Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater

Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater
2.45 - Jalan Baru.


__ADS_3

+++


Arc 2 : The Angels and The Dragons.


Bab 45 : Jalan Baru.


+++


“Dan dengan ini, aku mengundurkan diri dari semua posisiku di Desa Green Hut.”


Perkataan yang keluar dari Erra itu membuat keheningan selama beberapa saat. Sampai ada salah satu petinggi desa yang berkata...


“Maaf, Tuan Erra. Apa saya tidak salah dengar? Anda ingin mengundurkan diri dari semua posisi yang Anda pegang saat ini?”


Pertanyaan pria itu mewakili semua penduduk desa. Erra pun dengan tenang menjawab...


“Ya, aku ingin meninggalkannya. Biarkan aku menjelaskan semuanya. Agar tak ada lagi dari kalian yang bertanya. Dan agar semua ini lebih singkat.”


Semua diam mendengarkan penjelasan Erra.


Erra menyampaikan rasa cintanya pada desa ini sangat besar, itu lah pembukaan yang Erra berikan. Dari cara dirinya bebricara, lengkap dengan ekspresinya. Erra bisa meyakinkan semua orang kalau ia benar-benar mencintai desa ini. Bukan hanya pada warga desa, tapi Arini dan Lunariaa juga percaya akan hal itu.


Setelah itu, Erra menyampaikan pendapatnya bahwa desa ini sekarang sudah bisa berdiri sendiri. Dan desa ini memang harus belajar untuk berdiri sendiri. Erra sekali lagi merendah, tapi ia menyebutkan kenyataan bahwa desa ini terlalu bergantung pada dirinya.


Mendengar pernyataan Erra itu tak ada yang bisa menolaknya. Dari sebagian kecil warga desa yang sebenarnya tak begitu menyukai Erra pun tak bisa menyangkal hal tersebut. Apalagi mereka yang mengidolakan Erra. Mustahil bagi mereka menyangkal pernyataan tersebut.


Erra kemudian menyampaikan betapa berat dirinya untuk meninggalkan desa ini. Tapi ia juga meyakinkan bahwa langkahnya ini adalah untuk kebaikan bersama. Desa ini harus belajar berdiri tanpa dirinya. Dan ia sendiri perlu mengembangkan diri, dan itu tak bisa dilakukan jika ia terus berada di desa ini selamanya.


Setelah panjang lebar berbicara akhirnya Erra mengakhiri pidatonya. Kemudian acara pun berlanjut menjadi acara perpisahan dengan Erra.


Erra memang akan meninggalkan desa ini, tapi itu bukan berarti ia akan pergi saat ini juga. Ada banyak hal yang harus diurus, karena jika tidak Desa Green Hut bisa kacau. Itu semua karena Erra memegang terlalu banyak titik penting di desa ini.


Pada keesokan harinya, Erra berusaha menyelesaikan semua urusannya di Desa Green Hut. Tapi ternyata itu tak bisa ia lakukan. Dan pada akhirnya ia butuh tiga hari waktu dunia virtual untuk menyelesaikan semua keperluannya. Setelah itu, baru lah ia meninggalkan desa.


Adegan penuh haru dan dramatis terjadi di gerbang utama Desa Green Hut, mengiringi kepergian Erra. Orang asing yang datang dan mengubah desa ini menjadi luar biasa.


.


.

__ADS_1


.


“Jadi, sekarang kita mau ke mana?”


“Jadi, kenapa kalian mengikutiku?”


Pertanyaan Lunariaa dibalas lagi dengan pertanyaan oleh Erra.


“Memangnya tidak boleh?” tanya Arini tenang, memotong Lunariaa yang terlihat akan mengatakan sesuatu sambil berekspresi jengkel.


Erra menghentikan langkahnya, ia berdiam sebentar sebelum akhirnya menjawab...


“Sebenarnya bukan tidak boleh, tapi aku hanya tidak punya rencana untuk berkelompok sementara waktu.”


Arini dan Lunariaa sebelumnya telah memutuskan untuk membuat hubungan yang baik dengan Erra. Meski pun kini Erra tak lagi di Desa Green Hut, Erra tetap lah orang yang hebat. Kedua gadis itu berpikir kalau akan menguntungkan jika mereka bisa bekerja sama dengan Erra.


