Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater

Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater
1.24 - Berburu V


__ADS_3

+++


Arc 1 : The Births of The Ender.


Bab 24 : Berburu V.


+++


Boing! Boing! Boing! Boing! Boing!


“Ah, benar! Mereka ada di sini!” Erra merasa senang saat akhirnya ia menemukan Boink.


Saat ini, Erra melihat ada lima ekor Boink di hadapannya. Tiga di antaranya berada di tempat yang berdekatan. Sementara dua sisanya berada di tempat yang saling berjauhan.


Erra memeriksa perlengkapannya, sebelum ia memutuskan untuk memburu pada Boink. Pakaiannya yang sebelumnya telah tercabik oleh macan telah ia ganti dengan pakaian cadangan yang ia bawa. Belatinya pun, belum lama ia pakai. Setelah merasa siap, ia mulai memilih Boink mana yang akan dijadikan target pertamanya.


“Hm... Bagaimana caranya menyerang salah satu dari mereka tanpa menarik perhatian yang lainnya, ya?” tanya Erra pada dirinya sendiri.


Bisa dibilang awalnya Erra cukup meremehkan Boink. Karena dari setiap informasi yang ia dapatkan, Boink adalah monster paling lemah yang ada di Ardanium’s Tale Online. Saat ini Erra sedikit menyesal karena sempat meremehkan sesuatu yang tidak ia kenal dengan baik.


Pertama, Erra mulai merasa sedikit menyesal pada saat ia kesulitan menemukan keberadaan Boink. Lalu, setelah itu keadian sebelumnya di mana ia melihat sejumlah pemain yang kerepotan dengan Boink, menjadi alasan keduanya.


“Ah, asal coba dulu saja lah!”


Erra sudah malas untuk berpikir panjang. Ia pun memutuskan untuk menjadikan salah satu Boink yang lokasinya paling berjauhan dengan Boink lainnya menjadi target pertamanya.


Erra berusaha mendekati si Boink yang menjadi targetnya sedekat mungkin. Ia mengandalkan semua kemampuan yang dimilikinya untuk menyelinap di antara semak dan pepohonan. Hingga akhirnya ia berhasil mendekati si Boink targetnya pada jarak sekitar kurang dari tiga meter saja.


Kemudian...


Srak!


Slash!


Erra melompat dari balik semak terakhir tempatnya bersembunyi, dan segera mendaratkan sebuah tebasan pada Boink itu.


“Ck!”


Erra mendecakan lidahnya saat ia kembali melihat si Boink dan mendapati tebasannya itu hanya memberikan luka tebasan kecil saja. Erra kembali menyiapkan serangan berikutnya, tapi di lain sisi si Boink juga melakukan hal yang sama.


Banyak pemain yang memiliki anggap kalau Boink adalah jenis monster yang tak akan menyerang kalau tidak diserang terlebih dahulu. Lalu, jika Boink menerima serangan, mereka bisa saja memberi dua respon yang berbeda. Yang pertama ada berusaha kabur, dan yang kedua adalah menyerang balik si penyerang.


Banyak juga yang memiliki anggapan bahwa Boink akan memberikan respon pertama jika mereka menerima luka besar. Dan respon kedua jika mereka menerima luka kecil. Akan tetapi, pada kenyataannya kedua anggapan itu tidak benar.


Boink terkadang akan menyerang terlebih dahulu, tanpa alasan. Mau mereka menerima serangan atau tidak, mereka bisa saja menyerang. Terutama jika mereka melihat sesamanya menerima serangan. Lalu, mereka juga bisa saja tak menyerang balik dan berusaha terus untuk kabur meski diserang. Atau juga bisa saja melawan balik, yang lagi-lagi alasannya tidak diketahui. Ini semua karena program dasar untuk tindakan Boink, memang dibuat acak.


Kembali ke pertarungan.

__ADS_1


Boing!!


Boink itu melompat ke arah Erra, dengan niatan menyerang. Menabrak lawan adalah satu-satunya cara Boink menyerang.


Erra tak menghindari serangan itu, ia malah bersiap menahannya. Dan Erra menahan serang itu dengan tebasan belatinya.


Slash!


Tidak seperti sebelumnya saat ia yang menyerang. Kini Erra berhasil mendaratkan serangan berefek besar, justru saat ia bertahan.


