Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater

Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater
2.51 - Pengkhianat.


__ADS_3

+++


Arc 2 : The Angels and The Dragons.


Bab 51 : Pengkhianat.


+++


“Eh... Kenapa aku masih di sini?”


Aizu kembali ke dunia virtual, dan kembali ke tubuh virtualnya yang masih ada di tempat sebelumnya dalam kondisi sedikit tertutupi salju. Gadis itu bangun dan melihat ke sekitarnya, dan yang pertama ia dapati adalah tubuh virtual rekan satu timnya yang juga terkapar dan sedikit tertutupi salju.


Aizu kemudian melihat ke arah atas gunung, dan tak ada apa pun. Begitu juga di arah kaki gunung. Ia pun berdiri dan membersihkan salju yang masih menempel di tubuhnya.


“Tak ada luka sama sekali?”


Aizu kebingungan saat mendapati dirinya tak menderita luka sama sekali. Ia pun kemudian memeriksa tubuh virtual rekannya, dan mendapati hal yang sama.


“Apa mereka langsung meninggalkan kami tanpa menyerang?”


Aizu berpikir kalau saat dirinya kembali ke dunia virtual, ia akan muncul di kamar penginapannya. Karena tubuh virtualnya terbayang sudah dicabik-cabik oleh para Snow Troll. Ia kini tak mau memikirkannya, karena yang penting baginya semua baik-baik saja.


Ia menatap tubuh virtual rekan satu timnya lebih lama, lalu berkata...


“Apa mereka akan segera kembali?”


Ia masih terdiam sambil menatap tubuh mereka selama beberapa saat. Kemudian ia pun mengembangkan senyuman tipis di wajahnya.


“Haha... sepertinya aku cukup beruntung. Untuk memilih kabur dan kembali lagi dalam waktu dekat.”


Aizu memang hanya Log Out selama beberapa menit hitungan waktu dunia nyata. Yang mana itu hanya beberapa jam waktu dunia virtual.


Gadis berzirah itu mengeluarkan Loot Knife atau pisau untuk melakukan Loot. Ia menghampiri tubuh Ro, lalu...


“Ya... tidak akan ada yang tahu juga... hehe...”

__ADS_1


Jleb! Sret!


Aizu menusuk dan menggorok leher Ro yang tanpa kesadaran itu, dengan pisaunya. Bukan hanya pada Ro, ia juga melakukan hal serupa pada Fira dan Ranta. Lalu ia memunguti beberapa barang milik rekan satu timnya sendiri itu.


Aizu tanpa ragu menghabisi rekan-rekannya sendiri demi keuntungan. Ia tak khawatir akan ketahuan, karena memang sistem di Ardanium’s Tale Online tak akan memberi tahu kenapa seorang pemain mengalami kematian.


Gadis berzirah itu pun kemudian memutuskan untuk kembali ke penginapannya. Sementara tubuh virtual rekan-rekannya mulai menghilang. Dan nanti akan muncul lagi di kamar penginapannya.


Apa yang dilakukan oleh Aizu jelas lah bukan suatu hal yang bisa diterima apalagi dibenarkan. Tapi memang seperti ini lah Aizu. Ia adalah pemain yang hanya memikirkan keuntungan bagi dirinya sendiri saja. Tanpa peduli pada orang lainnya sama sekali.


Aizu adalah seorang pemain yang biasanya bermain solo. Dan awalnya ia sama sekali tak serius memainkan permainan Ardanium’s Tale Online ini. Tapi kemudian ia mulai serius ketika keluarganya terkena kondisi membutuhkan uang tambahan.


Aizu selalu berpindah dan berganti tim. Biasanya ia keluar sendiri karena tak menemukan cara mendapatkan keuntungan lebih dari tim yang diikutinya. Tapi terkadang ia dikeluarkan karena membuat kekacauan di dalam timnya.


Tak hanya satu atau dua kali Aizu melakukan tindakan yang merugikan timnya. Misalnya, ia yang ditempatkan sebagai perisai tim. Malah akan mundur di balik anggota tim yang lain jika dirinya terancam akan mati. Dan terkadang, Aizu melarikan diri dari pertarungan. Intinya, ia selalu bertindak seenaknya sendiri.


Kini Aizu telah mencapai desa tempat penginapannya berada. Ia pun segera mendatangi Gilda Petualang tempatnya dan timnya mengambil misi. Ia segera datang ke resepsionis dan coba mengklaim hadiah dari Snow Troll yang berhasil dikalahkannya bersama timnya. Dan ternyata itu bisa dilakukan.


