Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater

Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater
1.16 - Mengantar


__ADS_3

+++


Arc 1 : The Births of The Ender.


Bab 16 : Mengantar.


+++


Erra mulai mencium aroma tak sedap di udara. Ia pun terus melangkah sampai akhirnya ia benar-benar sampai di pintu masuk itu.


“Ini namannya saluran air pembuangan, bukan hanya saluran air!”


Erra akhirnya tahu kalau saluran air yang dimaksud adalah saluran air pembuangan. Yang merupakan air limbah dari beragam kegiatan di Avalan City. Yang mana jelas sekali memiliki aroma yang luar biasa busuk, dan sangat mengganggu.


Sebelumnya Erra pikir saluran air yang dimaksud adalah saluran air bersih. Semacam sungai kecil yang mengalir di bawah tanah. Atau saluran air bersih untuk keperluan sehari-hari.


“Kalau begini, batal saja lah!”


Erra langsung balik bada seketika itu juga. Dan berjalan kembali ke arah gedung Gilda Petualang, untuk mencari misi lainnya. Erra kembali ke gedung itu dengan berlari, agar bisa sampai lebih cepat. Dan ia pun sudah sampai dalam waktu singkat.


“Hm... aku harus benar-benar berhati-hati.”


Erra memilih lagi misi yang bisa ia ambil. Ia kini membaca dengan lebih teliti setiap lembaran misi yang terpampang. Bahkan Erra membaca setiap informasi tambahan pada setiap misi. Ia tak mau sampai terjebak lagi karena kurang membaca.


Sebelumnya Erra merasa cukup beruntung. Karena ia hanya salah mengira saluran air pembuangan sebagai saluran air bersih. Yang mana pada akhirnya tak memberinya kerugian sama sekali. Kecuali masalah ia harus memilih misi lain lagi. Erra waspada kalau sampai ia salah memilih misi lagi, ia akah mendapat kerugian yang berat.


“Ck! Tidak ada yang menarik.”


Erra sudah membaca sekitar lima puluh misi yang tersedia, namun belum menemukan misi yang membuatnya merasa tertarik. Hanya untuk iseng, ia membaca kembali misi yang tadi telah ia batalkan. Dan ia pun menemukan fakta lain yang membuatnya semakin merasa lega telah membatalkan misi itu.


“Kalau sampai tadi aku masuk dulu, pasti aku lebih menyesal.” Ucap Erra.


Fakta yang baru Erra temukan itu adalah tentang hama yang dimaksud dalam misi tersebut. Erra berpikir kalau hama yang dimaksud adalah tikus. Kalau pun tikusnya punya ukuran super, Erra merasa siap untuk menghadapinya. Tapi ternyata yang dimaksud hama dalam misi itu adalah monster kecoa.


Monster kecoa yang dimaksud memiliki bentuk yang sama persis dengan kecoa di dunia nyata. Akan tetapi ukurannya yang sangat tidak normal. Panjang tubuh monster itu mencapai satu meter. Dan para monster kecoa itu juga memiliki kemampuan untuk terbang.


Erra tak pernah merasa takut pada hewan buas. Ia pun bisa dengan tenang saat berhadapan dengan kobra saat usianya baru tujuh tahun. Namun beda cerita dengan serangga, terutamanya kecoa. Karena sewaktu kecil, saat usianya baur tiga tahun. Pernah ada kecoa yang terbang langsung masuk ke mulutnya. Bahkan masuk ke tenggorokannya.


Erra pun melanjutkan membaca misi lainnya, sampai akhirnya ia menemukan misi yang mau ia ambil. Meski ia tak merasa misi ini menarik. Tapi ia sudah bosan memilih misi yang ada. Jadi, bisa dibilang ia setengah asal-asalan memilih misi ini. Namun tentu saja, ia suda memastikan misinya dengan teliti.

__ADS_1


.


.


.


“Permisi, aku yang mengambil misi untuk mengantar barang dari sini...!”


Erra memasuki sebuah toko yang menjual batangan logam. Misi yang ia ambil adalah untuk mengantarkan sejumlah batangan logam ke sebuah bengkel pandai besi. Baik toko tempat batangan logamnya, mau pun bengkel pandai besinya, sama-sama berada di Avalan City.


“Oho... begitu? Baiklah, ini logam yang harus diantarnya.” Ucap si pemilik toko yang merupakan seorang Lander lanjut usia.


