
.
.
.
Jack White, seorang pemuda keturunan Britania yang lahir di Jerman.
Di Jerman, ia kerap mendapatkan diskriminasi dari anak sebayanya, dan tak punya satu pun teman. Itu semua karena konflik beberapa tahun sebelumnya antara negara Jerman dan Britania, yang sampai menyebabkan konflik militer. Untungnya konflik itu hanya berlangsung selama satu bulan. Tapi sayang, efeknya berkepanjangan.
Jack sendiri lahir dan tinggal di Jerman karena pekerjaan orang tuanya. Dan ia pun akhirnya pindah ke Britania saat usia remaja, juga karena pekerjaan orang tuanya. Saat itu, Jack berharap bisa mendapatkan teman. Tapi sayang sekali, itu tak terjadi.
Saat ia masuk ke sekolah barunya, Jack yang pindah dari Jerman dianggap sebagai orang Jerman. Meski pun secara garis darah ia sepenuhnya orang Britania. Dan akhirnya, Jack pun merasakan hal yang sama seperti sebelumnya. Dikucilkan karena permasalahan bangsa.
Tapi itu semua berubah ketika ia mengenal sesosok anak yang merupakan idola di SMA-nya itu, yang bernama Mark Brown.
Mark adalah anak yang berprestasi di semua bidang pelajaran. Dan ia sering mencetak prestasi, maka dari itu ia menjadi idola di sekolahnya. Saat ia pertama mengenal Jack, ia langsung berusaha mendekati Jack.
Awalnya Jack dipenuhi rasa curiga, kenapa seorang idola sekolah seperti Mark mau mendekati anak seperti dirinya. Tapi, lama kelamaan mereka pun berteman dekat. Dan setelah itu, akhirnya Jack mengetahui rahasia di balik tindakan Mark yang mendekati dirinya.
Ternyata, nama asli Mark Brown adalah Marco Braun. Ia adalah seorang keturunan Jerman yang lahir dan besar di Britania. Di masa kecilnya, Mark atau Marco mendapatkan perlakuan yang sama dengan Jack. Untuk menangani hal tersebut, ayahnya memutuskan agar mereka pindah kota dan mengganti namanya.
Kedua sahabat ini pun semakin lama semakin dekat. Jiwa kepemimpinan Mark membuat Jack merasa kalau mengikuti Mark adalah hal yang benar.
Suatu hari, Mark mengajak Jack untuk mencoba sebuah permainan FDVRMMORPG yang baru dimainkannya. Dan permainan itu bernama, Ardanium’s Tale Online.
Jack pun dengan senang hati segera mengikuti Mark. Di sana, mereka berdua menjadi duet yang dengan cepat menjadi terkenal.
Mark dengan avatarnya yang bernama Kronoz...
Dan Jack, dengan avatarnya yang bernama Fitz.
__ADS_1
.
.
.
Erra melompat keluar dari jalan setapak itu, ke tengah kerumunan yang ramai. Hanya untuk menambah kekacauan dengan menyerang orang sekitar secara acak untuk membuka jalan. Lalu, setelah jalan terbuka, ia pun melesat sebisanya.
Sementara itu, Fitz yang selamat dari ledakan terus mengejar Erra. Hanya untuk terhambat oleh kerumunan warga. Tapi tentu saja Fitz tak menyerah hanya karena itu, dan terus mengejar Erra.
Sembari berlari, Erra mengeluarkan beberapa botol seperti sebelumnya dan terus melemparnya ke berbagai arah. Dan sekali lagi, ia memakai Mini Bomb. Menyebabkan ledakan di jalanan kota yang ramai.
Tingkah Erra ini segera membuat daerah ini kacau. Kerusuhan pun terjadi, sehingga Fitz semakin terhalang untuk mengejar Erra.
Erra sedikit menoleh ke belakang dan tak menemukan sosok Fitz. Tapi ia merasa kalau Fitz masih mengejar dirinya. Karena itu lah, ia masih saja membuat kacau. Seperti dengan melemparkan gas beracun, atau pun gas biasa yang kemudian diledakan. Atau hanya memanah ke udara dengan asal, hingga mengenai banyak target secara acak.
