
+++
Arc 1 : The Births of The Ender.
Bab 49 : Siasat.
+++
“Hm.. begini keren juga. Tapi ya... mau bagaimana lagi? Aku memang selalu keren.”
Erra mengomentari penampilan barunya. Kali ini ia memakai warna merah tua untuk rambutnya, dengan gaya rambut ditarik semua ke belakang dan dikucir, yang panjang rambutnya sampai ke tengkuk. Dan ia juga mengganti warna matanya menjadi hijau zamrud. Kalau dari penampilannya, terlihat jelas kalau dirinya adalah seorang pemanah.
Mengganti penampilan di Ardanium’s Tale Online bisa bebas dilakukan oleh para pemain. Akan tetapi ada harga yang harus dibayar. Mengganti warna dan potongan rambut tidak lah terlalu mahal. Seperti mewarnai atau memotong rambut ke salon atau tempat pangkas ramut di dunia nyata. Bedanya, di dunia virtual ini rambut bukan hanya bisa dipendekan dengan cara dipotong. Tapi juga bisa dipanjangkan. Beda cerita untuk warna mata. Untuk bisa mengubah warna mata dibutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Ada cara lain untuk mengubah penampilan sementara dan dengan biaya rendah. Dan itu lah yang dilakukan Erra saat ini. Ia hanya memakai rambut palsu dan lensa kontak saja. Rambut palsu itu harganya memang murah dan mudah didapatkan. Sedangkan untuk lensa kontak, karena terkadang memberi efek penglihatan khusus, membuat harganya lebih mahal dan lebih sulit didapatkan. Untuk kontak lensa yang tak punya fungsi lain selain mengubah warna mata, itu harganya murah.
Erra sendiri memakai lensa kontak yang harganya tidak murah. Karena memiliki sebuah efek yang bisa sangat membantunya dalam memanah.
Saat Erra membidik dengan busurnya. Pada penglihatannya akan muncul lingkaran merah atau hijau yang membesar dan mengecil. Tembakan Erra akan mendarat di dalam lingkaran itu, tapi entah di mana tepatnya, yang jelas di dalam lingkarannya. Lalu lingkaran itu membesar dan mengecil mengikuti irama napas Erra. Saat menarik napas maka membesar, dan saat menghembuskan napas maka mengecil.
“Baiklah, hari ini masih berburu di hutan. Dan perlu berapa hari lagi, ya? Mungkin sekitar dua atau tiga hari lagi? Entah lah, lakukan saja dulu.”
Setelah berbicara sendiri seperti itu, Erra pun meninggalkan penginapannya.
.
.
.
Kelompok yang ditugaskan oleh Fitz untuk mengintai Erra, melakukan perhitungan dan perangkuman data. Data yang mereka miliki selama ini tentang Erra. Lalu mereka juga mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang seorang pemain bernama Erra yang melakukan percobaan terhadap pemain lain tempo hari.
__ADS_1
Mereka mengevaluasi semua data tersebut. Juga dengan beragam data lainnya. Dan akhirnya mereka pun bisa mendapatkan kesimpulan kalau Erra terus mengubah-ubah penampilannya hampir setiap hari. Dan ia menginap di beberapa penginapan yang masih berada di Avalan City.
Para anggota intelejen Golden Stars ini terus melakukan penyelidikan dengan bertanya pada banyak pihak. Tentu saja pertanyaan mereka tidak dilakukan secara vulgar, tapi secara tersembunyi. Dari beragam informasi sepotong-sepotong itu. Mereka bahkan bisa mendata daftar penampilan Erra. Yang pada intinya hanya mengubah warna dan model rambut, serta memakai beragam gaya pakaian. Dan Erra selalu terlihat sebagai androgini.
Para pengintai dari Golden Stars ini pun segera menyiapkan rencana untuk menangkap Erra secepatnya. Mereka akan segera memaksa Erra untuk bergabung dengan mereka. Atau mereka akan mengejar Erra sampai ia tak akan kembali lagi ke dunia virtual ini.
