Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater

Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater
2.53.1 - Ice.


__ADS_3

+++


Arc 2 : The Angels and The Dragons.


Bab 53 : Ice.


+++


“Hah! Akhirnya terkejar juga, kau bajingan!”


“Wah.. wah... tak kukira gadis semanis dirimu bisa berkata kasar begitu, Fira?”


“Tutup mulut busukmu, Aizu! Sepertinya membunuhmu sekali tak akan cukup.”


“Hey... aku hanya mengambil sedikit milik kalian. Kenapa sangat marah? Bukan kah salah kalian sendiri langsung percaya pada orang yang baru dikenal?”


“Pengkhianatanmu itu lebih buruk daripada barang kami yang hilang!”


“Oh, benar kah, Ro? Itu artinya kalian sangat percaya padaku makanya merasa dikhianati. Dan mempertegas kebodohan kalian.”


“Cukup bicaranya, kita habisi dia sekarang.”


Mendangar perkataan Ranta itu, Ro dan Fira bersiap bertarung dengan Aizu yang kini mereka kepung. Menanggapi hal itu, Aizu malah tersenyum.


“Kalian tahu? Aku ini lebih hebat dalam kabur daripada bertarung, lho!” ucap Aizu.


“Oh, ternyata kau mengakui bahwa dirimu itu memang pecundang, ya?” tanya Fira dengan wajah meremehkan.


“Haha! Kau pikir itu bisa memprovokasiku? Sebut aku sesuai keinginan kalian! Pecundang, pengecut, atau apa pun. Merengek lah, karena kebodohan kalian.”


Kini Aizu juga memasang kuda-kuda untuk bertarung.


Beberapa saat berlalu, Aizu dan ketiga mantan rekannya belum ada yang membuat gerakan. Mereka hanya saling pandang saja.


Di satu sisi, sangat wajar bagi Aizu untuk berhati-hati. Karena kali ini ia harus bertarung satu lawan tiga. Sedangkan di sisi lain, Fira dan kedua rekannya pun tak mau bertindak gegabah. Mereka tahu Aizu itu kuat, tapi mereka tak tahu batasan kekuatan gadis ini.


Aizu bergerak ke arah Fira, dan ketiga lawannya itu sudah sangat siap dengan gerakan itu. Biar bagaimana pun juga Fira yang seorang penyihir akan paling mudah dihabisi lebih dulu. Jadi mereka yakin kalau Aizu akan menyerang Fira.


Fira mundur, lalu Ranta dan Ro mencoba menghadang Aizu. Namun ternyata gerakan Aizu hanya lah tipuan, karena gadis itu langsung berbalik. Dan melarikan diri...


“Kurang ajar! Fire Ball!!!”


Fira melontarkan sebuah bola api yang melesat kencang ke arah Aizu.


Blar!


Dengan mudah Aizu menghindarinya dengan bergerak ke samping. Di saat yang bersamaan, Ranta dan Ro mengejar si gadis pengkhianat.


Karena mereka berlari menuruni gunung, kecepatan mereka cukup tinggi namun kurang terkendali. Meski begitu, Aizu cukup lihai untuk menghindari pepohonan dan serangan Fira dari belakang dalam waktu bersamaan.

__ADS_1


Ranta mulai mendekati Aizu. Ia memang seorang petualang yang bisa bergerak dengan cepat lincah karena dirinya seorang Sword Dancer, yang sangat membutuhkan hal tersebut.


Saat mendekati Aizu, Ranta tak lantas menyerangnya. Ia sedikit menjauh dari gadis targetnya itu, dan menyusulnya. Dan kemudian menghadang lari Aizu dari depan.


“Minggir!!!”


Bukannya menghindar, Aizu terus berlari lurus ke arah Ranta, sambil melompat. Ia berputar di udar dan melayangkan tendangan dengan kedua kakinya, mengaktifkan Skill yang bernama Fallen Star.


DRRRAAANNNGGG!!!!!!!!!!!


“Kugah!!!”


Ranta menyilangkan kedua pedangnya dan mengaktifkan Skill untuk bertahan. Tapi sayang itu hanya bisa sedikit meredam efek serangan dari Aizu. Pemuda itu pun terhempas mundur, dan berguling-guling. Sedangkan Aizu, segera menyeimbangkan tubuhnya dan mulai berlari lagi.


Ranta melihat Ro menghampirinya dan akan menyembuhkannya. Tapi si pendekar pedang berkata...


“Kejar dia!!!”


Ro pun melupakan tentang menyembuhkan Ranta dan lanjut mengejar Aizu dengan Fira mengikuti di belakangnya.


“Cih! Mereka gigih juga!” keluh Aizu.


“Maatii, kau!!”


Ro hampir menjangkau Aizu, dan akan melayang serangan. Namun...


