Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater

Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater
2.17 - Siap Bertarung.


__ADS_3

+++


Arc 2 : The Angels and The Dragons.


Bab 17 : Siap Bertarung.


+++


“Yoo..! Bisa kita mengobrol sebentar, kawan?” ucap seorang pria tak berambut dengan wajah sangar itu.


“Mau apa kalian?” tanya seorang pemuda yang memakai jubah bertudung dan menyembunyikan wajahnya itu.


“Ooh... kau langsung tanya kami mau apa? Baiklah, kami mau semua hartamu. Cepat serahkan atau kami akan menghabisimu!”


Si pemuda bertudung saat mendengar hal itu tak takut sama sekali. Ia malah menunjukkan seringai lebar, dan berkata...


“Haha... kalian mau merampokku?”


“Sepertinya kau salah paham, kawan. Kami tidak merampokmu, kami hanya meminta hartamu. Iya kan, kawan-kawan?!”


Si pria tak berambut itu bertanya pada kawan-kawannya dan semua mengangguk. Mereka semua memasang seringai khas penjahat di film aksi.


“Menarik! Benar-benar menarik! Sekarang bagaimana kalau begini saja? Kalian yang serahkan semua harta kalian, atau aku akan menghabisi kalian. Aku juga tidak bermaksud merampok, aku hanya meminta.”


“Hahaha!!! Orang ini ternyata pelawak, ya?! Hahaha!!!” si pria tak berambut tertawa lantang saat mendengar perkataan di pemuda berjubah.


“Hahaha! Hahaha!!” rekan-rekannya juga ikut tertawa lantang mendengar si pria tak berambut.


Pemuda berjubah itu membuka tudungnya. Memperlihatkan rambut merahnya yang seperti duri landak pendek itu. Kemudian ia pun berbicara.


“Aku tidak tahu kalian pernah mendengar namaku atau belum. Jadi, biar kuperkenalkan diriku ini!”


Si pemuda berkata sambil memasang wajah angkuh dan seringai yang memprovokasi lawan bicaranya. Si pria tanpa rambut dan kawan-kawannya segera berhenti mendengar suara lantang pemuda itu. Ekspresi wajah kesal cukup terlihat jelas di masing-masing wajah mereka.


“Namaku Ezzza!!! Ingat, ada tiga Z! Bukan hanya satu! Sekarang, aku akan berbaik hati pada kalian. Hey, kalian para badut! Kalian punya tiga pilihan! Yang pertama serahkan harta kalian! Yang kedua mati lah! Yang ketiga, tunduk lah padaku! Sekarang pilih lah!”


“Kau terlalu banyak bergaya bocah! Semuanya! Serang bedebah ini!”


Mendengar seruan dari si pria tanpa rambut, semua kawanannya menyerang Ezzza. Menanggapi hal tersebut, Ezzza justru makin melebarkan senyumannya. Dan segera memasang kuda-kuda untuk bertarung.


.


.

__ADS_1


.


“Sekarang, dengarkan aku baik-baik. Aku akan menjelaskannya dengan singkat, karena kita harus segera bersiap sekarang juga.”


Para petinggi Desa Green Hut itu segera memasang telinga mereka, dan dengan seksama mendengarkan Erra.


“Pertama, aku hanya ingin berjualan. Dan memakai cara yang berbeda. Golden Stars tertarik padaku dan menguntitku. Aku tidak nyaman dan mengusir mereka. Tapi mereka malah menyerangku, dan tentu saja aku tidak tinggal diam dan membalas. Hasilnya, aku selalu berhasil merugikan mereka dan mereka pun murka.


Mereka mengirim seseorang yang berbahaya untuk menangkapku. Tapi, aku berhasil meloloskan diri dan menghajar orang itu. Sepertinya sekarang aku baru sadar kalau ia adalah Fitz, ketua intelejen Golden Stars itu sendiri.


Jujur saja, salah satu tujuan awalku datang ke Great Southern Jungle ini adalah untuk menjauhi mereka. Agar mereka tak menggangguku. Tapi aku sadar betul cepat atau lambat mereka pasti akan menemukanku.”


Erra menjeda sebentar kalimatnya, lalu melanjutnya.


“Kurasa mereka akan segera datang ke tempat ini dengan tujuan utama menghajarku. Aku ingin kita semua di sini siap untuk bertarung melawan mereka. Tapi, aku akan beri kalian pilihan. Kalau kalian tak mau terlibat tak masalah. Aku akan pergi dari sini, dan memancing mereka agar tak mengganggu kalian.


