
+++
Arc 1 : The Births of The Ender.
Bab 12 : Latihan Bonus.
+++
Tanpa basa-basi lagi, Igor pun segera memulai latihan bonusnya.
Sang instruktur membuat sebuah lingkaran besar di tanah. Lingkaran itu memiliki diamater dengan panjang sekitar dua puluh meter. Setelah selesai menggambar, Igor berkata.
“Latihannya akan sederhana, tapi efektifitasnya kujamin bagus untuk orang sepertimu.”
Erra mendengarkan dengan serius, namun yang tampak di wajahnya ia menatap Igor dengan tatapan tajam yang begitu dingin. Igor yang telah terbiasa dengan tatapan Erra itu lanjut menjelaskan.
“Kau harus berusaha lepas dariku. Aku akan berusaha menahanmu di dalam lingkaran ini dan kau harus berusaha bisa keluar dari dalam lingkaran ini. Lalu, batas waktunya adalah tiga menit. Gunakan semua kemampuan yang kau miliki, karena aku tak akan segan-segan.
Kau siap?”
“Siap!” Erra segera memasang kuda-kudanya.
+++
Tantangan!
Igor menantangmu untuk lolos dari dalam lingkaran dalam waktu 3 menit!
Apa kau menerimanya?
{Ya} {Tidak}
+++
Erra sedikit tertegun melihat panel hologram biru transparan itu muncul di hadapannya. Tapi tanpa pikir panjang, ia pun menekan tombol ‘Ya’. Lalu muncul lah penghitung mundur selama tiga puluh detik.
Erra langsung paham kalau waktunay bertanding dengan Igor akan dimulai dalam tiga puluh detik lagi. Ia pun menggunakan waktu yang tersedia untuk memikirkan strategi yang akan digunakannya kali ini.
3...
2...
1...
Pertandingan pun dimulai!
Erra segera bergerak mundur, ia berjalan mundur dengan terus menatap Igor di hadapannya. Di sisi lain, Igor tersenyum melihat pilihan Erra dan segera membuat gerakannya sendiri.
Wuush!!!
__ADS_1
Seketika Igor menghilang dari pandangan Erra. Dan seketika pula, Erra merasakan keberadaan di belakangnya.
Erra segera berhenti bergerak mundur, ia berhenti melangkah mundur. Dan dengan segera, tanpa menoleh terlebih dahulu ke arah belakang segera berlari ke depan. Igor yang muncul di belakang Erra semakin melebarkan senyumannya.
“Buahaha!! Hebat juga kau!” ucap Igor yang kemudian mulai mengejar Erra.
Erra dalam waktu yang cukup singkat berhasil mendekati tepian lingkaran yang dibuat Igor. Tapi pada jarak sekitar tiga meter dari tepian itu, Erra melakukan gerakan yang mengagetkan Igor.
Igor yang menambah kecepatannya untuk menangkap Erra secepatnya dibuat kaget oleh Erra yang tiba-tiba melambat, berhenti, dan berbalik. Lalu Erra mulai berlari ke arah Igor untuk beberapa saat sebelum ia melompat dan berguling ke arah serong kanan depan. Setelah selesai bergulilng, Erra pun berusaha untuk segera berlari lagi dengan secepat mungkin.
“Heya!!!”
Sayang sekali, baru setengah jalan Erra menuju tepian lingkaran. Igor menangkapnya dari belakang. Igor segera melakukan gerakan untuk membanting Erra ke tanah. Namun harapannya itu tak terkabul dengan mudah.
Erra melakukan gerakan yang sedikit rumit, dan memanfaatkan teknik untuk melakukan bantingan juga. Untuk melepaskan diri dari Igor. Gerakan yang Erra buat, berhasil membuat Igor sedikit melebarkan matanya karena rasa terkejutnya.
Gerakan yang Erra lakukan itu, bisa dibilang pertama kalinya Igor lihat. Akan tetapi, sebagai seorang petualang veteran. Variasi gerakan seperti itu tak begitu menakjubkan bagi Igor. Hanya saja, Erra yang notabene adalah seorang petualang baru yang baru mengenal dunia ini. Sewajarnya belum bisa membuat variasi gerakannya sendiri. Itu lah hal yang cukup untuk membuat Igor lumayan terkejut. Dan sekaligus merasakan kesenangan.
“Huahaha!!!” Igor pun tertawa.
Begitu berhasil lepas dari tangkapan Igor, Erra kembali berusaha untuk berlari. Kali ini ia berlari tak secepat sebelumnya. Dan dengan mudah Igor mulai menyusulnya. Begitu Igor hampir menangkap dirinya, Erra segera berjongkok lalu langsung berguling ke arah kiri. Dilanjut berguling ke arah belakang, dan kemudian berlari lagi.
Pengejaran ini terus terjadi selama beberapa saat. Hampir setiap kali Igor akan berhasil menangkapnya, Erra membuat gerakan mendadak dan menghindari Igor lalu mulai berlari lagi. Dan jika Igor berhasil menangkap dirinya. Erra segera melakukan kombinasi gerakan untuk melepaskan diri dan lanjut berlari lagi.
