Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater

Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater
2.35.2 - Asap.


__ADS_3

BOSH!!! BOSH!!! BOSH!!! BOSH!!! BOSH!!! BOSH!!!


Sambil berlari menjauhi Fitz, Erra terus melemparkan bom asap beracun ke arah belakangnya. Melihat hal tersebut, Fitz pun langsung menenggak ramuan yang bisa menangkal racun itu. Dan terus mengejar Erra.


Warga sekitar yang mau tak mau menghirup asap beracun itu, tetap menghirup asap beracun dan terkena efeknya. Mereka berjatuhan, hilang tenaganya. Namun tak ada yang sampai terluka.


Fitz terus mengejar Erra. Meski ia tak terkena efek racun karena minum penangkalnya, Fitz tetap kesulitan karena pandangannya sepenuhnya tertutup oleh putihnya asap. Dengan keadaan seperti itu, Fitz mengejar Erra justru dengan mengikuti asapnya.


Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut!


Beberapa anak panah melesat, menembus kepulan asap beracun itu menuju ke arah Fitz.


“Sial!” keluh Fitz.


Trang! Trang! Trang!


Meski keadaannya sangat buruk seperti ini. Fitz mampu menangkis sebagian dan menghindari sebagian lagi panah-panah yang menuju ke arah dirinya. Itu karena ia mendapatkan peringatan dari sistem akan serangan yang mengarah padanya. Dipadu dengan kemampuannya, ia pun bisa melakukan semua itu.


Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut! Syut!


Terjangan anak panah kembali menghujani Fitz, dan ia berhasil lagi menghindar dan menyerang.


‘Kalau begini aku akan kehilangan jejaknya!’


Fitz pun memutuskan untuk mendekati bangunan terdekat yang bisa ia lihat bayang-bayangnya di balik kepulan asap ini. Ia bergerak sambil terus menghindar dan menangkis serangan anak panah yang tak hentinya datang dari berebagai arah.


Serangan anak panah ini dilepaskan oleh anak buah Erra dari luar kepulan asap. Mereka bukan lah yang sebelumnya pulang kembali ke Desa Green Hut, melainkan kelompok lain yang baru datang.


Sebelumnya Erra dengan sengaja menyuruh setiap anak buahnya yang berada di Desa Gezar untuk pulang. Lalu ia memanggil yang lainnya untuk datang satu per satu.


Mereka bisa memanah Fitz bukan karena mereka bisa melihat Fitz dengan jelas dari balik kepulan asap. Mereka melakukannya dengan melihat pergerakan asap yang terbelah oleh Fitz yang berlari. Mereka menentukan targetnya bukan dengan melihatnya langsung melainkan dengan memperhitungkannya. Ini adalah cara memanah yang Erra ajarkan pada beberapa pemuda di Green Hut, yang mana menunjukkan bakat berbeda dalam memanah.


Para pemanah ahli dari Green Hut ini, meski bisa melakukan semua itu. Mereka juga belum bisa memanah dengan akurasi tinggi. Karena hal ini pula lah, Fitz bisa dengan mudah menghindar dan menangkis serangan mereka meski ia kesulitan melihat.


Fitz sampai di bangunan yang ditujunya, dan segera melompat ke atas atapnya. Ia dengan segera dan penuh kewaspadaan bersiap menerima serangan panah dari berbagai arah. Dan ia mengira serangan itu akan lebih akurat dan lebih sulit dihindari karena dirinya berada di tempat yang jelas terlihat.

__ADS_1


Akan tetapi, yang terjadi tak seperti dugaan Fitz. Karena tak ada satu pun anak panah yang melayang ke arah dirinya. Sambil tak menurukan kewaspadaannya akan serangan panah yang bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Fitz mencari keberadaan Erra dari kejauhan dan...


“Di sana rupanya kau keparat!”


Fitz pun berlari antara atap bangunan. Masih dengan kewaspadaan terhadap serangan panah. Namun karena tak kunjung terjadi. Ia pun sedikit menurunkan kewaspadaannya dan meningkatkan kecepatannya berlari. Kepala intelejen Golden Stars ini menjadi sedikit tergesa-gesa karena Erra sudah hampir keluar gerbang desa. Ia sedikit khawatir kalau Erra berhasil keluar dari Desa Gezar ini, akan lebih sulit menangkapnya. Apalagi kalau Erra berhasil mencapai Desa Green Hut.


