Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater

Ardanium'S Tale Online (Revised) : The Soul Eater
2.20.1 - Pelatihan Dari Erra.


__ADS_3

+++


Arc 2 : The Angels and The Dragons.


Bab 20 : Pelatihan Dari Erra.


+++


Ini adalah kisah singkat pelatihan warga Desa Green Hut di bawah naungan Erra untuk menjadi Scouts. Momen ini terjadi beberapa bulan ke belakang sebelum kedatangan Fitz ke Desa Gezar.


Para pemuda dan pemudi dari Desa Green Hut kini tengah berbaris dengan rapi di pinggir sebuah sungai di dalam Great Southern Jungle. Mereka berbaris dengan wajah tegang yang tak bisa ditutupi sama sekali. Mata mereka menatap lurus ke arah instruktur mereka yang benar-benar bertangan besi, Erra.


“Hari ini, kalian semua akan belajar berenang. Sungai yang ada di hadapan kalian ini hanya punya kedalaman sekitar seratus delapan puluhan sentimeter saja. Aku juga sudah memeriksa bagian dalamnya, dan tak ada monster yang akan menjadi bahaya bagi kalian. Meski ada beberapa hewan sungai yang buas yang masih mungkin untuk menyerang dan kalau kalian tidak hati-hati maka akan mati.


Seperti semua sesi latihan sebelumnya, aku tak akan membedakan antara lelaki atau perempuan. Dan ingat dengan baik. Kalian harus selalu memperhatikan rekan di samping kalian, demi menjaga keselamatan bersama. Tapi jangan lupa untuk lebih mementingkan diri kalian terlebih dahulu dibandingkan rekan kalian. Karena kalian hanya bisa menolong rekan kalian jika diri kalian sendiri sudah selamat.”


Erra masih menambah beberapa kalimat lagi sebelum menyudahi pidatonya. Setelah selesai berpidato, ia pun memulai latihan berenang untuk pemuda dan pemudi di hadapannya. Prosesnya berjalan dengan lambat, tapi semua selamat. Meski pun ada beberapa hal yang menghambat.


Pada awalnya semua pemuda dan pemudi ini sangat ketakutan untuk belajar berenang di sini. Jangankan memasuki sungai dan berenang, mendekatinya saja mereka semua sudah merasa sangat takut. Itu semua karena sungai ini adalah pembatas tradisional yang menandakan wilayah terlarang.


Daerah di seberang sungai ini adalah wilayah terlarang bagi warga desa ini dan desa lainnya di sekitar sejak dahulu kala. Itu karena hewan dan monster yang hidup di sisi seberang sudah sangat berbeda dan sangat berbahaya.


Jadi, sudah jadi hal yang wajar bagi mereka untuk ketakutan, kan?


Pelatihan hari ini akhirnya berakhir tanpa adanya insiden yang meresahkan, apalagi sampai menelan korban. Latihan di hari berikutnya pun sama dengan hari ini, sampai hari berikutnya juga. Baru pada hari keempat lah kesulitan ditambahkan. Namun sampai sepekan alias tujuh hari pelatihan, tetap tak ada insiden berarti.


Semua kelancaran yang terjadi membuat para peserta pelatihan semakin merasa percaya diri dan hilang keraguan untuk berlatih di sungai ini. Mereka pun menunjukkan kemajuan yang begitu pesat. Akan tetapi semua berubah menjadi kacau pada hari kedelapan.


.

__ADS_1


.


.


Kembali ke masa terkini, di Desa Gezar.


Fitz sedang mendiskusikan tentang rencana penyerangan pada Desa Green Hut. Fitz kini sedang terdiam mendengarkan semua saran dari rekan-rekannya yang lebih mengenal situasi dan kondisi sekitar. Setelah semua selesai berbicara, kini terjadi keheningan. Semua mata menatap ke arah Fitz menunggu tanggapan dari orang yang kini memegan komando tertinggi di sini.


Akhirnya, Fitz pun angkat bicara.


“Hubungkan aku secara langsung dengan para petinggi Desa Gezar. Aku ingin kita tidak melakukan serangan langsung ke Desa Green Hut, apalagi atas nama Golden Stars.”