Beberapa saat waktu berlalu, dan akhirnya...
Bruk!!!
Igor berseru ketika berhasil menangkap dan membanting Erra ke tanah.
“UhuAGH!!”
Begitu lah suara Erra saat dibanting.
TEEETT!!!
Bunyi itu menandakan tiga menit telah berlalu. Erra pun dianggap gagal melewati tantangan dari Igor.
.
.
.
“Baiklah, ini kesempatan keduamu! Jika kau masih gagal juga, maka masih ada kesempatan ketiga. Akan tetapi! Itu akan menjadi kesempatan terakhirmu!” ucap Igor.
“Aku mengerti.” Jawab Erra dengan nada santai namun sedikit ada tekanan di baliknya.
Mereka pun sekali lagi memulai latihan bonus ini.
__ADS_1
Seperti sebelumnya, peraturan tak berubah. Erra harus berusaha untuk melarikan diri dari Igor. Si pemain berambut putih itu harus bisa keluar dari lingkaran, dan jangan sampai tertangkap oleh Igor.
Begitu penghitung mundur dari sistem selesai menghitung, Erra langsung saja membuat gerakan. Gerakan yang mana cukup membuat Igor untuk terkejut dan merasa cukup heran juga pada saat yang bersamaan. Itu karena, kini Erra tak melakukan gerakan untuk melarikan diri seperti yang ia lakukan sebelumnya.
Yang kini Erra lakukan justru sebaliknya dari yang ia lakukan sebelumnya. Bukannya berlari mundur berusaha menjauh dari Igor, Erra malah berlari lurus ke arah Igor.
Si instruktur yang penasaran dengan strategi yang direncanakan Erra, memilih untuk memasang kuda-kudanya dan bersiap menyambut gerakan apa pun yang akan Erra lakukan. Selintas, Igor memiliki tebakan akan apa yang sedang coba Erra lakukan. Ia memiliki tebakan ini karena ia memang lah seorang Scouts veteran.
Igor menebak kalau Erra akan berlari lurus ke arah dirinya, lalu berbelok di saat-saat terakhir. Kemudian mulai berlari melewati Igor. Dengan arah lari ke sisi belakang Igor. Karena sudah punya tebakan semacam ini, maka Igor pun sudah bisa menyiapkan gerakan yang paling tepat untuk menyambutnya.
Karena Erra adalah seorang amatir, Igor berpikir kalau Erra sudah pasti akan melakukan sesuai dengan tebakannya. Igor telah melakukan kesalahan besar dengan pola pikirnya ini. Memang Erra masih amatir, tapi Erra bukan lah orang yang berpikir pendek dalam melakukan sesuatu.
Begitu Erra mencapai jarak tiga meter dari dirinya, di dalam benaknya Igor berkata...
‘Kau mana ke mana? Kanan? Kiri?’
Igor terus memperhatikan gerak-gerik Erra, namun...
‘Tunggu! Dia tak berniak untuk berbelok!’ ucap Igor dalam benaknya saat menyadari Erra masih terus berlari lurus ke arahnya meski jaraknya hanya sekitar satu meter saja.
Wuush!!
Dan benar saja, Erra tak berbelok sama sekali. Ia malah melancarkan serangan ke arah Igor. Si instruktur yang tak punya rambut di kepalanya itu cukup terkejut dengan tindakan Erra. Yang kini tengah berusaha menyerang dirinya. Namun di saat yang bersamaan, ia juga merasakan penasaran yang dalam. Tentang apa yang mau Erra lakukan.
Erra terus melancarkan serangan yang tentu saja sangat mudah Igor tanggulangi. Lalu setelah beberapa saat hanya menerima serangan dari Erra. Igor pun pada akhirnya memilih untuk melakukan serangan balik.
Erra bisa dengan lancar menghindari serangan balik Igor. Keduanya pun akhirnya saling menyerang dan saling menghindar satu sama lainnya. Hingga pada akhirnya...
“Kena lagi kau!!!”
Seruan Igor itu terjadi karena Igor sekali lagi berhasil menangkap Erra dan membanting tubuh si avatar itu. Akan tetapi, di saat terakhir ada yang membuat Igor terkejut dan keheranan sekali lagi. Itu adalah karena senyuman tipis yang muncul di wajah Erra.
Senyuman itu bukan lah senyuman yang menandakan seseorang dengan rela menerima kekalahannya. Melainkan senyuman bagi mereka yang merasa telah mendapatkan kemenangan.
.
.
.
Bersambung...
Terima kasih sudah mampir....
Tolong jangan lupa Like dan Komentarnya, ya...
Sekalian juga masukan kisah ini ke daftar Favorite-mu!
Dan, kalau ada boleh lah bersedekah Vote...
__ADS_1
Sampai jumpa di bab berikutnya...