
+++
Arc 2 : The Angels and The Dragons.
Bab 26 : Benang Merah.
+++
“Arini, coba cocokan lagi. Apa benar ini jamurnya?”
“Iya, sebentar. Aku lihat lagi gambarnya.”
Arini dan Lunariaa masih berada di Great Southern Jungle. Kedua mengambil misi untuk mencari sebuah jenis jamur yang ada di hutan rimba ini. Sebuah jamur yang bisa dijadikan campuran atau bahan dasar bagi banyak jenis ramuan dan racun.
Setelah memeriksa kembali gambar jamur itu, Arini berkata...
“Sepertinya bukan. Lihat, ada beberapa detail bagian yang sedikit berbeda.”
Lunariaa ikut melihat gambar dan berkata...
“Ah, sepertinya iya. Tapi... bagaimana kalau jamur ini kita bawa juga? Hanya untuk jaga-jaga, siapa tahu jamur ini yang memang kita cari. Kalau pun bukan, mungkin kita bisa menjualnya?”
“Ya, itu ide bagus.”
Mereka pun mulai mengumpulkan jamur yang mereka lihat, lalu mulai bergerak lagi mencari jamur target mereka.
.
.
.
“Hm... aku asal berjalan ke sini. Tapi aku mau apa, ya?”
Erra baru menyeberangi sungai. Sebuah sungai yang tempo hari muncul Naga Sungai. Setelah kejadian itu, Erra mendapatkan masalah yang lumayan besar karena begitu banyaknya pemuda dan pemudi desa yang mati karena ikut pelatihannya itu. Saat itu, posisinya di Desa Green Hut bahkan terancam. Dan ia bisa saja diusir dari desa, akan tetapi itu tak terjadi.
Para peserta pelatihan yang selamat membela Erra, dan ingin Erra tetap ada di desa. Mereka berpendapat kalau kekuatan desa akan berkurang lebih dari setengahnya jika Erra diusir. Dan tak menutup kemungkinan Desa Gezar akan menyerang mereka, lalu mereka tak akan bisa bertahan. Karena selama ini, Erra lah yang melindungi desa dari serangan Desa Gezar.
Mereka juga menceritakan bahwa Erra sampai memancing dua ekor Naga Sungai itu sendirian demi menyelematakan peserta pelatihan yang masih selamat. Dan beragam hal lainnya yang akhirnya membuat Erra batal diusir.
Saat itu, Erra menghentikan semua pelatihan keluar desa. Ia bahkan menghentikan pencarian bahan dasar ramuan karena takut para Naga Sungai itu masih berkeliaran. Sementara itu, ia sendiri bergerak sendirian untuk memantau pergerakan kedua Naga Sungai itu.
Saat ancaman dari kedua monster itu hilang, baru lah Erra memulai lagi pelatihan di luar desa. Kegiatan mencari bahan untuk ramuan pun dilanjutkan.
__ADS_1
Kembali ke masa kini.
“Ah, cari tanaman atau jamur saja lah. Sudah lama aku tak buat percobaan ramuan.”
Erra menentukan tujuannya dan mulai bergerak mencari tanaman dan jamur secara acak.
.
.
.
Ini adalah kamar penginapan tempat Ezzza dan kedua anak buahnya menginap di Desa Gezar.
“Kalian, kemari lah. Aku punya rencana untuk operasi.”
“Akhirnya!”
Kedua anak buah Ezzza itu terlihat senang mendengar perkataan Ezzza. Dan mereka pun berkumpul. Kemudian Ezzza pun mulai menjelaskan rencananya.
Isi dari rencana yang Ezzza miliki adalah untuk merampok desa-desa kecil yang menjual hasil produk desanya ke Desa Gezar ini. Tapi, bukan langsung merampok desanya. Melainkan merampok rombongan yang akan datang ke desa ini.
“Setelah kita merampok mereka. Apa kita akan sekalian jual hasilnya di sini, bos?” tanya salah seorang anak buah Ezzza yang bernama Rugut itu.
“Tapi, bos. Kalau begitu, kita akan jual di mana? Di dekat sini tak ada lagi tempat menjual yang bagus.”
“Kita akan ke Green Hut. Kalian sendiri yang bilang kalau desa itu seperti desa ini, kan?”
“Ah, benar juga.”
Mereka bertiga pun melanjutkan diskusi mereka untuk rencana yang lebih detail dan lengkap.
.