“Kalau sekiranya tidak mengganggumu. Bagaimana kalau kita berkelompok dulu? Kelihatannya kau ingin pergi lebih ke selatan lagi. Kudengar tempatnya masih sangat liar dan cukup berbahaya. Sepertinya lebih baik kalau tidak pergi sendirian?” ucap Arini berusaha membujuk Erra agar membiarkan dirinya dan Lunariaa ikut.


“Ah... baik lah. Sepertinya itu bukan ide buruk.”


Mereka bertiga pun akhirnya memutuskan untuk membentuk kelompok.


“Daftar teman?” tanya Erra.


“Iya, daftar teman. Kenapa wajahmu keheranan begitu?”


“Ah... haha... maaf, tidak apa-apa. Aku hanya lupa kalau ada fitur seperti itu.”


“Apa maksudmu lupa?” Lunariaa yang bertanya.


“Ya, aku lupa. Karena memang tak pernah kupakai, jadi aku lupa kalau ada fitur daftar teman.”


Fitur daftar teman adalah fitur standar yang ada pada setiap MMORPG pada masa ini. Sebuah fitur di mana para pemain bisa memasukan pemain lain ke dalam sebuah daftar. Lalu di kemudian waktu mereka bisa saling berkomunikasi.


Bentuk komunikasi yang disediakan bisa berbeda pada dunia virtual yang beda. Untuk di Ardanium’s Tale Online sendiri, fiturnya adalah untuk saling mengerim pesan teks singkat dengan jumlah maksimalnya karakter yang hanya seratus. Lalu fitur lainnya adalah bisa mengetahui arah keberadaan teman dalam radius sepuluh kilometer.


Bisa dibilang fitur daftar teman pada Ardanium’s Tale Online adalah yang paling pelit. Karena hanya sedikit sekali bentuk komunikasi yang bisa dilakukan. Tapi, meski begitu kebanyakan pemain tak mempermasalahkannya.


Kembali pada Erra.

__ADS_1


Ia yang dari awal memang belum pernah memakai fitur ini. Lagipula, selama ini ‘teman’ Erra hanya lah para Lander atau NPC. Yang mana tak bisa ia masukan ke dalam daftar temannya. Dan hal ini baru saja ia jelaskan pada Arini dan Lunariaa.


Kedua gadis itu sedikit heran, tapi tak mau ambil pusing. Karena sifat Erra memang sering membuat mereka bingung itu.


Erra akhirnya menambahkan Arini dan Lunariaa ke dalam daftar temannya. Dan begitu pula sebaliknya kedua gadis itu memasukan si avatar yang punya warna rambut dan mata mencolok itu ke daftar teman mereka.


.


.


.


“AAAHH!!! Kenapa jadi begini?! KE-NA-PA... SE-LA-LU... GAGAL???!!!!!”


Fitz sedang mengamuk di ruangannya. Ada beberapa anak buahnya yang menyaksikan amukannya, hanya diam di sudut ruangan.


Ini sudah beberapa hari sejak Erra meninggalkan Desa Green Hut. Dan Fitz baru bisa kembali ke dunia virtual ini. Ia benar-benar kesal dengan kenyataan kalau dirinya selalu saja gagal dalam menangkap Erra.


“Sekarang, ada yang bisa memberi tahuku apa yang sedang dilakukan bedebah itu?!” tanya Fitz pada para anak buahnya.


Salah satunya menjawab, “Ia beberapa hari yang lalu, meninggalkan Desa Green Hut bersama dua orang pemain perempuan. Mereka bergerak ke arah selatan. Dan dari informasi yang kami dapatkan, ia meninggalkan Desa Green Hut.”


“Meninggalkan? Sudah jelas kalau dia pergi berarti meninggalkan! Katakan dengan jelas apa maksudmu?!”


“Konon, Erra tak akan kembali ke Green Hut. Ia sudah meninggalkan semua jabatannya di sana dan memutuskan berpetualang. Karena informasi ini juga, Desa Gezar ingin segera menyerang Green Hut lagi.”


“Ah... begitu, ya?”


Fitz terlihat menjadi tenang dan akhirnya duduk. Lalu ia berkata...


“Lupakaan Desa Gezar. Kita kejar bedenah itu secepatnya!” perintah Fitz.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2