
+++
Arc 2 : The Angels and The Dragons.
Bab 44 : Konklusi.
+++
“Hey, Fitz! Kira-kira apa isi berita utama besok, ya?! Sepertinya kekalahanmu yang memalukan akan jadi berita bagus!”
Fitz enggan memberi komentar pada perkataan Erra, dan hanya berusaha melarikan diri. Ia tak berlari lurus, agar bisa melepaskan diri dari kejaran. Sebenarnya Fitz tak takut dirinya terkejar Erra, karena kecepatan larinya lebih daripada Erra. Ia hanya takut kalau naga sungai itu akan mengejar dirinya setelah menghabisi Erra di belakangnya.
Syut! Jleb! Syut! Jleb! Syut! Jleb! Syut! Jleb!
Erra menembaki Fitz dari belakang, yang semua tembakannya tak ada yang mendarat dengan mulus karena Fitz berhasil menghindar. Namun, Fitz tergores oleh semua serangan itu. Dan kini, karena setiap anak panah Erra selalu berselimut racun, Fitz pun mulai terkena efeknya meski sedikit.
“Siiaaall!!!” umpat Fitz merasa kesal karena kecepatannya berlari melambat.
“Hey! Kenapa lari terus begitu?! Kau seharusnya hebat, kan? Berheti lah berlari!!!”
Syut! Jleb! Syut! Jleb! Syut! Jleb!
Erra terus mengejar Fitz sambil memanahi anggota petinggi Golden Stars itu. Dan sesekali ia meneriakan beberapa provokasi pada lawannya itu.
Di sisi lain Fitz berusaha keras untuk mengabaikan perkataan Erra. Akan tetapi, meski sedikit ia mulai terprovokasi dan ingin sekali menghajar Erra. Untungnya, akal sehatnya masih berjalan lancar dan masih bisa menahan emosi.
Erra melirik sedikit ke belakang melihat naga sungai yang mengejarnya.
‘Hm... aku harus bisa menembaknya sekarang.’
Mendapati naga sungai itu sudah sangat dekat dengan punggungnya, Erra kini benar-benar fokus pada busurnya. Ia membidik Fitz dengan cermat, dan mengaktifkan Power Shot.
Swuush!
Zlab!
“ARGH!!!”
Bluk!
Erra membidik tengah punggung Fitz. Tapi ternyata anak panahnya mendarat di tempat yang lebih baik, yakni sisi kiri punggung di bawah belikat dan hampir mengenai jantungnya. Yang mana kini membuat Fitz terjatuh, tersungkur ke tanah.
Melihat targetnya jatuh, Erra langsung memasukan busurnya dan fokus berlari. Naga sungai sudah benar-benar ada di punggungnya. Dengan jarak antara ujung moncong naga itu dan punggung Erra hanya satu meter saja. Tapi karena sekarang ia fokus berlari, ia pun berhasil membuat sedikit jarak yang lebih jauh.
“Selamat tinggal!”
Erra mengucapkannya saat ia melewati Fitz yang baru bisa berdiri dari jatuhnya.
Fitz menengok ke belakang dan...
GRAWK!!!!
__ADS_1
“AAAHH!!!”
Si naga sungai menerkam Fitz, dan mulai mengunyahnya. Karena sangat tidak siap, Fitz pun tak bisa melawan sama sekali. Tapi ia masih sempat melihat Erra yang terus berlari menjauh.
Naga sungai itu terhenti sedikit larinya, karena harus mengunyah Fitz. Tapi ia lanjut mengejar Erra setelah menelan seluruh tubuh Fitz, menghakhiri si anggota Golden Stars itu.
Erra yang dari tadi tidak berhenti berlari berhasil membuat jarak yang cukup jauh. Jadi ia sedikit aman untuk saat ini. Namun, sayang sekali dalam waktu singkat si naga sungai berhasil mendekatinya lagi.
“Sial! Apa aku tidak bisa selamat lagi, hah?” keluh Erra.
Sedari awal Erra bermain, belum pernah satu kali pun pemain ini mengalami kematian. Sebuah prestasi luar biasa yang tak bisa dicapai kebanyakan pemain lainnya. Tapi tak bisa dicapai kebanyakan pemain bukan berarti hanya sedikit yang bisa mencapainya. Nyatanya banyak juga pemain yang bisa bertahan selama Erra.
Di saat Erra sudah diambang keputus asaan, ia merasakan kalau si naga sungai melambat. Dan tak lama kemudian berhenti mengejarnya. Erra tak mau ambil risiko dengan melihat ke belakang, ia pun terus berlari untuk terus membuat tambahan jarak.
Baru lah setelah ia merasa berhasil meninggalkan naga sungai itu lebih dari sepuluh meter, ia melirik ke belakang. Dan benar saja, ia mendapati kalau naga itu berhenti mengejarnya.
Erra pun berhenti dan berbalik, lalu saling tatap dengan naga sungai yang kelihatan sangat kesal itu. Sebelum naga itu berbalik kembali ke arah sungai.
“Haha... aku selamat...”
Bluk!
Erra pun menjatuhkan dirinya, duduk bersandar pada sebuah pohon.
.
.
.
