
Kluntang kluntang kluntang.
Terdengar nada dering sebuah ponsel berbunyi berkali kali menganggu konsentrasi pasangan pengantin yang sedang berbagi keringat di di siang hari. Saat ini keduanya dalam posisi dimana sang suami berada dibelakang sang istri dengan salah satu kaki sang istri sedikit membentang agar sang suami lebih mudah memasukkan anaconda ke dalam bibir si tembem dari belakang.
Pasangan pengantin baru itu sudah berpindah tempat. Dari yang awal bermain di kursi, pindah ke karpet bawah kursi, sekarang mereka bermain di dalam kamar. Dan letak ponsel berada di meja dekat ranjang.
Kluntang kluntang kluntang
Lagi lagi ponsel berdering. Hingga sang pemilik ponsel kembali mendengus.
"Angkat dulu, Yang. Kali aja penting?" Ucap Melati di sela suara rintihan nikmat karena sodokan yang menghujam di bawah sana.
"Pindah posisi, Yang. kamu duduk dipangkuanku." Titah sang suami sembari mengeluarkan anaconda.
Keduanya pun bangkit dan berpindah posisi sesuai keinginan sang suami. Tak butuh waktu lama, kini tubuh sang istri sudah bergerak naik turun di pangkuan suaminya. Sang suami yang akrab di panggil Jaka meraih ponsel. Ketika akan mengecek siapa yang melakukan panggilan, tiba tiba ponsel berdering kembali dan Jaka segera saja menggeser tombol hijau.
"Hallo, Wang? Ada apa?" Tanya Jaka begitu telefon tersambung dan yang melakukan panggilan ternyata Iwang, sahabatnya.
"Ya elah, Jak. ditelfon dari tadi juga, nggak di angkat angkat. Lagi ngapain sih?" Balas Iwang yang nampaknya merasa kesal. Jaka bukannya menjawab malah menekan simbol pengeras suara dan terdengarlah bunyi rintihan kenikmatan dari sang istri.
"Sialan! Gila kamu, Jak! Lagi main pake dipamerin!" Umpat Iwang dari ujung sana dan Jaka hanya tergelak.
__ADS_1
"Ya lagian, gangguin aja. Lagi enak enak juga. Buruan! Ngapain telfon?" Balas Jaka setelah menonaktifkan pengeras suara.
"Nggak jadi lah, ntar aja kalau kamu sudah selesai. Gila!" Dan tiba tiba sambungan telfon pun berhenti seketika. Jaka menyunggingkan senyumnya dan menaruh ponsel kembali.
Jaka langsung melahap dua benda yang ikut bergerak naik turun dengan indahnya. Tanpa pemberituhan, Jaka merengkuh tubuh sang istri dan merebahkannya.
Kali ini Melati berada di bawah kungkungan sang suami. Bibir mereka beradu dan dibawah sana, pergerakan pinggang Jaka semakin melaju cepat hingga rintihan sang istri juga semakin keras.
Tak lama kemudian terdengar lenguhan panjang dari keduanya bersama tubuh yang bergetar hebat. Pencapaian puncak yang kedua pun usai sudah. Sebagian tubuh Jaka ambruk di sisi Melati dengan anaconda yang masih tertancap di bawah sana. Nafas mereka menderu dengan keringat yang bercucuran.
Melati mengangkat salah satu tangan sang suami yang dekat dengan kepalanya. Dia melihat ketiak sang suami penuh dengan keringat di setipa bulunya. Tanpa basa basi dia menyerang bulu bulu itu dan menempelkan dua lubang hidungnya diketiak sang suami. Di hisapnya dalam dalam aroma yang begitu asam.
"Nggak bosen, Yang? Ciumin ketiak dari tadi." Tanya sang suami.
"Nggak." Jawab Melati singkat dan kembali asyik dengan bulu di hadapannya. Jaka menyunggingkan senyum dan membiarkan sang istri bermain dengan ketiaknya sembari melepas lelah.
Setelah merasa puas bermain dengan ketiak sang suami, Melati merebahkan kepalanya di dada sang suami.
"Kira kira kita hari ini bermain berapa ronde, Yang?" Tanya Melati. Kini tangannya malah bermain dengan Anaconda yang terkulai lemas.
"Penginnya sih sampai besok pagi, Yang. Kenapa?" Tanya Jaka sembari mengusap lembut rambut sang istri.
__ADS_1
"Kangen lima ronde, Yang." Mendengar jawaban jujur Melati, Jaka langsung tergelak untuk kesekian kalinya.
"Besok yah, Yang? Kan besok orang orang rumah pada pergi piknik. Besok aku ingin main sepuluh ronde, Yang." Melati malah terkejut hingga kepalanya terangkat dan langsung menatap suaminya.
"Yang bener saja, Yang? Kamu mau bikin aku tidak bisa berjalan?" Sungut Melati.
"Ya bukan gitu, Yang. Kan di kasih jeda, nggak gaspol terus kayak jalan tol." Balas Jaka. Melati kembali merebahkan kepalanya.
"Bangun tidur main dua ronde, terus kamu bikin sarapan, setelah sarapan dua ronde lagi sampai waktu makan siang dan tidur siang sebentar. Setelah tidur siang, main lagi tiga ronde hingga waktu makan malam, terus setelah makan malam main lagi tiga ronde. Tuntas deh sepuluh ronde." Melati tercengang mendengar penjelasan sang suami yang sangat rinci.
"Astaga! Emang punya kamu kuat, Yang?" Tanya Melati kembali menatap sang suami.
"Ya kita buktiin aja besok. Tenang aja, si tembem nggak bakal kesakitan." Balas Jaka dengan yakin.
"Berarti hari ini, kita mainnya udahan?" Tanya Melati.
"Nggak dong, ayok kita langsung main ronde ketiga."
"Astaga!"
...@@@@@@...
__ADS_1