
+++
Arc 1 : The Births of The Ender.
Bab 46 : Hm... patut...
+++
Kreeeketketket!!!
Erra sekali lagi menyiapkan Power Shot, dan yang menjadi targetnya adalah salah satu Warrior dari Tim B yang memunggunginya.
SYUUT!!!
ZLAB!!!
“AAARGH!!!”
Warrior Tim B yang berpenampilan seperti samurai itu, terkena Power Shot tepat di bagian belakang lutut kirinya. Efek dari serangan itu bukan hanya membuat anak panah Erra tertancap dalam, tapi sampai hampir menghancurkan persendian si samurai.
Ketiga petarung lainnya tentu saja dibuat kaget oleh teriakan si samurai yang begitu mendadak itu. Rekannya sesama Tim B tentu saja langsung waspada dan kebingungan. Tapi, kedua orang Tim A yang tersisa. Meski mereka sama bingungnya, mereka enggan membuang kesempatan emas ini.
Tim A pun dengan segera membalikan keadaan dan menekan Tim B yang sebelumnya terus menekan mereka. Tapi, mereka juga waspada terhadap serangan yang mungkin saja akan mendarat pada mereka. Karena meski serangan dadakan yang misterius itu sekarang membantu mereka, itu jelas sekali bukan dari rekan mereka. Jadi mereka pun tetap khawatir untuk menjadi target serangan berikutnya.
Si samurai dari Tim B sekarang masih bisa bertarung. Tapi kondisinya sangat mengenaskan, karena ia harus menahan serangan lawannya dengan posisi berlutut. Saat ini lah, si samurai baru sadar kalau rekan penyihirnya yang seharusnya bisa menyembuhkannya sekarang tidak ada di tempatnya. Meski ia belum tahu kalau temannya itu mati atau kabur. Di sisi lain, si ksatria dari Tim B juga menyadari hal yang sama.
Sementara itu, kedua Warrior dari Tim A terus memberi tekanan pada lawannya. Tapi mereka juga mulai menyadari ada kejanggalan. Yakni, tidak adanya serangan dukungan dari belakang. Tanpa perlu berkomunikasi sama sekali, keduanya pun sadar ada yang tidak beres terjadi tanpa mereka ketahui.
Setelah melepaskan Power Shot sebelumnya, Erra segera menyiapkan Power Shot lainnya. Dan kini ia sudah siap melepaskan tembakan kuat itu lagi. Kali ini yang menjadi targetnya adalah kepala dari ksatria Tim B.
Syut!
Jtang!!!
Karena helm tebalnya, anak panah yang Erra lesatkan tak berhasil menembus kepala si ksatria. Dan Erra tahu jelas hal itu akan terjadi. Tujuannya memang bukan lah untuk membunuh si ksatria dengan sekali serang. Melainkan membuat targetnya itu tersungkur ke depan.
Bruk!
Si ksatria bukan hanya tersungkur ke tanah, tapi menabrak lawan yang ada di depannya.
Setelah melepaskan tembakan barusan, Erra segera menyiapkan Power Shot lainnya. Tapi kali ini ia sekaligus bergerak, berpindah lokasi.
Yang menjadi lawan si samurai dari Tim B adalah si pemegang tombak dari Tim A. Kondisi si samurai sudah sangat parah. Dan terlihat si pemegang tombak akan melepaskan serangan terakhir, yang bisa dikatakan mustahil gagal menghabisi lawannya. Dan si samurai pun terlihat sudah menyerah dan akan menerima serangan itu.
Tapi...
Srak!!
__ADS_1
ZYUUT!!!
ZLAB!!!
Erra melompat dari balik semak dan mencapai jarak yang hanya tiga meter dari si pemegang tombak. Dan dengan seketika melepaskan Power Shot pada kepala si pemegang tombak yang secara instan menghancurkan kepala orang itu.
Syut! Syut! Syut!
Jleb! Jleb! Jleb!
Si samurai yang begitu terkejut tak sempat bereaksi. Dan akhirnya ia pun kehabisan seluruh Hit Point-nya karena tiga serangan beruntun dari Erra yang semuanya mendarat di wajahnya.
Kini hanya ada dua orang yang tersisa, dan keduanya akhirnya menyadari kehadiran Erra yang memang mengganggu pertarungan mereka
“Siapa kau?!” tanya anggota Tim B yang tersisa.
Erra tak memberi jawaban dengna perkataan, melainkan dengan...
Syuut!!
Ctak!
Anak panah Erra ditangkis targetnya, si anggota terakhir Tim B. Yang setelah menepis serangan tersebut segera bergerak menerjang ke arah Erra.
Erra bukannya berlari menjauh menghindari pertarngan langsung. Yang dilakukannya justru ikut menerjang ke arah si lawan. Di sisi lain, anggota terakhir Tim A memutuskan untuk melarikan diri dari pertarungan ini.