Erra terus berlari, bukan tanpa arah tujuan yang pasti. Ia menuju ke pintu masuk saluran air bawah tanah kota ini. Saluran air ini bukan lah saluran air limbah kota. Melainkan saluran air bersih, yang sebenarnya adalah sungai bawah tanah alami.
“Yo! Kalian sehat?”
Sapa Erra seperti biasa pada para bahan percobaannya. Dan seperti biasa pula tak ada yang menjawab Erra. Awalnya ada saja yang menjawab sapaan Erra dengan hujatan. Tapi lama kelamaan semua kelelahan dan kini tak ada lagi yang merespon Erra.
“Hari ini kalian akan bebas. Sepertinya ada bos kalian yang akan datang ke sini.”
Mendengar ucapan Erra itu, para tawanan yang sebelumnya tak peduli dengan keberadaan Erra dan tengah menunduk. Kini mengangkat kepala masing-masing dengan wajah yang penuh harap. Mereka pun melihat Erra yang berkeliling ruangan seperti menyiapkan sesuatu di dinding gua ini.
Wajah penuh harap para sandera ini pun segera runtuh. Karena mereka tahu apa yang sedang Erra siapkan.
“Baiklah, ini perpisahan untuk kita. Aku ingin mengucapkan terima kasih pada kalian atas kerja sama yang telah kalian berikan. Aku berhasil mendapatkan banyak sekali informasi baru yang sangat bermanfaat. Tapi aku tak bisa membalas kebaikan kalian, kecuali dengan melepaskan kalian sepertin hari ini.
Sekali lagi terima kasih, dan selamat tinggal!”
__ADS_1
Setelah berkata seperti itu, tanpa menunggu reaksi dari mereka yang ia ajak bicara. Kemudian ia pun pergi meninggalkan gua ini, melalui jalur lain. Bukan jalur yang barusan ia pakai.
.
.
.
Sebagai kepala bagian intelejen Golden Stars, Fitz tentu saja adalah seorang yang tidak bisa diremehkan. Meski terjebak dalam kekacauan masa akibat ulah Erra. Ia masih bisa tahu ke arah mana Erra pergi, bahkan tanpa bantuan Skill atau sistem. Melainkan hanya dengan naluri semata.
Setelah keluar dari kerumunan masa. Fitz baru lah memakai Skill agar pencariannya lebih efektif. Dan Skill yang dipilihnya adalah salah satu Skill dasar Scouts seperti dirinya. Dan itu adalah Tracking.
Dengan Tracking, Fitz bisa melihat jejak kaki Erra dalam warna hijau neon di tanah. Karena fungsi Skill ini adalah untuk melacak jejak target. Dengan sebelumnya menandai target tersebut. Tapi, jejak kaki yang bisa dilihat hanya bisa bertahan sampai tiga hari.
Fitz pun akhirnya sampai di pintu masuk saluran air bawah tanah Avalan City. Dan tanpa ada keraguan sedikit pun, serta tanpa ada hambatan. Fitz pun memasuki saluran air itu dengan begitu tenangnya. Karena memang tentu saja, hal ini hanya lah hal sepele bagi orang seperti Fitz.
Ia terus mengikuti jejak Erra hingga akhirnya sampai ke pintu masuk ‘laboratorium’ rahasia Erra.
“Kalian?!”
Fitz dibuat begitu kagetnya saat melihat di dalam ruangan kecil ini ada mereka. Para anggota pengintai di bawah komandonya yang menghilang. Dan hal yang membuat Fitz lebih terkejut lagi adalah keadaan tubuh mereka yang tak lengkap.
Di sisi lain, para tawanan itu dibuat kaget ketika mendengar suara Fitz. Begitu lama tersekap di ruangan ini, dan terus dijadikan bahan percobaa oleh Erra. Mereka pun melupakan suara orang lain, kecuali suara mereka sendiri dan suara Erra.
Mereka juga tak bisa melihat Fitz, karena kegelapan ruangan ini. Sedangkan Fitz bisa melihat mereka karena memakai Night Vision, sebuah Skill untuk melihat di dalam tempat gelap.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...