
+++
Arc 2 : The Angels and The Dragons.
Bab 16 : Jadi, begini...
+++
“Selamat datang, Tuan Fitz dan yang lainnya. Semua yang dibutuhkan sudah saya siapkan. Mungkin akan lebih nyaman kalau kita berbicara di ruangan saya.”
“Baiklah.”
Fitz dan kedua rekannya segera mengikuti di pemilik kedai yang juga merupakan anggota Golden Stars. Si pemilik toko adalah salah satu anak buah Fitz langsung yang bertugas mengumpulkan informasi di Great Southern Jungle. Ia membuka kedai di Desa Gezar karena desa ini bisa dikatakan salah satu pusat berkumpulnya informasi di hutan rimba ini.
“Maaf, tempatnya sempit. Silakan duduk.”
Mereka sampai di kantor pribadi si pemilik kedai. Mereka pun duduk berhadapan.
“Langsung saja ke inti masalahnya, kau punya informasi apa?” tanya Fitz.
“Baiklah, saya akan langsung. Jadi, target Anda ini memang berbahaya. Seperti yang sudah saya jelaskan dalam pesan. Ia berhasil membangun desa kecil itu menjadi maju dan sekarang menyaingi Desa Gezar ini. Butuh waktu dan usaha yang lumayan untuk menemukan rahasianya. Tapi sekarang saya sudah mendapatkannya.”
“Kalau begitu cepat katakan.”
“Informasi. Orang ini mampu mengendalikan informasi. Meksi hanya secara sederhana, tapi ia sangat lihai memanfaatkan keadaan warga hutan ini yang terbelakang. Ia pun mengolah informasi sesuka hatinya, agar menguntungkan dirinya.
Untuk melakukan semua itu, ia membangun sebuah pasukan Scouts. Seluruh warga desa kecil itu, ia jadikan Scouts. Dan ia membentuk semacam kelompok khusus untuk melakukan pengumpullan informasi, singkatnya mata-mata. Selain itu, ia tak selalu mengandalkan anak buahnya. Kami tak jarang mendapati dirinya bertindak sendiri.
Tapi, ada yang aneh.”
“Apa?”
“Entah kenapa, tapi sepertinya ia memang menunjukkan diri pada kita.”
“Kenapa kau berpikiran begitu?”
“Anda juga tahu, semua kelompok besar punya mata dan telinga di sini. Tapi hanya kelompok kita yang berhasil mengumpulkan informasi lengkap tentang pergerakan orang itu.”
“Cih! Bajingan itu... ia pasti sengaja melakukannya!”
“A-apa? Jadi, ia memang sengaja menunjukkan diri pada kita?”
“Kurasa begitu. Kalau begini harus ada perubahan rencana. Kita tak bisa segera bertindak.”
“Maaf, tapi apa maksud Anda?”
“Menurutku, dari semua pengalaman kita bergesekan dengan orang itu. Ia sengaja memancing kita. Ia ingin kita melakukan sesuatu dengan dirinya. Entah jebakan apa yang kini ia siapkan untuk menghajar kita.”
“O-orang itu... sebahaya itu?!”
__ADS_1
“Ya!”
Perundingan pun segera terjadi di antara mereka. Perundingan yang membahas bagaimana menghadapi Erra, yang sepertinya menyiapkan jebakan untuk mereka.
‘Menjadi kerikil kecil di dalam sepatu yang tak bisa dibuang kecuali membuang sepatunya? Cih! Si Erra itu benar-benar menepati kata-katanya!’
.
.
.
Pagi ini Putra datang ke sekolah seperti biasanya, dan ia baru saja sampai di kelasnya. Di bagian belakang kelas, sedang berkumpul beberapa teman sekelasnya yang kebanyakan lelaki, dan sedikit perempuan. Mereka terlihat sedang seru membahas suatu hal.
Putra duduk di kursinya dengan sikap yang seakan tak peduli pada kumpulan itu. Tapi telinganya mendengarkan dengan seksama. Dan akhirnya, ia pun tahu kalau kumpulan itu sedang membincangkan Bloody Angels.
‘Mereka berdua makin terkenal, ya?’ gumam Putra dalam hatinya.
Salah seorang gadis dari kumpulan itu memisahkan diri dan menghampiri Putra.
“Hey, Putra. Selamat pagi!”
“Pagi, juga.”
