Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater

Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater
2.8 - Perkembangan.


__ADS_3

+++


Arc 2 : The Angels and The Dragons.


Bab 8 : Perkembangan.


+++


“Menurut pendapatmu sendiri. Apa yang dilakukan orang itu? Bagaimana sampai ia tak terdeteksi radar kita sama sekali? Padahal, cara-cara yang ia pakai telah bisa kita baca.” tanya Kronoz.


“Ada tiga kemungkinan yang bisa kupikirkan. Yang pertama, ia pergi ke tempat di mana radar kita lemah. Seperti masuk ke wilayah musuh. Atau mungkin pergi ke daerah selatan. Yang kedua, ia mungkin saja melakukan penggantian akun. Dan yang ketiga, ia memang benar-benar berhenti bermain Ardanium's Tale Online ini.” Ucap Fitz menjawab pertanyaan Kronoz.


“Perasaanku mengatakan kalau orang seperti itu tak akan begitu saja berhenti bermain.” Ucap Kronoz.


“Aku juga merasa begitu. Tapi, kau tahu sendiri, kan? Banyak hal bisa terjadi di dunia nyata, dan kita tak tahu siapa dirinya di dunia nyata. Mungkin saja ia terlibat masalah. Atau mungkin mati?"


“Ah, kau benar.”


“Jadi, apa aku perlu melanjutkan pencarian terhadap dirinya?”


“Ah.... kalau masalah itu aku cukup bingung. Ada banyak masalah rumit yang terjadi. Aku khawatir kalau ia hanya menghilang sementara, dan nanti saat ia kembali, ia akan membawa masalah bagi kita.


Bisa kita lihat siasat orang itu sangat berbahaya. Ia tak segan-segan membuat kekacauan seperti itu di Avalan City untuk bisa melepaskan diri darimu. Bahkan, kita bisa tahu kalau itu semua sudah ia persiapkan sejak lama. Tak mungkin itu semua dilakukan secara spontan begitu saja.


Tapi, kalau kau melanjutkan pencarian si Erra ini lalu tetap tak ada kemajuan. Citra dari kemampuan intelejen kita akan sedikit cacat karena tak bisa menemukan orang itu. Kalau pun kita berhenti, hasilnya sama saja. Karena bisa dianggap kita menyerah mencarinya.


Semua jadi serba salah...”


“Maafkan aku. Karena aku yang tidak kompeten, Golden Stars mendapatkan masalah seperti ini.”


Fitz mengutarakan hal tersebut dengan wajah yang sangat menyesal. Karena biar bagaimana pun juga, tanggung jawab menangkap Erra ada di tangannya sebagai kepala intelejen Golden Stars.


Ia yang salah satu petinggi Golden Stars itu sampai turun tangan langsung. Tapi tak membuahkan hasil manis itu, menyebabkan kekacauan di dalam tubuh Golden Stars.


“Jangan terlalu dipikirkan. Ingat, ini hanya dunia permainan. Dan tujuan utama kita ada di sini untuk bersenang-senang.” Ucap Kronoz berusaha membuat temannya itu tenang.


“Terima kasih.”


“Sekarang aku minta pendapatmu. Menurut dirimu sendiri, apa yang harus kita lakukan?”

__ADS_1


“Aku ingin tetap mencari orang itu. Tapi, aku akan menata ulang bagian intelejen sebelum melakukannya. Jadi, pencariannya tak mengganggu aktifitas badan intelejen yang lainnya.”


“Baiklah, kalau begitu. Oh ya, omong-omong Kekaisaran Orum baru mengirimkan pesan. Ada kelompok perampok baru yang mulai membuat resah di Aezmeralda Forest. Apa kau bisa menyelidikinya?”


“Ah, soal kelompok perampok itu aku sudah dengar dan sudah melakukan sedikit penyelidikan tentang mereka. Maaf, aku belum melaporkannya padamu.”


“Benar, kah?! Tentu saja kau tak perlu meminta maaf! Jadi, apa yang sudah kau temukan?”


“Ingat kelompok Green Goblin?”


“Kelompok perampok yang kita hapus beberapa tahun yang lalu itu? Kalau tidak salah pemimpinnya bernama Geckoz.”


“Iya, benar kelompok itu. ”


“Jangan bilang kalau ini ada hubungannya dengan mereka?”


