
.
.
.
Plok!
“Pesta dimulai!!!”
Bosh! Bosh! Bosh! Bosh! Bosh! Bosh! Bosh! Bosh! Bosh! Bosh! Bosh! Bosh! Bosh! Bosh! Bosh!
Pasukan yang dibawa Erra menjatuhkan begitu banyak bom asap dari atas pohon. Bukan bom asap biasa, melainkan bom asap beracun. Sama dengan strategi di depan gerbang desa. Mereka berdiam di atas pohon, kemudian melemparkan bom asap yang mengandung beragam jenis racun. Kemudian mereka turun dan...
Sret! Srat! Zraaat! Jleb! Zlab! Sret! Srat! Zraaat! Jleb! Zlab! Sret! Srat! Zraaat! Jleb! Zlab!
...mulai menyerang di dalam kepulan asap.
“Minum anti racun! ”
Ezzza yang berteriak. Ia tak bermaksud untuk mengingatkan semua anggota pasukan dari Desa Gezar ini. Ia hanya ingin mengingatkan beberapa anak buahnya yang ada di dalam pasukan ini. Tapi, semua anggota pasukan ini mengikuti perintah itu.
Erra ikut masuk ke dalam kepulan asap tebal itu, dan ia pun ikut dalam penyerangan. Ia masih memakai busurnya untuk menyerang. Busur yang melontarkan panah-panah beracun.
Selain Erra, tak ada yang menyerang memakai busur. Karena mereka takut salah menyerang rekan sendiri. Erra bisa melakukannya karena ia sudah berlatih melakukannya sebelum ini. Sebenarnya semua pemanah elit Desa Green Hut mengikuti pelatihan itu. Tapi hanya Erra yang bisa mempraktekannya di lapangan karena hanya ia sendiri yang punya Skill yang bernama, Night Vision.
Skill Night Vision, seperti namanya adalah sebuah Skill yang bisa dipakai untuk melihat dengan jelas di saat malam yang gelap. Lebih luasnya, Skill ini bisa dipakai di mana pun dan kapan pun, di tempat yang gelap. Kepulan asap yang putih ini sebenarnya tak begitu gelap, sehingga Skill ini efektifitasnya sedikit menurun. Tapi, meski pun begitu Erra bisa memanah dengan akurasi tinggi.
“Gunakan sihir angin!!!”
Entah siapa yang kali ini berteriak. Yang jelas bukan berasal dari pasukan Erra.
Sesaat setelah ada teriakan itu, para penyihir yang bisa memakai sihir angin segera mengaktifkan beragam sihir mereka. Dan di saat yang bersamaan...
PWWUUIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIITT!!!
Suara peluit yang nyaring itu terdengar masih dari dalam kepulan asap. Dan yang membunyikannya adalah Erra, sebagai tanda untuk pasukannya mundur dengan segera.
Semua anggota pasukan Erra segera melarikan diri begitu mendengar tiupan peluit dari Erra. Dan sesaat sebelum sihir angin musuh aktif.
__ADS_1
Wuussshh!!! Bwosshh!!! Wuussshh!!! Bwosshh!!! Wuussshh!!! Bwosshh!!! Wuussshh!!! Bwosshh!!! Wuussshh!!! Bwosshh!!! Wuussshh!!! Bwosshh!!!
Hembusan angin bertiup dari dan ke berbagai arah. Dengan segera menghilangkan kepulan asap yang mengurung mereka. Dan di saat itu lah mereka sadar, bahwa musuh mereka telah menghilang. Termasuk pemimpin lawan, Erra.
Melihat jasad rekan-rekannya bergeletakan, komandan pasukan yang selamat berkata...
“Sial! Kita dipermainkan!”
Rasa kesal tampak di setiap wajah anggota pasukan yang ada di sini. Tak terkecuali Ezzza, saat ia melihat beberapa anak buahnya tergeletak di tanah sudah kehabisan Hit Point.
‘Orang ini.... Apa yang harus kulakukan untuk menghadapinya? Dan entah kenapa... aku merasa pernah bertemu dengannya di dunia nyata.’ Gumam Ezzza dalam hatinya.
.
.
.
Kita beralih ke kondisi di depan gerbang utama Desa Green Hut.
“Pemanah, serang!!!” Komandan pasukan dari Desa Gezar memberi perintah.
“Angkat perisai!”
Giliran komandan dari pasukan pertahanan Desa Green Hut yang memberi perintah.
Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak!
