
+++
Arc 2 : The Angels and The Dragons.
Bab 32 : Orang Menyebalkan.
+++
Ezzza merasa sangat kesal dengan kejadian yang menimpanya. Di mana ia telah berlagak akan menang, tapi malah kalah telak dari lawannya. Setelah kematiannya di dunia virtual ini tempo hari, hari ini ia baru kembali lagi ke dunia virtual. Ia pun segera mengajak kedua anak buahnya untuk melakukan rapat.
“Aku ingin kalian menjelaskan semua tentang Desa Green Hut yang kalian ketahui. Sekarang!”
Melihat Ezzza yang suasana hatinya tidak baik. Mereka berdua pun tak bertanya lagi dan segera menjelaskan semua hal yang mereka ketahui. Yang mana merupakan pengetahuan umum di lingkungan Great Southern Jungle ini. Dan jika membahas Desa Green Hut, maka sudah bisa dipastikan bahwa nama Erra akan ikut disebut juga.
“Si Erra ini, bagaimana ciri-cirinya?” tanya Ezzza.
Mereka pun menjelaskan ciri-ciri Erra dari yang mereka dengar. Seperti rambunya yang putih, matanya yang merah, dan ia selalu memakai pakaian serba hitam. Karena mereka sendiri juga belum pernah melihat yang namanya Erra itu.
“Kalian sudah lama ada di daerah ini, tapi belum pernah bertemu dengan orang setenar itu?” Ezzza menunjukkan rasa bingung, tapi juga meremehkan pada kedua anak buahnya.
“Ah... ya... mau bagaimana lagi bos? Bos sendiri barusan cerita ada hawa aneh saat datang ke Green Hut, kan? Kami juga merasakannya. Rasanya kita tak bisa bertindak sembarangan di sana.” Jawab salah satu anak buahnya yang bernama Coro.
“Ya, aku itu. Tapi apa hubungannya dengan kalian yang tidak pernah melihat Erra? Apa ia tak pernah keluar desa?”
“Masalah itu, kami juga kurang tahu, bos. Dari yang kami dengar Erra memang jarang keluar desa. Kalau pun ia keluar desa biasanya untuk melatih warga di sana. Pergerakan mereka juga tak bisa kami endus sama sekali, bos.” Jawab anak buah Ezzza yang satunya lagi, Cungu.
Menarik kesimpulan dari ciri-ciri Erra yang dijelaskan kedua anak buahnya, Coro dan Cungu. Ezzza bisa menarik kesimpulan kalau ada kemungkinan yang tak kecil orang yang dihadapinya tempo hari bersama Lunariaa dan Arini adalah Erra.
‘Sial! Kalau benar itu orangnya. Aku makin kesulitan untuk mendekati Green Hut!’ keluh Ezzza dalam hatinya.
“Ha... baiklah pikirkan itu lain kali.” Ucap Ezzza pada dirinya sendiri, yang membuat Coro dan Cungu saling melirik.
“Sekarang, mari kita bahas pekerjaan. Sudah waktunya kita mulai bekerja.”
Mendengar kalimat Ezzza itu, keduanya terlihat begitu semangat. Mereka pun memasang telinga untuk mendengarkan dengan seksama ucapan snag bos.
__ADS_1
“Aku ingin segera memulai operasi. Tapi, jujur saja aku ingin membentuk kelompok besar juga. Berada di tempat ini dengan hanya kita bertiga bisa berbahaya.
Dari pengamatanku, Golden Stars benar-benar hampir menguasai wilayah ini meski tak secara langsung. Kita tak mungkin bentrok dengan mereka. Ditambah lagi Green Hut juga tak bisa kita remehkan. Orang yang bernama Erra itu terdengar akan sangat merepotkan.”
“Maaf, bos. Apa Desa Gezar tak masuk hitungan yang harus kita waspadai?” tanya Cungu.
“Sebenarnya kita hanya perlu berhati-hati saja, tak perlu sampai waspada. Karena mereka tak begitu mengancam. Tapi, kalau kita salah langkah saat menghadapi mereka. Bisa saja, kita akan kerepotan.”
“Kalau begitu, apa rencana bos untuk menambah anggota?” tanya Coro.
“Tunjukan padaku desa yang paling miskin dan merana di daerah ini.”
