
+++
Arc 1 : The Births of The Ender.
Bab 15 : Langkah Baru.
+++
Hari baru telah tiba, Putra telah kembali lagi ke Avalan City sebagai Erra.
Hari ini Erra telah merasa cukup mengenal Avalan City. Jadi, ia berencana mencukupkan acara keliling kotanya. Dan memutuskan untuk melakukan hal lain hari ini.
Banyak hal menarik yang bisa dilakukan di dalam kota ini. Dan banyak hal yang juga cocok untuk dilakukan pemain baru seperti Erra. Hari ini untuk pertama kalinya, pada akhirnya Erra coba mendatangi Gilda* Petualang. Tujuannya tentu saja untuk menjadi seorang Petualang.
(*Gilda \= Guild)
Istilah petualang adalah istilah yang paling umum untuk digunakan bagi para pemain RPG, bahkan sejak awal permainan RPG pertama tercipta di beberapa dekade terakhir abad 20. Semakin lama semakin banyak istilah yang dipakai untuk menggantikan istilah tersebut bagi pemain. Namun istilah itu masih menjadi yang paling populer.
Di Ardanium’s Tale Online sendiri, para pemain disebut dengan istilah Avatar. Dan istilah Petualang digunakan bukan hanya untuk para pemain saja. Para NPC alias Lander juga bisa menjadi petualang dengan mendaftarkan dirinya di Gilda Petualang.
“Hm... bangunannya besar juga. Dan lumayan keren.” Komentar Erra saat sampai di depan gedung Gilda Petualang.
Bangunan ini punya lebar sekitar dua puluh meter. Bangunannya memiliki tiga lantai, dan tiap lantainya memiliki tinggi sekitar empat meter. Dari sini saja, sudah terlihat ukuran bangunan ini lumayan besar.
Erra menaiki tangga depan menuju pintu masuk bangunan. Ada dua puluh anak tangga yang harus ia daki. Setelahnya masih ada beranda yang cukup luas sebelum Erra melewati pintu masuk utama yang ramai dengan orang yang keluar mau pun masuk bangunan.
“Wow...”
Erra terkagum dengan interior yang ia lihat saat ini. Pada dasarnya, interiornya memakai desain abad pertengahan Eropa. Akan tetapi terlihat banyak sentuhan modernnya. Dan tak hanya fokus pada dekorasi Eropa saja. Ada dekorasi dari beragam budaya dari belahan dunia yang lain.
Ada kaligrafi, baik itu huruf mandarin atau pun huruf arab. Banyak juga terdapat lukisan dengan berbagai macam gaya budaya pada abad pertengahan. Erra juga bisa melihat beragam guci hias dengan gaya Asia Timur. Permadani yang terhampar di ruangan ini juga memiliki desain dari Timur Tengah. Dan masih banyak lagi ornamen yang menakjubkan.
Selintas, ruangan ini juga terlihat seperti restoran. Dengan banyaknya meja dengan berbagai macam ukuran, dan orang-orang yang riang bersantap ria. Lalu di bagian terdalam ruangan bisa dilihat meja konter panjang, yang di belakangnya terdapat rak minuman. Erra kini menuju ke meja tersebut.
“Ada yang bisa kubantu?” Belum juga Erra sampai, seorang pelayan segera menyapa Erra dari balik meja konter itu.
Pelayan itu adalah seorang gadis muda dengan penampilan gadis Amerika Latin. Kulitnya terlihat sedikit coklat, dengan mata yang juga coklat dan ramput hitamnya itu panjang dan lurus. Senyuman yang dilontarkan gadis itu bisa dengan mudah memikat hati siapa pun. Apalagi lelaki yang masih muda. Tapi sayang itu tak berlaku bagi Erra.
“Ya, aku mau mendaftar sebagai petualang. Bagaimana caranya?”
Sebelum memberi Erra jawaban, si gadis pelayan sedikit tertegun dengan sikap Erra yang datar bahkan cenderung dingin padanya. Gadis ini adalah seorang Lander yang telah bekerja di tempat ini selama lima tahun. Selama itu pula, jarang sekali ada lelaki yang bisa bersikap datar bahkan dingin padanya seperti Erra.
Mengesampingkan semua itu, si gadis menjawab.
__ADS_1
“Pendaftarannya bisa dilakukan di sini. Silakan duduk, biar kuambilkan formulirnya.”
