
+++
Jangan lupa Like dan Comment..!!!
Selamat membaca..!!!
+++
Arc 2 : The Angels and The Dragons.
Bab 1 : Mereka.
+++
Kork Forest, adalah salah satu hutan paling terkenal di dunia Ardanium’s Tale Online. Bahkan sangat tepat untuk dikatakan kalau tak ada satu pun pemain Ardanium’s Tale Online yang tak pernah mendatangi hutan ini.
Pada arah utara, timur, dan selatan Kork Forest, terdapat sebuah sungai yang menjadi pembatas hutan ini. Sungai itu adalah Azul River. Sungai ini sangat lah aman, karena tak dihuni satu pun jenis monster. Kalau pun ada makhluk berbahaya, itu hanya sebatas hewan buas biasa.
Sungai ini adalah sungai yang selalu dilewati orang-orang dari Avalan City yang menuju ke Kork Forest, termasuk Erra.
Jika arah utara, timur, dan selatan Kork Forest dikelilingi oleh Azul River. Di arah baratnya ada sebuah pegunungan. Pegunungan yang memanjang dari utara ke selatan. Pegunungan yang dikenal dengan nama, Mountains of The Dragons.
Pegunungan tersebut memiliki nama seperti itu, karena memang pegunungan ini dihuni oleh para naga. Di kaki gunungnya, terutama di daerah selatan. Terdapat sarang dari kawanan Naga Bumi atau Earth Dragon. Sedangkan di sisi utara, terdapat banyak gua yang dihuni oleh Naga Besi atau Iron Dragon.
Mountains of The Dragons ini, aslinya adalah pegunungan vulkanik. Tapi saat ini hanya ada beberapa gunung berapi aktif. Dan pada pegunungan berapi aktif itu, terdapat kawanan para Naga Api atau Fire Dragons. Lalu pada puncak tertinggi pegunungan ini yang berada di Gunung Nirvanaga, terdapat jenis Naga Langit atau Sky Dragon.
Seperti yang dikatakan sebelumnya, Mountains of The Dragons tepat berada di sisi barat Kork Forest. Sebuah hutan yang diperuntukan bagi para pemain pemula. Yang mana letaknya juga tak begitu jauh dari Avalan City, kota bagi semua pemain pemula.
Hal ini mengundang pertanyaan besar. Banyak yang mempertanyakan alasan Megasolus selaku pengembang dunia virtual ini menempatkan pegunungan yang bergitu berbahaya itu, sangat dekat dengan tempat para pemula berkumpul.
Terlebih mengingat bahwa naga paling lemah sekali pun, yang baru menetas dari telurnya. Akan tergolong ke dalam kategori monster tingkat Unique.
Untuk menjawab semua pertanyaan yang terarah pada mereka, Megasolus memberi jawaban sederhana. Yakni demi realitas tingkat tinggi yang selalu diidamkan para pemain.
Mereka beranggapan kalau realitas tingkat tinggi itu bukan hanya terbatas pada saat para pemain bisa merasakan dunia vitual seperti di dunia nyata. Mereka mengatakan bahwa di dunia nyata ini, tak semua tempat aman bersebalahan dengan tempat aman. Begitu juga sebaliknya, tak semua tempat berbahaya berdampingan dengan tempat berbahaya lainnya. Justru tak sedikit tempat berbahaya dan aman yang berdampingan.
.
__ADS_1
.
.
“Oh, jadi ini tempatnya?” ucap seorang gadis berzirah.
“Ya, nona. Apa kau pertama kali ke sini?” balas seorang Lander pedagang.
“Ya, ini pertama kalinya.”
“Kalau kau, nona?” si pedagang bertanya pada gadis lainnya.
“Sama, aku juga pertama kalinya ke sini.” Jawab gadis penyihir itu.
Ketiga orang ini sedang melakukan perjalanan bersama. Dan mereka baru saja tiba di mulut sebuah gua yang cukup besar namun pendek dan bentuknya lurus, sehingga bagian ujung lainnya bisa langsung terlihat.
Gua ini berada tepat di tengah-tengah Mountain of The Dragons. Dan merupakan sebuah jalur yang cukup ramai dilalui banyak orang. Terutama para pedagang dan petualang. Karena jalur ini adalah satu-satunya jalur aman yang bisa dilalui untuk menembus Mountains of The Dragons tanpa bersinggungan dengan makhluk berbahaya.
“Jadi, kau biasa melewati tempat ini sendirian?” tanya si gadis berzirah pada si pedagang.