“Kamu juga penggemar Bloody Angels, kan? Apa kamu mau gabung? Ada grup penggemarnya yang baru dibuat, lho!”
“Iya, ada!”
“Hm... maaf. Tapi sepertinya aku tidak ikut.”
“Yaaah... kenapa...???”
“Hm... aku hanya tidak sedalam itu menggemari mereka. Jadi, sepertinya akan kurang tepat kalau aku bergabung.”
Selain gadis itu, ada lagi yang lain yang mengajak Putra untuk bergabung. Tapi, Putra tetap menolaknya. Obrolan pun terhenti saat jam belajar dimulai.
.
.
.
“Tuan Erra! Ada laporan penting!” ucap seorang pemuda sambil menghampiri Erra.
Erra yang sedang berada di tengah desa membahas beberapa hal bersama beberapa petinggi desa itu, segera mengalihkan perhatiannya pada si pemuda. Dan pemuda ini adalah salah satu anggota tim mata-mata yang ditempatkan di Desa Gezar.
“Ada apa?” tanya Erra dengan tenang.
“Orang penting dari Golden Stars telah tiba di Desa Gezar. Dar perbincangan mereka, nampaknya mereka memang mengejar Anda, tuan!”
__ADS_1
Mendengar laporan tersebut, petinggi desa yang sedang bersama Erra tampak terkejut. Mereka pun segera memasang wajah yang dipenuhi rasa ingin tahu alasan Erra dikejar oleh kelompok sebesar Golden Stars.
Omong-omong, warga di Great Southern Jungle ini sangat minim informasi dari dunia luar. Mereka tak mengetahui kekuatan besar yang ada di luar hutan mereka. Tapi, berbeda dengan warga Desa Green Hut yang mendapatkan arahan langsung dari Erra. Si avatar bermata merah itu membagi semua hal dasar yang sangat diperlukan oleh warga desa ini.
Kembali ke masalah terkini.
Salah sseorang petinggi desa ada yang memberanikan diri bertanya pada Erra.
“Maaf, tuan. Ada apa gerangan sampai Anda dikejar mereka?”
“Oh, itu? Bukan masalah besar. Aku hanya pernah membuat kerugian kecil pada mereka.”
Setelah menjawab pertanyaan itu, Erra mengalihkan perhatiannya kembali pada si pemuda yang membawa pesan.
“Seperti apa ciri-ciri orang itu?”
Si pemuda pun menjelaskan dengan terperinci ciri-ciri orang yang dimaksud. Ia juga menjelaskan ciri-ciri orang lain yang menemani orang tersebut.
“Hm... jadi... orang pertama yang kau sebut tadi itu... Fitz?”
“Ya, tuan. Ia adalah Fitz, ketua intelejen Golden Stars.”
“Haha... sepertinya aku harus meralat perkataanku tadi.”
“Maksud, tuan?”
Bukan hanya si pemuda yang tampak heran, tapi juga para petinggi desa yang ada di sekitar Erra.
“Ya... tadi kan aku bilang kalau aku membuat kerugian kecil pada mereka. Sepertinya, kalau orang itu yang turun aku membuat kerugian besar. Haha... mereka pasti sangat marah padaku.”
Isi dari perkataan Erra tak bisa dianggap ringan. Jika kelompok sebesar Golden Stars bisa marah pada seseorang, pasti lah orang itu sudah sangat merugikan mereka. Tapi, meski membicarakan hal yang bahaya seperti itu. Erra terlihat santai dan malah bercampur tawa.
“Omong-omong, ada seberapa besar kekuatan Golden Stars di sini sekarang?”
Pertanyaan Erra arahkan pada setiap yang mendengarnya. Itu berarti si pemuda dan para petinggi desa. Mereka saling tatap dan akhirnya saling berbicara. Mereka menyatukan informasi yang mereka miliki dan akhirnya ditemukan sebuah hasil.
Hasil yang isinya adalah jumlah kekuatan Golden Stars di daerah ini saat ini adalah sekitar dua ratus tiga puluh sampai dua ratus lima puluh orang. Dengan rentang level dari level dua puluhan sampai lima puluhan.
“Hah... mereka bergerak lebih cepat dari yang aku perkirakan. Aku memang masih amatir ternyata.”
“Sekarang, dengarkan aku baik-baik. Aku akan menjelaskannya dengan singkat, karena kita harus segera bersiap sekarang juga.”
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1