.
.
“Haha! Kukira kabar kalau hutan ini berbahaya hanya kabar palsu! Ternyata benar, ya?! Ini baru seru!”
“Seru, iya. Tapi menyebalkan juga iya. Aku sedang tak niat bertarung. Kamu selesaikan sendiri, ya?”
“Heh.... kenapa begitu?!”
__ADS_1
Arini dan Lunariaa dicegat seekor monster saat sedang mencari jamur. Monster itu adalah seekor monster landak yang bernama Death Needle. Yang merupakan monster landak yang memiliki bisa mematikan di duri-durinya. Monster ini memiliki ukuran yang sebenarnya sama dengan landak di dunia nyata. Hanya saja, duri mereka sekitar sepuluh sampai lima belas persen lebih panjang dan lebat.
Sebelumnya, Lunariaa bergerak sambil membabat semak belukar yang menghalangi jalannya dengan kapaknya. Secara tak sengaja ia mengenai seekor Death Needle kecil sampai sekarat. Melihat itu, Lunariaa pun sekalian saja membunuhnya. Tanpa ia sadari induk monster kecil itu ada di dekatnya. Dan akhirnya menyerang Lunariaa.
“Ini dari awal salahmu.” Ucap Arini.
“Huh! Baik lah! Aku hadapi sendirian!!!”
Lunariaa pun mulai bertarung dengan monster landak itu. Sedangkan Arini benar-benar tak peduli, dan mulai berkeliling tak jauh dari Lunariaa. Ia melihat-lihat tempat sekitar, dan berharap menemukan jamur yang dicarinya.
.
.
.
“Kiiieek! Kiiieek! Kiiieek! Kiiieek! Kiiieek! Kiiieek! Kiiieek!”
“Hah... menyebalkan...”
Erra yang sedang secara acak mencari tumbuhan dan jamur, tidak sengaja melihat seekor Golden Deer. Itu adalah rusa yang tergolong monster namun tak terlalu berbahaya. Wujudnya seperti rusa normal, tapi punya warna tubuh yang keemasan. Dan tanduknya, seperti terbuat dari emas murni. Tanduknya ini bisa dijadikan bahan ramuan juga.
Erra coba memanah rusa yang sendirian itu. Tapi, saat ia akan melepaskan tembakannya. Ia dikagetkan oleh seekor kadal yang jatuh ke pundaknya dari pohon di atasnya.
Hal itu membuatnya tak sengaja melepas anak panahnya. Dan anak panah itu pun tak mengenai si rusa emas, tai sedikit menyerempetnya. Rusa itu kabur, dan Erra sangat kesal pada si kadal. Ia membanting kadal itu ke tanah dan menginjak-injaknya sampai mati.
Erra berniat mencari rusa itu lagi, tapi tak lama kemudian ia mulai mendengar keributan mengarah pada dirinya. Ternyata, anak panahnya yang meleset itu melesat cukup jauh dan akhirnya mengenai seekor monyet. Yang mana langsung saja menghabisi si monyet.
Kawanan monyet itu marah dan mengejar Erra. Dan kini ia pun dikepung oleh kawanan monyet yang berjenis Sting Monkey itu.
“Empat... enam... dua belas... delapan belas... ah, dua puluh tiga, ya? Ini tak akan mudah. Sepertinya lebih baik kabur.”
Erra menghitung jumlah monyet yang mengepungnya, dan memutuskan untuk kabur. Kalau lah para monyet ini hanya monyet biasa, Erra sudah pasti akan melawannya. Sedangkan para monyet ini adalah jenis monster yang cukup merepotnya.
Sebenarnya, kalau para monyet ini hanya lah monster yang memakai kekuatan untuk bertarung. Erra mungkin akan lebih percaya diri untuk melawan mereka sedikit. Bukan berpikir untuk sepenuhnya kabur. Akan tetapi Sting Monkey adalah jenis monster yang memililki serangan beracun.
Sting Monkey memiliki wujud yang hampir serupa dengan monyet ekor panjang di dunia nyata. Akan tetapi, mereka punya ukuran tubuh yang seukuran dengan anak manusia yang berumur sepuluh sampai dua belas tahun. Lalu, pada ujung ekor mereka terdapat semacam duri yang bisa menyuntikan racun pelumpuh.
Erra pun menyiapkan busurnya, dan mengambil kuda-kuda untuk melarikan diri.
.
.
__ADS_1
.