Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater

Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater
1.29 - Setelah...


__ADS_3

+++


Arc 1 : The Births of The Ender.


Bab 29 : Setelah...


+++


Pagi yang cerah di Avalan City.


Pada sisi barat kota, terdapat sedikit keributan. Keributan yang mengitari sebuah toko yang tidak terlalu besar di daerah itu. Toko yang tidak lain dan tidak bukan adalah toko milik Sincro.


Sincro biasa membuka tokonya saat jam enam pagi. Jadi, mereka yang biasa datang ke toko itu baik yang mau membeli barang atau pun menjual barang, akan datang mulai datang pada jam tersebut.


Pelanggan pertama yang datang ke toko milik Sincro itu dibuat kaget bukan kepalang. Begitu ia membuka pintu toko itu, ia langsung mendapati Sincro yang terduduk dengan posisi terikat pada kursi. Posisi Sincro menghadap ke pintu masuk, dan jaraknya juga tak jauh dari pintu masuk. Dan saat itu, Sincro berada pada kondisi yang begitu mengerikan.


Pelanggan pertama itu pun segera berusaha melepaskan Sincro dari ikatan yang menjeratnya. Ia mendapati kalau Sincro benar-benar dalam kondisi yang sekarat. Si pelanggan pertama ini tak memiliki kemampuan untuk menyembuhkan. Karena itu lah, ia mencari bantuan dengan berteriak kencang.


Tak lama kemudian kerumunan orang mulai tercipta. Semua merasa kaget dan sekaligus merinding melihat kondisi Sincro. Saat datang seseorang yang memiliki kemampuan penyembuhan. Ternyata sudah terlambat, karena Sincro telah kehilangan poin terakhir pada Hit Point yang ia meiliki.


Keadaan Sincro yang mencengangkan membuat orang-orang tak segera menyadarinya. Menyadari kalau toko yang Sincro miliki itu ternyata sudah kosong melompong. Tak ada satu pun barang dagangan yang tersisa. Dengan begitu, bisa dipastikan kalau ini adalah sebuah tindakan perampokan.


Satuan Prajurit Keamanan Avalan City, yang merupakan semacam badan kepolisian di kota ini pun dengan segera melakukan penyelidikan atas kejadian ini.


Mereka tak menemukan satu pun kerusakan pada toko. Tak ada tanda-tanda usaha menjebol masuk atau keluar toko ini. Dan dari kondisi terakhir Sincro, bisa dipastikan kalau ia disiksa dan ditinggalkan dalam keadaan yang belum sekarat. Namun, karena luka berat yang dideritanya dari siksaan itu. Sincro pun tak bisa bertahan hidup.


Satuan Prajurit Keamanan Avalan City segera melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa keterangan orang sekitar yang bisa menjadi saksi. Dan ada banyak orang yang memiliki satu pendapat sama, dan mereka semua mencurigai hal yang sama.


Semua saksi mata yang ada mengatakan kalau mereka melihat seorang pemuda yang mendatangi toko itu di saat Sincro sedang menutup tokonya. Dan pemuda itu keluar sekitar setengah jam kemudian. Tak ada orang yang curiga saat itu. Karena tak ada keributan apa pun yang terjadi.

__ADS_1


Menurut keterangan semua saksi yang ada. Pemuda itu memiliki ciri-ciri memakai pakaian serba hitam atau serba gelap. Sekilas ia hanya membawa belati di pinggangnya. Lalu pemuda itu memakai kain di lehernya, yang mana menutupi bagian mulutnya. Pemuda itu berambut putih dan memiliki mata berwarna merah darah.


Semua keterangan dan bukti yang ada di tempat tak ada satu pun yang bisa menjadi petunjuk berguna. Karena, sangat teramat banyak orang yang memiliki penampilan semacam itu. Memakai pakaian serba hitam atau gelap, berambut putih atau perak, dan memiliki mata berwarna merah. Semua itu adalah salah satu gaya yang paling digemari oleh banyak pemain.