Semua serangan anak panah dari pasukan dari Desa Gezar tertahan oleh perisai yang diangkat pasukan Desa Green Hut di atas dinding.
Pasukan dari Desa Gezar bergerak perlahan mendekati dinding pertahanan Desa Green Hut. Sementara pasukan pertahanan Desa Green Hut sepenuhnya bertahan dengan mengangkat tinggi perisai mereka. Menghalangi dan menghentikan setiap anak panah musuh yang meluncur ke arah mereka.
Keadaan ini pun bertahan selama beberapa saat, hingga akhinya...
Piiit! Pit! Piiiit!!!
Suara peluit yang tak begitu nyaring itu berasal dari komandan pertahanan Desa Green Hut. Itu adalah tanda perintah bagi pasukannya. Perintahnya dalam bunyi peluit agar tak dimengerti lawan.
Mendengar suara peluit itu, pasukan dari Desa Gezar pun terlihat menjadi waspada. Meski mereka tak paham arti dari siulan peluit itu. Mereka yakin kalau itu adalah perintah di kelompok musuh.
__ADS_1
Di atas dinding pertahanan Desa Green Hut, beberapa pemanah menarik busurnya lalu menahannya. Mereka melakukannya untuk mengaktifkan Skill Power Shot. Selang beberapa detik, ada beberapa pemanah yang melakukannya juga. Dan selang beberapa detik lagi, ada beberapa pemanah yang melakukan hal yang sama. Jadi, ada tiga kelompok pemanah yang mengaktifkan Power Shot secara beruntun.
Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak! Ctak!
Panah yang dilepaskan pasukan dari Desa Gezar terus menghujani perisai besi yang dipakai pasukan Desa Green Hut. Awalnya tak ada panah yang tertancap, semua terpental. Namun setelah pemanahnya semakin mendekat, serangan pun semakin kuat. Dan mulai lah anak panahnya tertancap di perisai-perisai besi. Dan lama kelamaan, perisai-perisai itu pun tampak seperti landak.
Komandan pasukan pertahanan Desa Green Hut terus memantau, dan akhirnya memberi perintah memakai peluit.
Pit! Pit! Pit! Piiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiittt!!! PIT!!!!
BRUK!!!
Para pemanah pasukan Desa Green Hut yang mengaktifkan Power Shot akhirnya berdiri. Dan melepaskan serangannya. Tiga kelompok itu melepaskannya secara beruntun.
ZWOOSH!!! ZWOOSH!!! ZWOOSH!!! ZWOOSH!!! ZWOOSH!!! ZWOOSH!!! ZWOOSH!!! ZWOOSH!!!
ZLAB!!! ZLAB!!! ZLAB!!! ZLAB!!! ZLAB!!! ZLAB!!! ZLAB!!!
Kebanyakan serangan Power Shot itu menghantam perisai lawan. Tapi, meski begitu bukan berarti serangannya gagal. Para pemegang perisai itu terdorong dan terjatuh saat terkena serangan Power Shot. Membuat pemanah yang mereka lindungi jadi tak terlindung.
“Mulai hujan!!!” teriak komandan pasukan pertahanan Desa Green Hut.
Hampir semua pasukan di atas dinding mulai memanahi lawan. Hujan panah pun terjadi, berhasil mengurangi kekuatan lawan dengan membunuh beberapa prajurit lawan.
“MUNDUUR!!!” teriak komandan pasukan dari Desa Gezar.
“Penyembuh! Maju!” sang komandan melanjut perintahnya.
Pasukan yang tadinya bergerak mendekati dinding desa, kini bergerak mundur. Di sisi lain, para penyihir dan anggota pasukan lainnya yang memiliki kemampuan menyembuhkan, baik itu memakai sihir atau obat maju. Mereka segera menyembuhkan pasukan terluka yang mundur.
Sementara pasukan penyerang dari Desa Gezar bergerak mundur. Pasukan pertahanan dari Desa Green Hut terus menghujanji lawannya dengan anak panah, sampai mereka keluar dari jarak jangkau serangan optimal mereka.
Sebelum memberi perintah lebih lanjut, komandan pasukan dari Desa Gezar memutuskan untuk sedikit mundur. Ia pun mengajak beberapa orang untuk berdiskusi mengenai serangan selanjutnya.
Sementara itu, pasukan pertahanan Desa Green Hut memulihkan stamina mereka sambil memperhatikan pergerakan lawan.
.
.
__ADS_1
.