“Maaf, Tuan Fitz. Tapi, seperti yang sudah disampaikan sebelumnya. Para petinggi desa ini sudah enggan berurusan dengan Desa Green Hut lagi. Bahkan mereka mulai memikirkan untuk membuat hubungan baik dengan desa itu demi keuntungan di masa yang akan datang.”


“Benar, Tuan Fitz. Saya juga merasa kalau mengajak mereka untuk bergesekan dengan Desa Green Hut lagi itu akan ditolak mentah-mentah. Dan selain itu, maaf kalau lancang. Tapi kenapa Anda ingin agar kita tak menyerang langsung apalagi memakai nama Golden Stars?”


“Kalau mau bertanya, katakan sampai selesai. Jangan sepotong begitu.” ucap Fitz.


Si penanya semakin merasa gugup mendengar perkataan Fitz itu. Dan semakin sulit membuka mulutnya.


“Ayo, cepat katakan! Aku tak bisa menebak apa yang mau kau tanyakan.”


“M-maaf, tuan. Saya t-tidak.. tidak bermaksud l-lancang. Tapi, dari perkataan Anda. A-apakah Anda punya sedikit keraguan?”


“Keraguan apa?”


“K-keraguan untuk b-berhasil.”


Fitz menarik napasnya dalam-dalam, lalu menjawab.

__ADS_1


“Ya, aku punya keraguan itu. Tapi, keyakinanku untuk berhasil jauh lebih tinggi. Dan untuk semakin meninggikannya, aku ingin segera dihubungkan dengan para petinggi desa ini secepatnya.”


Fitz kemudian menatap ke arah semua yang hadir di rungan ini. Kemudian lanjut berkata...


“Dengarkan, memiliki keraguan bukan lah hal yang buruk. Bahkan menurutku kalian harus selalu memiliki keraguan dalam membuat rencana kalian. Itu bertujuan agar kalian tak puas dengan rencana kalian dan terus memikirkan rencana yang lebih baik lagi.


Tapi, bukan berarti kalian harus terus ragu tanpa rasa yakin. Kalian harus bisa memilah kapan kalian perlu ragu dan kapan kalian perlu yakin. Gunakan perasaan ragu untuk terus mengembangkan rencana kalian. Tapi jangan lupa gunakan juga perasaan yakin untuk mengontrolnya.


Sebelumnya aku sudah terlalu menyepelekan orang yang bernama Erra itu. Dan akhirnya, kita semua dalam kesulitan saat ini. Kalau saja saat itu rencanaku lebih matang, aku pasti bisa menghindari banyak masalah untuk kita semua selama beberapa waktu belakangan ini.


Orang yang bernama Erra ini menepati ancamannya untuk menjadi kerikil kecil di dalam sepatu kita. Kerikil kecil yang sangat mengganggu, namun tak bisa dibuang kecuali bersama sepatunya.


Ia sudah menepati setengah ancamannya, jangan sampai ia menepati setengahnya lagi. Itu yang kupikirkan.”


Fitz masih melanjutkan sedikit kata-katanya sebelum menutup pertemuan. Dan akhirnya, ia segera dipertemukan dengan para petinggi Desa Gezar.


.


.


.


Ini adalah hari kedelapan Erra memulai latihan Scouts untuk para pemuda dan pemudi Desa Green Hut di sungai. Menurut rencana Erra, ia akan melatih mereka semua selama sepuluh hari untuk berenang. Jika dalam jangka waktu itu semua atau kebanyakan peserta pelatihan masih belum bisa berenang, maka akan diperpanjang waktu pelatihan renangnya. Tapi jika kebanyakan sudah bisa, maka pelatihan akan dilanjut ke tahap berikutnya.


Hari ini, semua berjalan lancar seperti biasanya. Ada beberapa peserta pelatihan yang diserang buaya, tapi itu bukan masalah besar. Tak ada yang mati meski ada sembilan orang yang sempat sekarat.


Kondisi seperti itu mungkin terlihat mengerikan, tapi ingat lah. Mereka berasal dari desa dengan kemampuan membuat Healing Potion tingkat tinggi. Jadi, ada yang sekarat dalam pelatihan adalah hal yang biasa. Sama biasanya seperti seorang anak yang terjatuh saat belajar mengendarai sepeda.


Hal berbeda hari ini terjadi pada penghujung hari, di saat pelatihan sudah ditutup dan para peserta pelatihan akan pulang. Dan yang terjadi adalah...

__ADS_1


__ADS_2