Akhirnya, setelah beberapa pekan berlalu. Kasus ini pun ditutup tanpa penyelesaian. Lagipula, tak ada yang menuntut untuk melanjutkan kasus ini.


.


.


.


Di Ardanium’s Tale Online, demi menciptakan sensasi realitas yang sangat tinggi, ada banyak hal yang dilakukan oleh pihak pengembang.


Salah satu di antaranya adalah peraturan-peraturan atau hukum-hukum atau undang-undang yang bisa dibuat oleh pihak negara di dalam dunia virtual ini. Dan untuk instrumennya, maka negara-negara di dalam dunia virtual ini pun memiliki satuan keamanan semacam polisinya masing-masing.


Hukuman yang bisa diterapkan suatu negara pada pelanggar hukum bisa sangat beragam layaknya di dunia nyata. Kalau si pelanggar hukum itu adalah Lander alias NPC, tentunya mereka akan menerima efek yang sama dengan manusia asli di dunia nyata. Sementara itu, jika pelanggar hukumnya adalah seorang avatar alias pemain, maka akan ada sedikit perbedaan.


Ketika seorang avatar dikenai hukuman penjara. Mereka masih tetap bisa kembali ke dunia nyata, dan kembali lagi ke dunia virtual. Akan tetapi, tubuh virtual mereka akan tetap berada di dalam penjara sampai masa hukumannya berakhir.


Biasanya, saat terjadi hal seperti ini para pemain langsung saja keluar dari dunia virtual itu. Karena menunggu di dunia nyata akan lebih singkat waktunya. Tapi karena hal ini, maka para avatar tak begitu peduli saat mereka terkena hukuman penjara. Maka dari itu, hukuman penjara bagi avatar berlaku beberapa kali lebih lama dari Lander.


Saat pemain dikenai hukum cambuk, atau hukuman laun yang memberikan penyiksaan fisik. Mereka akan mendapatkan hukuman sepuluh kali lebih berat dari Lander. Sedangkan saat mereka mendapatkan hukuman mati, maka mereka akan tidak bisa memasuki dunia virtual Ardanium’s Tale Online selama beberapa waktu. Dan waktu yang dipakai untuk menghitungnya adalah waktu di dunia nyata.


.


.


.

__ADS_1


“Hm... lumayan banyak juga ya?” komentar Erra melihat hasil rampokannya.


Ini adalah pagi hari di Avalan City, yang mana pada malamnya Erra merampok Toko Sincro. Semalam, setelah merampok toko dan menyiksa Sincro. Erra pergi ke luar dari kota, dan beberapa saat kemudian masuk kembali ke kota dengan pakaian yang berbeda.


Ia melakukannya tentu saja untuk menghindari kesaksian yang akan mendesaknya. Ia hanya perlu mengganti pakaiannya untuk bisa mengelabui orang-orang. Karena wajahnya tak akan terlihat jelas di malam hari yang gelap, ditambah ia menutupi setengah wajahnya. Penerangan pada Avalan City terlihat begitu redup jika dibandingkan dengan dunia nyata.


Masalah warna mata dan rambunya yang mencolok, Erra tak merasa akan ada masalah sedikit pun. Karena seperti yang dikatakan sebelumnya, ada banyak sekali pemain yang memiliki warna rambut dan mata serupa dengan Erra. Lagipula, Erra memilih warna-warna ini karena memang sempat memikirkan hal seperti ini.


Erra kini terus memilah barang-barang hasil rampokannya. Akhirnya, ia memutuskan untuk menjual semua barang rampokannya yang tak bisa ia pakai. Terutama adalah barang mentah. Kecuali, barang mentah yang bisa dipakai membuat ramuan. Karena Erra berniat untuk memiliki keahlian tambahan, yakni meracik ramuan.


.


.


.


Bersambung...


Yohoho!!!


Lama tak jumpa...


Erra kembali dengan akalnya yang miring lagi!!!


Saya sedang berusaha untuk bisa update tiap hari lagi, meski cuma satu bab....


Mohon doanya, ya...


Semoga semua sehat selalu...

__ADS_1


Sampai jumpa di bab berikutnya...


__ADS_2