Lagipula ini salahku juga membawa ancaman ke tempat ini. Aku benar-benar minta maaf untuk itu.”


Mendengar perkataan Erra yang seperti itu, para petinggi Desa Green Hut ini terlihat tak setuju. Lalu, salah seorang dari mereka yang terlihat paling sepuh pun angkat bicara.


“Mohon maaf, Tuan Erra. Tapi, apa yang tuan bicarakan? Kami tentu saja bersedia membantu tuan dalam menghadapi musuh-musuh tuan. Karena para musuh tuan adalah musuh kami juga. Bukan begitu, semuanya?”


“Ya, benar tuan.”


“Ya, saya juga setuju!”


Dukungan demi dukungan terus terucap dari para petinggi Desa Green Hut untuk Erra. Si pemain dengan karakter beramput perak itu pun memajang sebuah senyuman di wajahnya. Sebuah senyuman lembut dan hangat, yang segera membuat mereka yang melihatnya terpana.


“Terima kasih, semuanya. Kalau begitu, mari kita bekerja sama!”


“Ya!” jawab mereka dengan serentak.


Senyuman tipis yang hangat itu terus terpajang di wajah Erra. Menunjukkan dirinya yang merasa bahagia mendapat dukungan semacam itu dari mereka. Perasaan ini benar adanya, Erra memang merasakannya. Akan tetapi, senyuman yang Erra pajang di wajahnya dan senyuman asli di dalam hatinya berbeda.


Di dalam hatinya, Erra tersenyum dengan licik seperti para sosok antagonis cerita bertipe manipulator. Yang mana telah berhasil memanipulasi para korbannya agar menurut pada dirinya.


Dengan segera, sebuah pengumuman diadakan di desa. Semua kegiatan desa dihentikan sementara untuk mempersiapkan sebuah pertarungan perdana bagi desa ini.


.


.


.

__ADS_1


“Arini, apa masih jauh tempatnya?”


“Sabar, Lunariaa. Setelah melewati perbukitan ini kita akan melihat Great Southern Jungle.”


“Ahaha! Benarkah?! Kalau begitu, perlu berapa lama lagi sampai kita melewati perbukitan ini?!”


“Ya... sekitar satu hari lagi.”


“Heeeehhhh....!!! Itu masih lama! Ah, tapi biar lah. Berarti perjalanan kita tinggal satu hari lagi untuk sampai ke Great Southern Jungle, kan?!”


“Apa maksudmu? Setelah melewati perbukitan ini, kita masih harus berjalan sekitar satu setengah hari, sampai dua hari lagi.”


“APAAA???!!!”


Duo Lunariaa dan Arini masih di dalam perjalanan mereka menuju ke Great Southern Jungle. Lunariaa yang mulai bosan dengan perjalanannya mulai banyak mengeluh. Tapi Arini terus saja menanggapinya dengan santai.


Sekarang mereka terlibat dalam perdebatan kecil sambil terus berjalan. Tak lama kemudian, mereka melihat sekelompok petualang lain yang tengah beristirahat. Kelompok petualang itu juga melihat ke arah mereka.


Kelompok petualang ini terdiri dari lima orang. Terlihat ada tiga petarung jarak dekat, seorang penyihir tipe petarung. Dan seorang penyihir tipe penyembuh. Dari perlengkapan yang mereka pakai, bisa ditebak kalau belum satu pun dari mereka mencapai level sepuluh. Bahkan mungkin masih di bawah level lima.


“Arini, aku sedang bosan! Bosan sekali! Dari tadi bahkan tak ada monster untuk dihajar! Bagaimana kalau kita hajar mereka saja?!”


“Ya, boleh. Aku juga sedang kesal, kesal mendengar keluhanmu. Sepertinya mereka lumayan untuk dijadikan pelampiasan.”


Kelima anggota kelompok petualang itu tentu saja bisa mendengar obrolan kedua gadis itu. Kelimanya segera berdiri, dan salah satu petarung jarak dekat mereka mendekati Arini dan Lunariaa.


“Apa maksud kalian, hah?!”


“Kamu tidak dengar?! Kami sedang bosan dan butuh pelampiasan!”


“Apa hubungannya dengan kami?”


“Hubungannya adalah kalian berada di waktu yang tepat untuk jadi sasaran kami.”


“Jangan sombong kalian! Kalian hanya berdua!”


“Biar saja, meski hanya berdua. Kami pasti menang kalau lawannya hanya seperti kalian.”


Mendengar provokasi dari Lunariaa itu, kelima orang itu pun segera bersiap bertarung.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2