Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater

Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater
2.12 - Berusaha Berubah.


__ADS_3

+++


Arc 2 : The Angels and The Dragons.


Bab 12 : Berusaha Berubah.


+++


Biasanya, warga desa para pembuat Healing Potion itu hanya butuh waktu sehari untuk menukar Healing Potion mereka dengan barang lain. Lalu mereka akan menginap semalam dan segera kembali ke desanya pada keesokan harinya. Tapi, saat ini hal yang berbeda terjadi. Mereka butuh waktu dua hari sebelum mereka bisa kembali ke desanya. Itu karena Healing Potion buatan mereka tak habis dalam satu hari.


Yang menjadi penyebab dari hal tersebut adalah usaha warga desa ini, yang ada di bawah arahan Erra, untuk mulai memakai uang.


Sekilas mungkin ini semua terlihat seperti hal yang sederhana. Dan itu juga yang dipikirkan oleh Erra. Namun sayangnya, ini semua tak sesedehana itu.


Erra menyadari keputusannya yang terlalu terburu-buru. Dan ia sendiri sadar kalau ia melakukan semua itu dengan kurang cerdas. Hingga hasilnya sangat jauh dari tujuannya.


Saat kembali ke desa. Erra menjadi sasaran protes beberapa orang, terutama para tetua atau sesepuh desa yang menolak pemakaian uang. Beberapa orang yang sebelumnya sudah percaya pada Erra pun menjadi ragu pada dirinya. Tapi tak sedikit juga yang masih percaya pada Erra dan semua ini pasti akan membuahkan hasil manis seperti yang Erra ceritakan.


Untuk transaksi pekan berikutnya di Desa Gezar, sebagian warga desa ingin kembali sepenuhnya memakai sistem barter. Agar semuanya kembali lancar tanpa ada hambatan sama sekali. Tetapi, sebagian lagi ingin meneruskan untuk memakai uang. Karena mereka telah melihat kelebihan dari memakai uang daripada barter. Dan akhirnya diputuskan, kalau mereka akan menggunakan kedua cara itu.


Saat mereka kembali ke Desa Gezar, mereka mulai mendapatkan kesulitan bahkan saat memasuki gerbangnya. Mereka dimintai biaya masuk, tidak seperti biasanya. Lalu saat ada di dalam desa pun, mereka menemukan kesulitan. Jarang ada yang mau bertransaksi dengan mereka. Baik menggunakanakan sistem barter atau pun uang.


Erra dengan cekatan menyadari apa yang terjadi. Dan dengan segera berusaha mencari jalan keluarnya.


Setelah menghindari perdagangan di Ardanium’s Forum dalam waktu lama. Akhirnya Erra memulainya lagi. Selama ini, ia berhenti dari perdagangan di forum tersebut untuk membuat kesan dirinya menghilang. Dan ia berharap Golden Stars akan menyerah untuk mencarinya. Akan tetapi, dengan situasinya saat ini. Ia pun terpaksa mulai berdagang lagi di Ardanium’s Forum.


Alhasil, Erra pun berhasil menjual semua Healing Potion buatan desa itu di Ardanium’s Forum. Ia juga membeli beberapa kebutuhan desa dari forum tersebut. Kebutuhan desa yang tidak bisa didapatkan saat ini dari Desa Gezar. Kemudian Erra dan yang lainnya pun kembali ke desa sesuai dengan waktu yang biasanya.


Tapi, saat mereka mencapai gerbang desa. Mereka mendapatkan hambatan lagi.


“Hey, yang benar saja! Kenapa kami dimintai bayaran untuk keluar juga? Kami sudah bayar waktu masuk. Kami juga dengar hanya kami yang dimintai bayaran saat masuk. Ada apa ini sebenarnya?!”


Remo berkata begitu pada penjaga gerbang yang meminta uang lagi pada mereka saat akan meninggalkan Desa Gezar ini.

__ADS_1


“Aku tidak tahu! Aku hanya penjaga yang menjalankan tugas! Sekarang, kalau kalian mau keluar kalian harus bayar! Kalau tidak, ya tinggal saja di sini!” jawab si penjaga gerbang dengan sedikit jengkel.


Keributan hampir terjadi, tapi...


“Sudah lah, biar aku yang bayar.” Ucap Erra.


