
Dan malam kembali menjelang dengan hujan yang mengguyur. Sesuai dengan ucapannya, Juna membawa sang istri menginap di kiosnya. Seperti pasangan baru pada umumnya, Juna dan Wulan pun lebih betah menghabiskan waktu berdua di manapun berada.
Apalagi sejak terjadinya malam pertama. Wulan kini tak lagi canggung mengungkapkan hasratnya. Seperti terlihat pada malam ini. Juna lagi sibuk dengan layar laptop di meja kerjanya. Bisnis yang sedang dia jalani sejak tiga tahun terakhir ini mengalami perkembangan pesat.
Banyak konsumen yang mengajukan diri sebagai reseller dan suplayer di berbagai penjuru daerah.
Sementara apa yang Wulan lakukan? Wanita yang sudah menanggalkan status jandanya justru kini berada di kolong meja mengganggu konsentrasi suaminya. Juna hanya memakai kaos, sedangkan celananya, entah sudah Wulan hempaskan kemana. Yang pasti Wulan saat ini sedang bermain dengan betutu milik suaminya.
Wulan sengaja mengganggu suaminya seperti itu karena merasa jenuh tidak memiliki teman ngobrol. Sedangkan suaminya, terlihat sangat serius hingga dia merasa jengah dan akhirnya muncul ide gila dengan merangkak masuk kolong meja.
"Geli, Sayang!" Pekik Juna sambil menatap wajah sang istri yang cengengesan di dalam kolong meja.
"Salah sendiri cuek." Balas Wulan acuh. Bibirnya kembali menggigit gemas pangkal betutu yang berbulu hingga Juna mengejang sejenak karena kegelian.
"Ini sebentar lagi selesai kok, bentar lagi." Balas Juna.
"Eh, mas, kok makananya nggak datang datang sih? Sudah lapar banget ini." Rajuk Wulan sambil lidahnya terjulur di kepala betutu sang suami.
"Ya mungkin bentar lagi, sabar. Makan itu aja dulu, lumayan kan buat ganjal perut." Balas Juna yang kembali fokusnya teralih ke layar laptop.
"Dih, aturan tadi pas masih di rumah, kita makan dulu. Nggak kelaparan kayak gini." Gerutu Wulan. Juna tersenyum simpul. Dia merasa bersalah, karena dia lah yang maksa Wulan untuk segera mengunjungi kios tadi.
"Maaf, Sayang. Kalau nggak hujan aja, kita pasti udah keluar." Sesal Juna.
__ADS_1
"Ya udah, besok beli alat masak dan belanjaan buat di sini. Biar nggak kayak gini kalau lagi lapar." Saran Wulan tentu saja Juna mengiyakan.
Dan Juna kembali fokus pada laptopnya dan Wulan kembali bermain dengan betutu suaminya.
Dan di malam yang sama, namun tempat yang berbeda. Terlihat pasangan beda usia sedang santai di depan televisi menikmati film aksi yang ada bumbu bumbu permainan ranjangnya dari setasiun televisi berlangganan.
Setelah mempersiapkan bahan bahan buat dagangan sang istri, kini keduanya tak langsung tidur. Mereka lebih memilih menonton film dulu.
Dodit berbaring dengan bantal yang lumayan tinggi karena di depannya, Risma sedang tiduran di atas perut sambil bermain main dengan cucakrowo sang suami.
Dodit hanya memakai kaos karena celananya sudah turun selutut akibat ulah sang istri.
"Seneng yah, yang jadi aktornya. Bisa main dengan berbagai jenis wanita tanpa mencari." Ucap Dodit ketika melihat adegan di dalam pesawat terbang, sang aktor memaksa pramugari untuk memainkan miliknya dengan mulut pramugari tersebut.
"Ya engga lah, Yang. Amit amit. Aku kan cuma lagi ngomong tentang aktor itu." Balas Dodit. Mana mungkin dia ada keberanian main dengan wanita berbeda. Bagi Dodit, hanya ada Risma dalam hatinya sejak dulu.
"Ya kali aja, Mas. Awas aja kalau kamu berani main serong. Aku potong punya kamu!" Ancam Risma sambil menggigit pangkal yang berbulu tipis milik suaminya.
"Aduh! Geli, Sayang!" Pekik Dodit sambil mengejang. Risma malah terkekeh.
"Habis gemes." Ucap Risma entang tanpa merasa bersalah.
Dodit hanya menggeleng sejenak, kemudian fokusnya kembali ke adegan tembak menembak di layar tv, sedangkan Risma kembali fokus bermain dengan cucok rowo sang suami dengan tangan dan mulutnya.
__ADS_1
Kejadian serupa pun terjadi di malam yang sama namun tempat mereka berbeda juga.
Di atas ranjang, terlihat Jaka sedang sibuk dengan ponsel yang dipegang miring. Nampaknya dia sedang fokus bermain game online yang sudah lama tidak dia mainkan.
Sedangkan Melati, sedang rebahan di atas perut Jaka. Dia juga sedang bermain dengan anaconda.
"Aduh! Sial! Kalah lagi!" Pekik Jaka.
"Perasaan dari tadi kalah mulu, nggak ada menangnya?" Cibir Melati tanpa menoleh.
"Namanya juga sudah lama nggak main game, Yang. Wajar dong. Apa lagi ini banyak yang memakai item baru." Ucap Jaka membela diri.
"Dari pada kalah mulu, ya mending berhenti. Ngapain di terusin?" Saran Melati.
"Penasaran, Yang. Kalau belum menang tuh, bawaannya geregatan tahu nggak?" Balas Jaka.
"Ya nggak tahu, aku kan nggak suka main game, sukanya main sama anaconda." Ucap Melati cuek.
"Haduh, ada ada aja istriku ini." Kata Jaka sambil menggelengkan kepalanya beberapa saat. Dan kemudian dia melanjutkan main game nya dan Wulan melanjutkan main bersama anaconda.
Ya. Malam ini, tiga mantan janda sedang sedang asyik berkaraoke tanpa nada, dalam waktu yang sama di tempat yang berbeda.
...@@@@@...
__ADS_1