Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater

Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater
2.43 - Berita Utama.


__ADS_3

+++


Arc 2 : The Angels and The Dragons.


Bab 43 : Berita Utama.


+++


Bosh!!!


Bom asap yang dibanting si avatar bermata merah itu, dengan segera menyelimuti tubuhnya.


Melihat tindakan Erra, Fits segera melepaskan sebuah tembakan.


Syut!


Bosh! Bosh! Bosh!


Di saat yang bersamaan dengan Fitz melepaskan serangan. Erra menambah lemparan bom asapnya. Membuat asap yang menyelubungi tubuhnya semakin menyebar.


Syut! Syut! Syut! Syut! Syut!


Fitz menhujani kepulan asap Erra, tanpa membidik. Ia menembak sambil berkata...


"Apa yang kalian lakukan?! Segera terjang dia! Dia bisa kabur kapan saja!!!"


Seruan dari Fitz itu diarahkan pada para rekan yang baru datang bersamanya. Dan mereka pun segera bergerak saat mendengar seruan Fitz itu.


Sebelum melompat memasuki kepulan asap itu, mereka meminum anti racun terlebih dahulu. Mereka tak tahu, asap itu beracun atau tidak. Tapi daripada mengambil risiko, lebih baik mengambil aman.


Bosh! Bosh! Bosh!


Semua anggota pasukan Erra melempar bom asap juga, membuat hampir semua tempat ini tertutupi asap.


“Sial!” umpat Fitz yang sangat kesal.


“Pergi ke pinggiran kepulan segera!!!” perintah Fitz.


Para anggotanya itu langsung melakukan perintah Fitz. Sedangkan Fitz sendiri juga mengawasi sisi pinggiran kepulan.

__ADS_1


Wuush! Wuush! Wuush! Wuush! Wuush! Wuush! Wuush!


Beberapa orang berlari keluar dari kepulan asap, dan mereka semua berlari ke arah yang berbeda. Fitz dengan cermat memperhatikan mereka semua, dan...


“Kena kau, sialan!!!”


Ia berhasil menemukan Erra dan mulai mengejarnya. Dan ia memulai dengan memanah ke arah Erra.


Syut!


Jleb!


“Aw, menyebalkan...”


Komentar itu Erra ucapkan saat belikat kanannya tertusuk panah yang Fitz lesatkan.


Tanpa peduli pada anak panah itu, Erra terus berlari. Ia sesekali melirik ke belakang, melihat jarak antara Fitz dengan dirinya.


“Hm....ini gawat juga. Aku kehabisan ide, padahal tadi sudah berlagak.” Ucap Erra.


Erra hanya berlari lurus, berusaha menjauh dari Fitz sambil berusaha memikirkan cara menghindar dari orang itu. Karena tak mungkin bagi dirinya untuk bisa kabur dari Fitz tanpa trik. Alasannya adalah sederhana, itu karena Fitz jelas lebih kuat dari Erra.


Tapi, yang sekarang jadi masalah adalah Erra yang tak bisa memikirkan satu pun trik.


Para anggota pasukan Desa Gezar yang tersisa akhirnya terbagi dua. Sebagian memilih mundur, dan sebagian lagi memilih untuk terus maju. Pada akhirnya tak ada yang mengambil tawaran dari Erra, karena terlalu berisiko. Karena kalau ada yang memilih, itu berarti mereka harus bentrok dengan kelompok yang mau maju terus. Dan setelah itu, ada kemungkinan Erra tak akan menepati janjinya.


Mereka yang memutuskan untuk maju itu, belum tahu kalau pertempuran di gerbang utama Desa Green Hut telah berakhir. Mereka berpikir kalau rencana mereka masih bisa dilanjutkan meski pun banyak kesalahan.


Untuk Ezzza sendiri, ia memilih untuk meneruskan menuju Desa Green Hut. Sebenarnya ia ingin mengikuti Erra, dan melihat akhir dari si mata merah. Tapi, ia juga terpikirkan tentang para anak buahnya yang tergabung dalam kelompok penyerang gerbang utama Desa Green Hut.


Syut! Jleb! Syut! Jleb! Syut! Jleb! Syut! Jleb!


Kembali ke sisi Erra.


Fitz masih mengejarnya dengan sambil memanah. Kebanyakan panah yang Fitz lesatkan mendarat di pohon, dan hanya sedikit yang berhasil mengenai Erra. Dan itu pun hanya menggores pakaian Erra. Anak panah yang tadi mendarat di belikat kanan Erra menjadi satu-satunya anak panah Fitz yang berhasil mendarat dengan mulus.


