
+++
Arc 1 : The Births of The Ender.
Bab 33 : Pelawak.
+++
“Aku tidak tahu akan menang atau kalah. Tapi sedikit pemberi tahuan saja. Aku punya ingatan yang kuat. Aku sekarang sudah hafal wajah kalian. Kalau aku kalah dan mati, aku akan kembali untuk kalian. Tenang saja, aku tak akan membunuh kalian. Tapi, aku akan memberi kalian hadiah yang akan membuat kalian ingin mati.”
Erra mengatakannya sambil memasang kuda-kuda untuk bertarung.
“Haha! Banyak bicara kau! Sekarang, mati lah!!!”
Ketiganya menerjang Erra bersamaan.
Ketiga permapok itu berlari dengan kecepatan yang sama, sehingga mereka benar-benar berlari serentak. Tapi, karena perbedaan panjang senjata. Serangan yang dilancarkan si pemegang tombak mendekati Erra terlebih dahulu.
Ctang!
Erra menangkis terjangan tombak lawannya sambil memutar tubuhnya.
Wuuutz!
Setelah menghindar, Erra segera disambut oleh ayunan pedang bermata satu. Tapi, Erra berhasil lagi menghindarinya dengan melanjutkan putaran tubuhnya.
Wuush!
Kali ini ayunan pedang bermata dua yang mengarah pada Erra. Akan tetapi, sekali lagi Erra berhasil menghindari serangan itu. Ketiga perampok itu terus menerjang Erra, namun tak ada yang berhasil mendaratkan serangan pada si avatar berambut putih itu.
“Sial! Dia lincah sekali!” umpat si pemegang tombak.
Ketiga perampok ini sadar, kalau Erra bukan hanya lincah saja. Tapi ada hal lain yang sebenarnya jauh lebih merepotkan dari hanya sekedar kelincahan pemain itu. Dan yang paling merepotkan itu adalah kemampuan Erra untuk membaca situasi.
Ya, Erra bukan hanya secara spontan menghindari suatu serangan. Akan tetapi ia telah melihat arah serangan lawannya beberapa saat sebelum serangan itu benar-benar terjadi. Jadi, ia bisa menyiapkan gerakan yang sesuai untuk menghindari atau menahan serangan tersebut.
Kemampuan ini Erra dapatkan bukan karena bawaan lahir atau semacamnya. Melainkan berasal dari pengalamannya selama ia bermain Ardanium’s Tale Online ini. Memang kecerdasan pemain yang satu ini berpengaruh pada hal ini. Akan tetapi, sekali lagi ini berasal dari pengalamannya.
Erra terkadang memang sengaja memancing banyak Boink untuk mengepungnya. Padahal, ia bisa mengalahkan para Boink dengan cepat jika melawannya satu per satu. Tujuannya memancing banyak Boink sekaligus itu, adalah untuk melatih respon gerakannya sendiri.
Karena ada banyak Boink yang bergerak melesat cepat menyerang dirinya dari berbagai arah dalam waktu yang hampir bersamaan, bahkan kadang benar-benar bersamaan. Erra jadi cukup terbiasa untuk melihat serangan sebelum serangan itu benar-benar terjadi.
__ADS_1
Namun...
Zret!
“Cih!”
Erra mengumpat saat lengan kirinya terkena tebasan ringan. Meski Erra melakukan hal luar biasa seperti membaca pergerakan lawan. Erra masih kekurangan pengalaman. Jadi, masih ada saja serangan yang bisa mengenai dirinya.
“Berhenti kau! Berhenti bergerak!” teriak si pemegang pedang bermata satu yang sepertinya memang pemimpin ketiga perampok itu.
“Tidak mau! Enak saja! Tapi, kalau kalian juga mau berhenti bergerak. Aku akan berhenti juga!!!” begitu lah jawaban yang Erra berikan.
“Ini bukan tawar menawar!” teriak si pemegang pedang bermata satu.
“Kalau kau mau menawar, kau harus sejajar dengan kami! Buktinya kau kalah dari kami!” si pemegang tombak ikut berseru.
“Hahaha!!! Kalian ini kelompok perampok atau pelawak, sih?! Kalian sangat lucu! Hahaha!!!” Erra malah tertawa terbahak-bahak.
“Apa maksudmu?!” tanya si pemegang tombak.
“Aku kalah dari kalian? Kita harus sejajar untuk saling menawar? Apa kalian tak bisa melihat kalau kita seimbang? Kalian tidak bisa menangkapku, dan bilang aku yang kalah dari kalian? Haha! Kalian memang pelawak!!!”
‘Sialan! Kalau ini hanya sebentar lagi, tak masalah. Kalau berlanjut lama, gawat juga!’ gumam Erra dalam benaknya.
Erra melakukan sangat banyak gerakan untuk bisa mengimbangi serangan tiga orang sekaligus. Ia sangat beruntung karena berada di tengah hutan. Sehingga ia bisa memanfaatkan pepohonan dan semak belukar untuk memberi keuntungan lebih bagi dirinya.