Kita kembali sejenak ke tempat awal semua kekacauan ini terjadi, di penginapan. Para anak buah Fitz yang sudah bisa kembali bergerak segera keluar dari bangunan penginapan dan berniat mengejar Erra. Mereka melihat kepulan asap di jalanan yang belum hilang, dan memutuskan untuk memutar. Mereka tahu arah yang dituju Erra adalah gerbang desa.


Posisi Erra saat ini tinggal beberapa meter lagi dari gerbang desa. Terlihat para penjaga gerbang bersiap menghadangnya. Dengan wajah datarnya, Erra mengambil busur dan panahnya serta siap menembak para penjaga itu, tapi sebelum ia sempat melepas anak panahnya...


SWOOOZH!!!


BLARR!!!


Sebuah anak panah yang dilontarkan memakai Skill Power Shot melesat ke arah Erra. Dan ternyata busur itu adalah busur peledak, atau busur yang menimbulkan ledakan ketika menancap.


“GUGH!!!”


Erra mendapatkan peringatan sebelum serangan itu menimpa dirinya, dan ia pun serusaha menghindar. Erra berhasil menghindari serangan langsung dari panah itu, akan tetapi terhempas oleh ledakannya. Erra kemudian langsung bangkit dari jatuhnya.


“Ah.... sepertinya tak akan semudah yang kubayangkan. Haha...!” ucap Erra.


Fitz yang adalah Scouts, juga memiliki kemampuan memanah. Meski Fitz lebih fokus memakai senjata jarak dekat seperti pisau, dan pedang pendek. Kemampuan memanahnya tidak lah buruk, malah tergolong cukup hebat.


Fitz menyiapkan tembakan berikutnya, dan Erra bersiap menghindarinya. Erra ada niatan untuk adu tembak dengan Fitz sambil berusaha kabur. Akan tetapi, iamelihat para penjaga gerbang yang akan cukup menghambatnya.


Syut!


Blar!


Tembakan lainnya dari Fitz yang berhasil Erra hindari.


Syut!


Erra membalas tembakan itu dengan tembakan lainnya. Dan Fitz yang ada di atap bangunan lompat turun, untuk menghindarinya.

__ADS_1


Tap!


Tap! Tap! Tap!


Setelah mendarat, Fitz segera berlari ke arah Erra. Ia menyimpan kembali busurnya ke dalam inventorinya, dan mencabut pedang pendeknya lagi.


Syut! Syut! Syut! Syut! Syut!


Trang! Trang! Trang! Trang! Trang!


Erra menembaki Fitz, tapi semua serangannya ditangkis dengan mudah. Tapi meski pun seperti itu, Erra terus menembaki Fitz sambil bergerak ke arah gerbang desa.


Melihat Erra yang mendekat ke arah mereka. Para penjaga gerbang tak mau menunggu, dan segera menerjang Erra. Akan tetapi...


Syut! Syut! Syut! Syut! Syut!


Jleb! Jleb! Jleb! Jleb! Jleb!


Sejumlah anak panah menghujani para penjaga gerbang itu, dan semuanya mendarat mulus di tubuh mereka. Panah-panah beracun itu membuat para penjaga gerbang itu lumpuh. Dan bukan hanya lumpuh, mereka juga menderita Hit Point yang berkurang sedikit demi sedikit.


Hujan panah itu dilepaskan para anak buah Erra, yang sampai sekarang keberadaannya tidak terlihat.


Fitz yang melihat kejadian terhadap penjaga gerbang itu mengurangi kecepatan berlarinya. Menyadari kalau ia sendiri bisa menjadi target empuk.


Erra berlari melewati para penjaga gerbang yang tergeletak tak berdaya di tanah. Dan saat ia akan melewati gerbang desa, ia berbalik. Para anak buahnya pun akhirnya muncul. Sebagian berdiri di samping Erra, dan sebagian lagi di atas gerbang desa.


Secera bersamaan, mereka melemparkan banyak bom asap ke segala arah. Menghilangkan keberadaan mereka.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2