Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater

Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater
2.53.2 - Ice.


__ADS_3

.


.


.


“Hiyaa!!!”


Buak!!!


Bruk!


Tinjuan sekuat tenaga yang dilayangkan gadis itu, dengan segera membuat lawannya tersungkur tak sadarkan diri. Dan dengan begitu, sang wasit pun mengangkat tangan sang gadis sebagai tanda ia lah yang keluar sebagai juara utama dalam turnamen karate ini.


Prok! Prok! Prok! Prok! Prok! Prok! Prok!


Suara tepuk tangan dan sorakan segera memenuhi gedung ini. Kilatan cahaya dari ratusan kamera pun terlihat dari segala arah. Namun dengan semua perayaan itu, sang gadis hanya melontarkan senyuman tipis.


Setelah beberapa saat berlalu, tiba lah waktu pemberian hadiah. Dan setelah itu, wawancara pun terjadi. Gadis yang memang pendiam ini hanya menjawab sedikit pertanyaan dengan singkat, dan wajahnya yang hampir selalu datar.


Hari berlalu, namun wawancara tak berlalu. Ada saja pihak media yang menghampiri sang gadis untuk melakukan wawancara. Ini bisa sedikit dimaklum, karena benar-benar tak ada yang menduga kalau gadis ini akan menjadi juara satu turnamen karate putri tingkat SMA se-Asia Timur.


Gadis ini selalu saja memasang ekspresi yang hampir datar, dan hanya sedikit melontarkan senyuman tipis. Ini bukan karena ia adalah gadis yang sulit mengekspresikan perasaannya. Melainkan ekspresi yang memang ia latih dengan keras. Semua untuk menjaga citranya agar dipandang baik.


Namun kali ini, ekspresinya sedikit pecah. Saat sebuah pertanyaan terlontar padanya, dari seorang wartawan yang mewawancarainya di rumah.


Pertanyaannya adalah...


“Jadi, Nona Tani. Bagaimana komentar Anda terhadap berita yang mengatakan kalau Anda sempat menggugurkan kandungan Anda saat tahun terakhir di SMP?”


Ekspresi gadis yang bernama lengkap Tani Yuki ini berubah. Wajahnya yang begitu putih itu sedikit memerah, menandai lonjakan emosinya. Ia masih berhasil mempertahankan sedikit ekspresi wajahnya. Tapi gagal mempertahankan ekspresi matanya, yang menunjukkan amarah terpendam dengan tatapannya yang begitu tajam.


Untungnya, ia hanya kehilangan kendali dalam waktu yang bahkan tak sampai satu detik. Dan setelah itu, ia berhasil mendapatkan kembali kendalinya atas ekspresi wajahnya. Yang mana kini menunjukkan ekspresi bersedih.


Sang wartawan yang tadik sedikit ‘tertusuk’ tajamnya tatapan Tani. Kini berpikir kalau ia hanya berhalusinasi.


“Ah... aku tidak akan menyangkal kalau aku pernah hamil dan gugur saat tahun terakhirku di SMP. Tapi, aku akan menolaknya jika Anda bilang aku menggugurkannya. Anda tahu kan bedanya menggugurkan dan keguguran?”

__ADS_1


Wartawan itu sedikit terdiam. Namun sebagai profesional ia tak terbawa suasan dan melanjutkan wawancaranya. Akhirnya, dari wawancara ini pun mencuat berita baru tentang Tani Yuki. Yakni bahwa dirinya pernah diperkosa sampai hamil. Lalu keguguran karena tingkat stres yang sangat berat.


Sebuah kisah yang segera meledak ini, menimbulkan dua efek. Efek pertama adalah dari mereka para pemikir negatif yang dengan segera menjelek-jelekan Yuki. Sedangkan efek kedua adalah dari mereka para pemikir positif yang berempati pada musibah yang menimpa gadis ini.


Lalu, apa cerita itu benar sepenuhnya?


Sayangnya tidak.


Kisah sebenarnya adalah...


.


.


.


Krak!!


Aizu berhasil mengunci Fira dan mematahkan lehernya. Yang dengan sekejap menghabisi keseluruhan Hit Point yang tersisa di tubuh Fira.


Namun meski berhasil menghabisi satu lawan. Aizu masih terdesak oleh dua orang yang tersisa. Seperti barusan saja ia langsung terkena tebasan beruntun dari Ranta.


Dengan beberapa gerakan menghindar dan bertahan. Aizu berhasil membuat jarak dengan kedua lawannya. Tapi jarak dan posisinya saat ini tak cukup untuk Aizu mencoba melarikan diri lagi.


Di saat pertarungan berhenti begini. Ro memulihkan dirinya sendiri, lalu memulihkan Ranta.


‘Hah... memang harus habisi tabibnya dulu. Tapi aku juga mulai kehabisan stamina dan Mana.’ Gumam Aizu dalam hatinya.


