
+++
Arc 1 : The Births of The Ender.
Bab 37 : Plague Pig.
+++
Strategi Erra untuk membuat promosi beli dua ramuan gratis ekstra satu botol ternyata sangat laris di pasar. Karena selama ini, jarang sekali ada yang membuat promosi semacam itu di dalam dunia virtual Ardanium’s Tale Online ini.
Kebanyakan pemain dan NPC di dunia ini terbiasa dengan sistem berjualan tradisional yang tak mengenal promosi semacam ini. Hanya menjual barang dengan harga tertentu, lalu pembeli menawar harga sampai sesuai. Paling-paling promosi yang paling umum adalah diskon saat melakukan pembelian dalam jumlah besar.
“Hm... mau di dunia nyata atau pun virtual. Yang punya modal besar selalu jadi pemenangnya. Yang modalnya kecil, meski idenya cemerlang selalu saja kesulitan mewujudkannya.”
Meski strateginya berhasil, kini Erra atau Putra tak bisa bersenang hati. Karena ternyata ia hanya bisa menikmati kesuksesan itu dalam waktu singkat. Beberapa hari setelah Putra memasang promosi itu, banyak pedagang lain yang memasang promosi serupa. Bahkan dalam skala yang lebih besar. Tindakan Putra seakan baru membuka mata para pedagang di Ardanium’s Tale Online bahwa perdagangan di dalam dunia virtual itu bisa dilakukan sama dengan di dunia nyata ini.
“Ah... ya... baiklah, begitu saja!”
Putra baru terpikirkan suatu ide untuk menanggulangi masalahnya saat ini.
.
.
.
Erra telah kembali ke Kork Forest untuk melakukan perburuan Boink. Niatannya adalah memburu sebanyak mungkin Boink, dan mengumpulkan modal sebesar mungkin. Setelah itu, ia ingin membuat suatu gebrakan tentang barang dagangannya.
Slash! Slash! Jleb! Slash! Jleb!
Erra menebaskan dan menikamkan belatinya pada para Boink di sekitarnya. Seperti biasanya, Erra memancing banyak Boink terlebih dahulu. Baru kemudian ia bertarung serius dengan mereka. Dan kini, setelah bertarung selama sekitar dua jam, Erra telah berhasil menghabisi tiga puluh ekor Boink.
Slash! Jleb!
Serangan menebas dan menikam itu pun mengakhiri pertarungan Erra kali ini.
+++
Erra (Lvl. 7).
Job : Scouts
Title : -
Hit Point : 77,4
__ADS_1
Mana Point : 127,4
Stamina Point : 256,4
Luck : 2,6
Strength : 23
Dexterity : 47
Intellegence : 24
Vitality : 14
Mentality : 37
Recovery : 14
Charm : 23
Growth Status : 1
+++
“Hm... Aku makin jarang naik level. Apa aku harus mulai cari target baru, ya?”
“Hm... sepertinya aku belum pernah ke sini?”
Erra memperhatikan lingkungan di sekitarnya, dan mendapati lokasinya saat ini tampak asing. Saat bertarung dengan Boink sebelumnya, Erra mengulangi kebiasaan buruknya. Yakni tak melihat keadaan sekitar dan bergerak begitu saja. Ia tak jarang sampai di tempat yang belum dikenalnya begini.
Kini Erra membuka peta dari panel menunya, dan melihat lokasi keberadaannya saat ini.
“Ah... aku sudah berada di area tengah, ya? Hm... apa aku coba cari Plague Pig saja, ya?”
Seperti yang dikatakan avatar bermata merah itu. Saat ini dirinya sedang berada di wilayah tengah Kork Forest. Kork Forest sendiri dibagi ke dalam tiga wilayah. Yakni wilayah luar, tengah, dan dalam. Pada tiap wilayah atau daerah itu, akan ada satu jenis monster yang mendominasi. Sebagai contoh adalah Boink yang menjadi dominan di wilayah luar Kork Forest.
Untuk di wilayah tengah ini, monster dominannya bernama Plague Pig. Monster b4bi yang konon bisa menyebabkan wabah.
.