Aizu dengan sangat mendadak berhenti berlari, kemudian berbalik dan melayangkan tinju berbungkus Skill tepat ke perut Ro.


“OHOK!!!”


Bruk!!


Ro pun terjatuh.


Aizu lanjut berlari ke arah Fira yang masih lari ke arahnya. Fira yang berlari secepat yang ia bisa, di kondisi medan menurun itu. Tak sanggup untuk berhenti mendadak seperti Aizu karena kekuarang kemampuan fisik. Ketegangan segera menhiasi wajahnya karena rasa takut untuk berbenturan langsung dengan Aizu.


Untuk melindungi dirinya sendiri, Fira mencoba mengaktifkan sebuah sihir. Namun sayang, ia kalah cepat dengan Aizu yang mengaktifkan beberapa Skill sekaligus untuk mencapai tempat si gadis penyihir lebih cepat.


Buak!!!


Aizu menghajar Fira dengan tinjunya...


Bak! Buk! Bak! Buk! Bak! Buk! Bak! Buk! Bak! Buk!


...bukan hanya sekali, tapi belasan atau mungkin puluhan kali. Yang mana dengan segera menguras Hit Point yang dimiliki si penyihir.


Sreeet!!!


“Cih!”

__ADS_1


Ranta datang yang berhasil mendaratkan sebuah tebasan pada Aizu. Dan pertarungan jarak dekat pun terjadi.


Di sisi lain, Ro selesai menyembuhkan dirinya sendiri. Dan Fira juga meminum Healing Potion yang menggantikan Hit Point-nya yang hilang.


Aizu yang tengah bertarung sadar akan kedua hal itu. Ia pun dengan segera mengubah tempo dan pola serangannya. Yang mana dengan cepat membuat Ranta kewalahan.


Biar bagaimana pun juga, Aizu adalah atlet petarung di dunia nyata. Ia memang terbiasa dengan pertarungan baik di dunia virtual atau pun dunia nyata. Berbeda dengan Ranta yang hanya bertarung di dunia virtual. Dengan perbedaan ini, Aizu pun berhasil menjatuhkan Ranta. Bahkan mematahkan tangan kanannya.


Swuush!


Blarrr!!!


Seperempat detik saja Aizu telat merespon. Ia akan terkena serangan sihir api dari Fira itu.


Wuut!


Trak!


Setelah menghindari serangan Fira, kini Aizu menahan serangan dari Ro. Gadi ini kemudian memutar tubuhnya dan mendaratkan tendangan tepat di kepala Ro. Membuat pemuda itu terjatuh, tersungkur ke tanah.


Dan tidak hanya sampai di situ saja. Aizu menambah tendangan ke kepala Ro yang belum berhasil bangkit.


“Heeeaaa!!!”


Ranta kembali menyerang, yang berhasil dihindari Aizu. Sebenarnya, kalau saja Ranta tak berteriak. Aizu tidak akan menyedari serangannya, dan ia akan berhasil.


Sambil menghindari serangan Ranta dengan memutar tubuhnya. Aizu melempar sebuah pisau ke arah Fira yang sedang merapal mantra lainnya. Fira menyadarinya dan berhasil menghindar. Meski pun pipinya tetap tergores cukup dalam.


Aizu kembali mengalihkan perhatiannya pada Ranta. Lalu menyerangnya dengan brutal sebelum meninggalkannya untuk menyerang Fira.


Sambil berlari ke arah Fira, Aizu melontar beberapa pisau lempar. Sebuah hal yang membuat Fira tak bisa mengaktifkan sihir apa pun untuk bertahan. Dan alhasil, Aizu berhasil menjangkau Fira sekali lagi. Kemudian menghujani si gadis penyihir dengan tendangan dan tinjuannya. Sampai Fira menjatuhkan tongkat sihirnya.


Fira yang panik semakin kehilangan konsentrasi. Membuat Aizu semakin bebas menghajarnya, sampai Fira kehilangan lebih dari delapan puluh persen Hit Point-nya.


Aizu sangat bersemangat untuk menhabisi Fira secepatnya. Namun Ranta kembali menyerang Aizu, dan tak lama kemudian Ro yang berhasil bangkit juga ikut menyerang.


Mereka semua kembali saling bertukar serangan. Sesekali Aizu masih melempari Fira dengan pisau lemparnya, membuat penyihir itu tak bisa melakukan banyak hal karena harus menghindari serangan.


Setelah berusaha keras, dan dalam keadaan Hit Point yang semakin tipis. Aizu berhasil melepaskan diri dari Ranta dan Ro. Kemudian menyerang Fira sekali lagi.


Krak!!


Aizu berhasil mengunci Fira dan mematahkan lehernya. Yang dengan sekejap menghabisi keseluruhan Hit Point yang tersisa di tubuh Fira.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2