Anggota terakhir Tim B yang tengah menerjang Erra, mengangkat pedangnya dan siap menghantamkan serangan.
Tapi ternyata ia hanya menebas udara kosong. Itu karena Erra menghindari serangan tersebut dengan cara memutar badannya. Setelah memutar begitu, Erra lanjut berlari melewati anggota terakhir Tim B itu. Dan kemudian...
Syut! Syut!
Jleb! Jleb!
Erra melepaskan dua tembakan beruntun yang diarahkan pada si anggota terakhir Tim A yang tengah berusaha melarikan diri. Dan keduanya berhasil menancap di bokong kiri targetnya. Menyebabkan targetnya itu terjatuh ke tanah. Dan tak bisa bergerak banyak karena panah beracun Erra yang membuat sebagian tubuhnya terkena efek Paralyze.
Tanpa menyempatkan diri melihat target panahnya itu terjatuh, Erra segera berbalik kembali.
“Mati kau!!!”
SI anggota terakhir Tim B menerjang Erra dengan tebasan kuat...
Wuosh!!
Tapi Erra berhasil menghindari serangan yang terarah pada kepalanya itu tepat waktu. Meski, akhirnya Erra kehilangan keseimbangan untuk beberapa saat.
Si anggota terakhir Tim B terus menerus mengayunkan pedangnya pada Erra. Meski sempat hilang kendali, Erra berhasil menghindari semua serangan itu sembari mengam tiga buah anak panah sekaligus dari quiver di punggungnya.
__ADS_1
Syut! Syut! Syut!
Ctas! Ctas! Jleb!
Erra pun menembakan ketiga anak panah itu secara beruntun. Dua tembakan pertama diarahkannya pada wajah si target, dan hasilnya ditangkis dengan sempurna. Namun, memang maksud dari dua tembakan itu memang lah hanya sebagai pengalih perhatian.
Tembakan Erra yang sebenarnya adalah temabakn ketiga. Tembakan ini di arahkan pada paha kanan si target. Karena si target sudah terlaihkan karena dua tembakan pertama, maka tembakan ketiga ini berhasil mendarat dengna sempurna.
“Apa ini?!”
Si target yang terkena tembakan menjadi panik. Karena tiba-tiba saja seluruh kaki kanannya kehilangan tenaga. Bahkan rasa lemas sedikit menjalar sampai ke pinggang kanannya. Ia pun kemudian menjadi goyah dan akan jatuh, tapi...
Jleb!
Sebelum ia benar-benar jatuh, Erra melesatkan anak panah lainnya pada paha kiri si target itu. Menjadikan kondisi dari kaki kiri dan kanannya sama-sama lumpuh.
Bruk!
Si target pun akhirnya tersungkur ke tanah, lalu...
Jleb! Jleb!
Menambah lagi anak panah yang ditanam Erra di tubuh si target. Dan kali ini targetnya adalah kedua bahunya. Dan pada akhirnya, si target pun menjadi sepenuhnya tak bisa bergerak.
Si target yang adalah anggota terakhir Tim B ini, kini sudah benar-benar tak bisa melakukan perlawanan sama sekali. Karena kedua tangan dan kakinya dilumpuhkan. Bahkan ternyata, efek racun yang ada di anak panah yang tertanam di kedua bahunya itu menjalar ke paru-parunya. Dan juga menyebabkan kelumpuhan pada paru-parunya itu dan ia pun akhirnya tak bisa bernapas.
Di dunia virtual ini, meski semua sebenarnya hanya lah untaian program dalam komputer. Tetapi setiap makhluk hidup memiliki anatomi tubuh seperti di dunia nyata. Dan mereka para avatar pun, memiliki organ tubuh virtual seperti halnya para NPC.
Tahu kondisi buru yang diderita si anggota terakhir Tim B. Erra pun segera mengalihkan perhatiannya pada si anggota terakhir Tim A. Dan ternyata Erra mendapati kalau orang itu tengah merayap menjauhi lokasi Erra. Dan hebatnya, ia sudah cukup jauh berusaha kabur.
Erra memasukan busurnya ke inventori. Lalu mengejar si anggota terakhir Tim A itu sambil mencabut belatinya.
Jleb!
Dengan tikaman yang tepat mendarat di jantungi itu. Si anggota terakhir Tim A pun kehilangan seluruh sisa Hit Point yang masih dimilikinya.
Erra segera bangkit dan memeriksa kondisi anggota terakhir Tim B.
“Masih hidup?” gumam Erra pelan saat melihat orang itu masih bergerak.
Erra sudah mengangkat belatinya bersiap menikam jantung si anggota terakhir Tim B itu, tapi ia mengurungkan niatnya dan menyarungkan senjatanya.
“Hm... patut dicoba...”
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...