Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater

Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater
2.42.3 - Pertempuran Selatan.


__ADS_3

.


.


.


Komandan pasukan dari Desa Gezar yang menyerang gerbang utama Desa Greent Hut sadar. Kalau pihak Green Hut punya keinginan untuk mengulur waktu. Meski sadar akan hal itu, ia tak tahu dan tak peduli juga alasannya pihak Green Hut coba mengulur waktu.


Bukan hanya sang komandan yang menyadarinya. Tapi banyak anggota lain dalam pasukan ini yang sadar. Mereka pun berdiskusi tentang langkah apa yang akan mereka ambil berikutnya. Mereka sudah punya rencana sedari awal. Tapi rencana itu harus dimodifikasi dengan keadaan yang mereka hadapi saat ini.


Akhirnya mereka pun sepakat untuk memilih satu cara. Satu cara sembrono, tapi bisa dikatakan punya kemungkinan berhasil yang tak rendah juga cenderung tinggi.


Cara apa itu?


Sederhana.


Mereka hanya akan menyerang sekaligus dengan sedikit berpencar. Berusaha mencapai dinding pertahanan Desa Green Hut secepat mungkin dan menghabisi pasukan lawan di sana.


Dan saat ini, pasukan yang berasal dari Desa Gezar itu sedang bersiap untuk menyerang sesuai rencana mereka. Sementara itu, di atas dinding pertahanan. Komandan pasukan Desa Green Hut menyadari niatan lawannya itu.


“Bersiap untuk gempuran penuh!!!” seru sang komandan pasukan pertahanan Desa Green Hut.


Sang komandan pasukan dari Desa Gezar menarik napas dalam, lalu berseru...


“SEEERRRAAAAAAAAAAAANNGG!!!!!!!!”


“HOOOOOOOOOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!!!”


Seluruh anggota pasukan penyerang itu menyerbu ke arah dinding pertahanan Desa Green Hut.


“KAABUUT!!! HUUJAAAN!!!”


Itu adalah teriakan dari komandan pasukan di pihak Green Hut. Kali ini untuk mempersingkat perintah, ia menggunakan kata-kata, bukan lagi sandi memakai peluit. Akan tetapi, kata-kata yang dipakai masih lah sedikit tersandikan. Meski memang masih lebih mudah ditebak daripada memakai bunyi peluit saja.


Seluruh anggota pasukan pertahanan, termasuk komandannya sendiri, melemparkan bom asap ke arah pasukan penyerang. Ini lah yang dimaksud sang komadan sebagai ‘kabut’.


“Majuu! Maju teruuus!!! Kita tembus asap ini!!!”


Komandan dari pasukan penyerang berseru, untuk memberi komando sekaligus semangat pada anggotanya.

__ADS_1


Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut!


Kini para pasukan pertahanan di atas dinding menembakan anak panah mereka dengan beruntun. Mereka tak mengambil bidikan jelas. Bisa dikatakan mereka hanya mengandalkan keberuntung dalam mendaratkan anak panah mereka. Yang mereka lakukan saat ini adalah memberi ‘hujan’ pada pasukan lawan, tepat seperti perintah komandannya.


Jleb! Jleb! Jleb! Trang! Trak! Sret! Jleb! Jleb! Jleb! Trang! Trak! Sret! Jleb! Jleb! Jleb! Trang! Trak! Sret! Jleb! Jleb! Jleb! Trang! Trak! Sret! Jleb! Jleb! Jleb! Trang! Trak! Sret! Jleb! Jleb! Jleb! Trang! Trak! Sret! Jleb! Jleb! Jleb! Trang! Trak! Sret! Jleb! Jleb! Jleb! Trang! Trak! Sret! Jleb! Jleb! Jleb! Trang! Trak! Sret!


“Akh!!!”


“Argh!”


“Aw!”


Serangan anak panah yang menghujani pasukan dari Desa Gezar itu, banyak yang mendarat tepat pada anggota pasukan itu. Meski tak ada tembakan yang cukup untuk membunuh lawan dengan sekali tembak, tapi tetap saja mereka berhasil memberi luka yang tak ringan pada targetnya.


“Terus! TERUUSSS MAJUUU!!!”