Dengan keadaan semacam itu, jelas sudah kalau tak mungkin mereka melanjutkan misi ini. Dan akhirnya mereka pun memutuskan untuk membubarkan diri, pergi ke arah berbeda.
Ezzza pergi sendirian, ke tempat yang sudah direncakanan sebelumnya. Jadi, sebelumnya Ezzza dan kelompoknya menetukan suatu titik temu saat misi ini selesai. Mereka berusaha agar tak ada yang melihat kalau mereka semua itu satu kelompok.
Saat sampai di sana, Ezzza menemukan sudah ada beberapa anggotanya yang menunggu. Dan di antaranya ada Coro, yang langsung menghampiri Ezzza.
“Bos, semua kacau.” Ucap Coro.
“Kau tak perlu mengatakannya, aku tahu.” Ucap Ezzza sambil mengambil tempat duduk.
“Apa Cungu mati?” tanya Ezzza.
Sambil menunduk, Coro menjawab, “I-iya, bos.”
“Hanya sebanyak ini yang tersisa dari kalian? Tak ada yang lari?” lanjut Ezzza bertanya.
“Ya, ini sudah semuanya.”
“Baik lah, kita tunggu yang lainnya lagi. Kalau semua sudah kumpul baru kita bahas tentang semua yang terjadi. Tapi kita tunggu satu jam saja. Karena mungkin mereka tak akan datang.”
.
__ADS_1
.
.
Setelah beristirahat sejenak, Erra kembali ke Desa Green Hut. Kedatangannya disambut dengan sorak sorai yang begitu ramai. Dan tak lama kemudian mereka membuat pesta yang meriah. Ini adalah pertarungan paling sulit yang pernah mereka lalui. Maka dari itu mereka sangat teramat bahagia.
Mereka berpesta tanpa ragu, karena mereka tak perlu berduka atas kematian.
Pada pertempuran kali ini, seluruh yang ikut serta dari Desa Green Hut, tak ada yang mati. Memang ada beberapa yang sekarat, namun tetap selamat dan kini sudah pulih untuk ikut berpesta.
Erra mendapatkan banyak salam dan pujian, karena ia adalah tokoh sentral dalam pertempuran kali ini. Meski begitu, Erra banyak menolak dan terus balik memuji semua orang. Itu dilakukannya untuk membuat semua makin dekat dengannya.
Arini dan Lunariaa juga mendapatkan terimakasih khusus dari warga desa. Karena dari semua yang terlibat dalam membela Desa Green Hut. Hanya kedua gadis ini lah yang merupakan warga luar desa.
Setelah beberapa saat bernyanyi, menari, makan, dan minum dengan bebas. Semua mulai menjadi tertib, karena beberapa petinggi desa akan berpidato singkat. Setelah satu per satu petinggi desa berpidato, akhirnya bintang utama mendapatkan gilirannya. Ia tentu saja adalah Erra.
Dalam pidatonya Erra hanya mengatakan beberap hal yang intinya saja. Dan kebanyakan sisanya adalah memuji kerja sama antar warga desa. Dan terakhir, perkataannya membuat semua menjadi hening karena rasa kaget mereka.
Isi dari kalimat terakhirnya adalah...
“Dan dengan ini, aku mengundurkan diri dari semua posisiku di Desa Green Hut.”
.
.
.
Bersambung...
Yo!
Author di sini!
Salam sehat untuk semua...
Di sini saya mau sedikit minta tolong pada teman-teman setia pembaca kisah ini...
Minta tolongnya sederhana, tapi ini sangat berarti...
Pertama, tolong doakan saya agar bisa meningkatkan kualitas tulisan saya. Menyajikan cerita yang lebih menarik dan seru, serta anti membosankan. Dan juga tak lupa tolong doakan saya agar bisa rilis dua bab per harinya...
Kedua, kalau sekiranya bisa. Tolong untuk mampir ke karya ini setiap harinya. Karena meski tak bisa rilis dua bab, saya pastikan untuk merilis setidaknya satu bab setiap harinya...
Saya menulis karena bisa dibilang ini hobi. Tapi kalau menulis hanya karena hobi, mungkin saya hanya akan menulis satu bab per pekan, atau beberapa pekan. Saya di sini ingin coba peruntungan, siapa tahu bisa dapat kelebihan pundi-pundi rupiah dari menulis. Tapi, syarat untuk dapat itu ternyata cukup sulit bagi saya....
Beberapa kali saya bertanya pada admin Noveltoon, kenapa karya saya belum juga naik level sampai cukup untuk mendapatkan penghasilan. Selalu jawabannya adalah masalah Pembaca Setia...
Memang banyak sekali yang membaca karya saya, tapi kebanyakan memang hanya membaca beberapa bab. Saya tahu ada beberapa pembaca setia yang terus mengikuti kisah ini bahkan setelah ‘revisi’, dan saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada mereka. Tapi ternyata sistem membaca kalau ini belum cukup, karena itu lah saya memohon bantuannya...
Saya tak memaksa dan hanya berharap. Terima kasih atas semua bantuan yang telah teman-teman berikan, juga terima kasih untuk semua bantuan yang akan teman-teman berikan...
__ADS_1
Salam sehat semua....
Sampai jumpa di bab berikutnya...