Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater

Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater
1.32 - Mondträne


__ADS_3

+++


Arc 1 : The Births of The Ender.


Bab 32 : Mondträne.


+++


Boing! Boing! Boing! Boing! Boing! Boing! Boing! Boing! Boing! Boing! Boing! Boing! Boing!


“Hah... hah... ini menarik!” ucap Erra sambil memasang seringai yang mengerikan.


Saat ini, si pemain bermata merah itu tengah berada di Kork Forest. Dan kondisinya saat ini sedang terkepung oleh dua puluh ekor Boink. Dalam keadaan terkepung ini, bukannya panik apalagi takut. Erra malah merasa bersemangat.


Boing! Boing! Boing!


Beberapa Boink melompat secara hampir bersamaan ke arah Erra.


“Bagus!” seru Erra penuh semangat.


Slash! Slash! Slash!


Erra meluncurkan tiga tebasan ke arah ketiga Boink itu. Tebasan yang Erra lancarkan, tak ada yang sia-sia. Semuanya mengenai targetnya sesuai dengan rencananya.


Boing! Boing! Boing!


Slash! Slash! Slash!


Boing! Boing! Boing!


Slash! Slash! Slash!


Boing! Boing! Boing!


Slash! Slash! Slash!


Para Boink yang lain pun terus berdatangan pada Erra. Avatar berambut putih itu, dengan sebilah belati di tangan kanannya, tak merasa gentar sedikit pun. Akan tetapi, ia kini mulai merasa kerepotan.


“Kena kau! Bagaimana kalau begini?!”


Buak!!!


Erra menangkap salah seekor Boink lalu melemparnya arah Boink lain. Mereka pun bertabrakan. Erra kini tak bisa lagi hanya mengandalkan sebilah belati di tangannya. Ia juga meemanfaatkan pukulan, tinjuan, dan tendangan untuk menghadapi para monster bola b4bi ini.


.


.

__ADS_1


.


Erra telah menyelesaikan urusannya dengna para Boink, dan tentu saja ia keluar sebagai pemenang. Setelah merasa cukup melepas penatnya dengana menghabisi begitu banyak Boink, Erra memutuskan untuk menyudahi perburuannya.


“Sekarang, sepertinya aku harus mencari Mondträne? Hm, lebih baik pergi ke mana, ya?”


Mondträne adalah nama salah satu jenis rumput di dunia virtual Ardanium’s Tale Online ini. Itu adalah rumput yang paling dasar bagi pembuatan ramuan pemulih apa pun. Mau itu pemulih Hit Point, Mana Point, atau pun Stamina Point.


“E...hhh.... ternyata ada di situ? Haha!”


Erra sedang melirik ke sana ke mari untuk menentukan arah tujuannya. Tapi tak sengaja ia melihat rumput yang dicarinya itu. Ia pun segera menghampirinya dan memetiknya.


“Hm... Cuma dua lembar, ya?”


Meski sedikit kecewa dengan jumlah yang sedikit itu, tapi Erra tak putus asa. Ia pun segera bergerak ke arah acak untuk mencari rumput Mondträne lainnya.


Jenis rumput ini seperti yang dikatakan sangat lah penting bagi pembuatan ramuan pemulih. Pada masa awal Ardanium’s Tale Online baru dimulai, sangat mudah menemukan rumput ini diseluruh penjuru dunia virtual ini. Akan tetapi, karena penggunaan yang sangat teramat banyak. Akhirnya jumlah rumput ini di alam liar berkurang drastis.


Megasolus dengan sengaja membuat jenis rumput ini sangat banyak di seluruh dunia, bahkan tak kenal iklim atau pun cuaca setempat. Tapi, meski tak bisa dibilang lambat, rumput ini tumbuh dengna tidak cepat. Jika perbandingannya adalah jumlah kebutuhannya di seluruh dunia.


Megaolus sengaja melakukan ini tentunya untuk mengembangkan sektor botani di dunia virtual ini. Karena ada Job yang bisa diambil untuk bergerak di bidang tersebut. Job semacam ini diyakini akan kurang laku untuk dipilih pemain, bahkan NPC. Itu lah yang menjadi alasan Megaolus menciptakan sesuatu yang bisa memicu ketertarikan orang-orang, baik pemain atau pun NPC untuk mengambil Job semacam itu.


Kini, setelah sekian lama Ardanium’s Tale Online berjalan. Rumput Mondträne sudah dibudidayakan di banya ktempat hampir di seluruh penjuru dunia. Dan untuk menemukan rumput ini sudah tak perlu repot lagi dengan mencarinya di alam liar. Karena tersedia banyak di pasar.


Lalu, kalau memang seperti itu, kenapa Erra masih mencarinya di hutan?