Si Boink kemudian terus mencoba menyerang Erra. Namun Erra terus juga menahan serangannya dengan tebasan belatinya. Sesekali Erra melirik ke arah Boink lain di sekitarnya. Khawatir kalau mereka akan datang menyerang dirinya.


Dan...


“Cih! Menyebalkan!”


Erra berkata begitu saat ada seekor Boink lainnya yang mendekati dirinya. Erra pun berhenti melirik ke sana-sini, dan fokus untuk menghabisi Boink yang ada di hadapannya saat ini.


Jleb!


Tikaman itu pun mengakhiri hidup si Boink yang pertama Erra lawan. Dan Erra pun akhirnya melawan Boink kedua.


.


.


.


Saat Erra hampir menghabisi Boink kedua yang ia lawan. Tiga Boink lainnya yang ada di sekitar datang menyerang juga. Untung saja, ia berhasil menghabisi Boink kedua sebelum ketiga Boink lainnya sampai. Dan kini, Erra pun terkepung oleh ketiga Boink tersebut.


Erra kini telah menemukan. Jika berhasil mendaratkan serangan pada tubuh Boink, maka mereka akan sangat mudah terluka dan mudah pula untuk mati. Tapi yang jadi masalahnya adalah mereka yang tak pernah berhenti bergerak dan terus saja memantul. Membuat pemain berlevel rendah seperti Erra sangat kesulitan.


Sekarang Erra sudah kehilangan banyak stamina. Karena ia terus berusah mendaratkan serangan pada para Boink yang dilawannya. Sementara itu, Erra juga sudah kehilang Hit Point yang jumlahnya tak sedikit. Tapi juga tak bisa dibilang banyak. Karena Erra baru kehilangan sepuluh persen Hit Point-nya.


Slash! Slash! Slash! Slash! Slash!


Jleb!


“Haha! Satu lagi!”


Erra akhirnya berhasil menghabisi seekor Boink lagi. Kini lawannya tinggal dua Boink.


Erra pantas merasa senang akan prestasi yang didapatkannya untuk saat ini. Akan tetapi, di sisi lain Erra tak bisa menurunkan kewaspadaannya sama sekali dan menikmati prestasinya. Itu karena stamina Erra yang kini hanya tersisa sekitar lima belas persen lagi. Sedangkan ia masih harus melawan dua ekor Boink lagi.


Belum lagi kalau mengingat Erra masih berada di tengah Kork Forest dan masih banyak bahaya yang menantinya di dalam hutan ini. Jika Erra sampai lengah dalam kondisi saat ini, maka tentunya ia akan mati.


Erra sedang dibuat heran oleh kedua Boink terakhir. Yang tiba-tiba berhenti bergerak setelah ia menghabisi Boink ketiga.

__ADS_1


“Kalian mau kabur? Kabur saja sana! Aku mau pulang!” ucap Erra.


Dan ternyata benar saja. Kedua Boink yang tersisa pergi meninggalkan Erra dengan tergesa-gesa. Bisa dibilang mereka kabur dari Erra.


“Hoho... bagus lah...”


Erra kemudian memutuskan untuk mengambil istirahat di atas pohon terlebh dahulu sebelum ia keluar dari hutan.


.


.


.


Kleneng!


Suara lonceng pintu saat Erra membuka pintu toko itu.


“Oh... Erra? Bagaimana, kau jadi berburu Boink?” pertanyaan itu menjadi sambutan dari Sincro si pemilik toko.


“Ya.”


“Dapat berapa ekor?”


“Hanya tiga.”


“Waha! Itu sudah bagus untuk pemula. Biar kulihat hasil buruanmu.”


Erra pun mengeluarkan ketiga Boink yang berhasil di dapatkannya.


“Oya, aku dapat yang lain.”


“Oh... kau berburu yang lain? Coba keluarkan.”


Erra pun mengeluarkan hasil buruannya. Juga hasil yang ia dapatkan dari ketiga petualang yang mati oleh seekor macan.


Sincro terlihat antusias dan riang seperti biasanya saat melihat hasil buruan rusa. Dan ia jadi bersemangat saat melihat hasil buruan dari macan. Dan akhirnya ia kaget saat melihat hasil buruan dari para petualang, yang tentu saja adalah manusia.


“Ah... yang ini...” ucap Sincro.


“Mereka tiga petualang yang mati oleh macan. Lalu aku coba Loot tubuh mereka dan dapat ini.”


“Ohoho... begitu, ya?” ucap Sincro dengan canggung.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2