Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater

Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater
2.48 - Utara & Selatan.


__ADS_3

+++


Arc 2 : The Angels and The Dragons.


Bab 48 : Utara & Selatan.


+++


Di suatu tempat di daerah utara benua utama dunia Ardanium’s Tale Online. Terlihat sekelompok petualang tengah mendaki sebuah gunung bersalju. Keempat anggota tim petualang ini berjalan dengan berbaris, di mana anggota yang paling depan adalah seorang gadis yang memakai zirah ringan.


Kini, setelah beberapa waktu berjuang mendaki gunung itu. Akhirnya mereka mencapai puncaknya, dan memutuskan untuk beristirahat sejenak.


“Aizu, istirahat dulu. Sebaiknya kamu minum Warm Potion ini juga.” ucap salah seorang gadis anggota tim ini pada si gadis berzirah, sambil menyodorkan sebotol ramuan.


“Ah, baiklah. Terima kasih.” Gadis berzirah yang bernama Aizu itu mengambil tawaran Warm Potion dari rekan satu timnya itu dan segera menenggak habis cairan berwarna merah itu.


Warm Potion, seperti namanya adalah sebuah ramuan yang memiliki efek untuk menghangatkan tubuh. Ramuan ini sangat umum dipakai para petualang ketika mereka berada di tempat dingin seperti di gunung ini.


Kelompok ini sekarang berkumpul sambil duduk, membahas rencana mereka selanjutnya. Kelompok ini adalah kelompok petualang yang belum lama terbentuk, dengan Aizu adalah anggota terbaru yang baru bergabung hari ini.


Gadis yang tadi memberi Aizu ramuan adalah seorang gadis penyihir. Ia memakai pakaian dan aksesoris yang warnanya jingga kalau tidak merah. Menunjukkan kalau diirnya adalah penyihir yang unggul dalam sihir api. Nama gadis ini adalah Vira.


Lalu ada seorang anggota lelaki yang merupakan ketua tim. Ia adalah seorang pemegang Job yang bernama Sword Dancer. Dengan Job-nya itu, ia memiliki kemampuan memakai dua pedang panjang dengan sangat lincah seperti sedang menari. Lelaki yang tubuhnya tak besar dan tak kecil ini bernama, Ranta.


Dan satu lagi anggota tim ini adalah seorang lelaki berpakaian hijau muda. Ia adalah seorang Druid, yang memiliki tugas utama sebagai penyembuh dalam tim ini. Selain Druid, ia juga memegang Job Warrior. Untuk sejatanya ia membawa sebuah tongkat besi sepanjang satu setengah meter. Dan nama lelaki gempal berjanggut ini adalah Ro.


Aizu sendiri, adalah seorang pemegang Job Brawler dan Warrior. Ia memakai zirah ringan, dan tak terlihat membawa senjata apa pun. Karena ia memang bertarung dengan tangan kosong alias tanpa senjata. Ia bertarung mengandalkan keahlian yang ia miliki sebagai atlet pemegang sabuk hitam karate di dunia nyata.


Diskusi tim akhirnya selesai, dan mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Misi yang mereka ambil kali ini adalah untuk memburu beberapa Snow Troll di gunung ini. Monster-monster ini, mengganggu jalur perdaganan beberapa waktu ke belakang. Karenanya lah, ada misi perburuannya.


Snow Troll adalah monster dengan tinggi sekitar dua meter. Kulitnya biru pucat, dan tubuhnya sangat berotot. Mereka memiliki hidung yang bentuknya mirip paruh gagak.


Tim Aizu dan kawan-kawan bukan lah satu-satunya yang mengambil misi ini. Malah mereka cukup telat untuk mengambil misi yang hampir ditutup itu.


Tim ini kembali berjalan lagi, untuk menuju tempat tujuan mereka. Dengan sekali lagi Aizu yang ada di bagian paling depan. Lalu diikuti oleh Vira, yang di belakangnya ada Ranta. Dan di bagian paling belakang adalah Ro.


.

__ADS_1


.


.


Dari pegunungan dingin bersalju di utara. Mari kita menyeberang ke hutan rimba tropis yang hangat di selatan.


