Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater

Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater
2.49 - Bertarung dan Kabur.


__ADS_3

+++


Arc 2 : The Angels and The Dragons.


Bab 49 : Bertarung dan kabur.


+++


“Kau lindungi saja Arini. Dan Arini tolong jaga jangan ada yang menyerangku dari belakang. Aku akan bergerak sendiri. Dan jangan lupa minum anti racun lagi saat efeknya hilang. Apa bisa begitu?”


“Baik!”


“Dimengerti!!”


Mereka pun memulai pertarungan...


Erra bergerak menerjang dengan belati di tangan kanan dan bom asap di tangan kiri.


Bosh! Bosh! Bosh!


Ia melempar beberapa bom asap ke berbagai arah, lalu menerjang ke salah satunya.


Slash! Zrat! Jleb! Slash! Zrat! Jleb! Slash! Zrat! Jleb!


Para goblin yang dibuat tak berdaya dengan bom asap itu, mudah Erra serang dengan belatinya. Dalam sesaat, beberapa goblin sudah terluka parah dan sekarat. Meski tak ada satu pun yang langsung mati, tapi Erra tak khawatir. Karena efek racun yang ada di asap dan belatinya akan membuat mereka mati perlahan dan luka berat yang mereka derita.


“Heya!!”


Beberapa goblin menerjang ke arah para gadis. Lunariaa dengan sigap mengayunkan kapaknya dengan lebar tanpa ragu. Ayunannya itu berhasil dihindari para goblin, bukan hanya satu kali. Tapi setiap ayunannya berhasil dihindari para goblin.


Lunariaa memang sengaja tak berusah menyerang para goblin itu. Karena niatan utamanya hanya lah menjaga agar para goblin tidak mendekat.


Kelompok goblin kini terbagi dua. Sebagian besarnya mengepung Arini dan Lunariaa, dan sebagian kecil mengepung Erra.


Bosh! Bosh! Bosh!


Erra sekali lagi memakai beberapa bom asap. Targetnya adalah para goblin yang mengepung dirinya. Seteah melemparkan bom asap itu. Erra melesat, menerjang ke arah para goblin yang mengepung kedua rekannya.


Srat! Sret! Jleb! Srat! Sret! Jleb! Srat! Sret! Jleb!


Para goblin yang terlalu fokus pada Lunariaa tak sadar serangan Erra dari belakang. Menjadi sasaran empuk sang Scouts.


Kepulan asap terakhir yang Erra buat untuk mengepung goblin yang mengepungnya mulai menipis. Terlihat para goblin itu mulai bergerak ke arah Erra. Meski mereka terlihat sanga payah untuk bergerak. Bahkan ada beberapa yang terkapar tak bisa bergerak sama sekali. Hanya menatap penuh amarah ke manusia yang memakai bom asap beracun itu.

__ADS_1


“Micro Rain!!!” seru Arini mengucap mantra sihirnya.


Gadis penyihir itu melemparkan sebuah bola air seukuran dua kali bola basket ke udara, tepatnya ke atas para goblin yang baru bebas dari kepulan asap beracun. Bola air itu kemudian pecah di tempat yang sangat tinggi. Dan terjadi lah hujan kecil yang membasahi semua goblin di bawahnya.


“Freeze!!!”


SWUUUSSH!!!


Tiupan udara dingin pembeku keluar dari ujung tongkat sihir miliki Arini. Yang menjadi arah tujuannya adalah para goblin yang baru terkena hujan itu.


Krak! Krek! Krak! Krek! Krak! Krek!


Dengan sangat cepat, para goblin pun membeku. Tak ada dari mereka yang bisa bergerak sama sekali, meski efek yang diberi adalah Slow bukan Stun. Itu karena mereka memang sudah kesulitan bergerak sebelumnya. Bahkan kombinasi Skill yang seharusnya sulit untuk membunuh ini, berhasil menghabisi banyak goblin sekaligus karena kondisi mereka yang memang sudah lemah.


Para goblin yang lainnya sekarang lagi-lagi terbagi dua. Sebagian melawan Erra dan sebagian melawan Lunariaa.


Erra kini mengubah gaya tarungnya. Ia memegang belatinya terbalik dan memakai tangan kiri. Ia memakai belati itu sepenuhnya untuk menahan serangan para goblin. Sementara itu, ia terus berusaha membuat jarak dengan mereka.


Di tangan kanannya, Erra memegang pisau lempar yang tentu saja berlumuran racun. Ia melemparkan pisau beracun itu ke arah para goblin dan berhasil mempersulit mereka. Bahkan berhasil membunuh beberapa.