“Ah, aku belum pernah melakukannya. Biasanya aku melewati tempat ini bersama beberapa rekanku sesama pedagang. Tapi kali ini kebetulan sekali kami punya urusan masing-masing yang berbeda. Jadi aku pergi sendirian.”
“Ahaha... a-aku awalnya cukup yakin dengan kemampuan bertarungku. Tapi... ya... seperti yang kamu tahu. Aku payah. Haha...”
Beberapa waktu yang lalu, si gadis berzirah dan rekannya, si gadis penyihir. Sedang melakukan perburuan terhadap Hell Hog di Kork Forest. Tapi mereka menemukan si pedagang yang tengah terdesak oleh seekor Hell Hog dan hampir saja mati.
Tanpa pikir panjang, kedua gadis itu pun menolong si pedagang. Dan akhirnya, si pedagang menawarkan bayaran kalau mereka mau mengawalnya sampai ke tempat tujuan yang berada di sisi barat Mountains of The Dragons.
Kedua gadis itu pun dengan pertimbangan ringan setuju untuk menerima tawaran si pedagang. Karena lagi pula mereka memang berniat menuju ke tempat yang sama dengan si pedagang. Hanya saja, awalnya mereka berencana untuk pergi beberapa hari lagi.
Karena gua yang mereka lewati itu memang pendek, maka mereka pun telah keluar lagi dari gua itu. Dan kini, di hadapan mereka menyambut hamparan hutan lagi. Hamparan hutan yang lebih lebat dari Korkz Forest. Tapi uniknya, tak ada pohon berbatang besar di hutan ini. Pepohonan di hutan ini semuanya berbatang kurus, namun berdaun lebat. Dan keunikan lainnya adalah kebanyakan dedaunan di hutan ini berwarna hijau muda. Seperti daun tunas baru.
“Jadi, ini yang namanya Aezmeralda Forest?” tanya si gadis berzirah.
“Iya, benar. Ini lah Aezmeralda Forest.” Jawab si pedagang.
Mereka meneruskan perjalanan mereka. Si pedagang duduk di sisi depan keretanya sambil mendendalikan kuda. Si gadis berzirah duduk di sisi kiri si pedagang. Sedangkan si gadis penyihir duduk di belakang, dan juga menghadap ke belakang.
__ADS_1
Mereka terus menyusuri hutan ini, mengikuti jalan tanah yang tercipta secara alami. Hingga mereka pun sampai di sebuah persimpangan jalan. Dan si pedagang membawa keretanya mengambil jalan ke arah kiri.
“Kenapa ke arah sana lebih ramai?” tanya si gadis berzirah, saat ia melihat lebih banyak orang yang mengambil jalur kanan.
“Oh, itu? Mungkin kebetulan saja. Karena biasanya kedua jalur ini sama-sama ramai. Karena sama-sama menuju ke tempat yang cukup penting.” Ucap si pedagang menjelaskan.
Mereka terus menyusuri jalan, dan bertemu dengan beberapa persimpangan jalan lagi. Hingga akhirnya, kini mereka bertiga sendirian. Tak ada pejalan lain yang bersama mereka lagi.
“Arini! Bersiaga lah.” Ucap si gadis berzirah pada gadis penyihir.
“Ya, Lunariaa.”
“Eh? Kenapa? Memangnya ada yang berbahaya?” si pedagang dibuat bingung dengan sikap para pengawalnya yang sebelumnya santai saja tapi tiba-tiba waspada.
Bukannya memberi jawaban, si gadis berzirah yang bernama Lunariaa itu malah berseru...
“Pacu kudamu! Kita dalam bahaya!”
Tanpa banyak tanya, si pedagang menurut saja dan memacu kudanya. Tapi...
Jleb! Jleb! Jleb!
“HHIIIIRRRRKKK!!!!!”
Beberapa anak panah tiba-tiba saja menghujani kuda penarik kereta dari kanan dan kiri. Membuat si kuda kesakitan dan terjatuh. Membawa kereta ikut terbalik.
Si gadis penyihir melompat sebelum kereta terbalik hingga ia selamat. Si gadis berzirah juga melakukannya, tapi sambil membawa si pedagang.
Tak lama kemudian, bermunculan beberapa orang dari hutan. Yang mana langsung mengepung si pedagang dan para pengawalnya.
Salah satu dari pengepung maju, lalu berkata...
“Serahkan semua barang kalian atau mati!!!”
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...