‘Celah, celah, celah! Aku butuh celah!’
Erra berusaha mencari celah untuk melarikan diri dari ketiga orang yang mendesaknya ini. Ia bisa merasakan kalau Stamina Point yang ia miliki sudah semakin menipis, dan bisa habis kapan saja. Ia masih punya satu botol lagi ramuan pemulih Stamina Point. Akan tetapi, sudah sangat jelas dalam keadaan yang terjadi saat ini. Tentu saja sangat tidak memungkinkan bagi Erra untuk melakukan hal tersebut.
Di sisi lain...
‘Orang ini, sekilas ia seorang amatir! Tapi, kalau seperti ini. Apa jangan-jangan ia seorang profesional yang sedang menyamar?’ begitu lah isi pikiran si pemegang pedang bermata satu.
‘Kami sudah mengepungnya, tapi ia terus bisa menebak serangan kami. Sesekali, memang iaterkena serangan. Tapi ia langsung bisa beradaptasi lagi!’ yang ini isi pikiran si pemegang tombak.
‘Sial! Kalau kalah akan memalukan sekali! Tapi aku ragu kami yang menang. Setidaknya, ia pasti bisa kabur kalau begini terus!’ dan ini isi pikiran si pemegang pedang bermata dua, yang dari tadi tidak banyak bicara.
Dan pertarungan pun terus berlanjut.
.
__ADS_1
.
.
Ardanium’s Stories, adalah sebuah acara yang membahas berbagai macam hal di dunia Ardanium’s Tale Online. Acara ini ada yang tayang secara nasional per negara, ada juga yang ditayangkan secara internasional. Acara nasional ditayangkan di televisi, YouCube, juga Ardanium’s Forum. Sedangkan acara yang tayang internasional, hanya tayang di YouCube dan Ardanium’s Forum.
Ardanium’s Stories adalah acara bincang-bincang yang ditayangkan pada jadwalnya. Sedangkan Ardanium’s Forum adalah sebuah forum internet untuk membincangkan seputar Ardanium’s Tale Online.
Saat ini, Ardanium’s Stories sedang membahas tentang sebuah kejadian yang sedang sangat menghebohkan jagat Ardanium’s Tale Online.
Apa itu?
Itu adalah tentang pertempuran demi pertempuran yang terjadi di Kepulauan Azuma. Pertempuran yang terjadi karena perang yang terjadi antara Infinity Dragon dan Kekaisaran Yi.
“Jadi, bagaimana menurut Anda? Apa kira-kira Infinity Dragon bisa memenangkan perang ini, Micko?”
Pertanyaan ini dilontarkan oleh si pembawa acara yang punya penampilan gadis muda berambut pirang bergelombang dan bermata hijau dengan kulitnya yang putih bersih. Ia memakai pakaian bagaikan seorang pelayan istana. Yang berupa gaun sederhana dengan kombinasi warna hitam dan putih*.
(*Note : Kurang lebih seperti baju Maid, tapi sedikit lebih mewah.)
Si pembawa acara ini memakai karakter atau avatarnya di dalam dunia Ardanium’s Tale Online. Karena acara ini memang ditayangkan dari dalam dunia virtual.
“Dari perkembangan pertempuran demi pertempuran yang terjadi sampai saat ini. Jujur saja, aku belum bisa menebak sama sekali. Karena kita tahu bersama, beberapa hari sebelumnya Infinity Dragon berhasil merebut tiga pulau kecil. Tapi, di saat yang bersamaan mereka juga kehilangan dua pulau kecil yang sebelumnya sudah mereka kuasai.
Selain itu, kau juga sudah dengar, kan? Putra Mahkota Kekaisaran Yi yang masih muda itu, mulai ikut dalam meramu strategi perang. Dan ternyata, gagasannya banyak yang menjadi terobosan dan menjadi kekuatan besar bagi Kekaisaran Yi.”
Ini lah komentar dari sang tamu di acara ini, Micko. Ia adalah seorang pemain Ardanium’s Tale Online, tapi ia bukan lah seorang petualang. Ia lebih memilih untuk menjadi pedagan keliling sambil membuat berbagai macam liputan di dunia virtual itu. Dan ia biasanya mengunggah hasil liputannya dalam bentuk video menarik di kanal YouCube-nya.
Pembahasan terus berlanjut, bukan hanya pada pergerakan Infinity Dragon. Tapi tentang pergerakan Blue Angels dan The Beast yang juga sedang bertempur di daerahnya masing-masing. Micko juga menyinggung tentang Golden Stars yang terdengar begitu sunyi dan tak ada pergerakan apa pun itu.
Ya... semua memang selalu dihebohkan dengan berita dari pergerakan besar macam itu. Tapi, jarang sekali yang memperhatikan hal-hal kecil yang bisa saja menimbulkan hal yang jauh lebih besar di masa depan.
Seperti beberapa pemain yang kini belum terdengar sama sekali namanya. Namun, mereka lah yang akan mengguncang dunia virtual ini di masa depan.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1