Gadis muda yang licik ini kemudian segera bergegas ke penginapannya dan memasuki kamarnya. Di dalam kamar itu, ia mendapati tubuh virtual ketiga rekannya mulai terbentuk lagi.


Karena kamar penginapan ini hanya dibutuhkan untuk menyimpan tubuh virtual mereka. Maka mereka berempat pun hanya menyewa satu kamar untuk empat orang, meski ada lelaki dan perempuan.


Selain menyimpan tubuh virtual. Kamar ini juga dipakai menyimpan beberapa barang milik tim ini. Dan kini Aizu sedang mengambil semua barang yang bisa ia ambil. Dan setelah tak ada lagi barang yang bisa ia ambil, ia pun segera meninggalkan kamar itu.


Bukan hanya pergi meninggalkan penginapannya. Aizu juga langsung pergi meninggalkan desa itu untuk pergi ke desa lainnya.


Perlahan kelopak mata Fira terbuka. Dan setelah mengedipkan matanya beberapa kali, gadis itu pun bangun dari posisi berbaringnya.


“Ah... mati sekali lagi.”


Karena ia tersadar di kamar penginapannya, maka Fira menyimpulkan kalau dirinya telah mati sekali lagi. Tentu saja ia berpikir kalau ia mati karena tubuh virtualnya dihabisi oleh para Snow Troll. Gadis penyihir api ini memeriksa level dan barangnya yang hilang karena kematian.


Meski pun sedikit kecewa, ia kemudian tersenyum. Karena ia berpikir kalau ia telah mengambil langkah yang tepat dengan Log Out sebelum mati. Ia sadar kalau sebelumnya ia bertarung, ia tak akan mendapatkan apa pun karena pasti tetap kalah. Bahkan ia akan mendapatkan perasaan yang sangat tidak nyaman ketika tubuhnya mulai diserang monster.


Fira berpikir untuk memuji ide Aizu, dan melirik ke kasur Aizu. Tapi ia mendapati kalau rekannya itu tak ada di sana.

__ADS_1


“Oh... Aizu sudah bangun lebih dulu?”


Fira kemudian melihat ke tempat Ranta dan Ro, dan mendapati mereka ada di sana dalam keadaan masih tanpa kesadaran. Gadis ini pun beranjak dari kasurnya, lalu ia baru sadar kalau...


“Eh? Ke mana barang-barangku?!”


Fira pun berkeliling kamar mencari barang-barang miliknya yang seharusnya ada di dalam kamar ini. Tapi, bukannya menemukan keberadaan barang yang ia cari. Fira malah menemukan kalau barang yang dimiliki ketiga rekannya pun tak ada di sana.


“Kau kenapa, Fira?”


Ranta sudah kembali Log In, dan saat baru membuka matanya ia menemukan Fira berkeliling kamar dengan panik.


“Barang-barang kita tidak ada!” jawab Fira.


“Apa?”


Ranta pun ikut bangun dan memeriksa kamar dan mendapati hal yang sama. Lalu Ranta bertanya pada Fira...


“Ke mana Aizu?”


“Saat aku bangun, ia sudah tidak ada.”


Kedua terdiam, hening, lalu mereka pun saling tatap.


“Jangan-jangan...” keduanya berkata bersama.


Baik Ranta mau pun Fira mencurigai satu hal yang sama. Yakni Aizu mengambil semua barang mereka. Tapi keduanya segera berusaha mengenyahkan pikiran buruk itu. Dan berusaha berpikir positif tentang rekan satu tim mereka.


Setelah berpikir sejenak, Ranta memutuskan untuk bertindak. Ia meminta Fira untuk tinggal di kamar. Lalu menjelaskan situasi pada Ro yang sebentar lagi akan Log In. Sementara dirinya akan pergi ke resepsionis penginapan. Fira pun langsung setuju dengan rencana itu.


Sesampainya di resepsionis penginapan, Ranta menanyakan tentang Aizu pada sang resepsionis. Yang mana ia mendapat penjelasan bahwa Aizu datang, lalu pergi dengan tergesa-gesa. Dan ia terlihat membawa banyak barang ketika pergi.


Fira dan Ro bertemu dengan Ranta dan Ranta menjelaskan keadaan. Ketiganya pun tak bisa tak curiga kalau Aizu bertindak buruk pada mereka. Setelah berdiskusi sebentar, ketiganya pergi ke Gilda Petualang.


Di sana, mereka dibuat sangat kesal dan memastikan kalau Aizu telah bertindak jahat. Karena mereka mendapati kalau Aizu telah mengklaim hadiah perburuan Snow Troll mereka.

__ADS_1


Mereka pun benar-benar mengutuk Aizu, dan berusaha mencari gadis itu.


Bersambung...


__ADS_2