.
.
Setelah berpikir sejenak akhirnya Erra memutuskan untuk coba mencari Plague Pig. Mencari Plague Pig bisa dikatakan cenderung lebih mudah, bahkan sangat mudah kalau dibandingkan dengan mencari Boink. Salah satunya karena Plague Pig punya tubuh yang lebih besar. Tapi, bukan itu yang membuat Plague Pig sangat mudah ditemukan. Melainkan bau busuk yang muncul dari tubuh mereka yang sangat menyengat.
__ADS_1
Erra terus menyusuri Kork Forest bagian tengah ini demi menemukan monster b4bi itu. Erra memang belum tahu bau Plague Pig seperti apa, tapi ia tahu wujudnya dari melihat gambar.
Jadi, wujud Plague Pig itu punya bentuk sama persis dengan b4bi di dunia nyata. Tapi ukurannya sedikit lebih besar dari sapi atau banteng. Lalu seluruh permukaan kulitnya seperti ditumbuhi lumut hijau sedikit terang. Dan terkadang seperti ada gas kehijauan yang menguap dari tubuh mereka.
“Hmph!!! Bau busuk ini... jangan-jangan ini baunya?”
Erra mulai mencium bau busuk yang cukup menyengat. Seperti sedang berada di depan tong sampah dengan isi yang membusuk.
“Mungkin ada yang di dekat sini? Tapi, bagaimana cara melacaknya?”
Erra curiga kalau ada seekor Plague Pig di dekatnya, karena aroma yang kuat ini. Tapi, ia sedikit kebingungan mencari arah sumber baunya. Pertama, Erra tak begitu kuat menahan bau busuk. Seperti dahulu saat akan mengambil misi pertama, ia langsung mundur ketika mencium bau busuk. Selain itu, Erra belum terlatih untuk menentukan arah dari bau. Ia hanya terbiasa menetukan arah dari suara.
Erra berjalan mondar-mandir ke beberapa arah untuk mencari sumber baunya. Dan akhirnya berhasil menemukannya. Yakni arah yang baunya paling kuat. Ia pun berjalan ke arah sumber bau itu.
“Cih!!! Baunya semakin parah!”
Erra terus mendekat tapi semakin tak tahan dengan baunya. Bahkan ia sudah menjepit hidungnya dengan jarinya.
“HOEK!!!”
Tapi ternyata hal itu malah membuatnya mual. Dan seakan bisa merasakan bau busuk itu dengan lidahnya.
“Cih! Masih belum ada juga! Aku mundur saja lah!!!”
Dengan begitu, Erra segera mundur. Padahal, Plague Pig itu hanya berjarak lima meter lagi darinya. Tapi terhalang oleh semak tinggi dan pohon yang berhimpitan.
.
.
.
Erra kembali di lain hari, dan kini ia memang bersiap untuk memburu Plague Pig. Dan karena itu lah, ia datang dengan persiapan yang matang.
Sebelumnya, setelah mundur di hari kemarin. Erra mencari informasi tentang Plague Pig Lebih banyak lagi. Dan ia pun mendapati memang jarang ada orang yang mau berburu monster yang satu ini karena bau busuk yang keluar dari tubuhnya sangat lah luar biasa. Tapi, masih ada yang mau memburu mereka karena ternyata mereka memiliki nilai jual yang cukup tinggi.
Ternyata, seluruh tubuh Plague Pig bisa dimanfaatkan sebagai bahan racun. Mulai dari kulit, daging, darah, hingga tulangnya. Semuanya bisa dijadikan racun yang memiliki efek yang kuat. Ini lah yang membuat harga jual Plague Pig tinggi. Ditambah lagi, karena jarang ada yang mau memburunya, menyebabkan persediaan sumber daya dari Plague Pig ini jarang ada di pasar. Dan ini menambah nilainya untuk jadi lebih tinggi lagi.
Erra sendiri sebenarnya sempat kehilangan minat memburu hewan ini. Tapi tentunya minat avatar berambut putih ini kembali dan bahkan memuncak. Di saat ia mengetahui harga jual sumber daya dari monster hijau itu.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...