Erra masih berlari menuju ke lokasi Arini dan Lunariaa. Dan kini ia sudah bisa mendengar suara pertarungan dari arah kedua gadis itu berada. Sementara itu, ia masih dikejar beberapa goblin yang sebelumnya selamat. Mereka dengan gigih mengejar Erra, meski tubuh mereka cukup terluka.


Sementara itu, Arini dan Lunariaa mulai semakin kewalahan dengan lawannya. Keduanya bahkan sudah kehilangan lebih dari empat puluh persen Hit Point yang miliki. Bahkan Arini sampai harus beradu pukulan langsung dengan beberapa goblin demi mempertahankan diri. Karena Lunariaa tak sanggup melindunginya.


“Di mana dia?! Kenapa tidak datang juga?!” keluh Lunariaa karena Erra tak kunjung muncul setelah cukup lama peluit dibunyikan.


“Mungkin dia terhambat sesuatu!” sahut Arini.


“Semoga saja hanya begitu. Jangan sampai ia lari dan kabur!”


Bosh! Bosh!


Dengan mendadak meledak dua buah bom asap tak jauh dari kedua gadis itu. Tanpa bicara, keduanya yakin kalau itu adalah Erra. Menghindari bom asap yang berkemungkinan beracun itu. Keduanya secara paksa menerobos kepungan goblin.


Para goblin yang mengepung Arini dan Lunariaa dibuat kaget dan lengah oleh bom asap itu. Jadi, sisi yang coba ditembus kedua gadis itu bisa dengan mudah diterobos.


Suara tebasan, potongan, dan tikaman terdengar di dalam kepulan asap putih pekat itu.


Wuss! Wuss! Wuss!


Jleb! Jleb! Jleb!


Dan tak lama berselang, ada beberapa pisau lempar yang keluar dari kepulan asap itu. Menjadikan beberapa goblin sebagai tempat pendaratannya.


Saat asap itu menipis, seseoran keluar melompat dari kepulan itu. Dan benar keyakinan Arini dan Lunariaa, ia adalah Erra.


“Mau lari atau lawan?!” tanya Erra.


Arini dan Lunariaa sempat saling tatap sebentar, sampai Arin menjawab...


“Terserah kamu!”

__ADS_1


“Minum anti racun kalian sekarang!”


“Baik!!!”


Kedua gadis itu paham kalau Erra memilih untuk melawan para goblin. Ia menyuruh kedua meminum anti racun, karena ia akan memakai bom asap beracun.


Ketiga petualang ini saling menghampiri, dan akhirnya berada di tempat yang sama.


“Mau jelaskan dulu rencananya?” tanya Lunariaa.


“Kau lindungi saja Arini. Dan Arini tolong jaga jangan ada yang menyerangku dari belakang. Aku akan bergerak sendiri. Dan jangan lupa minum anti racun lagi saat efeknya hilang. Apa bisa begitu?”


“Baik!”


“Dimengerti!!”


Mereka pun memulai pertarungan...


.


.


.


Kelompok Ezzza berhasil merampok desa pengumpul kayu dengan relatif mudah. Mereka mengambil uang, pakaian, dan makanan di desa ini. Tak ada korban dari sisi mereka, namun banyak korban dari sisi desa. Mereka tak segan membantai lelaki atau pun perempuan di sana.


Kini mereka sedang mengadakan pesta kecil atas keberhasilan yang mereka capai. Sambil membagikan hasil rampokan yang baru mereka dapatkan.


Setelah pembagian selesai, Ezzza langsung saja membahas rencana perampokan selanjutnya. Terlihat beberapa anggotanya enggan, dan ingin segera istirahat. Tapi, Ezzza mengatakan kalau mereka akan istirahat setelah membahas rencana ini.


Pembahasan berjalan sengit. Karena kini Ezzza membuka ruang pendapat bagi setiap anggotanya. Memang hal ini membuat perundingan jadi lebih lama dan seikit lebih rumit. Namun Ezzza yakin ini bisa menghasilkan renacana yang lebih baik.


Setelah perundingan, mereka pun bubar untuk melakukan kegiatan masing-masing.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2