“Mungkin tidak berhubungan secara kelompok. Tapi, kelompok perampok kali ini didirikan oleh salah satu mantan anggota Green Goblin. Apa kau ingat seorang pemain Brawler yang sempat sangat merepotkan itu?”


“Ah... iya! Aku ingat! Dia orang yang terus mempermasalahkan penyebutan namanya itu, kan? Namanya Ezzza, kan?”


“Benar, dia orangnya. Orang itu membentuk kelompok perampok baru. Tapi, yang sedikit menarik perhatanku adalah anggotanya selalu sepenuhnya NPC. Dan sudah beberapa kali kelompoknya dihabisi. Tapi ia terus saja membuat kelompok baru dengan anggota baru. Lalu, untuk kelompoknya yang saat ini. Sepertinya mereka sudah dilatih dulu.”


“Baiklah, buat laporan detail tentang kelompok itu secepatnya. Segera kirimkan ke Kekaisaran Orum. Ini bisa jadi kesempatan menaikkan citra kita kembali di mata mereka.”


.


.


.


Aezmeralda Forest.


“Wah.. wah.. wah..! Kita betemu lagi!”


“Kau lagi! Kau tidak ingat kami bisa menghabisi semua kelompokmu?”


“Aku ingat, dan sudah mengganti anggota kelompokku. Dan karena kalian juga aku membuka mataku melihat kekurangan yang selama ini gagal kulihat. Jadi, aku ingin sedikit berterima kasih pada kalian dengan tidak menyerang kalian secara mendadak. Sekarang, kalian serahkan dengan baik-baik barang bawaan kalian. Dan pergi lah!”


“Jangan harap kami akan menurut!”

__ADS_1


Lagi-lagi, kelompok Lunariaa dicegat oleh kelompok Ezzza saat melintasi Aezmeralda Forest.


“Nona, ku beri kau peringatan terakhir. Kelompok yang kubawa kali ini berebda dengan yang sebelumnya. Kali ini, kalian tak akan selamat, lho!”


Lunariaa, Arini, dan Neo dan menghiraukan peringatan Ezzza itu. mereka malah segera memasang kuda-kuda untuk bertarung. Dan akhirnya, pertarungan pun tak terelakan.


.


.


.


Great Southern Jungle.


Erra menghabiskan hari-harinya di desa Piko dan Liko. Desa itu adalah desa tanpa nama yang bahkan tak ada dalam peta permainan dari Megasolus. Sebuah hal yang sempat membuat Erra keheranan dan penasaran. Tapi, karena merasa itu bukan hal penting bagi dirinya, ia pun mengabaikannya.


Kehidupan warga desa ini ternyata berpusat pada pembuatan ramuan. Lebih tepatnya adalah pembuatan Healing Potion. Mereka membuat Healing Potion dari yang paling rendah sampai dengan yang paling tinggi kualitasnya. Selain Healing Potion, mereka membuat juga Stamina Potion tapi dalam jumlah yang sedikit dan hanya sampai kualitas menengah saja.


Healing Potion yang mereka buat itu adalah sumber pencarian mereka. Mereka menggunakannya untuk melakukan transaksi dengan desa lain di sekitarnya. Tapi, transaksi yang mereka lakukan itu kurang tepat jika disebut perdagangan. Karena sistem yang mereka pakai adalah barter.


Penggunaan sistem barter ini sempat membuat Erra sedikit bingung. Tapi sekali lagi, karena tak penting baginya ia memilih untuk tak peduli.


Desa ini mempunyai sistem pembagian tugas antara lelaki dan perempuan.


Tugas lelaki adalah mencari bahan-bahan untuk membuat Healing Potion di hutan. Sedangkan para perempuan bertugas untuk membuatnya.


Sewaktu Erra bertemu dengan Piko dan Liko. Kaka beradik itu sedang mencari tanaman herbal di hutan. Tapi, Liko si adik melewati daerah yang terlarang bagi mereka. Dan berakhir dikejar-kejar Direwolf tempo hari sampai bertemu dengan Erra.


Kini, Erra menghabiskan hari-harinya di desa itu untuk mencari tanaman herbal bersama para lelaki desa. Dan kemudian membuat ramuan bersama para perempuan di desa.


Erra berbagi ilmu dengan mereka dan pengetahuan yang dimilikinya pun semakin meningkat.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa Like dan Comment...!


Sampai jumpa di bab berikutnya...!


__ADS_2