Erra dikejar Fitz dan kelompoknya, sementara itu kelompok Erra mengejar di belakangnya. Mereka mulai memberi serangan dengan panah dan bom asap mereka dari belakang. Yang lama kelamaan menggangu kelompok Fitz.


Pada akhirnya, Fitz pun memerintahkan sebagian anggotanya untuk menghadang pada pengejar itu. Dan itu pun berhasil menghambat para pengejar tapi tak menghentikan mereka. Karena para anggota pasukan Erra ini berhasil memanfaatkan pengetahuan mereka tentang lokasi ini. Dan mereka pun kembali mengejar.

__ADS_1


Fitz sekali lagi memerintahkan anggotanya menghentikan para pengejar yang akhirnya mengganggu lagi itu. Dan akhirnya Fitz hanya sendirian mengejar Erra.


Anggota pasukan Erra yang sebelumnya sudah mulai terluka, dan mulai kehabisan amunisi mereka. Akhirnya mulai berguguran. Meski begitu, mereka sekali lagi berhasil menghabisi anggota pasukan Fitz. Dan mereka yang berhasil bertahan hidup kembali melanjutkan pengejaran mereka.


Fit kini akhirnya memutuskan untuk berhenti mencoba menghentikan Erra dengan menembakan panah. Ia memasukan busur dan selongsong anak panahnya ke dalam inventori. Ia pun mengejar Erra dengan menyiapkan pedang pendeknya.


Karena Fitz sekarang tak memanah, ia bisa berlari dengan lebih cepat. Erra yang menyadari hal itu saat ia melirik ke belakang berhasil dibuat sedikit panik. Tapi seakan Tuhan memihak pada dirinya, Erra menemukan peluang untuk bisa melarikan diri meski hanya kesempatan kecil.


“Bagus!” seru Erra kegirangan.


Fitz yang sedikit mendengar seruan Erra menjadi waspada. Jelas ia berpikir kalau Erra akan melakukan sesuatu yang akan merugikan dirinya.


Erra melihat sungai, dan ia kenal benar tempat ini. Tempat yang belakang ia hindari karena bahya yang ada di dekatnya. Tapi kini ini bisa jadi jalan keluarnya.


Beberapa orang anggota pasukan Erra yang masih mengejar juga kenal tempat ini. Melihat Erra terus berlari ke tempat yang paling dihindari di tempat ini, mereka pun merasa sedikit takut dan keheranan. Mereka juga merasa khawatir pada Erra. Namun beberapa saat kemudian mereka ingat, kalau mereka tak perlu khawatir pada Erra.


Sebelumnya mereka merasa khawatir karena takut kalau Erra mati di tempat ini. Tapi mereka akhirnya ingat kalau Erra adalah avatar, bukan Lander seperti mereka. Yang mana kematian di dunia ini tak berarti akhir bagi hidupnya.


Mereka sedikit saling lirik, dan akhirnya berhenti mengejar. Mereka sedikit berdiskusi dan memutuskan untuk kembali ke desa. Karena mereka yakin mereka tak akan begitu membantu di tempat ini dengan kondisi diri mereka yang sudah berada pada kondisi minimal.


Kembali ke sisi Erra.


“Yo! Kawan lama!”


Mendengar teriak Erra itu, Fitz menjadi sangat waspada. Dan ia dibuat membelalakan matanya saat melihat siapa yang Erra sapa. Karena ternyata Erra menyapa seekor naga sungai.


Syut! Jleb! Syut! Jleb! Syut! Jleb! Syut! Jleb! Syut! Jleb!


Erra menembak naga sungai itu, dan naga itu pun melihat ke arah Erra. Dengan segera ia mulai bergerak ke arah Erra, dan di saat yang bersamaan Erra berhenti berlari.


Melihat kejadian di depannya, Fitz juga berhenti berlari.


Erra berbalik, dan mulai berlari ke arah Fitz saat naga sungai sudah mendekati dirinya. Fitz sadar kalau Erra membawa naga itu ke arahnya dan mulai berbalik dan berlari juga.


“Hey, Fitz! Kira-kira apa isi berita utama besok, ya?! Sepertinya kekalahanmu yang memalukan akan jadi berita bagus!”


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2