Erra telah mengirimkan surat tawaran kerja sama ke kediaman beberapa petinggi Desa Gezar. Yang mana ia hanya pilih mereka yang ada kemungkinan menerima tawarannya, meski kecil.
Dalam setiap surat Erra juga menuliskan waktu untuk pertemuan, jika mereka setuju untuk mendengarkan lebih lanjut tentang isi suratnya. Dan kini, Erra sedang menuju pertemuannya yang pertama.
Erra dan dua pendampingnya kini berada di sebuah gang atau jalan setapak yang ada di Desa Gezar tentunya. Setelah mereka menunggu selama lima belas menit dari waktu perjanjian. Muncul seorang lelaki menghampiri mereka.
“Tuanku hanya mau bicara di ruangannya.” Ucap lelaki itu.
“Baiklah, kalau begitu. Tunjukan jalannya.” Balas Erra yang dalam penyamaran.
“Ada apa ini, kenapa tiba-tiba mereka menjadi seperti ini?” tanya Fitz.
“Entah lah, tuan. Maaf saya tak mengerti. Kami telah melakukan penyelidikan, tapi belum membuahkan hasil.”
Fitz mendapat laporan kalau para petinggi Desa Gezar yang sebelumnya tak setuju dengan ajuannya menjadi semakin bersuara. Mereka yang ragu atau netral pun sebagian berubah menjadi menentang mereka. Sedangkan dari golongan yang setuju dengan ajuan Fitz, ada beberapa yang menyatakan keraguannya atau memilih jadi pihak netral.
Hal ini terjadi setelah Erra berhasil menemui sekitar seperempat petinggi Desa Gezar. Yang mana berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti. Dan yang terpenting adalah keberadaan Erra di desa ini tak terendus sama sekali oleh Fitz.
Tok! Tok! Tok!
Suara pintu ruangan Fitz berbunyi.
“Masuk!” perintah Fitz.
__ADS_1
Masuk lah seorang pemuda berpakaian tertutup yang segera menghadap Fitz. Ia adalah salah satu mata-mata Fitz yang datang untuk melapor.
“Lapor, tuan. Ini mengenai tindakan para petinggi desa.”
“Apa yang kalian temukan?”
“Kami menemukan bahwa ada sebagian petinggi desa yang mendapatkan tawaran kerja sama yang bersifat pribadi dari Green Hut.”
“Apa?! Tawaran kerja sama yang bersifat pribadi? Apa itu berarti tawaran bisnis dengan mereka secara pribadi tanpa melibatkan desa?”
“Bisa iya dan tidak, tuan. Sebagian mendapatkan penawaran semacam itu. Ada sebagian lagi yang mendapatkan tawaran yang lebih menguntungkan secara pribadi tapi juga menguntungkan desa. Dan ada sebagian lagi, yang sangat menguntungkan desa.”
“Erra... dia melakukannya untuk mengulur waktu. Mereka pasti sudah menyadari pergerakan kita dan bersiap menghadapi kita.”
“Tuan Fitz, ada laporan lainnya. Dan yang ini mungkin akan sedikit membuat Anda terkejut.”
“Apa itu? Cepat katakan!”
“Dari semua informasi yang kami dapat. Green Hut mengirim surat yang lengkap dengan isi penawarannya. Dan mereka juga mengajukan pertemuan untuk membahas lebih detail. Yang menemui para petinggi Desa Gezar ini, di rumah mereka masing-masing. Adalah Erra langsung.”
“APAAA??!!!”
Fitz beranjaka dari tempat duduknya. Lalu dengan wajah yang cukup emosi, yang mana jarang ditunjukannya. Ia berkata...
“Apa maksudmu kalau selama beberapa waktu ini, Erra ada di desa ini? Orang menyebalkan yang menjadi target utama kita. Berkeliling desa ini selama beberapa saat tanpa kita deteksi keberadaannya?! Itu yang kau maksud, hah?!”
“Maaf, tuan. Tapi sepertinya memang hal tersebut tak bisa kami sangkal.”
BRAK!!!
Fitz memukul meja kerjanya sampai rusak sebagian. Lalu ia pun memberi perintah.
“Cari orang itu! Ada kemungkinan ia masih ada di sini. Kalau kita bisa mendapatkannya, maka kita bisa menyelesaikan semua ini dengan lebih cepat!”
Bersambung...
__ADS_1