Dengan keadaa musuhnya yang semakin sedikit, Lunariaa juga mengubah gaya tarungnya. Yang awalnya hanya untuk bertahan kini coba mulai menyerang.


Untuk Arini sendiri, ia melemparkan beberapa sihir ringan ke arah goblin yang menyerang Erra. Membuat para goblin yang melawan Erra berkurang lebih cepat. Melihat hal ini Erra berkata...


“Arini, cukup! Bantu Lunariaa!”


Arini pun mengalihkan serangannya ke para goblin yang dilawan Lunariaa. Yang mana hasilnya sangat lah membantu.


Erra akhirnya selesai dengan para goblin yang mengepungnya. Dan kembali membantu Lunariaa. Lalu pertarungan pun berakhir.


“Ayo, kita ke utara secepatnya!” ucap Erra.


“Mereka masih hidup.” Ucap Lunariaa sambil menunjuk beberapa goblin yang masih hidup meski sekarat.


“Biarkan saja. Mereka mungkin akan berdatangan lagi. Kita harus cari tempat aman secepatnya.”


“Baik lah.”


Mereka bertiga pun segera meninggalkan tempat pertarungan itu. Dan bergegas ke arah utara. Mereka memnium Healing Potion, Stamina Potion, dan Mana Potion di perjalanan mereka.


.


.

__ADS_1


.


“Bukan kah itu mereka?”


Aizu melihat beberapa sosok Snow Trol di kejauhan. Timnya pun bersiap untuk menyerang para Snow Troll itu. Mereka mendekati para monster secara perlahan sambil mewaspadai daerah sekitar. Dan mereka akhirnya bersembunyi di balik sebuah batu besar yang jaraknya sekitar dua puluh metera dari para Snow Troll yang jumlahnya tiga ekor itu.


Mereka berempat saling menatap satu sama lain, dan mengangguk bersamaan. Dan kemudian...


Fira melompat keluar dari persembunyian, dan sebelum ada respon apa pun dari para Snow Troll...


“Fire Ball!!!”


Sihir api dasar itu melesatkan sebuah bola api seukuran bola voli ke arah targetnya.


Blarrr!!!


Begitu menabrak salah satu Snow Trol, bola api itu meledak. Dan membakar semua Snow Troll yang ada. Lalu Fira pun melanjutkan serangannya dengan...


“Fire Bolt!!!”


Api di ujung tongkatnya membentuk sebuah anak panah yang pendek namun tebal. Lalu melesat dengan sangat cepat ke arah salah satu Snow Troll, mendarat tepat di kepalanya.


Di saat yang bersamaan dengan serangan Fira, Aizu dan Ranta melesat menerjang ke arah para Snow Troll. Aizu bertarung sebagai yang bertahan dan Ranta bertarung sebagai yang menyerang. Lalu Fira mendukung dengan sihirnya dari kejauhan.


Sementara semua sudah mulai bertarung. Ro masih siaga di dekat Fira. Tugasnya adalah melindungi Fira jika ada yang menyerang. Namun setelah beberapa saat pertarungan terjadi, tak ada bahaya yang mendekati Fira. Sementara itu, Aizu mulai kehilangan banyak Hit Point.


Sebagai ketua tim, Ranta memerintahakn Fira dan Ro mendekat. Lalu Ro untuk maju menyerang juga, sambil memulihkan Hit Point Aizu yang hilang. Mereka berdua pun segera melaksanakannya.


Meski pun tergolong sulit dan sengit, akhirnya kelompok empat orang petualang ini berhasil memenangkan pertarungan. Ketiga Snow Troll itu berhasil dihabisi.


Mereka kemudian beristirahat memulihkan diri. Di akhir pertarungan, Ranta hanya memiliki sekitar dua puluh persen Hit Point-nya yang tersisa. Sementara itu Aizu kehilangan sembilan puluh persen Hit Point-nya. Meski kedua petarung ini terus disembuhkan oleh Ro, keduanya tetap kehilangan banyak Hit Point.


Ro sendiri selain kehabisan Mana, juga kehilangan setengah Hit Pointnya. Sedangkan Fira hanya Mana Point-nya saja yang kering. Ia tak terluka sama sekali.


“Rooo!!!”


Di tengah istirahat mereka, tim ini dikejutkan oleh raungan itu. Mereka melihat ke arah sumber suara dan melihat seekor Snow Troll. Dan tak lama kemudian berdatangan Snow Troll lainnya.


Mereka pun mengakhiri istirahat mereka dan coba melarikan diri.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2