lima serangan saja di tubuh si monster bara itu. Belatinya sudah rusak parah sampai ke tingkat tak bisa dipakai lagi. Namun meski begitu, belatinya belum hancur.


“Masih bisa dipakai...” gumam Erra.


Dan sekali lagi adegan saling terjang terjadi. Tapi kali ini Erra membuat gerakan berbeda. Pada jarak sekitar tiga meter, ia melemparkan belati rusaknya ke arah mata kanan si Hell Hog.


Jleb!


Meski hanya tertancap dangkal dan akhirnya hancur. Erra berhasil mendaratkan belatinya di mata kana si Hell Hog, dan membutakan monster itu sepenuhnya.


“NGOOOORRRKKK!!! NGORK! NGOOOORRRKKK!!! NGORK! NGOOOORRRKKK!!! NGORK”


Erra kembali mengeluarkan busurnya, dan mulai menembaki lagi si monster sambil berteriak...


“Ke sini kau b4bi sialan!!!”


Erra terus menembak sambil meneriaki monster itu. Dan akhirnya monster itu pun mulai berlari menerjang ke arah Erra lagi, berdasarkan pada arah suara Erra yang diengarnya.


BYAR!!! JJJRRRJJJZZZZZ!!!


Erra yang berdiri di tepian sungai langsung menghindari serangan si Hell Hog di saat terakhir. Menyebabkan si Hell Hog terjatuh ke sungai. Menimbulkan suara gaduh saat ada benda panah yang masuk ke air.


“NGOOORRRK!!!”


Uap tebal segera tercipta dari air sungai yang terpanaskan oleh tubuh si Hell Hog. Selain karena arus sungai yang lumayan kuat meski dangkal. Luka di kaki kiri si Hell Hog mulai menimbulkan efeknya. Dan monster itu kesulitan bergerak.


Buk! Buk! Buk! Buk! Buk!


Erra kembali memulai serangannya, tapi kini hanya memakai batu di pinggir sungai. Erra sadar serangan ini tak sekuat memakai busur. Tapi, ia ingin menghemat anak panahnya. Karena anak panah yang mendarat di tubuh monster ini tak bisa dipakai lagi. Selain itu, ada manfaat lain juga yang sedang Erra kejar.


Hell Hog yang sedari tadi memang sudah kehilangan banyak Hit Point itu, sekarang semakin kepayahan. Ia terjatuh di sungai dan kepalanya sedikit tenggelam. Banyak air sungai yang masuk mulut dan hidungnya, semakin menurunkan kondisinya. Belum lagi Erra yang terus melemparinya dengan batu memakai kekuatan penuhnya dan membidik kepalanya.


Dan setelah perjuangan panjang Erra...


[Kamu membunuh : 1 Hell Hog!]


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2