“Hah! Mulai kelelahan, ya? Bagaimana kalau kau menyerah saja, lacur?!” seru Ranta.


“Kalian ini suka sekali berkata kasar, ya?” tanggap Aizu dengan santinya, bahkan cenderung meremehkan.


Mereka terdiam lagi, sampai akhirnya semua bergerak bersamaan.


Aizu langsung meluncur ke arah Ranta. Dan saat akan berbentrokan dengan pemakai dua pedang itu, Aizu menghindar. Menghindar dan melanjutkan lajunya ke arah Ro.


Ro pun siap menerima serangan Aizu, sedangkan Ranta segera berusaha mengejar Aizu lagi.

__ADS_1


Aizu lalu melemparkan pisau ke arah kedua orang itu, dan berlari ke arah yang berbeda. Berusaha melarikan diri sekali lagi. Namun tentu saja Ranta dan Ro tak membiarkannya. Hingga aksi kejar-kejaran pun terjadi lagi.


Hal ini terus berlanjut sampai Aizu melihat sebuah sungai dan berlari ke arahnya. Ranta dan Ro tak sadar sama sekali niatan gadis ini. Dan saat keduanya melihat sungai itu juga, keduanya malah merasa lega karena Aizu akan terpojok.


Tapi di luar perkiraan mereka, Aizu melompat ke dalam sungai dingin yang bahkan sebagian permukaannya itu membeku. Keduanya pun tak mengejar, dan hanya bisa melihat Aizu yang berenang sesuai aliran sungai. Sambil mengacungkan jari tengahnya pada kedua orang itu.


.


.


.


Tani Yuki, seorang gadis dengan kewarganegaraan Asia Timur. Yang beretnis Jepang dan tinggal di ujung selatan Semenanjung Korea.


Ia adalah gadis dari keluarga sederhana, bahkan cenderung kekurangan dalam hal ekonomi. Di rumahnya, ia tinggal bersama ibu, nenek, dan kedua bibinya. Dan di generasinya ia hanya seorang diri. Tak ada kakak atau pun adik, juga tak ada sepupu.


Sang nenek dulu ditinggalkan suaminya saat usaha mereka jatuh akibat lilitan utang. Membuat sang nenek mengurus ketiga putrinya seorang diri. Putri pertama sang nenek, alias kakak pertama ibu Yuki punya jejak rumah tangga yang buruk. Ia menikah sampai tiga kali dan selalu diceraikan suaminya, karena ia tak bisa mengandung.


Untuk putri kedua sang nenek, yang juga kakak kedua ibu Yuki. Memiliki kisah yang tak kalah pahitnya. Ia bersama suaminya berhasil membangun usaha bersama sampai bisa dibilang sukses. Namun, suaminya berselingkuh dan akhirnya menceraikan dirinya. Tak lama kemudian, usaha yang dikembangkan bersama itu bangkrut. Sang mantan suami pun melarikan diri dari utang.


Lalu, bagaimana kisah putri bungsu sang nenek alias ibunya Yuki?


Ibu Yuki dulu tinggal sendirian, dan mendapatkan suami yang lumayan baik. Mereka pun hidup bahagia sampai Yuki lahir. Setelah itu, baru lah sang suami tahu kalau keluarga istrinya adalah keluarga yang terlilit banyak utang. Enggan terlibat dengan masalah utang keluarga istrinya, ia pun menceraikan ibu Yuki. Meski begitu, ia masih mengirimi uang untuk biaya hidup Yuki sampai saat ini.


Sepertinya keluarga ini memang selalu bernasib buruk dalam hubungan percintaan. Yuki, generasi ketiga keluarga ini pun mendapati nasib yang tak kalah buruknya dari dua generasi pendahulunya. Bahkan bisa dikatakan lebih buruk.


Saat ia masih duduk di tahun kedua SMP, ia mulai berpacaran dengan salah seorang guru. Gadis polos ini pun sangat mencintai kekasihnya itu, sampai matanya dibutakan. Peringatan dari para orang tuanya pun tak ada yang ia dengarkan. Ia bahkan menyerahkan segala yang bisa ia serahkan pada sang kekasih termasuk tubuhnya sendiri.


Saat menjelang masa SMP-nya, Yuki hamil. Ia kebingungan dan minta solusi dari sang kekasih. Kekasihnya itu pun tetap berkata manis dan akan menanggung semuanya, Yuki pun tak ada kecurigaan. Namun ternyata, guru bejat itu segera mengajukan pengunduran diri dari sekolah. Dan ia pun menghilang tanpa jejak. Meninggalkan Yuki seorang diri.


Demi mempertahankan masa depannya. Keluarga pun memutuskan untuk menggugurkan kandungan Yuki. Sebuah hal yang sangat dilarang di Asia Timur yang mana kekurangan penduduk karena penurunan jumlah populasi.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2