“Tapi... Tuan Erra...”


“Ini kesalahanku juga.”


“Kesalahanmu?” Remo dan kawan-kawan bingung mendengar perkataan Erra.


“Hey, kau penjaga. Aku akan bayar sesuai yang kau pinta. Tapi, aku akan bayar dua kali lipat kalau kau mau membantuku. Kau bisa simpan uang lebihnya untuk dirimu sendiri, lho!”


Kedua penjaga gerbang itu saling lirik. Mereka tentu saja tergiur dengan tawaran Erra. Karena uang yang ditawarkan itu tak sedikit jumlahnya. Jika mereka membagi dua uang itu, maka masing-masing dari mereka akan mendapatkan uang yang setara dengan gaji mereka selama dua hari.


“Memangnya, membantu apa?” tanya salah satu penjaga.


“Hanya menyampaikan pesan pada para petinggi desa ini.”


Kedua penjaga itu sekali lagi saling lirik. Lalu dengan sambil berbisik, mereka berunding untuk menerima atau menolak tawaran Erra. Dan akhirnya, mereka pun memutuskan untuk menerima tawaran Erra. Maka, Erra pun menyampaikan pesannya. Tapi sebelum itu, ia lebih dulu membayar uang yang dijanjikannya.


“Pertama, tolong sampaikan permintaan maafku karena sudah merusak sistem yang ada. Aku tahu, kalau cara kami yang berusaha berhenti memakai sistem barter dan menggantinya dengan sistem uang bisa merusak kebahagiaan kalian para petinggi Desa Gezar.


Selama ini kalian sudah merasa sebagai penguasa di sekitar sini karena bisa mengendalikan pasar. Nikmati lah saat-saat terakhir kalian bisa menikmatinya. Karena hal itu akan berubah dalam waktu yang tak lama lagi.


Sudah cukup, itu saja pesanku. Sebenarnya tak masalah kalau kalian tak menyampaikannya juga. Aku juga tak akan merasa sayang dengan uang yang kuberikan pada kalian. Tapi, kalian akan menyesal di masa depan saat desa ini bangkrut. Dan itu karena kalian tak menyampaikan pesan ini dengan baik.”


Baik kedua penjaga gerbang itu, mau pun teman-temannya sendiri. Dibuat tercengang dengan perkataan Erra barusan. Erra pun segera mengajak semua temannya untuk kembali ke desa secepatnya.


.


.

__ADS_1


.


Para petualang yang mengambil misi untuk memusnahkan kelompok perampok pimpinan Ezzza dibuat sedikit jengkel. Karena meski mereka berhasil menghabisi kelompok itu, dan tetap mendapatkan hadiahnya. Ezzza sang target utama dihabisi oleh Lunariaa dan Arini. Yang tidak mengambil misi tersebut secara resmi. Sedangkan kedua gadis itu tak peduli dengan semua itu, dan mengambil hadiah mereka.


“Arini, apa kamu mau lanjut ke Great Southern Jungle?”


“Ya, aku ingin lanjut ke sana. Kalau pun bukan karena Neo, kita akan tetap ke sana, kan?”


“Ah, iya.”


.


.


.


Erra, Remo, dan yang lainnya sedang dalam perjalanan pulang.


“Maaf, ya. Sepertinya aku akan membuat desa kerepotan.” Ucap Erra.


“Ah, tidak apa-apa. Aku malah merasa senang dengan rencanamu Erra.” balas Remo.


Erra baru saja menjelaskan apa yang sebenarnya ia maksud dalam pesannya di gerbang desa. Dan juga menjelaskan rencananya ke depan.


Mendengar kalau Desa Gezar sebenarnya bertindak ‘jahat’ pada mereka. Remo dan kawan-kawan dibuat kesal. Mereka pun dengna segera menyetujui rencana Erra.


Kini, yang mereka diskusikan sambil berjalan pulang adalah cara menjelaskan semuanya pada warga desa yang lainnya. Karena tidak menutup kemungkinan akan terjadi protes dari mereka yang tak setuju. Dan mungkin saja menimbulkan keributan yang bisa menyebabkan keretakan desa.


Tanpa terasa, akhirnya mereka pun sampai kembali di desa. Sebelum mereka merampungkan diskusi mereka.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2