Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater

Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater
2.53.3 - Ice.


__ADS_3

.


.


.


“Ah, sial! Bagaimana aku selamat sekarang?!” keluh Aizu.


Akibat suhu sangat rendah alias sangat dingin di sungai ini, Aizu terkena efek Slow. Dan karena ia tak bisa keluar dari sungai ini, efek itu secara terus menerus menimpanya bahkan bertumpuk. Dari awalnya yang hanya sulit bergerak, kini Aizu mulai membeku dan tak bisa bergerak.


“Huh... untung sudah jauh!”


Aizu melihat sedikit ke arah belakang, dan tak mendapati keberadaan Ranta dan Ro. Aizu cukup khawatir kalau Ranta dan Ro melihat kondisinya saat ini. Karena sangat jelas keduanya akan memanfaatkannya untuk menghabisi dirinya.


“Ah... eh.... etoo..!!! Kenapa begini??!!!”


Aizu kini dibuat semakin putus asa karena ia melihat sesuatu yang sangat teramat buruk. Dan kali ini hilang seratus persen kemungkinannya selamat. Karena dengan tubuhnya yang tak bisa bergerak bebas itu, aliran sungai ini membawanya ke sebuah air terjun.


“T-ti-tiiidaaaakkk!!!!!!!!”


Aizu pun terjatuh di air terjun, dan kehabisan seluruh sisa Hit Point yang tersisa.


.


.


.


“Huah! Sialan! Ah... tapi lebih baik daripada terbunuh oleh mereka.”


Yuki beranjak meninggalkan perangkat FDVR-nya. Ia menghampiri wastafel di kamar mandi dan membasuh wajahnya. Sambil melihat wajahnya di cermin, ia berkata...


“Apa mereka akan menemukan tempat persembunyianku? Ah, buat sakit kepala saja! Kenapa mereka tak membiarkanku pergi seperti yang lainnya, sih?!


Awas saja, aku akan mengumpulkan kekuatan untuk menghancurkan kalian!”


Begitu keluar dari kamar mandi, Yuki bertemu neneknya di dapur yang terlihat sedang kebinungan.


“Nenek sedang apa?” tanya Yuki.

__ADS_1


“Ah, Yuki... Tidak apa-apa, nenek sedang tidak melakukan apa-apa...”


“Ayo lah, nek.”


“Hm...”


“Nenek mau masak atau apa?”


Sang nenek tak mau menjawab dengan mulutnya. Tapi ternyata perutnya lah yang menjawab. Yuki pun menebak kalau neneknya sedang lapar. Yuki segera memesan makanan, dan sedikit menegur neneknya karena tak jujur.


Tani Yuki, dan keluarganya sekarang sedang dalam keadaan sulit ekonomi. Ya... mereka memang selalu terlilit kesulitan ekonomi karena lilitan utang. Tapi kali ini, mereka sedang benar-benar kesulitan.


Ketiga putri sang nenek bekerja siang dan malam. Melakukan beberapa pekerjaan sekaligus demi menjaga perut semua orang terisi dan semua tagihan terbayar. Tapi itu semua masih belum cukup, bahkan saat Yuki memakai semua hadiahnya dari turnamen karate. Mereka masih terlilit utang.


Dahulu, Yuki mendapatkan perangkat FDVR sebagai hadiah turnamen karate lokal. Sejak saat itu, ia bermain di beberapa dunia virtual. Dan akhirnya ia jatuh hati pada Ardanium’s Tale Online.


Di saat keadaan ekonomi keluarganya makin merosot. Ia sempat terpikirkan untuk menjual perangkat FDVR-nya. Tapi, ia menemukan kalau berusaha lebih, ia bisa mendapatkan penghasilan dari permainan itu. Ia pun akhirnya menekuni permainan itu. Namun ia kesulitan untuk mengumpulkan uang.


Akhirnya, ia pun mengambil cara yang mungkin disebut cukup tercela. Yakni menjadi penipu yang terus berganti tim, sebagai Aizu.


.


.


.


Saat ini, Aizu tidak sendirian. Ia sedang bersama tim baru, bersama melakukan sebuah misi. Dan misinya adalah untuk mengumpulkan sejumlah tanaman herbal di pegunungan ini.