Erra segera mengambil barang yang harus diantarnya, dan dengan segera melesat ke bengkel pandai besi tujuannya. Erra membawa barang bawaan yang harus diantarnya itu di dalam inventorinya. Jadi, bebannya yang sampai puluhan kilogram itu tak terasa sedikit. Dan Erra pun bisa berjalan cepat bahkan setengah berlari.


Setelah menempuh perjalanan yang tak pendek, Erra akhirnya sampai di tempat tujuannya.


“Permisi, aku mau antar barang!”


“Oh?! Kebetulan sekali! Kau datang tepat waktu!” ucap si pemilik bengkel.


Setelah menyelesaikan transaksi, Erra pun segera mendapatkan imbalannya. Imbalan yang didapatkannya adalah uang, dan juga EXP.


“Hm... Pikir-pikir.... sepertinya mengambil misi seperti ini dulu cukup lumayan juga.”


Setelah menyelesaikan ketiga misi itu, Erra kembali lagi ke Gilda Petualang. Ia pun memperhatikan kalau ternyata banyak sekali misi seperti itu, dan muncul niat untuk mengambil lebih banyak lagi misi serupa. Akhirnya, Erra menghabiskan hari itu dengan terus mengambil misi mengantarkan barang di dalam kota.


Bayaran dari misi semacam ini hanya lah berupa uang dan EXP. Dan keduanya tidak dalam jumlah yang banyak. Bahkan bisa dibilang sedikit. Karena hal ini lah, hanya ada sedikit pemain yang mau mengambil misi ini. Selain karena imbalannya yang kecil.


Kebanyakan pemain enggan mengambil misi semacam ini karena terasa aneh. Dengan mengambil misi mengantar barang seperti ini berarti pemain menjadi kurir pengantar barang. Yang mana suatu pekerjaan yang mudah ditemukan di dunia nyata.


Lalu apa yang membuat Erra giat mengambil misi ini?


Erra menemukan hal yang membuatnya cukup tertarik. Ia mengantar dengan berjalan cepat, atau bahkan berlari. Dan karena melakukan itu terus menerus, ia pun mendapatkan bonus tambahan poin untuk Stamina dan Dexterity-nya. Selain hal tersebut. Karena misi semacam ini jarang ada yang mengambil, ini berarti Erra hanya punya sedikit pesaing.


Setelah menghabiskan waktu di Avalan City ini selama hampir dua belas jam. Erra akhirnya memutuskan untuk kembali ke dunia nyata.


.


.

__ADS_1


.


“Oy, Putra! Nanti kau mau isi pos apa di pekan olah raga?” tanya Esa.


“Apa ada pos balap lari ke rumah masing-masing?” Putra balik bertanya.


“Apa kau sedang melawak?”


“Tidak, aku sedang serius.”


Mendengar percakapan datar itu, mengundang tawa ringan dari murid lain di kelas ini. Saat ini, kelas Putra dan Esa sedang menentukan siapa yang akan ikut lomba olah raga apa di pekan olah raga sekolahnya.


Sekolah ini mengadakan pekan olah raga satu kali dalam satu semester. Diadakan pada setelah ujian akhir semester dilaksanakan. Dan sebelum waktunya pembagian rapor sekolah.


Saat ini sudah mendekati akhir November. Dan ujian akhir semester ganjil ini diadakan pada pertengahan Desember. Jadi, para murid biasa menyiapkan diri untuk pekan olah raga itu sebelum mereka serius menyiapkan diri untuk ujian akhir sekolah.


“Baiklah, kau ambil pos silat!” ucap Esa asal menentukan pos untuk Putra isi.


“Apa kau waras? Aku tidak bisa silat.” Tanya Putra.


“Kau tak perlu bisa jurus macam-macam. Yang penting hajar saja lawanmu sampai keluar arena atau pingsan.”


Esa menjeda sebentar sebelum lanjut berkata...


“Eh, jangan. Jangan coba buat pingsan lawanmu, nanti malah tidak sengaja kau habisi.”


.


.


.


Bersambung...


Terima kasih sudah mampir....


Tolong jangan lupa Like dan Komentarnya, ya...


Sekalian juga masukan kisah ini ke daftar Favorite-mu!

__ADS_1


Dan, kalau ada boleh lah bersedekah Vote...


Sampai jumpa di bab berikutnya...


__ADS_2