Si gadis pelayan kali ini berbicara dengan nada yang sedikit berubah. Singkatnya, nada bicaranya sedikit manja. Dan ia juga melakukan gerakan tubuh yang sedikit memancing lelaki saat ia berbalik. Ia sedikit penasaran untuk menggoda Erra.
“Ah, ya.” Lagi-lagi dengan nada datar dan dingin Erra menjawab gadis itu, lalu duduk.
‘Hm... apa hal seperti itu perlu ada di dunia ini?’ tanya Erra dalam benaknya.
Hal yang Erra maksud adalah tingkah menggoda si gadis pelayan. Erra mengingat kalau permainan ini bukan lah permainan dewasa dengan kategori untuk usia 18 tahun ke atas. Permainan Ardanium’s Tale Online ini bisa dimainkan mulai dari usia 14 tahun.
Si gadis pelayan tak lama kemudian kembali. Ia menuntun Erra untuk mengisi formulirnya hingga semua proses pendaftaran diri Erra selesai. Dan selama itu pula pelayan ini mencoba untuk menggoda Erra.
“Ada lagi yang bisa kubantu?” tanya si gadis pelayan dengan sikap yang semakin menggoda.
“Ya, ada. Bisa kau berhenti mencoba untuk menggodaku? Aku tidak terganggu sama sekali. Hanya saja, kau pasti lelah bersikap seperti itu kalau tak dapat respon, kan?”
Tak ada kata keluar dari mulut si gadis pelayan. Ia hanya menarik dirinya dan berusaha menjaga sikapnya. Namun sekilas, Erra sempat melihat wajah gadis itu yang terlihat tersinggung dengan perkataan Erra.
“Baiklah, kalau tidak ada lagi. Maka, selamat selamat bergabung dengan Gilda Petualang.” Ucap si gadis pelayan dengan sopan.
+++
Selamat!
Sekarang kamu adalah Petualang Kelas E. Selesaikan lah banyak misi untuk bisa naik kelas.
Selamat berpetualang!
+++
Tiba-tiba beberapa panel biru semi transparan muncul di hadapan Erra dan salah satunya berisi tulisan tersebut. Yang lainnya ada juga yang menyatakan seberapa banyak EXP yang Erra dapatkan hanya untuk mendaftar saja.
Erra kini segera meninggalkan meja konter dan menuju ke papan misi. Di dalam ruangan ini ada lima papan misi yang masing-masing tersedia untuk satu kelas petualang. Kelas bagi petualang adalah seperti pangkat, yang menentukan misi macam apa yang bisa mereka ambil. Kelas petualang ini tak ada sangkut pautnya dengan level yang dimiliki pemain.
“Hm... semuanya misi di dalam kota, ya?”
Erra sedang memilah misi apa yang ingin ia ambil. Dan misi yang ada untuk petualang yang masih Kelas E seperti dirinya. Hanya ada misi di dalam kota ini saja. Misinya juga banyak yang sepele.
“Ah, ambil ini saja.”
Erra memutuskan untuk mengambil misi memburu hama di saluran air bawah kota. Ia mengetuk kertas misinya dan muncul sebuah panel yang berisi,
+++
__ADS_1
Kamu akan mengambil misi untuk memburu hama di saluran air bawah tanah Avalan City.
Apa kamu yakin?
{Ya} {Tidak}
+++
Tanpa ragu Erra mengetuk ‘Ya’.
Ia pun segera bergerak keluar dari bangunan itu.
.
.
.
Erra berjalan sambil mengikuti petunjuk yang muncul di hadapannya. Petunjuk itu berupa anak panah hologram yang mengarahkan Erra menuju ke tempat tujuannya. Yakni pintu masuk menuju saluran air bawah tanah Avalan City ini.
Erra pun akhirnya mulai mendekati pintu masuk itu. Namun ada yang mengganggunya.
“Bau ini, jangan-jangan...”
Erra mulai mencium aroma tak sedap di udara. Ia pun terus melangkah sampai akhirnya ia benar-benar sampai di pintu masuk itu.
“Ini namanya saluran air pembuangan, bukan hanya saluran air!”
.
.
.
Bersambung...
Terima kasih sudah mampir....
Tolong jangan lupa Like dan Komentarnya, ya...
Sekalian juga masukan kisah ini ke daftar Favorite-mu!
Dan, kalau ada boleh lah bersedekah Vote...
__ADS_1
Sampai jumpa di bab berikutnya...