Yang sangat teramat disayangkan bagi para pengintai ini adalah, mereka tetap kalah dari Erra. Selama ini Erra memang sangat berhati-hati dalam menyamar dan berpindah penginapan. Tapi, ada beberapa hal yang tak pernah Erra ubah dalam penyamarannya. Dan itu adalah matanya yang tak diubah warnanya dari merah darah. Dan selalu berusaha berpenampilan androgini. Tapi hari ini, Erra memakai penampilan yang berbeda. Ia memakai lensa kontak hijau zamrud. Dan ia berpenampilan maskulin penuh hari ini.
Sewaktu Erra menyebutkan identitasnya pada si bahan percobaan di gua tempo hari. Erra tak asal melakukannya. Itu ia lakukan sebagai bagian dari strateginya. Ia dengan sengaja melakukannya agar para penguntitnya tak pergi menjauhi Avalan City. Karena memang, para pengintai dari Golden Stars itu berniat mencari Erra keluar dari Avalan City karena tak kunjung menemukannya.
“Aku jadi mulai bertanya-tanya... apa aku yang terlalu keren dan hebat? Atau hanya karena mereka itu terlalu bodoh dan ceroboh? Bagian intelejen dari kelompok sebesar itu... kenapa bisa terus kubodohi?”
Erra berbicara pada dirinya sendiri sambil berjalan menuju ke Kork Forest. Ia melihat beberapa penguntit dirinya yang tengah bergerak dengan cukup tergesa-gesa di beberapa sudut kota.
.
.
.
Ini adalah salah satu jalan setapak di antara bangunan tinggi di Avalan City. Terlihat seseorang sedang berjalan melewati jalan gelap ini dengan cukup tergesa-gesa. Tak ada ekspresi ketakutan di wajahnya, yang menandakan dirinya tak dalam bahaya.
Jalan setepak ini cukup panjang. Dengan total panjang sekitar lima puluh meter lebih. Dan orang ini baru saja sampai di titik tengah jalan setapak ini.
Jleb!
“Apa ini?”
Bluk!
Sebuah anak panah menancap di pinggangnya dari belakang. Dan seketika itu juga, ia kehilangan seluruh tenaga di tubuhnya dan terjatuh.
__ADS_1
“Efek ini... High Paralyze Poison!” gumam orang itu tanpa bergerak.
“Yo!”
Mendengar suara itu, orang ini berusaha mencari sumbernya. Meski tubuhnya tak bisa bergerak, matanya masih bisa melirik untuk menemukan sumber suara. Dan saat itu lah ia mendapati, seorang pemuda di balik bayangan bangunan. Seorang pemuda berpakaian serba hitam, yang tengah membuka tudung kepalanya. Dan kemudian menunjukkan rambutnya yang putih.
Orang ini langsung melotot saat matanya bertatapan dengan mata merah darah si pemuda.
“Kau!”
“Kalian ini payah sekali, ya? Aku menari-nari di depan mata kalian tapi tak ada yang sadar. Oya! Omong-omong, aku sekarang sudah tahu kalau kalian dari Golden Stars. Tapi jujur saja itu membuatku sedikit heran. Kenapa tim intelejen Golden Stars payah sekali, ya?”
Lawan bicaranya hanya bisa menatap Erra dengan tajam ketika mendengat kalimat itu.
Erra berjongkok tepat di depan wajah orang itu. Sambil melempar senyuman penuh makna buruk, Erra mulai berbicara.
“Kalau tidak salah, kau Lander, kan? Kalau kubunuh, maka mati sungguhan, kan?”
Lawan bicara Erra memang lah seorang Lander. Kemampuan untuk membedakan Lander dan avatar hanya dengan melihat sangat lah langka. Tapi, Erra adalah salah satu yang memilikinya. Jadi, ucapannya itu adalah benar.
“Aku mau berbincang denganmu sebentar. Ayo, ikut!”
Erra membalikan tubuh orang itu, lalu menenggakan sebotol Hogh Paralyze Poison 1. Menyebabkan orang itu semakin tak bisa melakukan apa pun. Lalu Erra membungkus orang itu dengan kantung dari kain hitam, dan membawanya pergi.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1