Itu karena kualitas yang tumbuh di alam liar dan yang dibudi dayakan memiliki perbedaan. Kurang lebih, kualitas yang hasil budi daya sekitar sepuluh persen lebih rendah daripada yang tumbuh di alam liar. Karena itu lah, tak sedikit Herbalist yang masih mencari rumput ini di alam liar.


Erra sedang berada di atas pohon, ia menaiki pohon ini untuk sedikit beristirahat. Dan secara tak sengaja, ia melihat ada sekumpulan Rumput Mondträne di atas sebuah tebing pendek. Kini, ia pun segera meluncur ke sana.


“Wahaha! Ini harta karun namanya!”


Erra sangat bahagia, karena ternyata jumlah Rumput Mondträne yang ada di atah tebing itu sangat banyak. Kurang lebih ada lima puluhan. Ia pun dengan semangat memetik rumput-rumput itu.


“Hm... sepertinya sekarang langsung pulang saja.”


Erra pun memutuskan untuk segera pulang setelah memetik semua Rumput Mondträne yang ia lihat tadi. Namun, saat baru saja si avatar bermata merah itu menuruni tebing...


“Diam di tempat!”


Seorang petualang berwajah sangar menyambut Erra di bawah, sambil menghunuskan pedangnya yang bermata satu. Ia tak sendirian, melainkan bersama dua rekannya. Yang satu memegang tombak, dan satu lagi memegang pedang juga tapi bermata dua.


“Kenapa aku harus diam di tempat?” tanya Erra dengan wajah datarnya.


“Jangan berlagak bodoh! Ini perampokan! Sekarang, serahkan semua barang dan perlengkapanmu atau kau akan kami bunuh!”


“Semua barang dan semua perlengkapanku juga? Benar-benar semuanya? Sampai yang menempel pada tubuhku juga?”

__ADS_1


“Tentu saja! Berhenti bertingkah dungu! Cepat lakukan!”


“Ah, maaf... tapi sepertinya aku tak bisa. Kalau kalian sekelompok gadis muda cantik, mungkin aku mau.”


Tiga sekawan yang ada di hadapan Erra saling tatap satu sama lain dengan wajah yang keheranan. Sampai si pemegang pedang bermata satu bertanya lagi.


“Kau tidak keberatan kalau yang merampokmu perempuan? Dasar aneh! Yang penting, sekarang segera lakukan yang kukatakan!!! Jangan membuat kesabaran kami habis!!!”


“EEHH??? Kalian mau merampokku?!”


Erra bertingkah seakan ia benar-benar terkejut, membuat ketiga orang yang mengaku sebagai perampok itu makin keheranan. Akhirnya si pemegang tombak berkata,


“Memangnya kau pikir kami mau apa, hah?!”


“Kalian menyuruhku menyerahkan semua perlengkapanku sampai yang menempel di tubuhku. Jadi, kukira kalian hanya ingin melihatku tanpa busana.”


“HHAAAAA???!!!!” ketiga sekawan itu sekarang dibuat tercengang oleh perkataan Erra.


“Siapa juga yang mau seperti itu!! Sudah! Tutup mulutmu! Dan serah...”


Belum selesai si pemegang pedang bermata satu bicara, Erra memotong...


“Tetap tidak bisa.”


“Berarti kau memilih mati!”


Ketiga sekawan itu segera menghunuskan senjatanya masing-masing. Tapi, saat mereka mau menerjang, mereka dibuat sedikit heran dengan sikap Erra yang tenang-tenang saja.


“Hey... kalian tidak bisa membunuhku, lho! Maksudku, sudah mati juga aku akan hidup lagi.” Ucap Erra


“Memangnya kenapa kalau begitu? Kami semua memang Lander, tapi kami sudah sering membunuh avatar. Bahkan kami pernah membunuh seorang avatar sampai berkali-kali hingga ia tak mau kembali ke dunia ini lagi!”


“Oh? Jadi kalian semua Lander? Berarti, kalau mati, tidak hidup lagi, kan?”


Tak ada yang memberi jawaban, Erra pun lanjut berkata...


“Aku tidak tahu akan menang atau kalah. Tapi sedikti pemberi tahuan saja. Aku punya ingatan yang kuat. Aku sekarang sudah hafal wajah kalian. Kalau aku kalah dan mati. aku akan kembali untuk kalian. Tenang saja, aku tak akan membunuh kalian. Tapi, aku akan memberi kalian hadiah yang akan membuat kalian ingin mati.”


Erra mengatakannya sambil memasang kuda-kuda untuk bertarung.


“Haha! Banyak bicara kau! Sekarang, mati lah!!!”


Ketiganya menerjang Erra bersamaan.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2