Komandan pasukan penyerang dari Desa Gezar sekali lagi memberikan komando dan semangat pada anggota pasukannya. Hingga pasukan ini terus menerjang ke arah dinding pertahanan Desa Green Hut. Yang mana tak lama kemudian mereka mencapai parit yang mengeliling sisi luar dinding.


“Heyyaaaaaaa!!!!”


“Ciiaaaaattt!!!!”


“Rasakan ini!!!!”


“Ulalalalala!!”


Beragam teriakan digaungkan anggota pasukan penyerang dari Desa Gezar. Mereka melompati parit, untuk langsung naik ke atas dinding pertahanan musuh.


Jika di dunia nyata, hal semacam ini jelas sangat lah mustahil. Pasukan penyerang seperti ini harus memakai tangga untuk bisa mencapai sisi atas dinding pertahanan seperti ini. Tapi karena ini dunia virtual yang ada untuk kesenangan, maka melompat langsung seperti itu bukan lah hal yang aneh. Justru aneh kalau tidak bisa begitu.


“Ugh!”


“Akh!!”


“Sial!!!”


Bruk! Bruk! Bruk!


Bruk! Bruk!

__ADS_1


Bruk! Bruk! Bruk!


Bruk!


Para pasukan yang melompat itu gagal mencapai tujuan mereka. Karena mereka terserang oleh panah ketika mereka masih berada di udara. Mereka pun kembali ke tanah dengan keadaan terjatuh. Yang mana mau sedikit atau pun banyak. Tetap mengurangi jumlah Hit Point yang masih mereka miliki.


Sebelum mulai menerjang, pasukan penyerang dari Desa Gezar ini telah meminum anti racun. Karena mereka yakin kalau pasukan pertahanan Desa Green Hut akan memakai racun. Dan ternyata, meski tak bisa menahan seratus persen racun yang dipakai pasukan Green Hut. Pasukan Gezar juga tak terkena keseluruhan racunnya.


Kondisi pasukan Desa Gezar yang terkena efek racun meski ringan itu. Membuat mereka lebih lemah, sehingga cukup mudah menembak mereka ketika sedang melompat.


Tapi, lama kelamaan juga efek racun akan hilang. Asap beracun pun menghilang dengan cepat karena pemakaian sihir angin. Hal ini pun akhirnya membuat pasukan pertahanan Desa Green Hut makin kewalahan.


Kalau lah setiap anak panah mereka tak berlumuran racun. Pasukan pertahan Green Hut saat ini pasti sudah mulai runtuh. Dan akan hancur dalam waktu dekat.


.


.


.


Pasukan atau kelompok kecil penyerang dari Desa Gezar masih melanjutkan laju mereka menuju ke Desa Green Hut. Meski pun saat ini mereka sudah kehilangan sangat banyak anggota. Bahkan saat ini sudah ada sekitar empat puluh persen anggotanya yang mati.


Setelah Erra menampakan diri, menyerang, lalu menghilang. Cukup lama sampai terjadi serangan berikutnya. Dan setelah sekali menyerang. Pasukan yang dipimpin langsung oleh Erra itu akan menyerang pada waktu dengan pola yang tak menentu.


Maksudnya adalah, kadang mereka melancarakan serangan beruntun. Kadang mereka tak menyerang dalam waktu lama setelah menyerang. Dan kadang jarak antar satu serangan dengan serangan berikutnya tak terlalu dekat atau pun jauh.


Serangan yang dipakai oleh pasukan Erra hanya lah memakai anak panah saja. Dan setelah beberapa saat serangannya tak efektif. Karena pihak lawan telah mengetahui cara penanggulangannya. Di saat seperti ini lah Erra akan sedikit mengubah pola serangan yang dia lakukan.


“Hah... hah... hah...”


Suara terengah-engah terdengar jelas dari beberapa orang anggota pasukan penyerang ini. Mereka baru saja menerima serangan lainnya dari Erra dan rekannya. Yang mana kali ini menewaskan komandan pasukan yang ketiga, alias terakhir.


Kini, mereka tak punya lagi komandan. Jadi, mereka pun sedikit bingung bagaimana cara melanjutkan penyerangan ini. Bisa saja mereka melakukan pungutan suara singkat untuk menentukan komandan selanjutnya. Tapi ada masalah yang besar.


Pasukan ini adalah pasukan dadakan. Jadi kebanyakan orang tak saling kenal.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2