Biasanya, mengumpulkan tanaman herbal termasuk dalam misi ringan dengan risiko rendah. Itu jika misinya ada di sekitar Avalan City. Sedangkan di pegunungan yang disebut dengan Frozen Mounts ini, mengumpulkan tanaman herbal adalah sebuah misi yang cukup sulit dan mendapat bayaran yang besar.


Rekan tim Aizu kali ini hanya ada dua orang, jadi mereka adalah tim yang hanya terdiri dari tiga orang saja. Rekannya yang satu adalah seorang Warrior pengguna tombak, sedangkan satunya lagi adalah seorang penyihir yang ahli dalam sihir angin. Si pengguna tombak adalah seorang lelaki bernama Spear, dan si penyihir adalah seorang gadis bernama Wanda.


“Ah, dengan ini cukup. Kita bisa pulang.” ucap Wanda setelah mencabut setangkai bunga.


“Baiklah, ayo kita kembali.” Ucap Spear.


“Ah... sepertinya kita tak bisa kembali dengan jalur sebelumnya.”


“Memangnya kenapa, Aizu?”

__ADS_1


“Lihat ke sana, apa kalian bisa lihat bayang-bayang itu?”


Aizu menunjuk ke satu arah, arah tempat asal mereka datang. DI kejauhan, Spear dan Wanda juga melihat apa yang Aizu lihat. Di sana ada bayang-bayang dari makhluk bipedal raksasa yang cukup mengintimidasi.


“Apa mereka Snow Troll?” tanya Wanda.


“Bukan, sepertinya mereka itu Yeti.” Jawab Aizu.


“Baiklah, mau bagaimana lagi? Kita cari jalan lain untuk pulang.” ucap Spear.


Mereka pun akhirnya berusaha mencari jalan lain untuk menghindari beberapa Yeti itu.


Meski pun ketiga orang ini tampak percaya diri, namun ketiganya kesulitan mencari jalan lain. Hingga pada satu titik, mereka tak sengaja berhadapan dengan Yeti. Bukan hanya satu, tapi lima sekaligus. Mereka pun berusaha melawan sambil melarikan diri.


Saat sedang berusaha kabur, ketiganya terperosok ke sebuah jelah besar atau jurang kecil di antara gunung. Wanda mati seketika saat mendarat di dasar jurang dengan kepalanya. Sedangkan Spear dan Aizu terluka parah. Keduanya pikir mereka bisa memulihkan diri terlebih dahulu. Tapi ternyata para Yeti mengejar mereka.


Keduanya pun bisa lolos saat berhasil memasuki sebuah gua kecil di sisi gunung yang tak bisa dilewati para Yeti karena tubuh mereka yang terlalu besar. Keduanya pun menelusuri gua yang ternyata sangat dalam itu. Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah ruangan dengan tumpukan koin emas. Yang ternyata ditunggui monster yang punya wujud gabungan antara kelelawar dan serigala.


Keduanya bertarung karena terpaksa. Lalu sebelum mereka berhasil menang, Spear sudah mati lebih dulu. Meski begitu, akhirnya monster itu kalah oleh Aizu yang sebenarnya juga sekarat.


Aizu pun tertawa lepas karena semua harta di depan matanya ini akan ia ambil untuk dirinya sendiri. Ia berencana untuk mengaku terbunuh juga oleh monster itu beberapa saat setelah Spear mati.


Aizu pun dengan riang gembira memasukan semua koin emas itu ke inventorinya. Dan saat semua koin sudah dimasukan, ia menemukan sebuah buku lusuh yang tertutupi debu. Sampai ia ta bisa membaca judul buku yang ada di sampul depannya.


Gadis yang hobi menipu itu pun membersihkan sampul depan buku itu untuk membaca judul bukunya. Dan ia segera membelalakan matanya dengan lebar. Ia tertawa makin lantang, bahkan sambil melompat-lompat. Itu karena buku ini bernilai jauh lebih tinggi daripada tumpukan koin emasnya. Sebuah buku yang bisa menyebabkan perang untuk memperebutkannya.


Aizu sedang menimbang, apakah ia akan memakai buku itu untuk dirinya sendiri. Atau lebih baik ia menjualnya. Dan setelah memikirkan selama beberapa saat. Ia pun memutuskan untuk memakainya sendiri.


Dengan senyuman lebar di wajahnya. Gadis itu pun membuka buku yang memiliki judul...


The Book of Ice Dragon Warrior.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2