ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA

ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA
Aroma Terapi..


__ADS_3

Hanya karena pembahasan tentang ranjang, dua orang yang tadinya tidak begitu akrab malah kini nampak begitu dekat. Benar kata banyak orang, membicarakan hubungan ranjang bisa menyatukan berbagai kalangan dan usia. Buktinya Jaka dan Dodit. Jaka benar benar seperti guru yang sedang mangajari muridnya. Meski ada sebagian cerita yang dia tutupi namun Dodit paham betul kalau pria tampan di hadapannya banyak pengalaman.


Hingga tak terasa obrolan mereka terhenti begitu dari arah pintu terlihat Melati memasuki kios.


"Dit, Ini mobilnya sudah datang. Sebaiknya lekas kamu bantu memindahkan barang barang yang sudah di beresin ya?" Seru Melati.


"Siap, Mba." Jawab Dodit.


Dodit dan Jaka hampir bersamaan berdiri dan beranjak menuju pintu. Benar saja, mobil bak terbuka sudah ada di tepi kios Melati. Segera saja Dodit, Jaka dan juga supir memindahkan barang barang yang sudah di kemas dan dipisah buat di bawa pulang kerumah lama Melati.


Melati hanya terdiam dan terpaku. Matanya menatap tajam wajah kusut dan berkeringat sang kekasih yang nampak begitu mempesona. Perasaan Melati menjadi tak karuan. Dia benar benar merasakan resah luar biasa melihat keadaan Jaka.


"Kenapa hanya melihat Jaka berkeringat, aku merasa begini banget sih? Padahal dulu nggak kayak gini saat melihat pria lain?" Gumam Melati.


Untuk menekan hasratnya yang tiba tiba membara, Melati mencoba duduk dan mengalihkan perhatiannya dengan melihat akun sosial medianya. Namun hal itu ternyata sangat tidak mudah dilakukan. Apa lagi Jaka bolak balik di hadapannya mengangkut barang. Dan yang membuat Melati semakin gelisah adalah bulu ketiak Jaka yang terlihat sangat basah oleh keringat. Melati berkali kali menelan ludahnya.


"Semoga kuat, semoga kuat. Kuat Melati! Sebentar lagi kamu menuju halal. Tahan ya?" Gumam Melati sembari mengipasi badannya.


Tak butuh waktu lama, Semua barang sudah berpindah ke mobil.

__ADS_1


"Mba, ini aku ikut pulang dengan mobil apa gimana?" Tanya Dodit begitu semua terlihat beres dan tak ada yang tertinggal satupun.


"Iya, Dit. Sekalian kamu tunjukin dimana meletakkan barang barangnya ya? Nanti minta tolong Bang Rudi dan Dan Bang Falah untuk bantuin." Balas Melati.


"Siap, Mba."


Melati memberi uang ke Dodit untuk membayar ongkos mobil dan setelah itu Dodit bergegas naik mobil kemudian mobil itu pun melaju menuju tempat tujuan.


Tinggal lah sekarang Jaka dan Melati di dalam kios. Melati kembali membereskan sisa sisa barang yang kelihatan belum rapi sedangkan Jaka duduk melepas lelah di lantai bersandar etalase.


"Yang, ntar kalau kamu buka bengkel, jangan memakai kaos seperti itu yah?" Ucap Melati tiba tiba dan hal itu membuat Jaka terkejut.


"Jujur, Yang. Aku nggak rela. Pasti nanti akan ada banyak perempuan yang merasa gelisah sepertiku. Apalagi melihat kamu berkeringat memamerkan bulu ketiakmu. Aku aja benar benar gelisah, apalagi perempuan lain. Aku nggak mau, Yang. Banyak wanita yang melihat bulu ketiakmu." Balas Melati. Jaka yang mendengar kejujuran calon istrinya malah terbahak.


"Ya ampun, Sayang. Mana ada yang begitu?" Tanya Jaka merasa heran dan juga geli.


"Ya kan aku hanya jaga jaga agar nggak ada godaan, Yang. Kamu itu melakukan apa saja terlihat begitu tampan. Pasti akan banyak godaan. Nggak salah kan? Kalau aku kali ini benar benar menjaga apa yang sudah menjadi milikku? Termasuk ketiakmu." Mendengar ungkapan hati Melati, Jaka pun sedikit mengerti. Melati masih ada trauma dengan kisah masa lalunya dimana Mantan suami tergoda dengan sepupunya.


"Baiklah, baiklah, aku ngerti. Oke, nanti di depan umum aku nggak akan memakai kaos seperti ini lagi." Ucap Jaka mengalah.

__ADS_1


"Beneran, Yang?" tanya Melati dengan mata berbinar.


"Iya, Sayang. Apa sih yang nggak buat kamu." Balas Jaka sembari mengulas senyum.


"Sipp. Makasih ya, Yang." Ucap Melati dan dia pun membalas senyuman Jaka.


"Ini mau cium ketiak lagi nggak? Sebelum aku pulang?" Tawar Jaka.


"Ya ampun, Yang. Jangan menggoda gitu ih." Sungut Melati.


"Loh loh. Siapa yang menggoda, Sayang? Aku kan cuma menawarkan. Bukankah kamu suka bau keringatku? Mumpung lagi berkeringat banyak ini. Apalagi bentar lagi kita di pingit loh sampai hari H. Mumpung masih bisa ketemu. Mau cium nggak?" Melati nampak memikirkan penawaran kekasihnya, sedangkan Jaka tertawa melihat tingkah Melati.


"Tapi cuma cium ketiak saja ya, Yang. Jangan minta lebih. Soalnya aku sudah lapas KB." Ucap Melati memberi syarat.


"Baiklah. Nih cepet cium."


Dengan senyum malu malu, Melati mendekat ke arah Jaka dan terapi aroma ketiak pun terlaksana guna mengurangi kegelisahan yang dirasakan Melati.


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2